-->

Cara Membuat Larutan Amonium Asetat 1 M ( 1 N )

Amonium Asetat merupakan senyawa kimia yang berbentuk padatan putih yang bersifat higroskopis dan dapat dibuat reaksi antara amonia dan asam asetat. Amonium asetat memiliki rumus kimia NH4CH3CO2.

Berat molekul amonium asetat adalah 77,08 gr/mol. Amonium asetat larut dalam alkohol, SO2, aseton, amonia cair, dan air. Kelarutan dalam air :

  • 102 g/100 mL (0 °C)
  • 148 g/100 mL (4 °C)
  • 143 g/100 mL (20 °C)
  • 533 g/100 mL (80 °C)

Kegunaan amonium asetat di laboratorium pertanian yaitu untuk menentukan kapasitas pertukaran kation tanah dan menentukan ketersediaan kalium dalam tanah dimana ion amonium bertindak selaku kation pengganti untuk kalium.



Cara Membuat Larutan Amonium Asetat 1 M Sebanyak 1 Liter

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas beker/ piala 200 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu takar 1000 ml (1 liter )
  • Botol semprot
Bahan :
  • Amonium asetat padat
  • Aquadest
2. Menghitung kebutuhan amonium asetat untuk membuat 1 M ( 1 liter )

Diketahui : Mr amonium asetat = 77,08 gr/mol

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus molaritas yaitu :





M = (gr x 1000) / ( 77,08 gr/mol x 1000 ml )
1 M = (gr x 1000) / 77080
gr = (77080 x 1 ) / 1000
gr = 77,08 gram

Jadi amonium asetat yang perlu ditimbang untuk membuat 1 M (1 liter) yaitu 77,08 gram.

3. Langkah - langkah membuat larutan amonium 1 M yaitu :
  • Timbang amonium asetat sebanyak 77,08 gram dalam gelas piala 200 ml. Tambahkan aquadest dan aduk hingga larut.
  • Pindahkan larutan ke dalam labu takar 1000 ml. Tambah aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan yang sudah homogen ke dalam botol reagen. Tutup rapat dan beri label.
  • Larutan amonium asetat 1 M siap digunakan.
Catatan : Untuk membuat larutan amonium 1 N sama dengan diatas karena 1 M amonium asetat setara dengan 1 N amonium asetat ( 1 M = 1 N )

REFERENSI


MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta



Cara Membuat Grafik Kurva Standar Dengan Excel

Artikel ini saya buat karena berhubungan dengan artikel saya tentang analisa phosphat (untuk tanah, pupuk, dan jaringan tanaman ) dan juga analisa gula reduksi. Dimana metodenya menggunakan alat spektrofotometer dan kurva standar.

Beberapa ada yang masih bingung dalam mencari persamaan kurva standar. Dalam artikel ini akan saya jelaskan tentang membuat kurva standar dengan menggunakan metode grafik di excel.

Kurva standar adalah standar dari sampel yang dapat digunakan sebagai acuan untuk sampel tersebut pada percobaan. Pembuatan kurva standar bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi larutan dengan nilai absorbansinya sehingga konsentrasi pada sampel dapat diketahui.

Cara Membuat Kurva Standar di Excel

1. Buka Microsoft Excel kemudian buat datanya



















2. Blok seluruh data ( klik dan tahan mouse kemudian geser hingga memenuhi data )




3. Klik tombol insert kemudian klik pada icon scatter. 



4. Kemudian akan muncul grafiknya seperti ini




5. Klik quick layout , kemudian klik pada layout 9.






7. Hasilnya akan muncul persamaan di samping grafik




8. Perhitungan konsentrasi larutan sampel dapat menggunakan rumus persamaan garis seperti yang terdapat pada no 7, dimana y = absorbansi dan x = konsentrasi

9. Selanjutnya buka artikel berikut : 

Semoga bermanfaat :)

Cara Kalibrasi pH Meter

 pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat asam atau basa suatu larutan. Sebelum digunakan pH meter harus di kalibrasi terlebih dahulu.

Kalibrasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur ke standar nasional maupun internasional untuk satuan ukuran dan atau internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.

Kalibrasi pH meter dapat dilakukan secara rutin, setiap kali akan digunakan. Kalibrasi merupakan bagian dari pemeliharaan alat. Manfaat dari kalibrasi alat yaitu bisa mengetahui perbedaan/ penyimpangan antara harga benar dengan harga yang ditunjukkan oleh alat dan menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya.


