-->

Cara Membuat Grafik Kurva Standar Dengan Excel

Artikel ini saya buat karena berhubungan dengan artikel saya tentang analisa phosphat (untuk tanah, pupuk, dan jaringan tanaman ) dan juga analisa gula reduksi. Dimana metodenya menggunakan alat spektrofotometer dan kurva standar.

Beberapa ada yang masih bingung dalam mencari persamaan kurva standar. Dalam artikel ini akan saya jelaskan tentang membuat kurva standar dengan menggunakan metode grafik di excel.

Kurva standar adalah standar dari sampel yang dapat digunakan sebagai acuan untuk sampel tersebut pada percobaan. Pembuatan kurva standar bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi larutan dengan nilai absorbansinya sehingga konsentrasi pada sampel dapat diketahui.

Cara Membuat Kurva Standar di Excel

1. Buka Microsoft Excel kemudian buat datanya



















2. Blok seluruh data ( klik dan tahan mouse kemudian geser hingga memenuhi data )




3. Klik tombol insert kemudian klik pada icon scatter. 



4. Kemudian akan muncul grafiknya seperti ini




5. Klik quick layout , kemudian klik pada layout 9.






7. Hasilnya akan muncul persamaan di samping grafik




8. Perhitungan konsentrasi larutan sampel dapat menggunakan rumus persamaan garis seperti yang terdapat pada no 7, dimana y = absorbansi dan x = konsentrasi

9. Selanjutnya buka artikel berikut : 

Semoga bermanfaat :)

Alat - Alat Laboratorium Kultur Jaringan

Kultur jaringan yaitu membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Perbanyakan tanaman dengan sistem kultur jaringan dilaksanakan di dalam laboratorium yang bersih dan steril.


Berikut beberapa alat yang harus ada di dalam laboratorium kultur jaringan

1. Timbangan Analitik

Jenis timbangan di laboratorium bermacam-macam. Jenis timbangan yang dipakai di laboratorium kultur jaringan adalah timbangan yang dapat digunakan untuk menimbang sampai satuan yang sangat kecil ( minimal timbangan empat angka dibelakang koma ). Karena kebutuhan akan mikronutrien dan hormon pada umumnya berkadar sangat kecil yaitu dalam skala miligram (mg).

2. Laminar Air Flow ( LAF )

Laminar Air Flow ini digunakan untuk pemotongan eksplan, melakukan penanaman dan subkultur. Laminar Air Flow ini harus steril, bebas dari debu, dilengkapi dengan UV, lampu neon, dan blower.

Untuk sterilisasi Laminar Air Flow dilakukan dengan menggunakan alkohol 70%. Permukaan laminar dibersihkan dengan tisu/lap yang sudah dicelupkan alkohol 70%. Sebelum digunakan lampu UV dinyalakan selama 1 - 2 jam untuk membunuh kontaminan yang ada di permukaan laminar. Setelah selesai menggunakan laminar sebaiknya dilakukan sterilisasi lagi agar laminar tetap bersih.

3. Enkas

Enkas ini memiliki fungsi yang sama dengan Laminar Air Flow yaitu untuk melakukan penanaman, pemotongan eksplan, dan subkultur. Enkas ini banyak dipilih karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan Laminar Air Flow

Enkas terbuat dari bahan kaca dan kayu dengan dua lubang di bagian depan seukuran dengan tangan pekerja. Lubang ini disertai tutup untuk mencegah kontaminasi.

Cara sterilisasi enkas yaitu bagian dalam enkas dilap menggunakan tisu/ lap steril yang sudah dicelupkan alkohol 70%. Tangan pekerja disemprot dengan alkohol dan masuk melalui lubang di bagian depan enkas ketika melakukan pengelapan.

4. Rotating Shaker ( Penggojog )

Shaker adalah alat penggojog yang putarannya dapat diatur sesuai keinginan kita. Rotating shaker adalah penggojog yang berputar secara horizontal dengan sumbu vertikal. Di laboratorium kultur jaringan, penggojog ini digunakan untuk keperluan menumbuhkan kalus pada eksplan anggrek atau membentuk protokormus. 

Untuk menumbuhkan kalus anggrek biasanya digojog dengan suasana terang, sedangkan untuk menumbuhkan protokormus dari kalus jaringan tanaman ( padi, tebu, jagung ) digojog dalam keadaan gelap. Dalam keadaan gelap berarti erlenmeyer yang berisi kalus dibungkus dengan aluminium foil seluruh dindingnya kemudian diletakkan di atas penggojog.

5. Autoklaf

Autoklaf adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi alat dan medium kultur jaringan. Alat-alat seperti cawan petri, gunting, pinset, scalpel, dan spatula harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Demikian juga dengan medium yang sudah dimasukkan ke dalam botol medium juga harus disterilkan.

