-->

PENETAPAN KADAR AIR PADA PUPUK ORGANIK

Kadar air adalah presentase kandungan air dalam suatu bahan seperti tanah, pupuk, bahan pangan pertanian, bebatuan, dan sebagainya.


Penetapan Kadar Air Pupuk Organik

A. Prinsip

     Air dalam sampel pupuk organik diuapkan dengan cara pengeringan oven pada suhu 105 ºC selama semalam ( 16 jam ).

B. Alat
  • Neraca analitik
  • Botol timbang
  • Oven
  • Desikator
C. Prosedur Kerja
  • Nyalakan timbangan dan tekan zero, tunggu sampai angka menunjukkan 0,0000 gram. Letakkan botol timbang ke dalam pan dan catat berat kosong botol timbang ( catat sebagai a ).
  • Tambahkan sampel pupuk kira-kira mempunyai berat 2 - 5 gram ke dalam botol timbang. Catat berat botol timbang yang berisi sampel pupuk ( catat sebagai b ).
  • Kemudian masukkan ke dalam oven dan dikeringkan selama semalam pada suhu 105 ºC.
  • Dinginkan dalam desikator dan timbang ( catat sebagai c ).
  • Simpan sampel ini untuk penetapan kadar abu dan bahan organik dengan cara pengabuan.
D. Perhitungan




Dimana :
( b-c ) = Berat sampel asal dalam gram
( c-a ) = Berat sampel setelah dikeringkan dalam gram
100     = faktor konversi ke %

Faktor koreksi kadar air ( fk ) = 100 /(100 - % kadar air )
( Faktor koreksi ini digunakan dalam perhitungan analisa selain kadar air ).

Contoh :

1. Hitung kadar air suatu sampel pupuk organik apabila diketahui data sebagai berikut :
    - Berat botol timbang ( a ) = 9,8877 gram
    - Berat botol timbang yang berisi sampel ( b )= 12, 0576 gram
    - Berat b setelah di oven ( c ) = 11,9879 gram

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus kadar air, maka 
kadar air = ( 12,0576 - 11,9879 ) / ( 11,9879 - 9,8877 ) x 100
kadar air = ( 0,0697 / 2,1002 ) x 100
kadar air = 3,3187 %

Jadi kandungan kadar air dalam pupuk organik tersebut adalah 3,3187 %

DAFTAR PUSTAKA

Balai Penelitian Tanah. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah,Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Bogor.


Membuat Larutan HCl 0,5 N dari HCl 25 %

Bagi yang bekerja di Laboratorium pasti sudah terbiasa yang namanya membuat larutan, baik larutan pekat maupun larutan encer. Dalam membuat larutan encer untuk mempercepat pembuatan biasanya menggunakan pengenceran dari larutan pekat atau yang sudah tersedia di laboratorium. 

Pada artikel ini saya akan membahas bagaimana cara membuat larutan HCl 0,5 N apabila larutan yang tersedia di laboratorium adalah HCl 25 %.


Membuat 500 ml Larutan HCl 0,5 N dari HCl 25%

1. Mencari normalitas dari HCl 25 %, yaitu dengan menggunakan rumus :

Dimana : a = valensi HCl

Dari rumus didapatkan N = 8,15




2. Mencari volume HCl 25% yang dibutuhkan untuk membuat HCl 0,5 N

Dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2

N1 = Normalitas HCl 25%
V1 = Volume yang dibutuhkan
N2 = Normalitas HCl yang akan dibuat ( 0,5 N )
V1 = Volume yang akan dibuat ( 500 ml )

maka, 
8,15 x V1 = 0,5 x 500 ml
8,15 x V1 = 250
V1 = 30, 7 ml

Jadi HCl 25% yang dibutuhkan untuk membuat 500 ml HCl 0,5 N adalah 30,7 ml.

