-->

Alat - Alat Laboratorium Kultur Jaringan

Kultur jaringan yaitu membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Perbanyakan tanaman dengan sistem kultur jaringan dilaksanakan di dalam laboratorium yang bersih dan steril.


Berikut beberapa alat yang harus ada di dalam laboratorium kultur jaringan

1. Timbangan Analitik

Jenis timbangan di laboratorium bermacam-macam. Jenis timbangan yang dipakai di laboratorium kultur jaringan adalah timbangan yang dapat digunakan untuk menimbang sampai satuan yang sangat kecil ( minimal timbangan empat angka dibelakang koma ). Karena kebutuhan akan mikronutrien dan hormon pada umumnya berkadar sangat kecil yaitu dalam skala miligram (mg).

2. Laminar Air Flow ( LAF )

Laminar Air Flow ini digunakan untuk pemotongan eksplan, melakukan penanaman dan subkultur. Laminar Air Flow ini harus steril, bebas dari debu, dilengkapi dengan UV, lampu neon, dan blower.

Untuk sterilisasi Laminar Air Flow dilakukan dengan menggunakan alkohol 70%. Permukaan laminar dibersihkan dengan tisu/lap yang sudah dicelupkan alkohol 70%. Sebelum digunakan lampu UV dinyalakan selama 1 - 2 jam untuk membunuh kontaminan yang ada di permukaan laminar. Setelah selesai menggunakan laminar sebaiknya dilakukan sterilisasi lagi agar laminar tetap bersih.

3. Enkas

Enkas ini memiliki fungsi yang sama dengan Laminar Air Flow yaitu untuk melakukan penanaman, pemotongan eksplan, dan subkultur. Enkas ini banyak dipilih karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan Laminar Air Flow

Enkas terbuat dari bahan kaca dan kayu dengan dua lubang di bagian depan seukuran dengan tangan pekerja. Lubang ini disertai tutup untuk mencegah kontaminasi.

Cara sterilisasi enkas yaitu bagian dalam enkas dilap menggunakan tisu/ lap steril yang sudah dicelupkan alkohol 70%. Tangan pekerja disemprot dengan alkohol dan masuk melalui lubang di bagian depan enkas ketika melakukan pengelapan.

4. Rotating Shaker ( Penggojog )

Shaker adalah alat penggojog yang putarannya dapat diatur sesuai keinginan kita. Rotating shaker adalah penggojog yang berputar secara horizontal dengan sumbu vertikal. Di laboratorium kultur jaringan, penggojog ini digunakan untuk keperluan menumbuhkan kalus pada eksplan anggrek atau membentuk protokormus. 

Untuk menumbuhkan kalus anggrek biasanya digojog dengan suasana terang, sedangkan untuk menumbuhkan protokormus dari kalus jaringan tanaman ( padi, tebu, jagung ) digojog dalam keadaan gelap. Dalam keadaan gelap berarti erlenmeyer yang berisi kalus dibungkus dengan aluminium foil seluruh dindingnya kemudian diletakkan di atas penggojog.

5. Autoklaf

Autoklaf adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi alat dan medium kultur jaringan. Alat-alat seperti cawan petri, gunting, pinset, scalpel, dan spatula harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Demikian juga dengan medium yang sudah dimasukkan ke dalam botol medium juga harus disterilkan.

Pemanasan dalam autoklaf dilakukan pada suhu yang tinggi (121 ℃) dan tekanan uap air yang besar (1,5 kg/cm2). Kondisi ini dipertahankan sesuai dengan kebutuhan sterilisasi. Untuk sterilisasi alat dibutuhkan waktu 60 menit dan untuk sterilisasi media dibutuhkan waktu 30 menit. Uap panas di dalam autoklaf  akan membunuh bakteri dan mikrobia yang ada.

6. Magnetic Stirrer

Magnetic stirrer ini digunakan untuk mengaduk dan memanaskan bahan/senyawa dalam proses pembuatan medium. Dalam pembuatan medium proses pengadukan sangat diperlukan untuk membuat medium menjadi homogen.

