-->

Membuat Larutan HCl 0,5 N dari HCl 25 %

Bagi yang bekerja di Laboratorium pasti sudah terbiasa yang namanya membuat larutan, baik larutan pekat maupun larutan encer. Dalam membuat larutan encer untuk mempercepat pembuatan biasanya menggunakan pengenceran dari larutan pekat atau yang sudah tersedia di laboratorium. 

Pada artikel ini saya akan membahas bagaimana cara membuat larutan HCl 0,5 N apabila larutan yang tersedia di laboratorium adalah HCl 25 %.


Membuat 500 ml Larutan HCl 0,5 N dari HCl 25%

1. Mencari normalitas dari HCl 25 %, yaitu dengan menggunakan rumus :

Dimana : a = valensi HCl

Dari rumus didapatkan N = 8,15




2. Mencari volume HCl 25% yang dibutuhkan untuk membuat HCl 0,5 N

Dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2

N1 = Normalitas HCl 25%
V1 = Volume yang dibutuhkan
N2 = Normalitas HCl yang akan dibuat ( 0,5 N )
V1 = Volume yang akan dibuat ( 500 ml )

maka, 
8,15 x V1 = 0,5 x 500 ml
8,15 x V1 = 250
V1 = 30, 7 ml

Jadi HCl 25% yang dibutuhkan untuk membuat 500 ml HCl 0,5 N adalah 30,7 ml.

3.  Langkah dalam pembuatan 500 ml HCl 0,5 N yaitu :
  • Pipet 30,7 ml HCl 25%, masukkan ke dalam labu takar 500 ml yang sudah diisi aquades kira-kira 200 ml. Gojog sebentar. Tambahkan aquades sampai tanda batas pada labu takar. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen berwarna coklat, tutup rapat dan beri label.
  • HCl 0,5 N siap digunakan.

Contoh :

1. Bagaimana cara membuat 500 ml larutan HCl 0,1 N sedangkan larutan yang tersedia di laboratorium adalah HCl 30% ?

Penyelesaian :
Dengan menggunakan tahapan seperti diatas, didapatkan normalitas HCl 30 % adalah 9,78 N.
Dan volume yang dibutuhkan didapat dengan menggunakan rumus pengenceran yaitu :
N1 x V1 = N2 x V2
9,78 x V1 = 0,1 x 500
V1 = 5 ml

Jadi HCl 30% yang dibutuhkan untuk membuat 500 ml HCl 0,1 N adalah 5 ml.

>> Langkah pembuatan HCl 0,1 N dari HCl 30% yaitu :
Pipet 5 ml HCl 30%, masukkan ke dalam labu takar 500 ml yang sudah diisi aquades 200 ml. Gojog sebentar kemudian tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. Larutan HCl 0,1 N siap digunakan.

2. Bagaimana cara membuat 100 ml larutan HCl 0,1 N sedangkan larutan yang tersedia di laboratorium adalah  HCl 0,5 N

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus pengenceran maka dapat diketahui volume HCl 0,5 N yang dibutuhkan.
N1 x V1 = N2 x V2
0,5 x V1 = 0,1 x 100
V1 = 20 ml

Jadi HCl 0,5 N yang dibutuhkan untuk membuat 100 ml HCl 0,1 N adalah 20 ml.

>> Langkah pembuatan 100 ml HCl 0,1 N dari HCl 0,5 N  yaitu :
Pipet 20 ml HCl 0,5 N , masukkan ke dalam labu takar 100 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.



Cara Pengenceran Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida merupakan senyawa kimia berbentuk cairan bening dengan rumus kimia H2O2. Nama lain dari hidrogen peroksida yaitu dioksidan, oksidanil, asam perhidroksat, dihidrogen dioksida, dan perhydrol.

Hidrogen peroksida bersifat korosi, pengoksidasi, dan berbahaya apabila tertelan atau terhirup. Menghirup H2O2 dengan konsentrasi di atas 10% dapat menyebabkan iritasi paru. Gunakan pelindung mata/ wajah,  masker, dan sarung tangan saat menngunakan bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah selesai menggunakan bahan kimia tersebut.

Hidrogen peroksida sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, ventilasi yang baik, dan jauhkan dari zat yang mudah terbakar. Hidrogen peroksida harus disimpan dalam wadah gelap/ tak tembus cahaya karena bahan ini mudah rusak ketika terkena cahaya.

Hidrogen peroksida digunakan untuk zat pemutih, antiseptik, dan sebagai oksidator. Di laboratorium, hidrogen peroksida sering dijumpai dengan konsentrasi 30 % ( untuk yang pro analyst ) atau 50 % ( untuk yang teknis ). Untuk penggunaan umumnya digunakan konsentrasi 3 %.

Untuk membuat hidrogen peroksida 3% dilakukan dengan pengenceran hidrogen peroksida 50%. Bagaimana cara membuatnya? Mari disimak!


Cara Membuat Hidrogen Peroksida (H2O2) 3% dari Hidrogen Peroksida 50%

Untuk membuatnya sangat mudah yaitu dengan menggunakan rumus pengenceran. Misal akan membuat 100 ml H2O2 3%

Rumus pengenceran :

K1 x V1 = K2 x V2

Dimana : 
K1 = Konsentrasi pekat
V1 = Volume H2O2 pekat yang harus dipipet
K2 = Konsentrasi yang diinginkan
V2 = Volume yang akan dibuat

Sehingga,
50% x V1 = 3% x 100 ml
V1 = 300 / 50
V1 = 6 ml

Jadi H2O2 50 % yang harus dipipet yaitu 6 ml.

** Cara Membuat :

Pipet H2O2 50% sebanyak 6 ml. Masukkan dalam labu takar 100 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas ( aquades 94 ml ). Gojog hingga homogen. Pindahkan dalam botol coklat dan tutup rapat. Beri label. Hidrogen peroksida 3% siap digunakan.


Cara Membuat Hidrogen Peroksida 100 ppm dari Hidrogen Peroksida 3%

Diketahui bahwa H2O2 3% = 30.000 ppm.

Misal akan membuat 1000 ml ( 1 liter )

Dengan menggunakan rumus pengenceran :

K1 x V1 = K2 x V2
30.000 x V1 = 100 x 1000 ml
V1 = 100.000 / 30.000
V1 = 3,3 ml

Jadi H2O2 3 % yang harus dipipet untuk membuat 100 ppm H2O2 yaitu 3,3 ml.

** Cara Membuat :

Pipet H2O2 3% sebanyak 3,3 ml. Masukkan dalam labu takar 1000 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas ( aquades 996,7 ml ). Gojog hingga homogen. Pindahkan dalam botol coklat dan tutup rapat. Beri label. Hidrogen peroksida 100 ppm siap digunakan.

Membuat Larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 40%

Artikel kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat larutan sodium hidroksida (NaOH) 0,1 N dari sodium hidroksida 40%. 


Pada saat akan membuat larutan sodium hidroksida 0,1 N sedangkan di laboratorium sudah tersedia larutan NaOH tapi dengan konsentrasi yang berbeda maka untuk mempermudah dalam membuat larutan bisa dilakukan dengan pengenceran ( dengan syarat larutan yang tersedia konsentrasinya lebih tinggi dari yang akan dibuat ).