3.  Langkah dalam pembuatan 500 ml HCl 0,5 N yaitu :
  • Pipet 30,7 ml HCl 25%, masukkan ke dalam labu takar 500 ml yang sudah diisi aquades kira-kira 200 ml. Gojog sebentar. Tambahkan aquades sampai tanda batas pada labu takar. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen berwarna coklat, tutup rapat dan beri label.
  • HCl 0,5 N siap digunakan.

Contoh :

1. Bagaimana cara membuat 500 ml larutan HCl 0,1 N sedangkan larutan yang tersedia di laboratorium adalah HCl 30% ?

Penyelesaian :
Dengan menggunakan tahapan seperti diatas, didapatkan normalitas HCl 30 % adalah 9,78 N.
Dan volume yang dibutuhkan didapat dengan menggunakan rumus pengenceran yaitu :
N1 x V1 = N2 x V2
9,78 x V1 = 0,1 x 500
V1 = 5 ml

Jadi HCl 30% yang dibutuhkan untuk membuat 500 ml HCl 0,1 N adalah 5 ml.

>> Langkah pembuatan HCl 0,1 N dari HCl 30% yaitu :
Pipet 5 ml HCl 30%, masukkan ke dalam labu takar 500 ml yang sudah diisi aquades 200 ml. Gojog sebentar kemudian tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. Larutan HCl 0,1 N siap digunakan.

2. Bagaimana cara membuat 100 ml larutan HCl 0,1 N sedangkan larutan yang tersedia di laboratorium adalah  HCl 0,5 N

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus pengenceran maka dapat diketahui volume HCl 0,5 N yang dibutuhkan.
N1 x V1 = N2 x V2
0,5 x V1 = 0,1 x 100
V1 = 20 ml

Jadi HCl 0,5 N yang dibutuhkan untuk membuat 100 ml HCl 0,1 N adalah 20 ml.

>> Langkah pembuatan 100 ml HCl 0,1 N dari HCl 0,5 N  yaitu :
Pipet 20 ml HCl 0,5 N , masukkan ke dalam labu takar 100 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.



Optilab | Cara Menggunakan dan Kalibrasi Optilab

Artikel kali ini saya akan menulis tentang alat optilab yang mencakup pengertian optilab, kegunaan optilab, cara menggunakan optilab, dan cara kalibrasi optilab.

Pengertian Optilab

Optilab adalah kamera mikroskop yang digunakan sebagai alat bantu untuk mendokumentasikan objek-objek mikroskopis dengan cara mengubah mikroskop analog menjadi mikroskop digital. Lensa okuler pada mikroskop digantikan oleh kamera optilab yang terhubung dengan USB komputer.

Kegunaan Optilab

Kegunaan dari alat optilab yaitu :

  • Dapat menampilkan objek yang sedang diamati di bawah lensa objektif ke layar monitor.
  • Dapat mengambil gambar yang sedang diamati.
  • Dapat merekam/ video gambar yang sedang diamati.
  • Dapat menandai hasil gambar dengan panah atau teks.
  • Dapat menghitung objek dan melakukan pengukuran.
  • Dapat memberi garis skala.

Cara Menggunakan Optilab

Optilab dilengkapi dengan dua macam software atau perangkat lunak yaitu optilab viewer dan image raster. Optilab viewer berfungsi untuk mengamati gambar dengan beberapa perbesaran, mengambil gambar, dan merekam gambar yang sedang diamati. Sedangkan image raster berfungsi untuk mengedit gambar hasil capture oleh optilab viewer. Image raster dilengkapi dengan beberapa menu fungsi yaitu untuk menghitung jumlah objek, pengukuran panjang, pengukuran luasan bidang objek, dan untuk kalibrasi pengukuran.