Cara menggunakan alat ini yaitu erlenmeyer atau bisa juga gelas piala yang berisi larutan dan bahan kimia yang akan dilarutkan diletakkan di atas stirrer. Kemudian dimasukkan batang pengaduk magnit ( panjang 3 cm, 2 buah ), sehingga pada saat larutan mendidih pengaduk akan bergerak memutar dan karena mengandung magnit menyebabkan berputarnya hanya bagian dasar saja. Dengan demikian bahan kimia dapat larut dengan baik. 

Kecepatan magnet berputar dapat diatur pada skala yang tertera pada magnetic stirrer sesuai dengan keinginan kita. Semakin besar skala maka semakin cepat magnet berputar.

7. Centrifuge

Centrifuge adalah alat pemutar tabung reaksi. Centrifuge biasa dipakai untuk keperluan isolasi protoplas dengan cara memasukkan enzim dan medium purifikasi.

8. Alat Gelas dan Lainnya

Alat - alat gelas dan non gelas yang sering dipakai di laboratorium kultur jaringan yaitu :

  • Erlenmeyer, alat ini digunakan sebagai tempat dan sarana menuangkan air suling maupun tempat media dan penanaman eksplan. Erlenmeyer bisa diganti dengan botol selai, botol kopi, dan botol obat injeksi.
  • Gelas Ukur, alat ini dipakai untuk menakar air suling dan untuk pembuatan larutan sterilisasi eksplan (chlorox).
  • Gelas Piala, alat ini digunakan untuk membuat medium.
  • Petridish, alat ini mutlak dibutuhkan dalam kultur jaringan. Petridish disterilisasi bersama dengan kertas saring di dalamnya. Petridish dicuci bersih kemudian dikeringkan. Setelah kering dibungkus dengan kertas payung coklat untuk disterilisasi dengan autoklaf.
  • Tabung reaksi dan corong, alat ini digunakan untuk isolasi protoplas.
  • Pengaduk kaca, alat ini digunakan untuk mengaduk bahan kimia atau agar-agar saat membuat medium agar mudah larut.
  • Pipet tetes, digunakan untuk mengambil KOH atau HCl untuk menetralkan pH.
  • Jarum injeksi, jarum ini digunakan untuk mengambil larutan stok dalam pembuatan media.
  • Pinset, digunakan untuk memegang atau mengambil irisan eksplan atau menanam eksplan.
  • Skalpel, digunakan untuk mengiris bahan isolasi protoplas karena membutuhkan irisan yang sangat tipis.
  • Lampu spirtus, sprayer, dan box alkohol, semua alat ini digunakan untuk keperluan sterilisasi.
Alat-alat tersebut diatas adalah alat yang harus ada di laboratorium kultur jaringan. Mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan bisa ditulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif ModernKanisius. Yogyakarta.




ERLENMEYER : Fungsi Erlenmeyer

Erlenmeyer adalah alat gelas laboratorium yang berbentuk kerucut dengan leher silinder dan dasar yang rata. Alat ini dinamakan erlenmeyer menurut nama yang menciptakannya yaitu Emil Erlenmeyer kimiawan asal Jerman.


Erlenmeyer terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas hingga suhu 200 ⁰C. Erlenmeyer mempunyai berbagai macam ukuran volume mulai dari 25 ml - 2000 ml. Terdapat beberapa macam erlenmeyer yaitu :
- Erlenmeyer tanpa tutup.
- Erlenmeyer bertutup dan mulut erlenmeyer terbuat dari kaca asah.
- Erlenmeyer buchner/ bercucuk.

Pada umumnya erlenmeyer berfungsi sebagai penampung larutan yang akan dititrasi dalam proses titrasi. Dalam bidang mikrobiologi, erlenmeyer berfungsi sebagai tempat pembiakan mikroba dan tempat pembuatan media. Erlenmeyer tidak dapat digunakan untuk mengukur volume karena alat ini memiliki ketelitian yang rendah.