Cara Membuat 1000 ml Larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 40%

1. Pertama, yang dilakukan yaitu mencari normalitas dari NaOH 40%. NaOH 40% artinya dalam setiap 100 ml larutan mengandung 40 gram NaOH. Jadi diketahui gram NaOH yaitu 40 gram.

Dengan menggunakan rumus normalitas yaitu 


Dimana, a = valensi
Diketahui : BM NaOH = 40 gr/mol
                   gram NaOH = 40 gram
                   volume = 100 ml = 0,1 Liter

N = ( 40 x 1 ) / ( 40 x 0,1)
N = 10

Jadi NaOH 40% mempunyai normalitas 10 N.

2. Menghitung kebutuhan NaOH 10 N untuk membuat NaOH 0,1 N sebanyak 1000 ml.

Dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2
10 x V1 = 0,1 x 1000 ml
V1 = 10 ml

Jadi NaOH 40% ( 10N ) yang harus dipipet yaitu 10 ml.

3. Cara membuat larutan NaOH 0,1 N sebanyak 1000 ml yaitu :
  • Pipet 10 ml NaOH 40%, masukkan ke dalam labu takar 1000 ml.
  • Tambahkan aquades sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan ke dalam botol reagen plastik dan beri label.
  • NaOH 0,1 N siap digunakan.

Contoh :

1. Bagaimana cara membuat 500 ml larutan NaOH 0,5 N sedangkan NaOH yang tersedia di laboratorium yaitu NaOH 40%. ( BM NaOH = 40 gr/mol ).

Penyelesaian :

Seperti yang sudah diketahui di atas bahwa normalitas dari NaOH 40% yaitu 10 N, dengan menggunakan rumus pengenceran maka diketahui NaOH 40% yang dibutuhkan.

Rumus pengenceran :
N1 xV1 = N2 x V2
10 x V1 = 0,5 x 500 ml
V1 = 25 ml.
Jadi NaOH 40% yang harus dipipet yaitu 25 ml.

Cara Membuat :
Pipet 25 ml NaOH 40%, masukkan ke dalam labu takar 500 ml kemudian tambah aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. NaOH 0,5 N siap digunakan.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M

Timbal (II) Nitrat atau Lead (II) Nitrat merupakan senyawa anorganik berbentuk serbuk putih dengan rumus kimia Pb (NO3)2


Timbal(II) nitrat bersifat toxic, oksidator, dan digolongkan berpotensi karsinogenik pada manusia oleh Badan Internasional Penelitian Kanker. Sehingga timbal(II) nitrat ini harus ditangani dan disimpan dengan tindakan pencegahan keselamatan yang memadai untuk mencegah tertelan, terhirup, dan terkena kulit. Karena sifatnya yang berbahaya, maka aplikasi terbatas timbal(II) nitrat berada di bawah pengawasan ketat.


Selalu berhati-hati saat menggunakan bahan kimia tersebut, gunakan sarung tangan, masker, dan jas laboratorium. Segera cuci tangan dan muka setelah menggunakan bahan kimia tersebut. Jangan menggunakan timbal(II) nitrat di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M Sebanyak 500 ml

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala 200 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu takar 500 ml
Bahan :
  • Timbal (II) nitrat/ Pb Nitrat 
  • Aquades
2. Menghitung kebutuhan timbal(II) nitrat untuk membuat 0,25 M ( 500 ml )

Diketahui :
Rumus kimia = Pb (NO3)2
Berat molekul = 331,2 gr/mol

Dengan menggunakan rumus molaritas yaitu :





0,25 M = (gr x 1000 ) / ( 331,2 gr/mol x 500 ml )
0,25 M = (gr x 1000 ) /  ( 165600 )
 gram = (165600 x 0,25) / 1000
 gram = 41,4 gram

Jadi timbal(II) nitrat yang harus ditimbang untuk membuat 0,25 M (500 ml) yaitu 41,4 gram.

3. Langkah - langkah membuat larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M yaitu :
  • Timbang  41,4 gram Timbal (II) nitrat / Pb Nitrat, masukkan dalam gelas piala 200 ml dan tambahkan aquades kira-kira 100 ml. Aduk hingga larut.
  • Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 500 ml kemudian tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan kembali ke dalam botol reagen, tutup rapat dan beri label.
  • Larutan timbal (II) nitrat/ Pb nitrat 0,25 M siap digunakan.
**Catatan : Timbal (II) nitrat 0,25 M sama dengan 0,5 N. 

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Timbal(II)_nitrat

https://www.merckmillipore.com ( MSDS Timbal (II) Nitrat )

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Membuat Reagen Nelson A, Nelson B, dan Arsenomolybdat

Reagen nelson A, nelson B, dan Arsenomolybdat ini biasa digunakan untuk analisa gula reduksi Metode Nelson Somogy. Sebelum membuat reagen mari pelajari sedikit tentang sifat fisik dan kimia dari bahan kimia yang dibutuhkan.

Berikut bahan kimia yang dibutuhkan untuk membuat reagen Nelson A, Nelson B, dan Arsenomolybdat beserta sifat-sifatnya :

1. Ammonium Molybdate ( Ammonium Heptamolybdate Tetrahydrate )

Rumus kimia : (NH4)6Mo7O24 · 4H2O

Berat Molekul : 1235,86 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Bahan kimia tersebut menyebabkan iritasi kulit, gangguan mata berat, dan menyebabkan iritasi pernafasan. Hindari menghirup bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

2. Disodium Hydrogen Arsenat

Rumus kimia : Na2HASO4 · 7H2O

Berat Molekul : 312,01 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Bahan kimia tersebut sangat beracun. Segera cuci tangan setelah kontak dengan bahan kimia tersebut. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, pelindung wajah, dan masker saat akan menggunakan bahan kimia tersebut.

3. Asam Sulfat ( Sulphuric Acid ) 95% - 98%

Rumus kimia : H2SO4

Berat Molekul : 98,08 gram/mol

Tampilan : Berbentuk cairan tidak berwarna dan agak kental

Asam sulfat bersifat korosif terhadap logam. Menyebabkan kulit terbakar yang parah dan kerusakan mata. Gunakan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan saat menggunakan bahan kimia tersebut.

4. Natrium Karbonat ( Sodium Carbonate )

Rumus kimia : Na2CO3

Berat Molekul : 105,99 gram/mol

Tampilan : Berbentuk bubuk warna putih 

Natrium karbonat menyebabkan iritasi mata yang serius. Jika terkena mata segera bilas dengan air selama beberapa menit. Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

5. Kalium Natrium Tartrat ( Potassium Sodium Tartrate Tetrahidrate )

Rumus kimia : C4H4KNaO6.4H2O

Berat Molekul : 282,22 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih 

Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

6. Natrium Bikarbonat ( Sodium Hydrogen Carbonate )

Rumus kimia : NaHCO3

Berat Molekul : 84,01 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih dan tidak berbau

Natrium bikarbonat ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

7. Natrium Sulfat Anhidrat ( Sodium Sulphate Anhydrous )

Rumus kimia : NaSO4

Berat Molekul : 142,04 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Natrium sulfat ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

8. Kupri Sulfat Pentahidrat ( Tembaga II Sulfat Pentahidrat )

Rumus kimia : CuSO4 . 5 H2O

Berat Molekul : 249,6 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat berwarna biru dan tidak berbau

Kupri sulfat ini termasuk bahan kimia berbahaya. Berbahaya jika tertelan, menyebabkan kerusakan mata yang serius, dan sangat toksik pada kehidupan perairan dengan efek jangka panjang. Gunakan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan saat menggunakan bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah selesai menggunakan bahan kimia tersebut.