Langkah- langkah menggunakan optilab :

  1. Pastikan software sudah terinstal dikomputer ( optilab viewer dan image raster ).
  2. Nyalakan komputer dan mikroskop.
  3. Buka "optilab viewer " pada tampilan desktop.
  4. Letakkan preparat sampel pada mikroskop. Atur fokus, cahaya, dan perbesaran yang diinginkan.
  5. Apabila sudah didapatkan objek yang diamati klik " capture " untuk mengambil gambar dan klik "video" apabila ingin merekam hasil yang diamati. Simpan hasil capture di lokal drive PC, laptop, atau notebook.
  6. Buka " image raster" apabila ingin mengukur panjang dan menghitung jumlah objek.


Contoh pengambilan gambar dengan optilab













Gb 1. Gambar akar anggrek dengan perbesaran 40x



Gb 2. Gambar akar anggrek dengan perbesaran 100x


Gb 3. Gambar akar anggrek dengan perbesaran 400x


Cara Kalibrasi Pengukuran Optilab

Cara kalibrasi optilab yaitu :
  1. Buka " image raster " pada tampilan desktop
  2. Kemudian buka gambar mikrometer hasil capture dari optilab viewer ( sesuai perbesaran yang diinginkan : 4x, 10x, 40x, 100x )
  3. Klik " calibrate " pada menu di samping kiri
  4. Klik perbesaran yang diinginkan ( 4x, 10x, 40x, 100x ) pada menu disamping kanan, kemudian klik "calibrate".
  5. Setelah itu akan muncul pilihan " use image from current scene " atau " use other image ". Karena gambar sudah ada maka pilih " use image from current scene " kemudian klik " next ".
  6. Klik mikrometer, geser dari ujung sampai ke ujung dan mikrometer akan ke blok warna merah.
  7. Jika 1 div = 0,01 mm = 10 mikrometer, maka jarak dari ujung ke ujung pada mikrometer adalah 1000 mikrometer, maka pada distance diisi nilai 1000 mikrometer = 1 mm. Kemudian klik " next "
  8. Klik " Finish Calibration (obtain Y-axis value from X-axis calibration value)", kemudian klik " next "
  9. Yang terakhir klik " I'm done. Save the result of this session", kemudian klik "finish".
Itulah sedikit artikel tentang optilab, semoga bermanfaat buat teman-teman semuanya.







Cara Pengenceran Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida merupakan senyawa kimia berbentuk cairan bening dengan rumus kimia H2O2. Nama lain dari hidrogen peroksida yaitu dioksidan, oksidanil, asam perhidroksat, dihidrogen dioksida, dan perhydrol.

Hidrogen peroksida bersifat korosi, pengoksidasi, dan berbahaya apabila tertelan atau terhirup. Menghirup H2O2 dengan konsentrasi di atas 10% dapat menyebabkan iritasi paru. Gunakan pelindung mata/ wajah,  masker, dan sarung tangan saat menngunakan bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah selesai menggunakan bahan kimia tersebut.

Hidrogen peroksida sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, ventilasi yang baik, dan jauhkan dari zat yang mudah terbakar. Hidrogen peroksida harus disimpan dalam wadah gelap/ tak tembus cahaya karena bahan ini mudah rusak ketika terkena cahaya.

Hidrogen peroksida digunakan untuk zat pemutih, antiseptik, dan sebagai oksidator. Di laboratorium, hidrogen peroksida sering dijumpai dengan konsentrasi 30 % ( untuk yang pro analyst ) atau 50 % ( untuk yang teknis ). Untuk penggunaan umumnya digunakan konsentrasi 3 %.

Untuk membuat hidrogen peroksida 3% dilakukan dengan pengenceran hidrogen peroksida 50%. Bagaimana cara membuatnya? Mari disimak!


Cara Membuat Hidrogen Peroksida (H2O2) 3% dari Hidrogen Peroksida 50%

Untuk membuatnya sangat mudah yaitu dengan menggunakan rumus pengenceran. Misal akan membuat 100 ml H2O2 3%

Rumus pengenceran :

K1 x V1 = K2 x V2

Dimana : 
K1 = Konsentrasi pekat
V1 = Volume H2O2 pekat yang harus dipipet
K2 = Konsentrasi yang diinginkan
V2 = Volume yang akan dibuat

Sehingga,
50% x V1 = 3% x 100 ml
V1 = 300 / 50
V1 = 6 ml

Jadi H2O2 50 % yang harus dipipet yaitu 6 ml.