Fungsi lain dari erlenmeyer adalah :

- Menghomogenkan larutan kimia atau bahan -bahan komposisi media.
- Menampung larutan kimia, bahan kimia padat dan cairan.
- Erlenmeyer dengan tutup asah digunakan untuk pencampuran reaksi dengan pengocokan kuat.

Cara Menggunakan Erlenmeyer dalam proses titrasi :
  1. Pegang leher erlenmeyer, masukkan larutan yang akan dititrasi.
  2. Diguncangkan dengan perlahan - lahan dan hati - hati serta lihat perubahan warna yang terjadi.

Erlenmeyer Buchner/Labu Penyaring
Erlenmeyer buchner/bercucuk atau disebut juga dengan labu penyaring. Alat ini memiliki bentuk yang sedikit berbeda dari erlenmeyer biasa yaitu terdapat pipa pada lehernya. Erlenmeyer buchner terbuat dari kaca borosilikat yang lebih tebal yang dapat menahan tekanan sampai 5 atm.
Alat ini biasanya serangkaian dengan corong buchner dan pompa vakum.

Cara menggunakan erlenmeyer buchner/Labu penyaring :

  1. Memasang corong buchner pada leher erlenmeyer. Dalam corong buchner dilengkapi dengan kertas saring.
  2. Memasang selang yang tersambung ke pompa vakum pada pipa erlenmeyer.
  3. Tuang sampel yang akan disaring ke dalam corong buchner.
  4. Tekan pompa vakum hingga sampel tersaring semua.



PIKNOMETER : Cara Menggunakan Piknometer

Piknometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk menentukan massa jenis suatu zat padat atau cairan. Piknometer biasanya terbuat dari kaca dan pada bagian tengah tutupnya terdapat pipa kapiler sehingga gelembung udara dapat lolos dari alat tersebut.

Piknometer memiliki berbagai macam ukuran yaitu 100 ml, 50 ml, 25 ml, dan 10 ml. Ukuran yang sering digunakan adalah 10 ml dan 25 ml.

Di laboratorium biasanya piknometer digunakan untuk menentukan massa jenis atau berat jenis minyak sawit/ CPO, minyak atsiri, dan berat jenis tanah atau material berpori seperti batuan. Untuk sampel zat padat yang akan diukur berat jenisnya maka sampel dihaluskan terlebih dahulu sampai berbentuk serbuk.

Cara Menggunakan Piknometer

  1. Bersihkan piknometer dan keringkan dengan oven pada suhu 105⁰C selama 15 - 30 menit.
  2. Keluarkan piknometer dan masukkan dalam desikator selama 10 - 15 menit.
  3. Catat volume piknometer yang digunakan ( 50 ml, 25 ml, atau 10 ml ).
  4. Timbang piknometer kosong dan catat sebagai a gram.
  5. Masukkan sampel ke dalam piknometer sampai di atas leher, pasang tutupnya hingga sampel dapat mengisi pipa kapiler sampai penuh dan pastikan tidak ada gelembung udara di dalam piknometer.
  6. Keringkan bagian luar piknometer dengan tisu.
  7. Timbang piknometer berisi sampel dan catat sebagai b gram.
  8. Setelah selesai piknometer dibersihkan dan dikeringkan.
  9. Massa jenis suatu zat dapat ditentukan.

Menghitung Massa Jenis Suatu Zat

Rumus :

Di mana :
p ( rho) = massa jenis suatu zat ( kg/m3 atau gr/cm3 )
m = massa suatu zat ( kg atau gr )
v = volume suatu zat ( m3 atau cm3)

Setelah menggunakan piknometer maka massa jenis suatu zat dapat dihitung.
massa suatu zat yaitu ( massa piknometer yang berisi sampel ) - ( massa piknometer kosong )
volume suatu zat yaitu berdasar volume piknometer yang digunakan.
Sehingga :






Perawatan Piknometer

Agar piknometer dapat digunakan secara maksimal dan akurat maka perlu adanya perawatan. Salah satu perawatan piknometer yaitu dilakukan kalibrasi. Tujuan dilakukan kalibrasi adalah untuk menjaga agar alat piknometer dapat terjamin keakuratannya. Sebelum digunakan sebaiknya piknometer dikalibrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil dengan ketelitian tinggi.