Cara Membuat Reagen Arsenomolybdat

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 100 ml dan 500 ml
  • Gelas ukur 25 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Ammonium molybdat
  • Asam sulfat pekat
  • Disodium hidrogen arsenat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Arsenomolybdat :
  1. Timbang 25 gram ammonium molybdat kemudian larutkan dengan aquades 450 ml. Tambahkan 25 ml asam sulfat pekat. Aduk hingga larut.( Larutan A )
  2. Timbang 3 gram disodium hidrogen arsenat dan larutkan dengan 25 ml aquades. ( Larutan B )
  3. Tuang larutan B ke dalam larutan A. Aduk-aduk hingga larut sempurna.
  4. Pindahkan ke dalam botol reagen coklat dan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Reagensia ini berwarna kuning.

Cara Membuat Reagen Nelson A

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 500 ml
  • Labu takar 500 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Natrium karbonat
  • Kalium natrium tartrat
  • Natrium bikarbonat/ natrium hidrogen karbonat
  • Natrium sulfat anhidrat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Nelson A :
  1. Timbang 12,5 gram natrium karbonat, 12,5 gram kalium natrium tartrat, 10 gram natrium bikarbonat, dan 100 gram natrium sulfat anhidrat. Larutkan semua bahan dalam 350 ml aquades. Aduk hingga larut.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquades sampai tanda batas ( volume 500 ml). Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan kembali ke dalam botol reagen dan beri label. Reagen ini berwarna putih.

Cara Membuat Reagen Nelson B

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 100 ml
  • Labu takar 50 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Tembaga (II) Sulfat ( CuSO4. 5H2O )
  • Asam sulfat pekat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Nelson B :
  1. Timbang 7,5 gram tembaga (II) sulfat. Larutkan dengan 25 ml aquades. Tambah 1 tetes asam sulfat pekat. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 50 ml dan tambahkan dengan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan kembali ke dalam botol reagen dan beri label. Reagen ini berwarna biru.
Itulah cara membuat reagen nelson A, nelson B, dan Arsenomolybdat. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

REFERENSI

Sudarmadji, S., Haryono, B., Suhadi. 1984. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Liberty.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Asetat / Pb Asetat 0,5 M (1N)

Timbal (II) asetat atau Lead (II) asetat adalah senyawa kimia berbentuk padat berwarna putih. Senyawa ini mempunyai rumus kimia Pb(CH3COO)2

Timbal (II) asetat dapat larut di dalam air, alkohol, dan gliserin. Jika bereaksi dengan air senyawa ini membentuk trihidrat ( Pb (CH3COO)2. 3 H2O, yaitu senyawa kristalin monoklinik berkilauan yang tidak berwarna atau berwarna putih.

Kelarutan timbal (II) asetat (anhidrat) dalam air yaitu :
  • 19,8 g/100 ml (0 °C)
  • 44,31 g/100 ml (20 °C)
  • 69,5 g/100 ml (30 °C)
  • 218,3 g/100 ml (50 °C)
Berdasarkan gambar piktogram yang terdapat pada botol kemasan timbal asetat ini bersifat toxic/beracun. Gunakan pelindung mata/pakaian dan sarung tangan saat akan menggunakan bahan kimia tersebut, dan cuci tangan segera setelah bekerja dengan bahan kimia tersebut.



Cara Membuat Larutan Timbal (II) Asetat 0,5 M (100 ml)

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala 50 ml
  • Labu takar 100 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Timbal (II) Asetat / Pb Asetat trihidrat
  • Aquades
2. Menghitung Timbal (II) asetat / Pb asetat trihidrat yang harus ditimbang

Diketahui : 
Rumus kimia = Pb (CH3COO)2. 3H2O
Berat Molekul = 379,33 gr/mol

Dengan menggunakan rumus molaritas :
M = gr / (Mr x Vol ), volume dalam liter
0,5 = gr / (379,33 gr/mol x 0,1 liter )
gr = (379,33 gr/mol x 0,1 liter ) x 0,5 M
gr = 18,9 gram = 19 gram ( pembulatan )

Jadi Pb (CH3COO)2. 3H2O yang harus ditimbang untuk membuat 0,5 M (100 ml) adalah 19 gram.

3. Langkah dalam membuat larutan yaitu :
  • Timbang Pb asetat trihidrat / timbal (II) asetat trihidrat sebanyak 19 gram
  • Masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira 50 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  • Pindahkan larutan ke dalam labu takar 100 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Tuang larutan ke dalam botol reagen dan beri label. 
  • Larutan Pb asetat trihidrat 0,5 M siap digunakan.
** Catatan : larutan timbal (II) asetat trihidrat 0,5 M setara dengan 1 N.

Membuat Larutan Timbal (II) Asetat Jenuh

Larutan jenuh yaitu suatu larutan dimana zat terlarut berada dalam kesetimbangan dengan fase padat.

Untuk membuat larutan Timbal (II) Asetat / Pb Asetat jenuh yaitu:
  • Siapkan 50 ml aquades dalam gelas piala 100 ml.
  • Tambahkan Pb asetat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai Pb asetat tidak dapat larut lagi di dalam aquades.
  • Untuk membuat Pb asetat jenuh 50 ml dibutuhkan kira-kira 36 gram Pb asetat.

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Timbal(II)_asetat

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Cara Membuat Larutan Amonium Asetat 1 M ( 1 N )

Amonium Asetat merupakan senyawa kimia yang berbentuk padatan putih yang bersifat higroskopis dan dapat dibuat reaksi antara amonia dan asam asetat. Amonium asetat memiliki rumus kimia NH4CH3CO2.

Berat molekul amonium asetat adalah 77,08 gr/mol. Amonium asetat larut dalam alkohol, SO2, aseton, amonia cair, dan air. Kelarutan dalam air :

  • 102 g/100 mL (0 °C)
  • 148 g/100 mL (4 °C)
  • 143 g/100 mL (20 °C)
  • 533 g/100 mL (80 °C)

Kegunaan amonium asetat di laboratorium pertanian yaitu untuk menentukan kapasitas pertukaran kation tanah dan menentukan ketersediaan kalium dalam tanah dimana ion amonium bertindak selaku kation pengganti untuk kalium.