** Cara Membuat :

Pipet H2O2 50% sebanyak 6 ml. Masukkan dalam labu takar 100 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas ( aquades 94 ml ). Gojog hingga homogen. Pindahkan dalam botol coklat dan tutup rapat. Beri label. Hidrogen peroksida 3% siap digunakan.


Cara Membuat Hidrogen Peroksida 100 ppm dari Hidrogen Peroksida 3%

Diketahui bahwa H2O2 3% = 30.000 ppm.

Misal akan membuat 1000 ml ( 1 liter )

Dengan menggunakan rumus pengenceran :

K1 x V1 = K2 x V2
30.000 x V1 = 100 x 1000 ml
V1 = 100.000 / 30.000
V1 = 3,3 ml

Jadi H2O2 3 % yang harus dipipet untuk membuat 100 ppm H2O2 yaitu 3,3 ml.

** Cara Membuat :

Pipet H2O2 3% sebanyak 3,3 ml. Masukkan dalam labu takar 1000 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas ( aquades 996,7 ml ). Gojog hingga homogen. Pindahkan dalam botol coklat dan tutup rapat. Beri label. Hidrogen peroksida 100 ppm siap digunakan.

Membuat Larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 40%

Artikel kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat larutan sodium hidroksida (NaOH) 0,1 N dari sodium hidroksida 40%. 


Pada saat akan membuat larutan sodium hidroksida 0,1 N sedangkan di laboratorium sudah tersedia larutan NaOH tapi dengan konsentrasi yang berbeda maka untuk mempermudah dalam membuat larutan bisa dilakukan dengan pengenceran ( dengan syarat larutan yang tersedia konsentrasinya lebih tinggi dari yang akan dibuat ).


Cara Membuat 1000 ml Larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 40%

1. Pertama, yang dilakukan yaitu mencari normalitas dari NaOH 40%. NaOH 40% artinya dalam setiap 100 ml larutan mengandung 40 gram NaOH. Jadi diketahui gram NaOH yaitu 40 gram.

Dengan menggunakan rumus normalitas yaitu 


Dimana, a = valensi
Diketahui : BM NaOH = 40 gr/mol
                   gram NaOH = 40 gram
                   volume = 100 ml = 0,1 Liter

N = ( 40 x 1 ) / ( 40 x 0,1)
N = 10

Jadi NaOH 40% mempunyai normalitas 10 N.

2. Menghitung kebutuhan NaOH 10 N untuk membuat NaOH 0,1 N sebanyak 1000 ml.

Dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2
10 x V1 = 0,1 x 1000 ml
V1 = 10 ml

Jadi NaOH 40% ( 10N ) yang harus dipipet yaitu 10 ml.

3. Cara membuat larutan NaOH 0,1 N sebanyak 1000 ml yaitu :
  • Pipet 10 ml NaOH 40%, masukkan ke dalam labu takar 1000 ml.
  • Tambahkan aquades sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan ke dalam botol reagen plastik dan beri label.
  • NaOH 0,1 N siap digunakan.

Contoh :

1. Bagaimana cara membuat 500 ml larutan NaOH 0,5 N sedangkan NaOH yang tersedia di laboratorium yaitu NaOH 40%. ( BM NaOH = 40 gr/mol ).

Penyelesaian :

Seperti yang sudah diketahui di atas bahwa normalitas dari NaOH 40% yaitu 10 N, dengan menggunakan rumus pengenceran maka diketahui NaOH 40% yang dibutuhkan.

Rumus pengenceran :
N1 xV1 = N2 x V2
10 x V1 = 0,5 x 500 ml
V1 = 25 ml.
Jadi NaOH 40% yang harus dipipet yaitu 25 ml.