Macam - Macam PIPET

Bagi yang terbiasa bekerja di laboratorium pasti tahu apa itu pipet. Pipet adalah salah satu alat laboratorium yang berbentuk silinder kecil panjang dengan ujung meruncing seperti pensil.
Pada umumnya pipet berfungsi untuk memindahkan suatu larutan atau zat kimia cair dari satu tempat ke tempat yang lain. Pipet memiliki berbagai macam bentuk dengan fungsi yang berbeda-beda.



Berikut ini beberapa macam pipet beserta fungsinya :

1. Pipet Tetes

Pipet tetes adalah jenis pipet yang terbuat dari kaca atau plastik dengan ujung bawah meruncing dan pada bagian atasnya ditutupi karet. Pipet tetes berfungsi untuk mengambil/ memindahkan cairan dalam jumlah yang sangat sedikit yaitu setetes demi setetes.



Cara menggunakan pipet tetes sangat mudah yaitu bagian bola karet yang terdapat diujung pipet dipencet lalu ditahan kemudian dimasukkan ke dalam wadah berisi larutan/cairan. Saat pipet dimasukkan ke dalam cairan, bola karet yang dipencet tadi dilepaskan kemudian angkat pipet dari cairan untuk dipindahkan ke wadah yang lain. Untuk memindahkan cairan hanya perlu memencet kembali bola karet secara perlahan-lahan disesuaikan dengan banyaknya tetesan yang dibutuhkan.

2. Pipet Ukur

Pipet ukur adalah alat gelas laboratorium yang berbentuk silinder panjang dengan ujung bawah lancip seperti pensil ( lihat gambar).
Pipet ukur berfungsi untuk memindahkan larutan atau zat kimia cair dari suatu wadah ke wadah yang lain. Untuk mengambil larutan/cairan harus menggunakan alat bantu yang disebut dengan pipet filler atau ball pipet.
Ditinjau dari segi bentuk pipet ukur ini memiliki perbedaan dengan pipet volum, yaitu pada pipet ukur terdapat skala permilinya tergantung dari kapasitas pipet ukur tersebut dan tidak ada gelembung di bagian tengahnya.


Pipet ukur memiliki berbagai macam ukuran dan setiap ukuran dibedakan dengan kode warna.
  • Warna kuning, untuk pipet ukur volume 1 ml dengan skala terkecil 0.01 ml.
  • Warna hitam, untuk pipet ukur volume 2 ml dengan skala terkecil 0.02 ml.
  • Warna merah, untuk pipet ukur volume 5 ml dengan skala terkecil 0.05 ml.
  • Warna orange, untuk pipet ukur volume 10 ml dengan skala terkecil 0.1 ml.
  • Warna putih, untuk pipet ukur volume 25 ml dengan skala terkecil 0.1 ml.
Cara menggunakan pipet ukur sama dengan menggunakan pipet volum, akan saya bahas di bagian pipet volum.

3. Pipet Volum

Pipet volum ini memiliki bentuk yang agak berbeda denga pipet yang lainnya yaitu terdapat gelembung dibagian tengahnya. Pipet volum ini memiliki ketelitian yang tinggi dibanding dengan pipet ukur. 
Pipet volum digunakan untuk mengambil larutan/cairan dengan pengukuran yang bersifat kuantitatif.