Cara Kalibrasi pH Meter

Alat :
  • pH Meter
  • Gelas piala/beker 100 ml ( 3 buah )
  • Gelas piala 250 ml ( 1 buah )
  • Botol semprot 250 ml
  • Tisu
Bahan :
  • Larutan Buffer 4, 7, dan 10
  • Aquadest
Tahapan dalam kalibrasi pH Meter :
  1. Tuang larutan buffer 4, 7, dan 10 ke dalam gelas piala masing- masing 50 ml. Tandai masing-masing gelas agar tidak keliru dengan gelas piala A ( untuk buffer 4 ), gelas piala B ( untuk buffer 7 ), gelas piala C ( untuk buffer 10 ).
  2. Buka penutup elektroda, kemudian rendam sebentar dalam aquadest, bilas berkali-kali dengan menggunakan botol semprot dan tampung air sisa semprotan ke dalam gelas piala 250 ml.
  3. Keringkan elektroda dengan menggunakan kertas tisu.
  4. Tekan tombol "ON " pada pH meter tersebut.
  5. Elektroda yang sudah kering dicelupkan ke dalam larutan buffer 7, kemudian tekan tombol " CAL " pada alat dan putar elektroda agar homogen. Tunggu beberapa saat sampai alat menunjukkan angka yang tetap. Pembacaan harus menunjukkan pH 7.
  6. Cuci elektroda dengan aquadest berulang-ulang dan keringkan dengan tisu.
  7. Ulangi langkah no 5, tetapi menggunakan larutan buffer 4 dan 10.
  8. Apabila hasil pembacaan diluar range yang telah ditetapkan artinya pH meter tidak terkalibrasi.
Berbagai merk pH meter memiliki detail yang berbeda - beda dalam cara mengkalibrasinya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada buku manual alat. Tetapi pada umumnya cara kalibrasi alat hampir sama seperti yang saya jelaskan diatas.

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalibrasi

Alat - Alat Laboratorium Kultur Jaringan

Kultur jaringan yaitu membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Perbanyakan tanaman dengan sistem kultur jaringan dilaksanakan di dalam laboratorium yang bersih dan steril.


Berikut beberapa alat yang harus ada di dalam laboratorium kultur jaringan

1. Timbangan Analitik

Jenis timbangan di laboratorium bermacam-macam. Jenis timbangan yang dipakai di laboratorium kultur jaringan adalah timbangan yang dapat digunakan untuk menimbang sampai satuan yang sangat kecil ( minimal timbangan empat angka dibelakang koma ). Karena kebutuhan akan mikronutrien dan hormon pada umumnya berkadar sangat kecil yaitu dalam skala miligram (mg).

2. Laminar Air Flow ( LAF )

Laminar Air Flow ini digunakan untuk pemotongan eksplan, melakukan penanaman dan subkultur. Laminar Air Flow ini harus steril, bebas dari debu, dilengkapi dengan UV, lampu neon, dan blower.

Untuk sterilisasi Laminar Air Flow dilakukan dengan menggunakan alkohol 70%. Permukaan laminar dibersihkan dengan tisu/lap yang sudah dicelupkan alkohol 70%. Sebelum digunakan lampu UV dinyalakan selama 1 - 2 jam untuk membunuh kontaminan yang ada di permukaan laminar. Setelah selesai menggunakan laminar sebaiknya dilakukan sterilisasi lagi agar laminar tetap bersih.

3. Enkas

Enkas ini memiliki fungsi yang sama dengan Laminar Air Flow yaitu untuk melakukan penanaman, pemotongan eksplan, dan subkultur. Enkas ini banyak dipilih karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan Laminar Air Flow

Enkas terbuat dari bahan kaca dan kayu dengan dua lubang di bagian depan seukuran dengan tangan pekerja. Lubang ini disertai tutup untuk mencegah kontaminasi.

Cara sterilisasi enkas yaitu bagian dalam enkas dilap menggunakan tisu/ lap steril yang sudah dicelupkan alkohol 70%. Tangan pekerja disemprot dengan alkohol dan masuk melalui lubang di bagian depan enkas ketika melakukan pengelapan.