Pemanasan dalam autoklaf dilakukan pada suhu yang tinggi (121 ℃) dan tekanan uap air yang besar (1,5 kg/cm2). Kondisi ini dipertahankan sesuai dengan kebutuhan sterilisasi. Untuk sterilisasi alat dibutuhkan waktu 60 menit dan untuk sterilisasi media dibutuhkan waktu 30 menit. Uap panas di dalam autoklaf  akan membunuh bakteri dan mikrobia yang ada.

6. Magnetic Stirrer

Magnetic stirrer ini digunakan untuk mengaduk dan memanaskan bahan/senyawa dalam proses pembuatan medium. Dalam pembuatan medium proses pengadukan sangat diperlukan untuk membuat medium menjadi homogen.

Cara menggunakan alat ini yaitu erlenmeyer atau bisa juga gelas piala yang berisi larutan dan bahan kimia yang akan dilarutkan diletakkan di atas stirrer. Kemudian dimasukkan batang pengaduk magnit ( panjang 3 cm, 2 buah ), sehingga pada saat larutan mendidih pengaduk akan bergerak memutar dan karena mengandung magnit menyebabkan berputarnya hanya bagian dasar saja. Dengan demikian bahan kimia dapat larut dengan baik. 

Kecepatan magnet berputar dapat diatur pada skala yang tertera pada magnetic stirrer sesuai dengan keinginan kita. Semakin besar skala maka semakin cepat magnet berputar.

7. Centrifuge

Centrifuge adalah alat pemutar tabung reaksi. Centrifuge biasa dipakai untuk keperluan isolasi protoplas dengan cara memasukkan enzim dan medium purifikasi.

8. Alat Gelas dan Lainnya

Alat - alat gelas dan non gelas yang sering dipakai di laboratorium kultur jaringan yaitu :

  • Erlenmeyer, alat ini digunakan sebagai tempat dan sarana menuangkan air suling maupun tempat media dan penanaman eksplan. Erlenmeyer bisa diganti dengan botol selai, botol kopi, dan botol obat injeksi.
  • Gelas Ukur, alat ini dipakai untuk menakar air suling dan untuk pembuatan larutan sterilisasi eksplan (chlorox).
  • Gelas Piala, alat ini digunakan untuk membuat medium.
  • Petridish, alat ini mutlak dibutuhkan dalam kultur jaringan. Petridish disterilisasi bersama dengan kertas saring di dalamnya. Petridish dicuci bersih kemudian dikeringkan. Setelah kering dibungkus dengan kertas payung coklat untuk disterilisasi dengan autoklaf.
  • Tabung reaksi dan corong, alat ini digunakan untuk isolasi protoplas.
  • Pengaduk kaca, alat ini digunakan untuk mengaduk bahan kimia atau agar-agar saat membuat medium agar mudah larut.
  • Pipet tetes, digunakan untuk mengambil KOH atau HCl untuk menetralkan pH.
  • Jarum injeksi, jarum ini digunakan untuk mengambil larutan stok dalam pembuatan media.
  • Pinset, digunakan untuk memegang atau mengambil irisan eksplan atau menanam eksplan.
  • Skalpel, digunakan untuk mengiris bahan isolasi protoplas karena membutuhkan irisan yang sangat tipis.
  • Lampu spirtus, sprayer, dan box alkohol, semua alat ini digunakan untuk keperluan sterilisasi.
Alat-alat tersebut diatas adalah alat yang harus ada di laboratorium kultur jaringan. Mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan bisa ditulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif ModernKanisius. Yogyakarta.




Pengenceran Larutan

Dalam proses pembuatan larutan, dikenal juga istilah pengenceran. Pengenceran adalah proses memperkecil konsentrasi larutan dengan cara menambah pelarut pada volume tertentu.

Berikut beberapa pengenceran larutan yang harus diperhatikan :

A. Pengenceran dari Cairan Pekat

Hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan pengenceran dari cairan pekat yaitu : 
  • Hitung volume cairan pekat yang dibutuhkan dan volume aquadest yang akan diukur.
  • Ukur volum aquadest tersebut dan siapkan di dalam gelas kimia.
Karena sifat zat cair pekat maka lakukan pengenceran larutan di ruang asam. Gunakan pelindung seperti jas lab, masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung.

Pada saat pencampuran/pelarutan segera alirkan perlahan cairan pekat lewat batang pengaduk ke dalam gelas kimia yang sudah berisi aquadest.