Cara Membuat Larutan Amonium Asetat 1 M Sebanyak 1 Liter

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas beker/ piala 200 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu takar 1000 ml (1 liter )
  • Botol semprot
Bahan :
  • Amonium asetat padat
  • Aquadest
2. Menghitung kebutuhan amonium asetat untuk membuat 1 M ( 1 liter )

Diketahui : Mr amonium asetat = 77,08 gr/mol

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus molaritas yaitu :





M = (gr x 1000) / ( 77,08 gr/mol x 1000 ml )
1 M = (gr x 1000) / 77080
gr = (77080 x 1 ) / 1000
gr = 77,08 gram

Jadi amonium asetat yang perlu ditimbang untuk membuat 1 M (1 liter) yaitu 77,08 gram.

3. Langkah - langkah membuat larutan amonium 1 M yaitu :
  • Timbang amonium asetat sebanyak 77,08 gram dalam gelas piala 200 ml. Tambahkan aquadest dan aduk hingga larut.
  • Pindahkan larutan ke dalam labu takar 1000 ml. Tambah aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan yang sudah homogen ke dalam botol reagen. Tutup rapat dan beri label.
  • Larutan amonium asetat 1 M siap digunakan.
Catatan : Untuk membuat larutan amonium 1 N sama dengan diatas karena 1 M amonium asetat setara dengan 1 N amonium asetat ( 1 M = 1 N )

REFERENSI


MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta



Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh

Di dalam tubuh tanaman terdapat hormon tumbuh yaitu senyawa organik yang jumlahnya sedikit dan dapat merangsang ataupun menghambat berbagai proses fisiologi tanaman. Senyawa organik yang berada di dalam tubuh tanaman ini jumlahnya sangat sedikit, maka diperlukan penambahan hormon dari luar. Hormon sintesis yang ditambahkan dari luar tubuh tanaman disebut Zat Pengatur Tumbuh. Zat ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman, misalnya pertumbuhan akar, tunas, perkecambahan, dan lain-lain.

Zat pengatur tumbuh dapat dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu :

  1. Auksin, zat pengatur tumbuh yang tergolong auksin adalah Indol Asam Asetat (IAA), Indol Asam Butirat (IBA), Naftalen Asam Asetat ( NAA), dan 2,4 D Dikhlorofenoksiasetat (2,4-D).
  2. Sitokinin, zat pengatur tumbuh golongan sitokinin adalah Kinetin, Zeatin, Ribosil, Bensil Aminopurin (BAP).
  3. Giberelin, zat pengatur tumbuh yang termasuk golongan giberelin adalah GA1, GA2, GA3, GA4.
  4. Inhibitor, zat pengatur tumbuh yang tergolong inhibitor adalah fenolik dan asam absisik.


Dalam menentukan zat pengatur tumbuh yang akan digunakan membutuhkan pengetahuan tentang cara menghitung dosisnya. Hal ini sangat penting, karena apabila perhitungannya salah dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan jaringan. Zat pengatur tumbuh dengan dosis yang terlalu tinggi justru akan menghambat pertumbuhan kalus.

Zat pengatur tumbuh hanya diperlukan dalam jumlah sedikit sekali. Biasanya dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml.

Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh

Dalam membuat larutan stok zat pengatur tumbuh biasanya menggunakan ppm. Nah apa itu ppm? mari pelajari sebentar apa itu ppm.

PPM adalah?

ppm adalah part per million atau bagian per juta, disebut juga bpj.

Satuan dari ppm adalah mg/L atau mg/kg.
1 ppm = 1 mg/L atau 0,001 gr/L
1000 ppm = 1 gr/L = 1000 mg/L = 1 mg/ml


Cara Membuat larutan stok IAA sebanyak 1000 ml dengan dosis 1000 ppm ( 1 mg/ml).

Langkah pembuatan adalah sebagai berikut :
  • Dosis 1000 ppm, berarti IAA yang perlu ditimbang yaitu 1000 mg (1 gram ).
  • Masukkan IAA yang sudah ditimbang ke dalam gelas piala, tambahkan aquadest 100 ml.
  • Sambil diaduk teteskan sedikit larutan KOH 1 N dengan hati-hati sampai larutan jernih.
  • Larutan dipindahkan ke dalam labu takar dan tambahkan aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ).
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen, tutup rapat, dan beri label (IAA 1000 ppm).
Berikut saya buatkan tabel berbagai variasi dosis zat pengatur tumbuh dan banyaknya zat pengatur tumbuh yang harus ditimbang dalam 1 liter.

Apabila akan membuat zat pengatur tumbuh dengan dosis yang kecil ( misal : 2 ppm, 5 ppm ) dan stok yang tersedia adalah dosis 1000 ppm maka dapat menggunakan rumus pengenceran yaitu :

V1 = volume larutan stok ZPT yang dicari
M1 = dosis larutan stok ZPT yang tersedia
V2 = volume larutan ZPT yang akan dibuat
M2 = dosis ZPT yang akan dibuat

Contoh :

1. Membuat larutan zat pengatur tumbuh dosis 2 ppm sebanyak 1000 ml, sedangkan larutan stok yang tersedia adalah 1000 ppm. Maka penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

Diketahui :
V2 = 1000 ml ( 1 liter )
M2 = 2 ppm
M1 = 1000 ppm
V1 = ....?

Dengan menggunakan rumus pengenceran 
V1 x 1000 ppm = 1000 ml x 2 ppm
V1 = 2000 / 1000
V1 = 2 ml
Jadi volume yang harus diambil yaitu 2 ml.

Cara Membuat :
Pipet 2 ml larutan zpt dosis 1000 ppm dan masukkan ke dalam labu takar yang berisi aquadest 500 ml. Gojog sebentar. Tambahkan lagi aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen. Larutan ZPT 2 ppm siap digunakan.

Itulah sedikit penjelasan dari saya mengenai cara membuat larutan zat pengatur tumbuh. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang kesulitan atau masih bingung dalam membuat larutan ZPT. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa tinggalkan komentar dibawah ya....

REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif ModernKanisius. Yogyakarta.


Cara Membuat Larutan Stok

Dalam membuat medium kultur jaringan, biasanya menimbang setiap bahan kimia yang terdapat pada resep medium dasar. Langkah ini dianggap kurang praktis karena membutuhkan waktu lama dan mengurangi ketepatan. Kadang timbangan yang akan digunakan untuk menimbang bahan kimia dalam jumlah kecil tidak tersedia. Kendala ini dapat diatasi dengan cara membuat larutan stok terlebih dahulu.

Larutan stok dapat digunakan untuk 40, 50, bahkan 100 liter medium. Larutan stok dalam bentuk cairan dapat disimpan di dalam almari es. Pembuatan larutan stok harus dilakukan dengan teliti, karena larutan stok yang terlalu pekat akan mengalami pengendapan di dalam almari es. Jika terjadi pengendapan, maka sebelum digunakan larutan stok ini harus dipanaskan terlebih dahulu. Larutan stok yang sudah terkontaminasi tidak boleh digunakan lagi. Sebaiknya dalam membuat larutan stok ini jumlahnya tidak terlalu banyak dan faktor kebersihan tempat penyimpanan harus benar-benar dijaga agar tidak mudah terkontaminasi.

Cara Pembuatan Larutan Stok

Cara pembuatan larutan stok yang akan diuraikan pada artikel ini yaitu pembuatan larutan stok pada medium MS (Murashige dan Skoog ). Medium MS ini yang biasanya dibuat di laboratorium kultur jaringan karena medium MS dapat digunakan hampir untuk semua macam tanaman.