4. Rotating Shaker ( Penggojog )

Shaker adalah alat penggojog yang putarannya dapat diatur sesuai keinginan kita. Rotating shaker adalah penggojog yang berputar secara horizontal dengan sumbu vertikal. Di laboratorium kultur jaringan, penggojog ini digunakan untuk keperluan menumbuhkan kalus pada eksplan anggrek atau membentuk protokormus. 

Untuk menumbuhkan kalus anggrek biasanya digojog dengan suasana terang, sedangkan untuk menumbuhkan protokormus dari kalus jaringan tanaman ( padi, tebu, jagung ) digojog dalam keadaan gelap. Dalam keadaan gelap berarti erlenmeyer yang berisi kalus dibungkus dengan aluminium foil seluruh dindingnya kemudian diletakkan di atas penggojog.

5. Autoklaf

Autoklaf adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi alat dan medium kultur jaringan. Alat-alat seperti cawan petri, gunting, pinset, scalpel, dan spatula harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Demikian juga dengan medium yang sudah dimasukkan ke dalam botol medium juga harus disterilkan.

Pemanasan dalam autoklaf dilakukan pada suhu yang tinggi (121 ℃) dan tekanan uap air yang besar (1,5 kg/cm2). Kondisi ini dipertahankan sesuai dengan kebutuhan sterilisasi. Untuk sterilisasi alat dibutuhkan waktu 60 menit dan untuk sterilisasi media dibutuhkan waktu 30 menit. Uap panas di dalam autoklaf  akan membunuh bakteri dan mikrobia yang ada.

6. Magnetic Stirrer

Magnetic stirrer ini digunakan untuk mengaduk dan memanaskan bahan/senyawa dalam proses pembuatan medium. Dalam pembuatan medium proses pengadukan sangat diperlukan untuk membuat medium menjadi homogen.

Cara menggunakan alat ini yaitu erlenmeyer atau bisa juga gelas piala yang berisi larutan dan bahan kimia yang akan dilarutkan diletakkan di atas stirrer. Kemudian dimasukkan batang pengaduk magnit ( panjang 3 cm, 2 buah ), sehingga pada saat larutan mendidih pengaduk akan bergerak memutar dan karena mengandung magnit menyebabkan berputarnya hanya bagian dasar saja. Dengan demikian bahan kimia dapat larut dengan baik. 

Kecepatan magnet berputar dapat diatur pada skala yang tertera pada magnetic stirrer sesuai dengan keinginan kita. Semakin besar skala maka semakin cepat magnet berputar.

7. Centrifuge

Centrifuge adalah alat pemutar tabung reaksi. Centrifuge biasa dipakai untuk keperluan isolasi protoplas dengan cara memasukkan enzim dan medium purifikasi.

8. Alat Gelas dan Lainnya

Alat - alat gelas dan non gelas yang sering dipakai di laboratorium kultur jaringan yaitu :

  • Erlenmeyer, alat ini digunakan sebagai tempat dan sarana menuangkan air suling maupun tempat media dan penanaman eksplan. Erlenmeyer bisa diganti dengan botol selai, botol kopi, dan botol obat injeksi.
  • Gelas Ukur, alat ini dipakai untuk menakar air suling dan untuk pembuatan larutan sterilisasi eksplan (chlorox).
  • Gelas Piala, alat ini digunakan untuk membuat medium.
  • Petridish, alat ini mutlak dibutuhkan dalam kultur jaringan. Petridish disterilisasi bersama dengan kertas saring di dalamnya. Petridish dicuci bersih kemudian dikeringkan. Setelah kering dibungkus dengan kertas payung coklat untuk disterilisasi dengan autoklaf.
  • Tabung reaksi dan corong, alat ini digunakan untuk isolasi protoplas.
  • Pengaduk kaca, alat ini digunakan untuk mengaduk bahan kimia atau agar-agar saat membuat medium agar mudah larut.
  • Pipet tetes, digunakan untuk mengambil KOH atau HCl untuk menetralkan pH.
  • Jarum injeksi, jarum ini digunakan untuk mengambil larutan stok dalam pembuatan media.
  • Pinset, digunakan untuk memegang atau mengambil irisan eksplan atau menanam eksplan.
  • Skalpel, digunakan untuk mengiris bahan isolasi protoplas karena membutuhkan irisan yang sangat tipis.
  • Lampu spirtus, sprayer, dan box alkohol, semua alat ini digunakan untuk keperluan sterilisasi.
Alat-alat tersebut diatas adalah alat yang harus ada di laboratorium kultur jaringan. Mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan bisa ditulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif ModernKanisius. Yogyakarta.




Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh

Di dalam tubuh tanaman terdapat hormon tumbuh yaitu senyawa organik yang jumlahnya sedikit dan dapat merangsang ataupun menghambat berbagai proses fisiologi tanaman. Senyawa organik yang berada di dalam tubuh tanaman ini jumlahnya sangat sedikit, maka diperlukan penambahan hormon dari luar. Hormon sintesis yang ditambahkan dari luar tubuh tanaman disebut Zat Pengatur Tumbuh. Zat ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman, misalnya pertumbuhan akar, tunas, perkecambahan, dan lain-lain.

Zat pengatur tumbuh dapat dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu :

  1. Auksin, zat pengatur tumbuh yang tergolong auksin adalah Indol Asam Asetat (IAA), Indol Asam Butirat (IBA), Naftalen Asam Asetat ( NAA), dan 2,4 D Dikhlorofenoksiasetat (2,4-D).
  2. Sitokinin, zat pengatur tumbuh golongan sitokinin adalah Kinetin, Zeatin, Ribosil, Bensil Aminopurin (BAP).
  3. Giberelin, zat pengatur tumbuh yang termasuk golongan giberelin adalah GA1, GA2, GA3, GA4.
  4. Inhibitor, zat pengatur tumbuh yang tergolong inhibitor adalah fenolik dan asam absisik.


Dalam menentukan zat pengatur tumbuh yang akan digunakan membutuhkan pengetahuan tentang cara menghitung dosisnya. Hal ini sangat penting, karena apabila perhitungannya salah dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan jaringan. Zat pengatur tumbuh dengan dosis yang terlalu tinggi justru akan menghambat pertumbuhan kalus.

Zat pengatur tumbuh hanya diperlukan dalam jumlah sedikit sekali. Biasanya dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml.

Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh

Dalam membuat larutan stok zat pengatur tumbuh biasanya menggunakan ppm. Nah apa itu ppm? mari pelajari sebentar apa itu ppm.

PPM adalah?

ppm adalah part per million atau bagian per juta, disebut juga bpj.

Satuan dari ppm adalah mg/L atau mg/kg.
1 ppm = 1 mg/L atau 0,001 gr/L
1000 ppm = 1 gr/L = 1000 mg/L = 1 mg/ml


Cara Membuat larutan stok IAA sebanyak 1000 ml dengan dosis 1000 ppm ( 1 mg/ml).

Langkah pembuatan adalah sebagai berikut :
  • Dosis 1000 ppm, berarti IAA yang perlu ditimbang yaitu 1000 mg (1 gram ).
  • Masukkan IAA yang sudah ditimbang ke dalam gelas piala, tambahkan aquadest 100 ml.
  • Sambil diaduk teteskan sedikit larutan KOH 1 N dengan hati-hati sampai larutan jernih.
  • Larutan dipindahkan ke dalam labu takar dan tambahkan aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ).
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen, tutup rapat, dan beri label (IAA 1000 ppm).
Berikut saya buatkan tabel berbagai variasi dosis zat pengatur tumbuh dan banyaknya zat pengatur tumbuh yang harus ditimbang dalam 1 liter.

Apabila akan membuat zat pengatur tumbuh dengan dosis yang kecil ( misal : 2 ppm, 5 ppm ) dan stok yang tersedia adalah dosis 1000 ppm maka dapat menggunakan rumus pengenceran yaitu :

V1 = volume larutan stok ZPT yang dicari
M1 = dosis larutan stok ZPT yang tersedia
V2 = volume larutan ZPT yang akan dibuat
M2 = dosis ZPT yang akan dibuat

Contoh :

1. Membuat larutan zat pengatur tumbuh dosis 2 ppm sebanyak 1000 ml, sedangkan larutan stok yang tersedia adalah 1000 ppm. Maka penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

Diketahui :
V2 = 1000 ml ( 1 liter )
M2 = 2 ppm
M1 = 1000 ppm
V1 = ....?

Dengan menggunakan rumus pengenceran 
V1 x 1000 ppm = 1000 ml x 2 ppm
V1 = 2000 / 1000
V1 = 2 ml
Jadi volume yang harus diambil yaitu 2 ml.