** Catatan :
  • Cairan pekat yang diperdagangkan biasanya mencantumkan kadar atau konsentrasi selain dari tingkat spesifikasi pada label kemasannya. Kadar atau konsentrasi dinyatakan dalam satuan persen ( % ).
  • Jika cairan pekat dikemas dalam botol yang cukup besar, maka cairan pekat dituang terlebih dahulu di dalam gelas kimia sesuai dengan yang dibutuhkan. Tutup segera botol asal dan tuang cairan pekat tadi ke dalam gelas ukur kemudian baca skalanya. Tuang kembali secara perlahan-lahan ke dalam gelas kimia yang sebelumnya sudah berisi aquadest.
  • Khusus untuk asam pekat dengan kalor pelarutan tinggi  seperti H2SO4 dan HCl maka pengenceran dilakukan dalam gelas kimia tahan panas dan pengaliran dilakukan secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit melalui batang pengaduk. Jika volume asam pekatnya lebih banyak dari pelarutnya, sebaiknya gelas kimia terendam dalam bak berisi air kran ( sebagai pendingin ).

B. Pengenceran dari Cairan Kurang Pekat

Pengenceran dari larutan kurang pekat menjadi larutan yang lebih encer ( misal 2 M ke 1 M ) lebih mudah dilakukan dan tidak perlu di ruang asam.

Cara melakukan pengenceran yaitu :
  • Hitung volume cairan kurang pekat dan volume aquadest yang dibutuhkan.
  • Tuang volume cairan kurang pekat ke dalam labu takar yang berisi aquadest yang sudah terukur.
  • Tambahkan aquadest sampai tanda batas.

Baca jugaCara Membuat Larutan Kimia

                    Penanganan Khusus Bahan Kimia di Laboratorium

C. Perhitungan Volum dan Konsentrasi Cairan

Sebelum melakukan pengenceran larutan kita harus menghitung terlebih dahulu volum cairan pekat/kurang pekat yang dibutuhkan yaitu dengan menggunakan rumus pengenceran.

Rumus Pengenceran :





Dimana :
V1 = Volume yang dibutuhkan
V2 = Volume yang akan dibuat
M1 = Konsentrasi awal/ pekat
M2 = Konsentrasi yang akan dibuat
Untuk satuan volume dalam liter (L), bisa juga mililiter (ml) yang penting disebelah kiri dan kanan sama satuannya.

Contoh :
1. Membuat 500 ml HCl 25% dari HCl pekat ( 37% ). Berapa HCl pekat yang dibutuhkan?

Diketahui : 
M1 = 37%
M2 = 25%
V2 = 500 ml
V1 = ....?

Dengan menggunakan rumus pengenceran 
V1 x 37% = 500 ml x 37%
V1 = 12500/37
V1 = 337,8 ml
Jadi volume HCl pekat yang dibutuhkan yaitu 337,8 ml dan untuk aquadest 162,2 ml.

2. Membuat 1000 ml HCl 1 M dari HCl pekat ( 37%)

Diketahui :
Konsentrasi HCl pekat (37%) yaitu 12,06 M, untuk rumus menghitungnya bisa dibaca pada artikel berikut Cara Membuat Larutan HCl 1 M
M1 = 12,06
M2 = 1 M
V2 = 1000 ml
V1 = ....?

V1 x 12,06 M = 1000 ml x 1 M
V1 = 1000/12,06
V1 = 83 ml
Jadi volume HCl pekat yang dibutuhkan adalah 83 ml.

3. Membuat 500 ml HCl 0,2 M dari HCl 1 M

Diketahui : 
M1 = 1
M2 = 0,2
V2 = 500 ml
V1 = ....?

Dengan menggunakan rumus pengenceran 
V1 x 1 M = 500 ml x 0,2 M
V1 = 500x0,2 / 1
V1 = 100 ml
Jadi volume HCl pekat yang dibutuhkan yaitu 100 ml dan aquadest 400 ml.

Langkah - langkah pengenceran :
  1. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan ( gelas beker, gelas ukur, labu takar, batang pengaduk )
  2. Tuang cairan pekat ke dalam gelas piala, kemudian pindahkan ke dalam gelas ukur sesuai yang dibutuhkan dan baca skalanya. Untuk cairan kurang pekat/encer bisa langsung di tuang ke dalam labu takar dan tambah aquadest sampai tanda batas.
  3. Tuang kembali cairan pekat secara perlahan-lahan ke dalam gelas piala yang sudah berisi aquadest. Aduk dan tunggu dingin.
  4. Setelah dingin pindah larutan ke dalam labu takar dan tambah aquadest sampai tanda batas.
Itulah beberapa cara pengenceran larutan, rumus pengenceran, dan langkah- langkah dalam pengenceran/pencampuran larutan. Semoga bermanfaat...

REFERENSI

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Jual Buret di Yogyakarta

Jagad Kimia menyediakan Buret Herma ukuran 25 ml. Akhir-akhir ini, banyak dicari buret 25 ml produk Herma yang digunakan untuk menghitung rasio kompresi mesin. Untuk detail caranya mungkin bisa googling ya bagaimana menghitung rasio kompresi mesin dengan metode buret karena saya terbiasa mengaplikasikannya di laboratorium :)

Sebelumnya sedikit flasback ya apa itu buret dan kegunaannya.