Cara Membuat :
Pipet 25 ml NaOH 40%, masukkan ke dalam labu takar 500 ml kemudian tambah aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. NaOH 0,5 N siap digunakan.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M

Timbal (II) Nitrat atau Lead (II) Nitrat merupakan senyawa anorganik berbentuk serbuk putih dengan rumus kimia Pb (NO3)2


Timbal(II) nitrat bersifat toxic, oksidator, dan digolongkan berpotensi karsinogenik pada manusia oleh Badan Internasional Penelitian Kanker. Sehingga timbal(II) nitrat ini harus ditangani dan disimpan dengan tindakan pencegahan keselamatan yang memadai untuk mencegah tertelan, terhirup, dan terkena kulit. Karena sifatnya yang berbahaya, maka aplikasi terbatas timbal(II) nitrat berada di bawah pengawasan ketat.


Selalu berhati-hati saat menggunakan bahan kimia tersebut, gunakan sarung tangan, masker, dan jas laboratorium. Segera cuci tangan dan muka setelah menggunakan bahan kimia tersebut. Jangan menggunakan timbal(II) nitrat di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M Sebanyak 500 ml

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala 200 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu takar 500 ml
Bahan :
  • Timbal (II) nitrat/ Pb Nitrat 
  • Aquades
2. Menghitung kebutuhan timbal(II) nitrat untuk membuat 0,25 M ( 500 ml )

Diketahui :
Rumus kimia = Pb (NO3)2
Berat molekul = 331,2 gr/mol

Dengan menggunakan rumus molaritas yaitu :





0,25 M = (gr x 1000 ) / ( 331,2 gr/mol x 500 ml )
0,25 M = (gr x 1000 ) /  ( 165600 )
 gram = (165600 x 0,25) / 1000
 gram = 41,4 gram

Jadi timbal(II) nitrat yang harus ditimbang untuk membuat 0,25 M (500 ml) yaitu 41,4 gram.

3. Langkah - langkah membuat larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M yaitu :
  • Timbang  41,4 gram Timbal (II) nitrat / Pb Nitrat, masukkan dalam gelas piala 200 ml dan tambahkan aquades kira-kira 100 ml. Aduk hingga larut.
  • Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 500 ml kemudian tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan kembali ke dalam botol reagen, tutup rapat dan beri label.
  • Larutan timbal (II) nitrat/ Pb nitrat 0,25 M siap digunakan.
**Catatan : Timbal (II) nitrat 0,25 M sama dengan 0,5 N. 

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Timbal(II)_nitrat

https://www.merckmillipore.com ( MSDS Timbal (II) Nitrat )

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Membuat Reagen Nelson A, Nelson B, dan Arsenomolybdat

Reagen nelson A, nelson B, dan Arsenomolybdat ini biasa digunakan untuk analisa gula reduksi Metode Nelson Somogy. Sebelum membuat reagen mari pelajari sedikit tentang sifat fisik dan kimia dari bahan kimia yang dibutuhkan.

Berikut bahan kimia yang dibutuhkan untuk membuat reagen Nelson A, Nelson B, dan Arsenomolybdat beserta sifat-sifatnya :

1. Ammonium Molybdate ( Ammonium Heptamolybdate Tetrahydrate )

Rumus kimia : (NH4)6Mo7O24 · 4H2O

Berat Molekul : 1235,86 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Bahan kimia tersebut menyebabkan iritasi kulit, gangguan mata berat, dan menyebabkan iritasi pernafasan. Hindari menghirup bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

2. Disodium Hydrogen Arsenat

Rumus kimia : Na2HASO4 · 7H2O

Berat Molekul : 312,01 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Bahan kimia tersebut sangat beracun. Segera cuci tangan setelah kontak dengan bahan kimia tersebut. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, pelindung wajah, dan masker saat akan menggunakan bahan kimia tersebut.