Cara Membuat :
Pipet 2 ml larutan zpt dosis 1000 ppm dan masukkan ke dalam labu takar yang berisi aquadest 500 ml. Gojog sebentar. Tambahkan lagi aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen. Larutan ZPT 2 ppm siap digunakan.

Itulah sedikit penjelasan dari saya mengenai cara membuat larutan zat pengatur tumbuh. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang kesulitan atau masih bingung dalam membuat larutan ZPT. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa tinggalkan komentar dibawah ya....

REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif ModernKanisius. Yogyakarta.


Pengenceran Larutan

Dalam proses pembuatan larutan, dikenal juga istilah pengenceran. Pengenceran adalah proses memperkecil konsentrasi larutan dengan cara menambah pelarut pada volume tertentu.

Berikut beberapa pengenceran larutan yang harus diperhatikan :

A. Pengenceran dari Cairan Pekat

Hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan pengenceran dari cairan pekat yaitu : 
  • Hitung volume cairan pekat yang dibutuhkan dan volume aquadest yang akan diukur.
  • Ukur volum aquadest tersebut dan siapkan di dalam gelas kimia.
Karena sifat zat cair pekat maka lakukan pengenceran larutan di ruang asam. Gunakan pelindung seperti jas lab, masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung.

Pada saat pencampuran/pelarutan segera alirkan perlahan cairan pekat lewat batang pengaduk ke dalam gelas kimia yang sudah berisi aquadest.

** Catatan :
  • Cairan pekat yang diperdagangkan biasanya mencantumkan kadar atau konsentrasi selain dari tingkat spesifikasi pada label kemasannya. Kadar atau konsentrasi dinyatakan dalam satuan persen ( % ).
  • Jika cairan pekat dikemas dalam botol yang cukup besar, maka cairan pekat dituang terlebih dahulu di dalam gelas kimia sesuai dengan yang dibutuhkan. Tutup segera botol asal dan tuang cairan pekat tadi ke dalam gelas ukur kemudian baca skalanya. Tuang kembali secara perlahan-lahan ke dalam gelas kimia yang sebelumnya sudah berisi aquadest.
  • Khusus untuk asam pekat dengan kalor pelarutan tinggi  seperti H2SO4 dan HCl maka pengenceran dilakukan dalam gelas kimia tahan panas dan pengaliran dilakukan secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit melalui batang pengaduk. Jika volume asam pekatnya lebih banyak dari pelarutnya, sebaiknya gelas kimia terendam dalam bak berisi air kran ( sebagai pendingin ).

B. Pengenceran dari Cairan Kurang Pekat

Pengenceran dari larutan kurang pekat menjadi larutan yang lebih encer ( misal 2 M ke 1 M ) lebih mudah dilakukan dan tidak perlu di ruang asam.

Cara melakukan pengenceran yaitu :
  • Hitung volume cairan kurang pekat dan volume aquadest yang dibutuhkan.
  • Tuang volume cairan kurang pekat ke dalam labu takar yang berisi aquadest yang sudah terukur.
  • Tambahkan aquadest sampai tanda batas.

Baca jugaCara Membuat Larutan Kimia

                    Penanganan Khusus Bahan Kimia di Laboratorium

C. Perhitungan Volum dan Konsentrasi Cairan

Sebelum melakukan pengenceran larutan kita harus menghitung terlebih dahulu volum cairan pekat/kurang pekat yang dibutuhkan yaitu dengan menggunakan rumus pengenceran.

Rumus Pengenceran :





Dimana :
V1 = Volume yang dibutuhkan
V2 = Volume yang akan dibuat
M1 = Konsentrasi awal/ pekat
M2 = Konsentrasi yang akan dibuat
Untuk satuan volume dalam liter (L), bisa juga mililiter (ml) yang penting disebelah kiri dan kanan sama satuannya.

Contoh :
1. Membuat 500 ml HCl 25% dari HCl pekat ( 37% ). Berapa HCl pekat yang dibutuhkan?

Diketahui : 
M1 = 37%
M2 = 25%
V2 = 500 ml
V1 = ....?