Pengertian Buret

Buret adalah alat laboratorium yang terbuat dari kaca yang berbentuk silinder panjang. Alat ini memiliki garis ukur dengan ujung atas terbuka dan ujung bagian bawah runcing dan dilengkapi dengan kran pembuka dan penutup. Kran pada buret ini berfungsi untuk menjaga tetesan sejumlah reagen cair dalam eksperimen titrasi. Buret sangatlah akurat, buret kelas A memiliki akurasi sampai dengan ± 0.05 ml.

Kegunaan Buret

Pada umumnya buret digunakan untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, contohnya pada proses titrasi.

>> Kegunaan Buret di Laboratorium
Buret di laboratorium digunakan dalam proses titrasi yang membutuhkan perhitungan volume yang tepat. Buret digunakan sebagai tempat dari titran atau reagen kimia cair yang telah diketahui konsentrasinya.

>> Kegunaan Buret Untuk Menghitung Rasio Kompresi Mesin
Kegunaan buret selain di Laboratorium juga digunakan untuk menghitung rasio kompresi pada mesin sepeda motor. Bagi yang suka modifikasi mesin pada sepeda motor tentu sudah paham dengan istilah rasio kompresi.

Rasio kompresi pada mesin sepeda motor dapat dihitung dengan menggunakan metode buret. Untuk cara lengkapnya bisa cari di google ya.

Ukuran Buret

Ada beberapa ukuran buret yang perlu diketahui yaitu : 

1. Buret Makro
Buret ini mempunyai kapasitas volume 50 ml dengan skala ukuran terkecil yang dapat dibaca adalah  0,1 ml.

2. Buret Semimikro
Buret ini mempunyai kapasitas volume 25 ml dengan skala ukuran terkecil yang dapat dibaca adalah  0,05 ml.

3. Buret Mikro
Buret ini mempunyai kapasitas volume 10 ml dengan skala ukuran terkecil yang dapat dibaca adalah  0,02 ml


Itulah penjelasan sedikit tentang pengertian buret, kegunaan, dan ukurannya.
Bagi yang berminat untuk membeli buret bisa menghubungi WA admin ya !!!

Harga Buret 25 ml Herma

1 buah = @ Rp. 155.000, -

Di atas 10 = Nego tipis :)



Bahan Kimia di Laboratorium

Sebuah laboratorium pasti tidak lepas dari alat dan bahan kimia. Banyak jenis bahan kimia yang ada di laboratorium. Bahan kimia di laboratorium memiliki tingkat bahaya yang berbeda-beda. Beberapa bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan memerlukan penanganan yang khusus.

Berikut bahan kimia di laboratorium yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena sifatnya yang dapat menganggu kesehatan.

1. Asam Sulfat ( H2SO4 )

Asam Sulfat/ Sulphuric Acid dengan rumus kimia H2SO4 merupakan asam mineral kuat yang berbentuk cairan kental seperti minyak, tidak berwarna, dan tidak berbau. 

Bahan kimia ini bersifat korosif dan akan menimbulkan luka seperti luka bakar apabila mengenai jaringan kulit. Apabila akan menggunakan bahan kimia ini lakukan di dalam lemari asam, gunakan kacamata pelindung, sarung tangan, dan pelindung muka. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan kimia ini.

Untuk pengenceran asam sulfat selalu tambahkan asam sulfat secara perlahan-lahan ke dalam air ( bahan pengencer ) dan jangan terbalik menambahkan air ke dalam asam. Air mempunyai massa jenis yang lebih rendah daripada asam sulfat dan air mengapung di atasnya, sehingga apabila air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, ia akan mendidih dan bereaksi dengan keras.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena asam sulfat pekat adalah guyur bagian yang terkena asam sulfat dengan air yang mengalir selama 10-15 menit. Hal ini bertujuan untuk mendinginkan jaringan disekitar luka dan mencegah adanya kerusakan sekunder.

2. Asam Klorida ( HCl )

Asam Klorida/Hydrochloric Acid dengan rumus kimia HCl merupakan asam kuat yang berbentuk cairan bening, tidak berbau, dan berasap.

Asam klorida ini bersifat korosif, dapat menyebabkan iritasi dan luka bakar. Sangat berbahaya jika tertelan. Hindari uap atau asapnya. Apabila akan menggunakan bahan kimia ini lakukan di dalam lemari asam. Gunakan kacamata pelindung, sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung muka untuk menghindari kontak dengan mata, kulit, dan pakaian. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan kimia ini.