3. Asam Sulfat ( Sulphuric Acid ) 95% - 98%

Rumus kimia : H2SO4

Berat Molekul : 98,08 gram/mol

Tampilan : Berbentuk cairan tidak berwarna dan agak kental

Asam sulfat bersifat korosif terhadap logam. Menyebabkan kulit terbakar yang parah dan kerusakan mata. Gunakan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan saat menggunakan bahan kimia tersebut.

4. Natrium Karbonat ( Sodium Carbonate )

Rumus kimia : Na2CO3

Berat Molekul : 105,99 gram/mol

Tampilan : Berbentuk bubuk warna putih 

Natrium karbonat menyebabkan iritasi mata yang serius. Jika terkena mata segera bilas dengan air selama beberapa menit. Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

5. Kalium Natrium Tartrat ( Potassium Sodium Tartrate Tetrahidrate )

Rumus kimia : C4H4KNaO6.4H2O

Berat Molekul : 282,22 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih 

Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

6. Natrium Bikarbonat ( Sodium Hydrogen Carbonate )

Rumus kimia : NaHCO3

Berat Molekul : 84,01 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih dan tidak berbau

Natrium bikarbonat ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

7. Natrium Sulfat Anhidrat ( Sodium Sulphate Anhydrous )

Rumus kimia : NaSO4

Berat Molekul : 142,04 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Natrium sulfat ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

8. Kupri Sulfat Pentahidrat ( Tembaga II Sulfat Pentahidrat )

Rumus kimia : CuSO4 . 5 H2O

Berat Molekul : 249,6 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat berwarna biru dan tidak berbau

Kupri sulfat ini termasuk bahan kimia berbahaya. Berbahaya jika tertelan, menyebabkan kerusakan mata yang serius, dan sangat toksik pada kehidupan perairan dengan efek jangka panjang. Gunakan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan saat menggunakan bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah selesai menggunakan bahan kimia tersebut.

Cara Membuat Reagen Arsenomolybdat

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 100 ml dan 500 ml
  • Gelas ukur 25 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Ammonium molybdat
  • Asam sulfat pekat
  • Disodium hidrogen arsenat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Arsenomolybdat :
  1. Timbang 25 gram ammonium molybdat kemudian larutkan dengan aquades 450 ml. Tambahkan 25 ml asam sulfat pekat. Aduk hingga larut.( Larutan A )
  2. Timbang 3 gram disodium hidrogen arsenat dan larutkan dengan 25 ml aquades. ( Larutan B )
  3. Tuang larutan B ke dalam larutan A. Aduk-aduk hingga larut sempurna.
  4. Pindahkan ke dalam botol reagen coklat dan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Reagensia ini berwarna kuning.

Cara Membuat Reagen Nelson A

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 500 ml
  • Labu takar 500 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Natrium karbonat
  • Kalium natrium tartrat
  • Natrium bikarbonat/ natrium hidrogen karbonat
  • Natrium sulfat anhidrat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Nelson A :
  1. Timbang 12,5 gram natrium karbonat, 12,5 gram kalium natrium tartrat, 10 gram natrium bikarbonat, dan 100 gram natrium sulfat anhidrat. Larutkan semua bahan dalam 350 ml aquades. Aduk hingga larut.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquades sampai tanda batas ( volume 500 ml). Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan kembali ke dalam botol reagen dan beri label. Reagen ini berwarna putih.

Cara Membuat Reagen Nelson B

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 100 ml
  • Labu takar 50 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Tembaga (II) Sulfat ( CuSO4. 5H2O )
  • Asam sulfat pekat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Nelson B :
  1. Timbang 7,5 gram tembaga (II) sulfat. Larutkan dengan 25 ml aquades. Tambah 1 tetes asam sulfat pekat. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 50 ml dan tambahkan dengan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan kembali ke dalam botol reagen dan beri label. Reagen ini berwarna biru.
Itulah cara membuat reagen nelson A, nelson B, dan Arsenomolybdat. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

REFERENSI

Sudarmadji, S., Haryono, B., Suhadi. 1984. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Liberty.