Di bawah ini akan dibuat larutan stok dengan memperbesar konsentrasi, tujuannya yaitu supaya dalam penimbangan bahan kimia tidak mengalami kesulitan karena bahan kimia yang perlu ditimbang sangat kecil.

A. Larutan Stok A, 1 Liter ( 50 x konsentrasi )

  • Timbang Amonium Nitrat ( NH4NO3 ) 83,50 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira700 ml. Aduk sampai larut.
  • Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 1 liter dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Larutan yang sudah jadi dipindahkan ke dalam botol reagen, tutup rapat dan beri label Stok A.
  • Larutan ini mengandung 83,50 mg/ml NH4NO3 
  • Untuk membuat 1 liter medium MS diperlukan 20 ml stok A.

B. Larutan Stok B, 1 Liter ( 50 x konsentrasi )

  • Timbang Kalium Nitrat ( KNO3 ) 95 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan larutkan dengan aquadest kira-kira 700 ml, aduk hingga larut sempurna.
  • Pindahkan ke dalam labu takar dan tambah aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Larutan yang sudah jadi dipindahkan ke dalam botol reagen dan beri label Stok B.
  • Larutan ini mengandung 95 mg/ml  KNO3
  • Untuk membuat 1 liter medium MS diperlukan 20 ml stok B.

C. Larutan Stok C, 1 Liter ( 100 x konsentrasi )

  • Timbang CaCl2.2H2O 44 gram, kemudian larutkan dengan aquadest 700 ml dalam gelas piala. Aduk hingga larut.
  • Tuang larutan tersebut ke dalam labu takar dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label Stok C.
  • Larutan ini mengandung 44mg/ml CaCl2.2H2O
  • Untuk membuat 1 liter medium MS diperlukan 10 ml stok C. 

D. Larutan Stok D, 1 Liter ( 100 x konsentrasi )

  • Timbang MgSO4.7 H2O 37 gram dan KH2PO4 17 gram, larutkan secara terpisah dengan masing-masing 350 ml aquadest.
  • Setelah larut, tuang kedua larutan tersebut ke dalam labu takar 1 liter dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan yang sudah jadi ke dalam botol reagen, tutup rapat dan beri label Stok D.
  • Larutan ini mengandung 37 mg/ml MgSO4.H2O dan 17 mg/ml KH2PO4.
  • Untuk membuat 1 liter medium MS diperlukan 10 ml stok D.

E. Larutan Stok E, 1 Liter ( 200 x konsentrasi )

  • Timbang FeSO4.7H2O 5,57 gram dan Na2EDTA 7,45 gram. larutkan secara terpisah.
  • Larutkan FeSO4.7H2O dengan aquadest kira-kira 100 ml, tambahkan dengan 1-2 tetes H2SO4 pekat.
  • Larutkan Na2EDTA dengan aquadest 100 ml dan dipanaskan pada suhu 40 - 60 °C selama beberapa menit, kemudian tambah larutan FeSO4.7H2O. Aduk hingga larut sempurna. Biarkan dingin.
  • Tuang larutan tersebut ke dalam labu takar 1 liter, tambahkan aquadest sampai tanda batas.
  • Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label Stok E.
  • Larutan stok ini disimpan dalam keadaan kedap cahaya dengan cara membungkus botol dengan aluminium foil karena cahaya dapat merusak Fe.
  • Larutan ini mengandung 5,57 mg/ml FeSO4.7H2O dan 7,45 mg/ml Na2EDTA.
  • Untuk membuat 1 liter medium MS dibutuhkan 5 ml stok E.

F. Larutan Stok F, 1 Liter ( 200 x konsentrasi )

  • Timbang MnSO4.H2O 3,380 gram. ZnSO4.7H2O 1,720 gram. H3BO3 1,240 gram. KI 0,165 gram. CuSO4.5H2O 0,005 gram. Na2MO.2H2O 0,05 gram. COCl2.2H2O 0,005 gram.
  • Masukkan bahan satu persatu sampai larut ke dalam gelas piala yang berisi 700 ml aquadest. Aduk hingga larut.
  • Tuang larutan ke dalam labu takar dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen, tutup rapat, dan beri label Stok F.
  • Untuk membuat 1 liter medium MS dibutuhkan 5 ml stok F.

G. Larutan Stok G ( Vitamin ), 100 ml ( 1000 x konsentrasi )

  • Timbang Thiamin-HCl 0,01 gram. Nicotinic Acid 0,05 gram. Pyridoxin-HCl 0,05 gram. Glycine 0,2 gram.
  • Masukkan semua bahan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira 50 ml. Aduk hingga larut.
  • Tuang larutan ke dalam labu takar 100 ml dan tambah aquadest sampai tanda batas.
  • Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label Stok G.
  • Untuk membuat 1 liter medium MS dibutuhkan 1 ml stok F.

Kebutuhan larutan stok untuk membuat media MS dalam 1 liter bisa dilihat pada tabel berikut :

























REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif Modern. Kanisius. Yogyakarta.

Membuat Larutan Amonium Nitrat (NH4NO3) 1 M

Amonium Nitrat adalah senyawa kimia berbentuk padatan kristal putih dan sangat larut dalam air. Amonium nitrat merupakan garam nitrat dari kation amonium. Rumus kimia amonium nitrat yaitu NH4NO3

Senyawa ini utamanya digunakan dalam pertanian sebagai pupuk kaya nitrogen. Selain itu senyawa ini juga digunakan sebagai komponen campuran peledak dalam industri pertambangan dan kontruksi sipil.

Amonium nitrat memiliki berat molekul 80,043 gr/mol. Kelarutan dalam air :

  • 118 g/100 ml (0 °C)
  • 150 g/100 ml (20 °C)
  • 297 g/100 ml (40 °C)
  • 410 g/100 ml (60 °C)
  • 576 g/100 ml (80 °C)
  • 1024 g/100 ml (100 °C)
Berdasarkan simbol piktogram yang tertera pada botol kemasan, amonium nitrat ini bersifat mudah meledak. Jauhkan dari panas/ percikan api/ api terbuka/ permukaan panas.

Membuat Larutan Amonium Nitrat (NH4NO3) 1 M, 500 ml

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Labu takar 500 ml
  • Gelas beker/piala 200 ml
  • Batang pengaduk
Bahan :
  • Amonium Nitrat ( NH4NO3)
  • Aquadest
2. Menghitung kebutuhan Amonium Nitrat untuk membuat 1 M sebanyak 500 ml

Dengan menggunakan rumus molaritas, yaitu :
M = (gr/Mr ) x ( 1000/V )
1 M = (gr/80,043) x ( 1000/500)
1 M= (gr/80,043) x 2
gr = (80,043 x 1 ) / 2
gr = 40,02 gram

Jadi NH4NO3 yang dibutuhkan untuk membuat amonium nitrat 1 M yaitu 40,02 gram.