Untuk pengenceran sama seperti pada asam sulfat. Selalu tambahkan asam klorida ke dalam air ( aquadest ) dan jangan terbalik.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena bahan kimia ini adalah :

1. Apabila terkena kulit, segera basuh kulit dengan air mengalir selama 15 menit.

2. Apabila terkena mata, basuh mata dengan air mengalir paling sedikit 15 menit. Buka tutup pelupuk mata beberapa kali dan cari bantuan medis.

3. Apabila terkena pernafasan, segera cari udara segar, jika tidak bisa bernafas berikan pernafasan buatan atau oksigen.

Untuk membersihkan tumpahan asam klorida yaitu serap tumpahan dengan lap basah, kemudian buang dalam tempat sampah kimia. Netralkan dengan basa lemah.

BACA JUGA : Simbol Bahan Kimia Berbahaya

3. Asam Nitrat

Asam Nitrat/ Nitric Acid merupakan senyawa kimia yang berbentuk cairan bening, tidak berwarna, dan sedikit berasap. Pada suhu ruangan, asam nitrat berbentuk uap berwarna merah atau kuning. Rumus kimia asam nitrat yaitu HNO3.

Asam Nitrat bersifat korosif, menyebabkan luka bakar apabila kontak dengan bahan ini. Lakukan di dalam lemari asam apabila akan menggunakan bahan kimia ini dan gunakan kacamata pelindung, sarung tangan dan jas laboratorium. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan ini.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena asam nitrat adalah basuh bagian yang terkena asam nitrat dengan air yang mengalir selama 15 menit. Apabila terhirup, segera cari udara segar. Jika kesulitan bernafas gunakan oksigen atau pernafasan buatan.

4. Natrium Hidroksida

Natrium Hidroksida/ Sodium Hydroxide dengan rumus kimia NaOH merupakan senyawa kimia anorganik yang berbentuk butiran atau pelet berwarna putih.

Natrium hidroksida bersifat higroskopis/ mudah larut dalam air dan melepaskan panas ketika dilarutkan. Bahan kimia ini dapat merusak jaringan tubuh yang menyebabkan luka bakar dan menyebabkan kebutaan permanen apabila kontak dengan mata. Gunakan jas laboratorium, sarung tangan pelindung, dan kacamata pelindung saat membuat larutan natrium hidroksida.

Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia ini dan segera basuh dengan air selama 15 menit apabila kontak dengan kulit.

Penyimpanan Natrium hidroksida sebaiknya disimpan pada tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi yang baik. Wadah harus tertutup rapat.

5. Amonia

Amonia dengan rumus kimia NH3 merupakan senyawa kimia dalam bentuk gas atau cair dengan bau tajam yang khas.

Menghirup amonia konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan sesak nafas. Amonia tidak mudah terbakar, dan merupakan bahan kimia yang beracun apabila terhirup.

Di Laboratorium biasanya digunakan amonia larutan 25%. Lakukan di dalam lemari asam apabila akan menggunakan bahan kimia ini dan gunakan sarung tangan pelindung, jas lab, dan pelindung muka. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan kimia ini.

BACA JUGATata Tertib dan Keselamatan Kerja di Laboratorium

Itulah beberapa bahan kimia yang sering dijumpai di laboratorium yang perlu penanganan khusus dan hati-hati apabila akan menggunakan bahan kimia tersebut. Bukan berarti bahan kimia yang lain yang tidak disebutkan di atas tidak berbahaya ya. Hampir semua bahan kimia itu berbahaya. Selalu gunakan pelindung dan jas laboratorium apabila bekerja di laboratorium. Taati peraturan keselamatan kerja di laboratorium.

Sumber : 

1. Wikipedia
2. Buku " Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian" oleh Slamet Sudarmadji.


                     

Cara Membuat Larutan

Bagi yang terbiasa bekerja atau melakukan penelitian di laboratorium pasti tidak asing dengan istilah larutan dan cara membuat larutan. Cara membuat larutan merupakan hal yang harus dikuasai dengan benar oleh seorang laboran maupun mahasiswa yang akan melakukan penelitian/ praktikum di laboratorium.

Sebelum mempelajari cara membuat larutan, sebaiknya pahami dulu apa itu larutan.

Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan maka disebut zat terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak di dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan

Cara Membuat Larutan

Cara membuat larutan ada beberapa macam yaitu :

A. Pembuatan Larutan dari Bahan Padat

1. Hal pertama yang dilakukan sebelum membuat larutan dari bahan padat yaitu menghitung gram bahan yang dibutuhkan untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu.
2. Menyiapkan alat yang dibutuhkan ( spatula, pengaduk kaca, gelas beaker, dan labu ukur )
2. Menimbang bahan yang dibutuhkan sesuai dengan hasil perhitungan
3. Melarutkan bahan dengan pelarut (bisa aquadest, atau yang lainnya sesuai kebutuhan ) sesuai dengan batas yang diinginkan.