Pipet volum ini juga memiliki berbagai macam ukuran dan setiap ukuran dibedakan dengan kode warna sama halnya dengan pipet ukur.
  • Warna biru tua, untuk pipet volum dengan volum 1 ml dan 25 ml.
  • Warna orange, untuk pipet volum dengan volum 2 ml dan 10 ml.
  • Warna putih, untuk pipet volum dengan volum 5 ml.
  • Warna merah, untuk pipet volum dengan volum 50 ml.
Cara menggunakan pipet volum dan pipet ukur yaitu :
  1. Sebelum digunakan pipet harus dalam kondisi kering dan bersih.
  2. Pasangkan bola hisap ke pipet bagian atas, usahakan agar ujung pipet masuk ke bagian dalam bola hisap sehingga pipet tidak mudah lepas dari bola hisap.
  3. Untuk menyedot cairan pencet huruf A yang terdapat pada bola hisap, dan untuk mengeluarkan pencet huruf E pada bola hisap (untuk lebih jelasnya bisa baca artikel Fungsi alat non gelas laboratorium)
  4. Ketika cairan sudah masuk dalam pipet dan sudah pas dengan garis meniskus pada pipet maka pindahkan cairan ke dalam wadah yang lainnya.

4. Pipet Buret

Pipet buret berfungsi untuk mengukur volume cairan hasil titrasi. Untuk lebih jelasnya bisa baca artikel Buret dan cara menggunakannya.

5. Mikropipet

Sama seperti dengan fungsi pipet ukur atau pipet volum , fungsi mikropipet ini adalah untuk memindahkan larutan atau cairan dari satu tempat ke tempat yang lainnya, tetapi untuk volume yang sangat kecil ( dibawah 1 ml ). 
Untuk lebih lengkapnya silahkan baca artikel Mikropipet dan Cara Menggunakannya

BEAKER GLASS : Fungsi Gelas Beker


Beaker glass/ gelas beker atau biasa disebut dengan gelas piala adalah alat gelas kimia berbentuk silinder dengan dasar yang rata. Beaker glass ini umumnya terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas hingga 200 C. Beaker glass ini memiliki takaran tapi tidak digunakan untuk mengukur volume suatu zat cair, karena alat ini hanya memiliki tingkat ketelitian dengan akurasi 10 %.

Ukuran beaker glass ini bervariasi yaitu 25 ml, 50 ml, 100 ml, 150 ml, 200 ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, 2000 ml. Ada beberapa merk beaker glass yaitu Pyrex, Iwaki Pyrex, Schott Duran. Beaker glass dapat ditutup dengan kaca arloji untuk mencegah kontaminasi dan penyusutan suatu zat.



Fungsi Beaker Glass :

1. Sebagai tempat untuk membuat larutan seperti larutan HCl, H2SO4, NaOH,NaCl, dan bahan kimia   lainnya. Perlu diperhatikan  apabila akan membuat larutan asam encer maka dalam beaker glass diisi  sejumlah aquadest terlebih dahulu, kemudian baru asam sesuai dengan takaran yang diinginkan.

2. Untuk mengukur volume larutan yang tidak membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi.

3. Beaker glass berfungsi sebagai pemanas, misalnya tempat untuk memanaskan bahan/larutan diatas hot plate, memanaskan aquades untuk melarutkan bahan kimia.

4. Beaker glass berfungsi untuk mencampur dan mereaksikan bahan kimia atau larutan kimia.

5. Menampung bahan kimia berupa larutan, padatan, pasta atau tepung.


Cara Menggunakan Buret


Buret adalah alat gelas laboratorium berbentuk silinder yang memiliki garis ukur dan terdapat kran dibagian bawahnya yang berfungsi untuk mengeluarkan atau menghentikan cairan yang keluar. Buret digunakan untuk mengukur volume cairan yang keluar seperti halnya pipet. Buret terutama digunakan untuk titrasi.





Berdasarkan ukurannya buret dibagi menjadi 3 macam yaitu :

  1. Buret Makro, buret yang mempunyai kapasitas 50 ml dengan skala terkecil 0,1 ml.
  2. Buret Semimikro, buret yang mempunyai kapasitas 25 ml dengan skala terkecil 0,05 ml
  3. Buret Mikro, buret yang mempunyai kapasitas 10 ml dan 5 ml. Untuk buret 10 ml dengan skala terkecil 0,02 ml, dan untuk buret 5 ml dengan skala terkecil 0,01 ml.