Catatan : Amonium Nitrat 1 M ini setara dengan 1 N

3. Langkah Membuat Amonium Nitrat 1 M yaitu :
  • Timbang Amonium Nitrat sebanyak 40,02 gram. Masukkan ke dalam gelas piala kemudian larutkan dengan aquadest 150 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  • Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambah aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Larutan Amonium Nitrat 0,1 M siap digunakan.

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Amonium_nitrat

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Cara Membuat Larutan Kupri Sulfat ( CuSO4.5H2O ) 0.5 M

Kupri Sulfat Pentahidrat / Copper (II) Sulfate Pentahydrate/ Tembaga (II) Sulfat Pentahidrat merupakan senyawa kimia berbentuk serbuk dengan warna biru terang. Rumus kimia Kupri Sulfat Pentahidrat yaitu CuSO4. 5H2O.


Rumus molekul CuSO4.5H2O yaitu 249,70 gr/mol, densitas 2,284 gr/cm3, kelarutan dalam air 316 g/L pada suhu 0 °C  dan 2033 g/L pada suhu 100 °C. Untuk kelarutan dalam metanol 10,4 gr/L pada suhu 18 °C dan tidak larut dalam etanol.

Untuk penggunaan di laboratorium kupri (II) sulfat digunakan sebagai reagen analisis untuk mengetes gula reduksi.

Kupri (II) sulfat pentahidrat bersifat mengiritasi. Biasanya manusia terpapar kupri sulfat melalui kontak mata atau kulit, termasuk juga dengan menghirup serbuk atau debunya. Asal tidak terkena paparan tinggi, kupri sulfat tidak terlalu beracun. Kupri sulfat akan menjadi racun dalam tubuh manusia apabila terkena paparan 11mg/kg. Karena kupri sulfat akan menyebabkan iritasi pada sistem pencernaan, apabila tertelan akan langsung muntah. Setelah 1-12 gram kupri sulfat tertelan, tanda-tanda racun akan muncul seperti rasa terbakar di dada, mual, diare, muntah, sakit kepala, dan akan menyebabkan kulit menjadi kuning. Selain itu, keracunan kupri sulfat juga merusak otak, hati, dan ginjal.

Membuat Larutan Kupri (II) Sulfat Pentahidrat 0,5 M ( 1N ), 500 ml

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat : 
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala 50 ml dan 200 ml
  • Labu takar 500 ml
  • Pengaduk kaca
  • Pipet ukur 5 ml
  • Botol semprot
Bahan :
  • CuSO4.5H2O
  • Asam sulfat 97% ( pekat )
  • Aquadest
2. Menghitung kebutuhan CuSO4.5H2O untuk membuat 0.5 M ( 1 N ) yaitu,

>> Dengan menggunakan rumus molaritas apabila diketahui molaritasnya
M = ( gr / 249.70 ) x ( 1000/500 ml)
0.5 = ( gr / 249.70 ) x 2
gr = ( 249.70 x 0.5 ) / 2
gr = 62.4 gram

Jadi CuSO4.5H2O yang harus ditimbang untuk membuat 0.5 M, 500 ml yaitu 62.4 gram.

>> Dengan menggunakan rumus normalitas apabila diketahui normalitasnya
N = (gr x 2 ) / ( 249.70 x 0.5 L )
1 = ( gr x 2 ) / 124.85
gr = ( 124.85 x 1 ) / 2
gr = 62.4 gram
Jadi CuSO4.5H2O yang harus ditimbang untuk membuat 1 N, 500 ml yaitu 62.4 gram.

3. Cara membuat larutan CuSO4.5H2O 0.5 M ( 1 N ) yaitu :
  • Timbang 62.4 gram CuSO4.5H2O dalam gelas piala 50 ml.
  • Pipet Asam sulfat ( H2SO4) pekat 2.5 ml dan larutkan ke dalam gelas piala yang berisi aquadest 100 ml.
  • Kemudian larutkan CuSO4.5H2O ke dalam larutan yang berisi asam sulfat tadi. Aduk hingga larut sempurna.
  • Masukkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.
  • Larutan CuSO4.5H2O 0.5 M ( 1 N ) siap digunakan.

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga(II)_sulfat

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta


Membuat Larutan Magnesium Sulfat 0,25 M

Magnesium Sulfat ( MgSO4 ) adalah senyawa kimia anorganik yang mengandung magnesium, sulfur, dan oksigen. Magnesium sulfat di alam terdapat dalam bentuk mineral sulfat heptahidrat ( MgSO4.7H2O) atau disebut dengan garam epsom.

Di laboratorium biasanya yang tersedia yaitu magnesium sulfat heptahidrat. Jadi dalam artikel ini hanya akan dibahas cara membuat larutan magnesium sulfat heptahidrat. 

Sifat fisik dari Magnesium sulfat heptahidrat yaitu berbentuk padatan kristal putih dan tidak berbau. Magnesium sulfat heptahidrat mempunyai berat molekul 246,47 gr/mol dan kelarutan dalam air yaitu 71 gram/100 ml pada suhu 20 .



Berikut cara membuat larutan MgSO4.7H2O 0,25 M dari MgSO4.7H2O padat di laboratorium

Cara Membuat larutan Magnesium Sulfat ( MgSO4.7H2O ) 0.25 M ( 0.5 N ) sebanyak 500 ml

1. Langkah awal yang perlu dilakukan sebelum membuat larutan yaitu menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

Alat :
- Timbangan analitik
- Gelas beker/ piala 200 ml
- Pengaduk kaca
- Spatula
- Labu takar 500 ml
- Botol semprot

Bahan :
- MgSO4.7H2O padat
- Aquadest

2. Menghitung kebutuhan MgSO4.7H2O untuk membuat MgSO4.7H2O 0,25 M

Diketahui :
Mr = 246,47 gr/mol

Dicari : MgSO4 yang perlu ditimbang/dibutuhkan...?

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus molaritas 
M = gr/Mr x 1000/V
0,25 = gr/ 246,47 x 1000/ 500
0,25 = (gr/ 246,47) x 2
gr = (0,25 x 246,47) / 2
gr = 30,8 gram

Jadi MgSO4.7H2O yang perlu ditimbang yaitu 30,8 gram.

Apabila menggunakan rumus normalitas maka,
N = (gr/Mr x 1000/V ) x valensi
0,5 = ( gr/246,47 x 1000/500 ) x 2
0,5 = ( gr/ 246,47 x 2 ) x 2
gr = ( 246,47 x 0,5 ) / 4
gr = 30,8 gram ( Hasil sama seperti pd rumus molaritas )

3. Langkah Membuat Larutan

- Timbang MgSO4.7H2O sebanyak 30,8 gram. Masukkan ke dalam gelas beker dan tambahkan aquadest 100 ml. Aduk hingga larut sempurna.
- Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
- Larutan MgSO4.7H2O 0,25 M siap digunakan.

.


Cara Membuat Larutan Alkohol 70%

Sebelum membuat larutan alkohol 70%, mari kita mengenal sedikit tentang apa itu alkohol dan kegunaannya.

Alkohol adalah senyawa turunan alkana yang memiliki gugus fungsi hidroksil (-OH). Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol dan untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol atau grup alkohol yang lainnya. Begitu juga alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi dan pendidikan, alkohol yang dimaksud adalah etanol. Dalam ilmu kimia, alkohol memiliki pengertian yang lebih luas lagi.