Dengan menggunakan rumus pengenceran 
V1 x 37% = 500 ml x 37%
V1 = 12500/37
V1 = 337,8 ml
Jadi volume HCl pekat yang dibutuhkan yaitu 337,8 ml dan untuk aquadest 162,2 ml.

2. Membuat 1000 ml HCl 1 M dari HCl pekat ( 37%)

Diketahui :
Konsentrasi HCl pekat (37%) yaitu 12,06 M, untuk rumus menghitungnya bisa dibaca pada artikel berikut Cara Membuat Larutan HCl 1 M
M1 = 12,06
M2 = 1 M
V2 = 1000 ml
V1 = ....?

V1 x 12,06 M = 1000 ml x 1 M
V1 = 1000/12,06
V1 = 83 ml
Jadi volume HCl pekat yang dibutuhkan adalah 83 ml.

3. Membuat 500 ml HCl 0,2 M dari HCl 1 M

Diketahui : 
M1 = 1
M2 = 0,2
V2 = 500 ml
V1 = ....?

Dengan menggunakan rumus pengenceran 
V1 x 1 M = 500 ml x 0,2 M
V1 = 500x0,2 / 1
V1 = 100 ml
Jadi volume HCl pekat yang dibutuhkan yaitu 100 ml dan aquadest 400 ml.

Langkah - langkah pengenceran :
  1. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan ( gelas beker, gelas ukur, labu takar, batang pengaduk )
  2. Tuang cairan pekat ke dalam gelas piala, kemudian pindahkan ke dalam gelas ukur sesuai yang dibutuhkan dan baca skalanya. Untuk cairan kurang pekat/encer bisa langsung di tuang ke dalam labu takar dan tambah aquadest sampai tanda batas.
  3. Tuang kembali cairan pekat secara perlahan-lahan ke dalam gelas piala yang sudah berisi aquadest. Aduk dan tunggu dingin.
  4. Setelah dingin pindah larutan ke dalam labu takar dan tambah aquadest sampai tanda batas.
Itulah beberapa cara pengenceran larutan, rumus pengenceran, dan langkah- langkah dalam pengenceran/pencampuran larutan. Semoga bermanfaat...

REFERENSI

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Cara Membuat Larutan Stok

Dalam membuat medium kultur jaringan, biasanya menimbang setiap bahan kimia yang terdapat pada resep medium dasar. Langkah ini dianggap kurang praktis karena membutuhkan waktu lama dan mengurangi ketepatan. Kadang timbangan yang akan digunakan untuk menimbang bahan kimia dalam jumlah kecil tidak tersedia. Kendala ini dapat diatasi dengan cara membuat larutan stok terlebih dahulu.

Larutan stok dapat digunakan untuk 40, 50, bahkan 100 liter medium. Larutan stok dalam bentuk cairan dapat disimpan di dalam almari es. Pembuatan larutan stok harus dilakukan dengan teliti, karena larutan stok yang terlalu pekat akan mengalami pengendapan di dalam almari es. Jika terjadi pengendapan, maka sebelum digunakan larutan stok ini harus dipanaskan terlebih dahulu. Larutan stok yang sudah terkontaminasi tidak boleh digunakan lagi. Sebaiknya dalam membuat larutan stok ini jumlahnya tidak terlalu banyak dan faktor kebersihan tempat penyimpanan harus benar-benar dijaga agar tidak mudah terkontaminasi.

Cara Pembuatan Larutan Stok

Cara pembuatan larutan stok yang akan diuraikan pada artikel ini yaitu pembuatan larutan stok pada medium MS (Murashige dan Skoog ). Medium MS ini yang biasanya dibuat di laboratorium kultur jaringan karena medium MS dapat digunakan hampir untuk semua macam tanaman.

Di bawah ini akan dibuat larutan stok dengan memperbesar konsentrasi, tujuannya yaitu supaya dalam penimbangan bahan kimia tidak mengalami kesulitan karena bahan kimia yang perlu ditimbang sangat kecil.

A. Larutan Stok A, 1 Liter ( 50 x konsentrasi )

  • Timbang Amonium Nitrat ( NH4NO3 ) 83,50 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira700 ml. Aduk sampai larut.
  • Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 1 liter dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Larutan yang sudah jadi dipindahkan ke dalam botol reagen, tutup rapat dan beri label Stok A.
  • Larutan ini mengandung 83,50 mg/ml NH4NO3 
  • Untuk membuat 1 liter medium MS diperlukan 20 ml stok A.