Contoh :
Membuat larutan NaOH 0,1 M sebanyak 1 liter (Mr NaOH = 40 gr/mol ). Maka harus menghitung dulu berapa gram NaOH yang dibutuhkan. Caranya dengan mengunakan rumus molaritas :
M = gr/Mr x 1000/V
0,1 M = gr/40 x 1000/1000ml
gr = 4 gram
Maka NaOH yang dibutuhkan untuk membuat NaOH 0,1 M yaitu 4 gram.

Kemudian timbang NaOH sebanyak 4 gram dengan menggunakan neraca analitik, Di dalam gelas beaker 100 ml larutkan NaOH dengan aquadest sampai larut sempurna. Masukkan larutan ke dalam labu ukur 1000 ml. Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. Larutan NaOH 0,1 M siap digunakan.

B. Pembuatan Larutan dari Bahan Cair

Sama seperti pada pembuatan larutan dari bahan padat, hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat larutan dari bahan cair yaitu mencari normalitas/ molaritas dari suatu bahan cair.
Untuk menghitung molaritas bahan cair dengan menggunakan rumus :
M = (10 x % x berat jenis ) / BM

Sedangkan untuk menghitung normalitas bahan cair dengan menggunakan rumus :
N = (10 x % x berat jenis x valensi ) / BM

%, Mr, dan berat jenis tertera pada label botol.

Contoh :
Membuat larutan Asam Sulfat ( H2SO4 ) 4 N sebanyak 1 liter. Maka harus menghitung normalitas bahan cair pekat lebih dahulu.
Diketahui : konsentrasi asam sulfat 96 %, berat jenis = 1,84 gr/ml,  Mr H2SO4 = 98,08 gr/mol
N = ( 10 x 96% x 1,84 x 2 ) / 98,08
N = 36 N
Maka normalitas dari asam sulfat pekat ( 96%) adalah 36 N.

Selanjutnya dengan menggunakan rumus pengenceran :
V1 x N1 = V2 x N2
V1 x 36 = 1000 ml x 4
V1 = 4000/36
V1 = 111,1 ml
Maka H2SO4 yang dibutuhkan untuk membuat H2SO4 4N sebanyak 1 liter adalah 111,1 ml.

Kemudian ambil H2SO4 pekat sebanyak 111,1 ml dengan menggunakan gelas ukur. Masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml yang sebelumnya sudah diisi aquadest sebanyak 300 ml. Gojog sebentar dengan perlahan - lahan. Tambahkan aquadest sampai tanda batas, biarkan dingin. Larutan H2SO4 4 N siap digunakan.

C. Pembuatan Larutan dengan Pengenceran

Pembuatan larutan dengan pengenceran yaitu dengan cara mengencerkan larutan yang konsentrasinya lebih tinggi.

Contoh : 
Membuat larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 1 N sebanyak 1 liter. Maka kita harus mencari volume NaOH 1 N yang dibutuhkan.
Dengan menggunakan rumus pengenceran : 
N1 x V1 = N2 x V2

Dimana, 
N1 = NaOH 1 N 
V1 = ....yang dicari
N2 = 0,1 N
V2 = 1000 ml

1 x V1 = 0,1 x 1000 ml
V1 = 100 ml
Maka Volume NaOH 1 N yang dibutuhkan untuk membuat NaOH 0,1 N sebanyak 1 liter adalah 100 ml.

Diambil 100 ml NaOH 1 N masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml. kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas.

Baca Juga : Beberapa Cara Pengenceran Larutan

Itulah beberapa cara membuat larutan yang biasa dilakukan di laboratorium. Bagi mahasiswa baru penting banget untuk mempelajari ini sebelum menginjakkan kaki di laboratorium. Wkwkwk...

Semoga bermanfaat :)







Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Adanya pandemi COVID-19 banyak masyarakat mencari cairan antiseptik dan disinfektan. Kedua cairan ini dapat digunakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 karena antiseptik dan disinfektan dapat membunuh virus. Namun penggunaan kedua bahan ini tidak bisa disamakan.



Agar tidak salah dalam menggunakan maka perlu mengenal lebih dalam apa itu antiseptik dan disinfektan. Berikut perbedaan dan pengertian dari masing-masing cairan.

Apa itu Antiseptik ?

Menurut Wikipedia, Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan hidup,contohnya pada permukaan kulit.

Beberapa kegunaan antiseptik yaitu :
  1. Bahan pembersih dalam cuci tangan.
  2. Membersihkan kulit sebelum operasi.
  3. Mengobati infeksi kulit.
  4. Mengobati infeksi tenggorokan dan mulut.
  5. Membasmi kuman pada selaput lender.
Mekanisme kerja antiseptik terhadap mikroorganisme berbeda-beda, misalnya dengan mendehidrasi bakteri, mengoksidasi sel bakteri, mengkoagulasi/menggumpalkan cairan di sekitar bakteri, meracuni sel bakteri.