Cara menggunakan buret untuk titrasi :

  1. Cuci buret hingga bersih, bebas lemak maupun debu.
  2. Buret diklem pada tiang buret dalam posisi tegak lurus dengan datar air.
  3. Periksa kran buret, kran harus mudah diputar dan tidak bocor. Bila kran sukar diputar atau bocor, lepaskan kran tersebut dan olesilah permukaannya dengan vaselin.
  4. Bilaslah buret dengan larutan yang akan dipakai untuk titrasi, kemudian isi buret dengan larutan yang sama sampai diatas titik nol.
  5. Alirkan larutan dengan membuka kran dan usahakan kolom pipa dibawah kran terisi larutan ( tidak terdapat gelembung udara ).
  6. Atur tinggi cairan sampai meniskusnya tepat pada angka nol atau angka lain dan catatlah angka mula - mula ini.
  7. Mulailah titrasi, tangan kiri memegang kran sambil memutarnya dan tangan kanan memegang labu erlenmeyer yang berisi cairan yang akan dititrasi. Selama titrasi labu erlenmeyer digoyang - goyang dengan gerakan berputar agar larutan yang menetes dari buret segera bercampur. Demikian seterusnya sampai titik akhir dicapai ( ditandai dengan adanya perubahan warna ).

Setelah selesai menggunakan buret sebaiknya buret segera dibersihkan dan buang sisa larutan yang ada dalam buret.

Berikut Cara Membersihkan Buret :

  1. Buang larutan sisa pakai yang ada di dalam buret.
  2. Bersihkan buret dengan larutan pencuci dan bilas dengan air suling.
  3. Keringkan dan lepaskan kran buret.
  4. Jika larutan mengandung alkali/basa maka larutan harus segera dibuang dan buret segera dibersihkan karena sifat alkali/basa dapat membuat tutup kran membeku atau sulit untuk dibuka.

Itulah sedikit artikel tentang cara menggunakan buret dan cara membersihkan buret. Semoga bermanfaat, jangan lupa share ke teman - teman ya readers...


FUNGSI DAN JENIS ALAT GELAS LABORATORIUM

FUNGSI ALAT GELAS KIMIA DI LABORATORIUM

Karena saya bekerja di Laboratorium jadi saya ingin berbagi artikel tentang alat-alat Laboratorium. Kali ini saya akan membahas tentang fungsi alat gelas yang biasanya ada di laboratorium. Semoga bisa bermanfaat buat semuanya.

1. Buret

Buret berfungsi untuk mengukur volume cairan yang keluar seperti pipet. Pada buret terdapat kran untuk mengeluarkan atau menghentikan cairan yang keluar dan volumenya dapat diketahui pada skala yang tertera pada buret.Buret terutama digunakan untuk titrasi.
Untuk lebih jelas tentang buret bisa baca Cara Menggunakan dan Membersihkan Buret

2. Botol Timbang
Botol timbang berfungsi untuk menentukan kadar air suatu zat. Selain itu digunakan untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan cair yang bersifat higroskopis. Saat menimbang zat cair yang bersifat mudah menguap botol timbang harus dalam kondisi tertutup agar tidak terjadi penguapan.






3. Corong Gelas/Kaca
Corong gelas/kaca berfungsi untuk memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain terutama wadah yang bermulut kecil. Selain itu digunakan untuk proses penyaringan dengan menggunakan kertas saring.



4. Desikator/Eksikator
Desikator atau Eksikator adalah wadah tertutup terbuat dari kaca yang di dalamnya berisi silika gel.
Fungsi dari desikator adalah untuk menyimpan bahan atau wadah sebelum dilakukan penimbangan. Selain itu juga untuk menyimpan bahan agar tetap dalam kondisi kering






5. Erlenmeyer

 Erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan yang akan dititrasi pada proses titrasi. Dalam mikrobiologi erlenmeyer digunakan untuk pembiakan mikroba. Erlenmeyer tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.