Alkohol memiliki banyak kegunaan yaitu digunakan untuk minuman beralkohol, bahan bakar, kegunaan sains, kedokteran, dan industri. Berikut kegunaan dari alkohol :

  • Metanol

Metanol digunakan sebagai bahan pelarut kimia, bahan pembuat formalin, dan campuran untuk bahan bakar bensin.

  • Etanol
Etanol digunakan sebagai antiseptik, bahan baku membuat hand sanitizer, bahan bakar (spirtus), campuran untuk minuman beralkohol, dan pelarut senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air.
  • Etilen Glikol
Campuran 50% V (berdasarkan volume ) etilen glikol dalam air digunakan sebagai zat antibeku pada radiator mobil.
  • Gliserol
Gliserol digunakan sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan, dan pembuatan tinta.

Itulah beberapa kegunaan alkohol. Namun alkohol yang sering dijumpai adalah etanol. Bagaimana cara membuat alkohol ( etanol ) 70% yang sering digunakan sebagai antiseptik, untuk membersihkan luka, dan pembersih alat-alat medis ???

Cara Membuat Alkohol ( Etanol ) 70% dari Alkohol 96% sebanyak 1000 ml

Alkohol 96% mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi daripada alkohol 70%. Larutan dengan konsentrasi yang tinggi disebut larutan pekat, sedangkan larutan dengan konsentrasi rendah disebut larutan encer. 

Larutan encer dapat dibuat dengan menggunakan cara pengenceran dari larutan pekat.
Rumus pengenceran = V1 x K1 = V2 x K2
Dimana :
V1 = Volume larutan pekat yang dibutuhkan
K1 = Konsentrasi larutan pekat
V2 = Volume larutan encer yang dibuat
K2 = Konsentrasi larutan encer

Maka,
V1 x K1 = V2 x K2
V1 x 96% = 1000 ml x 70%
V1 = 70000 / 96
V1 = 729 ml
Jadi alkohol 96% yang dibutuhkan untuk membuat alkohol 70% yaitu 729 ml. 

Langkah - langkah membuat larutan alkohol 70% :
  • Diambil alkohol 96% sebanyak 729 ml dengan menggunakan gelas ukur. 
  • Kemudian pindahkan ke dalam labu ukur 1000 ml dan tambah aquadest sampai tanda batas ( aquadest 271 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan alkohol 70% ke dalam botol reagen plastik dan tutup rapat agar tidak menguap.


Sumber : 

Mulyono, H. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

https://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol

Cara Membuat Larutan Asam Oksalat 0,1M (0,2 N )

Asam oksalat adalah senyawa kimia yang berbentuk padatan kristal berwarna putih. Asam oksalat merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H2O4 dan mempunyai berat molekul 90,04 gr/mol. Senyawa ini bersifat higroskopis ( mudah larut dalam air ).

Asam oksalat memiliki kekuatan asam yang jauh lebih besar ( 10.000 kali lebih kuat) daripada asam asetat. Secara komersial asam oksalat dikenal dalam padatan berbentuk dihidrat yang mempunyai rumus kimia  C2H2O4. 2H2O dan berat molekul 126,07 gram/mol.

Berdasarkan pada botol kemasan asam oksalat bersifat korosif dan dapat merusak jaringan hidup. Bahan ini berbahaya jika tertelan atau terkena kulit dan menyebabkan kerusakan mata yang serius. Jangan kontak langsung dengan mata dan kulit. Apabila akan menggunakan asam oksalat ini gunakan pelindung seperti sarung tangan, kaca mata dan jas lab. Setelah selesai menggunakan bahan ini segera cuci tangan yang bersih.

Cara Membuat Larutan Asam Oksalat 0,1 M ( setara dengan 0,2 N ), 100 ml

Alat :
  • Timbangan analitik ( 4 angka dibelakang koma )
  • Gelas beaker 100 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu ukur 100 ml
1. Menghitung kebutuhan asam oksalat

Diketahui :
Rumus kimia asam oksalat = C2H2O4. 2H2O
Berat molekul = 126,07 gr/mol
Valensi = 2

Berat asam oksalat yang dibutuhkan =...?

Penyelesaian :
Rumus Molaritas = gr / ( Mr x vol )
                  0,1 M = gr / (126,07 gr/mol x 0,1 L ), volume dalam satuan Liter
                    gr     = 0,1 M x 126,07 gr/mol x 0,1 L
                    gr     = 1,26 gram
Jadi asam oksalat yang dibutuhkan untuk membuat larutan asam oksalat 0,1 M adalah 1,26 gram.

Jika yang diinginkan dalam normalitas ( misal 0,2 N ), maka menggunakan rumus 
Rumus Normalitas = ( gr / ( Mr x vol ) ) x valensi
                  0,2 N = ( gr / (126,07 gr/mol x 0,1 L )) x 2, volume dalam satuan Liter
                    gr     = ( 0,2 N x 126,07 gr/mol x 0,1 L ) / 2
                    gr     = 1,26 gram

2. Langkah - langkah membuat larutan asam oksalat 0,1 M sebanyak 100 ml adalah :
  • Timbang 1,26 gram asam oksalat dalam gelas beaker ukuran 100 ml, kemudian larutkan dengan 50 ml aquadest.
  • Aduk hingga larut sempurna.
  • Masukkan larutan tersebut ke dalam labu ukur 100 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindah larutan ke dalam botol reagen, beri label dan simpan.

Cara Membuat Larutan Kalsium Klorida CaCl2 0.25 M ( 0.5 N )

 Kalsium Klorida merupakan padatan kristal berwarna putih dan mudah larut dalam air (higroskopis). Rumus kimia kalsium klorida yaitu CaCl2.

Kalsium klorida bersifat iritan, mengeringkan kulit yang lembab, dapat mengakibatkan luka bakar pada mulut dan esofagus jika tertelan. Hindari kontak dengan kulit apabila akan membuat larutan kalsium klorida.

Kalsium Klorida sering dijumpai sebagai hidrasi padat dengan rumus umum CaCl2 (H2O)x dengan x = 0, 1, 2,4, dan 6. Senyawa ini digunakan untuk penghilang es dan pengendali debu.

Cara membuat Kalsium Klorida 0,25 M ( setara dengan 0,5 N ), 500 ml

Kalsium yang akan dibuat yaitu CaCl2.2H2O.

Berat Molekul = 147,02 gram/mol

Valensi = 2

>> Menghitung kebutuhan kalsium klorida

Rumus Molaritas = gr/ (Mr.V), volume dalam liter

0,25 = gr / ( 147,02 g/mol x 0,5 liter )

gr = 0,25 x 147,02 g/mol x 0,5 liter 

gr = 18, 37

Jadi kalsium klorida yang dibutuhkan untuk membuat 0,25 M sebanyak 500 ml adalah 18, 37 gram.