Beberapa contoh bahan antiseptik yaitu :
  1. Hidrogen Peroksida ( H2O2 ), merupakan antiseptik kuat namun tidak mengiritasi jaringan hidup. Senyawa ini dapat diaplikasikan sebagai antiseptik pada membrane mukosa. Kelemahan dari zat ini adalah harus selalu dijaga kondisinya karena zat ini mudah mengalami kerusakan ketika kehilangan oksigen.
  2. Garam Merkuri ( HgCl), merupakan senyawa antiseptik yang paling kuat. Merkuri klorida dapat digunakan untuk mencuci tangan dengan perbandingan dalam air 1 : 1000. Senyawa ini dapat membunuh hampir semua jenis bakteri dalam beberapa menit. Kelemahan dari senyawa ini yaitu berkemungkinan besar mengiritasi jaringan karena daya kerja antimikrobanya sangat kuat.
  3. Asam Borat ( H3BO3 ), merupakan antiseptik lemah, tidak mengiritasi jaringan. Zat ini dapat digunakan secara optimum saat dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1 : 20.
  4. Triclosan, merupakan antiseptik yang efektif dan populer, bisa ditemui dalam sabun, obat kumur, deodoran, dan lain-lain. Triclosan mempunyai daya antimikroba dengan spektrum luas dan mempunyai sifat toksisitas minim. Mekanisme kerja triclosan adalah dengan menghambat biosintesis lipid sehingga membrane mikroba kehilangan kekuatan dan fungsinya.


Apa itu Disinfektan?

Menurut Wikipedia, Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik atau obat untuk membasmi kuman di permukaan benda mati, misalnya lantai, meja, ganggang pintu, dll.

Efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lama paparan, suhu, konsentrasi disinfektan, pH, dan ada tidaknya bahan pengganggu. pH merupakan factor penting dalam menentukan efektivitas disinfektan. Misal senyawa klorin akan kehilangan aktivitas disinfeksinya pada pH lingkungan lebih dari 10.

Beberapa contoh bahan disinfektan yaitu :

1. Klorin, senyawa klorin yang paling aktif yaitu asam hipoklorit. Mekanisme kerjanya adalah menghambat oksidasi glukosa dalam sel mikroorganisme dengan cara menghambat enzim-enzim yang terlibat dalam metabolism karbohidrat. Kelebihan dari disinfektan ini adalah mudah digunakan dan jenis mikroorganisme yang dibunuh dengan senyawa ini cukup luas. Sedangkan kelemahan dari disinfektan ini adalah dapat menyebabkan korosi pada pH rendah ( suasana asam ).

2. Iodine, senyawa iodine merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi air dalam skala kecil. Dua tetes iodine 2% dalam larutan etanol/alcohol cukup untuk mendesinfeksi 1 liter air jernih.

3. Alkohol, merupakan disinfektan yang dipakai untuk peralatan medis. Umumnya digunakan etil alkohol dan isopropyl alkohol dengan konsentrasi 60-90%, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat menguap, dan dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau plastik.

4. Amonium Kuartener, merupakan garam ammonium dengan substitusi gugus alkil pada beberapa atau keseluruhan atom H dari ion NH4+nya. Umumnya yang digunakan adalah Cetyl trimetil ammonium bromide ( CTAB ) atau lauril dimetil benzyl klorida.

5. Formaldehida, dikenal juga sebagai formalin, dengan konsentrasi efektif sekitar 8%. Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat karsinogenik pada konsentrasi tinggi namun tidak korosif terhadap metal, dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan pernafasan 

6. Kalium Permanganat, merupakan zat oksidan kuat namun tidak tepat untuk disinfeksi air. Penggunaan senyawa ini dapat menimbulkan perubahan rasa, warna, dan bau pada air.

7. Fenol, merupakan bahan antibakteri yang cukup kuat dalam konsentrasi 1-2% dalam air, umumnya dikenal dengan lisol dan kreolin. Fenol bersifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan iritasi.