6. Gelas Arloji

Gelas arloji berfungsi untuk menimbang bahan-bahan kimia yang bersifat higroskopis, sebagai penutup saat melakukan pemanasan bahan kimia, dan sebagai wadah untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator.





7. Gelas Piala/ Beaker Glass
Gelas piala atau Beaker glass berfungsi sebagai wadah untuk melarutkan suatu zat atau bahan kimia, untuk menampung zat kimia yang bersifat korosif, dan sebagai wadah untuk mencampur dan memanaskan cairan. Untuk mencegah kontaminasi atau hilangnya cairan dapat digunakan gelas arloji sebagai penutup.
Gelas piala tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.

Baca Juga : Fungsi Beaker Glass/ Gelas Piala

8. Gelas Ukur
Gelas Ukur berfungsi untuk mengukur volume segala benda, baik padat maupun cair pada berbagai ukuran volume. Selain itu juga dapat digunakan untuk merendam pipet dalam asam pencuci.








9. Labu Takar /Ukur
Labu Takar berfungsi untuk menyiapkan larutan dalam kimia analitik yang konsentrasi dan jumlahnya diketahui dengan pasti dengan keakuratan yang sangat tinggi. Alat ini sangat cocok digunakan untuk mengukur sesuatu dengan keakuratan yang tinggi karena di bagian leher terdapat lingkaran graduasi, volume, toleransi, suhu kalibrasi dan kelas gelas. Pada lehernya juga terdapat tanda batas yang menunjukkan volume sebagaimana tertera pada badan labu takar. Biasanya berwarna transparan, tetapi ada juga yang berwarna gelap. Biasanya dilengkapi dengan penutup dari bahan tahan bahan kimia seperti polietilen atau dapat juga dari gelas.


10. Pengaduk Kaca
Pengaduk kaca berfungsi untuk mengaduk larutan agar tetap homogen atau agar zat padat cepat larut.





11. Petridish atau Cawan Petri

Petridish atau Cawan Petri berfungsi untuk pembiakan bakteri dalam laboratorium mikrobiologi, sebagai tempat untuk menimbang bahan, dan juga sebagai tempat untuk mengeringkan bahan sampel.





12. Piknometer

Piknometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas dari fluida.

Artikel terkait : Cara Menggunakan Piknometer







13. Pipet Volume/Pipet Gondok
Pipet volume atau pipet gondok adalah salah satu alat ukur kuantitatif dengan tingkat ketelitian tinggi, ditandai dengan bentuknya yang ramping pada penunjuk volume dan hanya ada satu ukuran volume.

Pipet Volume berfungsi untuk memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah yang lain, biasanya untuk memindahkan larutan baku primer atau sample pada proses titrasi.
14. Pipet Ukur
Pipet ukur berfungsi untuk memindahkan suatu cairan dari wadah satu ke wadah yang lainnya, cuma untuk pipet yang satu ini mempunyai ukuran graduasi volume yang lebih presisi.
Di pasaran pipet jenis ini ada dalam berbagai ukuran yaitu pipet ukur 1, 2, 5, 10, dan 25 ml.


15. Pipet Tetes
Pipet tetes (drop pipette) berfungsi membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil tetes demi tetes.



Artikel Terkait : Macam - Macam Pipet


16. Labu Pemisah/Corong Pemisah 
Labu Pemisah atau Corong Pemisah berfungsi untuk memisahkan campuran larutan yang memiliki kelarutan yang berbeda. Biasanya digunakan dalam proses ekstraksi.




17. Tabung Reaksi 
Fungsi tabung reaksi adalah sebagai wadah untuk mereaksikan dua atau lebih larutan / bahan kimia,dan untuk pengembangan mikroba.










Itulah beberapa jenis alat gelas laboratorium dan kegunaannya. Untuk kegunaan alat non gelas bisa dilihat di Kegunaan Alat Non Gelas di Laboratorium
Semoga bermanfaat :)