B. Larutan Stok B, 1 Liter ( 50 x konsentrasi )

  • Timbang Kalium Nitrat ( KNO3 ) 95 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan larutkan dengan aquadest kira-kira 700 ml, aduk hingga larut sempurna.
  • Pindahkan ke dalam labu takar dan tambah aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Larutan yang sudah jadi dipindahkan ke dalam botol reagen dan beri label Stok B.
  • Larutan ini mengandung 95 mg/ml  KNO3
  • Untuk membuat 1 liter medium MS diperlukan 20 ml stok B.

C. Larutan Stok C, 1 Liter ( 100 x konsentrasi )

  • Timbang CaCl2.2H2O 44 gram, kemudian larutkan dengan aquadest 700 ml dalam gelas piala. Aduk hingga larut.
  • Tuang larutan tersebut ke dalam labu takar dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label Stok C.
  • Larutan ini mengandung 44mg/ml CaCl2.2H2O
  • Untuk membuat 1 liter medium MS diperlukan 10 ml stok C. 

D. Larutan Stok D, 1 Liter ( 100 x konsentrasi )

  • Timbang MgSO4.7 H2O 37 gram dan KH2PO4 17 gram, larutkan secara terpisah dengan masing-masing 350 ml aquadest.
  • Setelah larut, tuang kedua larutan tersebut ke dalam labu takar 1 liter dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan yang sudah jadi ke dalam botol reagen, tutup rapat dan beri label Stok D.
  • Larutan ini mengandung 37 mg/ml MgSO4.H2O dan 17 mg/ml KH2PO4.
  • Untuk membuat 1 liter medium MS diperlukan 10 ml stok D.

E. Larutan Stok E, 1 Liter ( 200 x konsentrasi )

  • Timbang FeSO4.7H2O 5,57 gram dan Na2EDTA 7,45 gram. larutkan secara terpisah.
  • Larutkan FeSO4.7H2O dengan aquadest kira-kira 100 ml, tambahkan dengan 1-2 tetes H2SO4 pekat.
  • Larutkan Na2EDTA dengan aquadest 100 ml dan dipanaskan pada suhu 40 - 60 °C selama beberapa menit, kemudian tambah larutan FeSO4.7H2O. Aduk hingga larut sempurna. Biarkan dingin.
  • Tuang larutan tersebut ke dalam labu takar 1 liter, tambahkan aquadest sampai tanda batas.
  • Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label Stok E.
  • Larutan stok ini disimpan dalam keadaan kedap cahaya dengan cara membungkus botol dengan aluminium foil karena cahaya dapat merusak Fe.
  • Larutan ini mengandung 5,57 mg/ml FeSO4.7H2O dan 7,45 mg/ml Na2EDTA.
  • Untuk membuat 1 liter medium MS dibutuhkan 5 ml stok E.

F. Larutan Stok F, 1 Liter ( 200 x konsentrasi )

  • Timbang MnSO4.H2O 3,380 gram. ZnSO4.7H2O 1,720 gram. H3BO3 1,240 gram. KI 0,165 gram. CuSO4.5H2O 0,005 gram. Na2MO.2H2O 0,05 gram. COCl2.2H2O 0,005 gram.
  • Masukkan bahan satu persatu sampai larut ke dalam gelas piala yang berisi 700 ml aquadest. Aduk hingga larut.
  • Tuang larutan ke dalam labu takar dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen, tutup rapat, dan beri label Stok F.
  • Untuk membuat 1 liter medium MS dibutuhkan 5 ml stok F.

G. Larutan Stok G ( Vitamin ), 100 ml ( 1000 x konsentrasi )

  • Timbang Thiamin-HCl 0,01 gram. Nicotinic Acid 0,05 gram. Pyridoxin-HCl 0,05 gram. Glycine 0,2 gram.
  • Masukkan semua bahan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira 50 ml. Aduk hingga larut.
  • Tuang larutan ke dalam labu takar 100 ml dan tambah aquadest sampai tanda batas.
  • Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label Stok G.
  • Untuk membuat 1 liter medium MS dibutuhkan 1 ml stok F.

Kebutuhan larutan stok untuk membuat media MS dalam 1 liter bisa dilihat pada tabel berikut :

























REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif Modern. Kanisius. Yogyakarta.