Beberapa produk pembersih rumah tangga yang bisa digunakan untuk disinfektan yaitu :

  1. Bayclin lemon
  2. Bayclin reguler
  3. Bebek kamar mandi
  4. Dettol antiseptic liquid
  5. Dettol pembersih lantai citrus
  6. Proclin pemutih
  7. Soklin pemutih
  8. SOS pembersih lantai antibacterial
  9. Wipol pembersih lantai cemara
  10. Wipol pembersih lantai sereh dan jeruk











Cara Menghitung Berat Molekul Senyawa Kimia


Berat molekul ( BM ) atau molekul relative ( Mr ) adalah berat suatu molekul dalam satuan massa atom. Berat molekul dapat dihitung dengan cara menjumlahkan berat seluruh atom yang menyusunnya.
Berat atom (BA) atau atom relative (Ar) adalah berat suatu atom dalam satuan massa atom. Satuan berat atom dan berat molekul adalah gram/mol.
BM = Mr
BA = Ar

Rumus menghitung BM/Mr




Cara Menghitung BM/Mr senyawa kimia

Contoh : 
1. Berapa Mr dari NaOH...? Ar Na = 22,997  Ar O = 16,00 Ar H = 1,008

Mr NaOH = Ar Na + Ar O + Ar H
                = 22,997 + 16,00 + 1,008
                = 40,005 gr/mol
                = 40 gram/mol

Berikut Tabel Berat Atom Unsur - unsur Kimia

A
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





1
Air raksa
Hg
80
200,61
2
Aluminium
Al
13
26,98
3
Antimon
Sb
51
121,76
4
Argon
A
18
39,944
5
Arsen
As
33
74,91

B
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





6
Barium
Ba
56
137,36
7
Belerang
S
16
32,066
8
Besi
Fe
26
55,85
9
Berylium
Be
4
9,013
10
Bismut
Bi
83
209,00
11
Boron
B
5
10,82
12
Bromin
Br
35
79,916

C
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





13
Cadmium
Cd
48
112,41
14
Calsium
Ca
20
40,08
15
Carbon
C
6
12,010
16
Cerium
Ce
58
140,13
17
Cesium
Cs
55
132,91
18
Chlor
Cl
17
35,457
19
Chrom
Cr
24
52,01
20
Cobalt
Co
27
58,94
21
Columbium
Cb
41
92,91

D. E. F. G
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





22
Dysprosium
Dy
66
162,46
23
Emas
Au
79
197,2
24
Erbium
Er
68
167,2
25
Europium
Eu
63
158,0
26
Fluor
F
9
19,00
27
Gadolinium
Gd
64
156,9
28
Galium
Ga
31
69,72
29
Germanium
Ge
32
72,60

H. I. K
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





30
Hafnium
Hf
72
178,6
31
Helium
He
2
4,003
32
Holmium
Ho
67
164,94
33
Hidrogen
H
1
1,008
34
Indium
In
49
114,76
35
Iridium
Ir
77
193,1
36
Kalium
K
19
39,10
37
Kripton
Kr
36
83,80

L. M
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





38
Lantanum
La
57
138,92
39
Litium
Li
3
6,94
40
Lutecium
Lu
71
174,99
41
Magnesium
Mg
12
24,32
42
Mangan
Mn
25
54,93
43
Molibdenum
Mo
42
95,95

N. O
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





44
Natrium
Na
11
22,997
45
Neodymium
Nd
60
144,27
46
Neon
Ne
10
20,183
47
Nikel
Ni
28
58,69
48
Nitrogen
N
7
14,008
49
Osmium
Os
76
190,2
50
Oksigen
O
8
16,00

P
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





51
Paladium
Pd
46
 106,7
52
Perak
Ag
47
107,88
53
Phosphor
P
15
30,975
54
Platina
Pt
78
195,23
55
Praseodymium
Pr
59
140,92
56
Protactinium
Pa
91
231,0

R
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





57
Radium
Ra
88
226,05
58
Radon
Rn
86
222,0
59
Rhenium
Re
75
186,31
60
Rhodium
Rh
45
102,91
61
Rubidium
Rb
37
85,48
62
Ruthenium
Ru
44
101,7

S
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





63
Samarium
Sm
62
150.43
64
Scandium
Sc
21
44.96
65
Selenium
Se
34
78.96
66
Silika
Si
14
28.09
67
Strontium
Sr
38
87.63

 T
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





68
Tantalum
Ta
73
180,88
69
Tembaga
Cu
29
63,54
70
Telurium
Te
52
127,61
71
Terbium
Tb
65
159,2
72
Thalium
Tl
81
204,39
73
Thorium
Th
90
232,12
74
Thulium
Tm
69
169,4
75
Timah hitam
Pb
57
138,92
76
Timah putih
Sn
50
118,70
77
Titanium
Ti
22
47,90

U. V. W. X. Y. Z
No
Nama Kimia
Simbol
No.
Atom
Berat
Atom





78
Uranium
U
92
238,07
79
Vanadium
V
23
50,95
80
Wolfarm
W
74
183,92
81
Xenon
Xe
54
131,3
82
Yodium
I
53
126,91
83
Yterbium
Yb
70
173,04
84
Ytrium
Y
39
88,92
85
Zinc
Zn
30
65,38
86
Zircon
Zr
40
91,22


Demikian artikel dari saya semoga bermanfaat, untuk tabel berat atom unsur - unsur kimia bisa download di bawah

Download Button