>> Langkah membuat larutan kalsium klorida (CaCl2.2H2O) adalah :

  1. Timbang kalsium klorida 18,37 gram, Masukkan dalam gelas beaker dan dilarutkan dengan 100 ml aquadest. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Dari labu takar pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label.
Apabila akan membuat larutan kalsium klorida dalam bentuk normalitas, maka perhitungan sebagai berikut :
Misal akan membuat kalsium klorida 0,5 N sebanyak 500 ml.
Rumus Normalitas = 
dimana a = valensi

0,5 = (gr / 147,02 x 0,5) x 2
gr = (147,02 x 0,5 x 0,5) / 2
gr = 36,755 / 2 = 18, 37 gram
Jadi kalsium klorida yang dibutuhkan adalah 18,37 gram.

Untuk langkah pembuatan sama seperti diatas pada pembuatan larutan kalsium klorida 0,25 M.


SUMBER :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalsium_klorida
Buku : Membuat Reagen Kimia di Laboratorium, penulis Drs. Mulyono, HAM.

Cara Membuat Larutan EDTA 0,1 M

Asam etilena diamine tetra asetat ( EDTA ) adalah senyawa kimia berbentuk padatan putih yang larut dalam air. EDTA ini banyak digunakan untuk mengikat ion besi dan kalsium. EDTA diproduksi sebagai beberapa garam, terutama disodium EDTA, natrium kalsium ededat, dan tetrasodium EDTA.

Aplikasi di laboratorium EDTA digunakan untuk analisis kesadahan air dan titrasi kompleksometri.

Cara Membuat Larutan EDTA 0,1 M sebanyak 500 ml

Alat :
  1. Timbangan analitik
  2. Gelas piala/ beker 100 ml
  3. Labu takar 500 ml
  4. Pengaduk kaca
Bahan :
  1. EDTA ( Titriplex III )
  2. Aquadest
  • Menghitung kebutuhan EDTA
EDTA yang saya gunakan yaitu EDTA disodium salt atau titriplex III.
Rumus kimia : C10H14N2Na2O8.2H2O
Berat Molekul : 372, 24 g/mol

EDTA yang harus ditimbang =....?

Rumus Molaritas 



0,1 = (gr x 1000)/ (372,24 x 500)

0,1 = grx1000 / 186,120

gr = (186,120 x 0,1)/ 1000

gr = 18,612 gram

Jadi EDTA yang harus ditimbang adalah 18,612 gram.

  • Langkah - langkah membuat larutan EDTA 0,1 M 500 ml adalah sebagai berikut :
1. Timbang 18, 612 gram kristal EDTA (titriplex III) ke dalam gelas piala 100 ml.
2. Tambahkan aquadest 50 ml, kemudian aduk hingga larut sempurna.
3. Masukkan ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambah aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 500 ml ). Gojog hingga homogen.
4. Pindahkan larutan tersebut ke dalam botol reagen dan beri label.


Membuat Hand Sanitizer Sesuai Dengan Surat Edaran BPOM

Menggunakan hand sanitizer merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona penyebab COVID-19. Namun penggunaan hand sanitizer tidak boleh berlebihan karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit.


Hand sanitizer merupakan antiseptik dalam bentuk cair yang dapat menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan tubuh hidup.

Hand Sanitizer bisa dibuat sendiri dengan menggunakan bahan - bahan berdasarkan surat edaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan yang sesui dengan anjuran WHO.

Cara Membuat Hand Sanitizer 

Alat 

  1. Gelas Ukur 1000 ml
  2. Gelas Ukur 50 ml
  3. Gelas Ukur 25 ml
  4. Gelas Beker 500 ml
  5. Batang Pengaduk
  6. Botol Kaca
Bahan
  1. Alkohol/ Etanol 96%
  2. Gliserol 98%
  3. Hidrogen Peroksida 3%
  4. Aquadest

Prosedur Kerja 
  1. Ambil 833 ml etanol 96%  dimasukkan ke dalam gelas ukur 1000 ml.
  2. Tambahkan 41,7 ml hydrogen peroksida 3% dan 14,5 ml gliserol 98% ke dalam gelas ukur berisi etanol tersebut.
  3. Tambahkan aquadest sampai volume 1000 ml, aduk hingga homogen.
  4. Kemudian pindahkan campuran ke dalam botol kaca.
  5. Simpan selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari botol tersebut.


Note : Apabila menginginkan bau hand sanitizer yang segar bisa ditambahkan parfum wangi buah atau bunga. Cukup 0,3 ml untuk 1 liter hand sanitizer.


Membuat Larutan Kalium Iodida ( KI ) Jenuh dan 0.5 M

Kalium Iodida ( Pottasium Iodida ) adalah suatu senyawa kimia berbentuk bubuk padat, berwarna putih dengan rumus kimia KI. 

Kelarutan KI dalam air adalah :

  • 128 gram/ 100 ml ( 0 °C )
  • 140 gram/ 100 ml ( 20 °C )
  • 176 gram/ 100 ml ( 60 °C )
  • 206 gram/ 100 ml ( 100 °C )
Di Laboratorium bidang bahan makanan kalium iodida digunakan untuk penentuan angka yodium ( digunakan larutan KI 15% ) dan untuk penentuan angka peroksida ( digunakan larutan KI jenuh )

Dalam membuat larutan iodine digunakan juga KI yaitu untuk meningkatkan kelarutan iodine dalam air dan mengurangi penguapan iodine.



Kalium Iodida dapat menyebabkan kerusakan organ tiroid melalui pemaparan yang berkepanjangan atau berulang jika tertelan. Gunakan masker dan berhati - hati saat akan membuat larutan KI.
                                                                       

Cara Membuat Larutan KI Jenuh

Yang disebut larutan jenuh yaitu apabila larutan yang mengandung zat terlarut berada dalam konsentrasi maksimum ( tidak bisa dilarutkan lagi ).

Tuang kira - kira 80 gram KI ke dalam gelas piala yang berisi 50 ml aquadest. Aduk terus menerus, apabila masih larut tambah KI sedikit demi sedikit sampai terbentuk larutan jenuh yang ditandai dengan munculnya endapan KI yang tidak dapat larut lagi.

Cara Membuat Larutan KI 15%

Larutan KI 15% artinya dalam 100 ml larutan ini mengandung 15 gram KI.

Cara membuat larutan KI 15% adalah 
  1. timbang 15 gram KI, masukkan dalam gelas piala dan dilarutkan dengan aquadest. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan ke dalam labu ukur 100 ml, tambah aquadest sampai tanda batas ( volume 100 ml ). Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.


Cara Membuat Larutan KI 0,5 M ( 0,5 N ) dalam 500 ml

Diketahui : Mr KI = 166,0028 gr/mol
                   Molaritas = 0,5 M

Ditanyakan : Jumlah KI yang harus ditimbang...?

Penyelesaian :











Jadi KI yang perlu ditimbang untuk membuat KI 0,5 M adalah 41,5 gram.

Langkah membuat KI 0,5 M adalah sebagai berikut :
  1. Timbang KI sebanyak 41,5 gram, masukkan dalam gelas piala dan larutkan dengan aquadest sampai larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.

DAFTAR PUSTAKA

HAM, Mulyono. 2005. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Jakarta: Bumi Aksara.