-->

Membuat Larutan Amonium Nitrat (NH4NO3) 1 M

Amonium Nitrat adalah senyawa kimia berbentuk padatan kristal putih dan sangat larut dalam air. Amonium nitrat merupakan garam nitrat dari kation amonium. Rumus kimia amonium nitrat yaitu NH4NO3

Senyawa ini utamanya digunakan dalam pertanian sebagai pupuk kaya nitrogen. Selain itu senyawa ini juga digunakan sebagai komponen campuran peledak dalam industri pertambangan dan kontruksi sipil.

Amonium nitrat memiliki berat molekul 80,043 gr/mol. Kelarutan dalam air :

  • 118 g/100 ml (0 °C)
  • 150 g/100 ml (20 °C)
  • 297 g/100 ml (40 °C)
  • 410 g/100 ml (60 °C)
  • 576 g/100 ml (80 °C)
  • 1024 g/100 ml (100 °C)
Berdasarkan simbol piktogram yang tertera pada botol kemasan, amonium nitrat ini bersifat mudah meledak. Jauhkan dari panas/ percikan api/ api terbuka/ permukaan panas.

Membuat Larutan Amonium Nitrat (NH4NO3) 1 M, 500 ml

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Labu takar 500 ml
  • Gelas beker/piala 200 ml
  • Batang pengaduk
Bahan :
  • Amonium Nitrat ( NH4NO3)
  • Aquadest
2. Menghitung kebutuhan Amonium Nitrat untuk membuat 1 M sebanyak 500 ml

Dengan menggunakan rumus molaritas, yaitu :
M = (gr/Mr ) x ( 1000/V )
1 M = (gr/80,043) x ( 1000/500)
1 M= (gr/80,043) x 2
gr = (80,043 x 1 ) / 2
gr = 40,02 gram

Jadi NH4NO3 yang dibutuhkan untuk membuat amonium nitrat 1 M yaitu 40,02 gram.

Catatan : Amonium Nitrat 1 M ini setara dengan 1 N

3. Langkah Membuat Amonium Nitrat 1 M yaitu :
  • Timbang Amonium Nitrat sebanyak 40,02 gram. Masukkan ke dalam gelas piala kemudian larutkan dengan aquadest 150 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  • Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambah aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Larutan Amonium Nitrat 0,1 M siap digunakan.

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Amonium_nitrat

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Cara Membuat Larutan Kupri Sulfat ( CuSO4.5H2O ) 0.5 M

Kupri Sulfat Pentahidrat / Copper (II) Sulfate Pentahydrate/ Tembaga (II) Sulfat Pentahidrat merupakan senyawa kimia berbentuk serbuk dengan warna biru terang. Rumus kimia Kupri Sulfat Pentahidrat yaitu CuSO4. 5H2O.


Rumus molekul CuSO4.5H2O yaitu 249,70 gr/mol, densitas 2,284 gr/cm3, kelarutan dalam air 316 g/L pada suhu 0 °C  dan 2033 g/L pada suhu 100 °C. Untuk kelarutan dalam metanol 10,4 gr/L pada suhu 18 °C dan tidak larut dalam etanol.

Untuk penggunaan di laboratorium kupri (II) sulfat digunakan sebagai reagen analisis untuk mengetes gula reduksi.

Kupri (II) sulfat pentahidrat bersifat mengiritasi. Biasanya manusia terpapar kupri sulfat melalui kontak mata atau kulit, termasuk juga dengan menghirup serbuk atau debunya. Asal tidak terkena paparan tinggi, kupri sulfat tidak terlalu beracun. Kupri sulfat akan menjadi racun dalam tubuh manusia apabila terkena paparan 11mg/kg. Karena kupri sulfat akan menyebabkan iritasi pada sistem pencernaan, apabila tertelan akan langsung muntah. Setelah 1-12 gram kupri sulfat tertelan, tanda-tanda racun akan muncul seperti rasa terbakar di dada, mual, diare, muntah, sakit kepala, dan akan menyebabkan kulit menjadi kuning. Selain itu, keracunan kupri sulfat juga merusak otak, hati, dan ginjal.

Membuat Larutan Kupri (II) Sulfat Pentahidrat 0,5 M ( 1N ), 500 ml

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat : 
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala 50 ml dan 200 ml
  • Labu takar 500 ml
  • Pengaduk kaca
  • Pipet ukur 5 ml
  • Botol semprot
Bahan :
  • CuSO4.5H2O
  • Asam sulfat 97% ( pekat )
  • Aquadest
2. Menghitung kebutuhan CuSO4.5H2O untuk membuat 0.5 M ( 1 N ) yaitu,

>> Dengan menggunakan rumus molaritas apabila diketahui molaritasnya
M = ( gr / 249.70 ) x ( 1000/500 ml)
0.5 = ( gr / 249.70 ) x 2
gr = ( 249.70 x 0.5 ) / 2
gr = 62.4 gram

Jadi CuSO4.5H2O yang harus ditimbang untuk membuat 0.5 M, 500 ml yaitu 62.4 gram.

>> Dengan menggunakan rumus normalitas apabila diketahui normalitasnya
N = (gr x 2 ) / ( 249.70 x 0.5 L )
1 = ( gr x 2 ) / 124.85
gr = ( 124.85 x 1 ) / 2
gr = 62.4 gram
Jadi CuSO4.5H2O yang harus ditimbang untuk membuat 1 N, 500 ml yaitu 62.4 gram.

3. Cara membuat larutan CuSO4.5H2O 0.5 M ( 1 N ) yaitu :
  • Timbang 62.4 gram CuSO4.5H2O dalam gelas piala 50 ml.
  • Pipet Asam sulfat ( H2SO4) pekat 2.5 ml dan larutkan ke dalam gelas piala yang berisi aquadest 100 ml.
  • Kemudian larutkan CuSO4.5H2O ke dalam larutan yang berisi asam sulfat tadi. Aduk hingga larut sempurna.
  • Masukkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.
  • Larutan CuSO4.5H2O 0.5 M ( 1 N ) siap digunakan.

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga(II)_sulfat

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta


Membuat Larutan Magnesium Sulfat 0,25 M

Magnesium Sulfat ( MgSO4 ) adalah senyawa kimia anorganik yang mengandung magnesium, sulfur, dan oksigen. Magnesium sulfat di alam terdapat dalam bentuk mineral sulfat heptahidrat ( MgSO4.7H2O) atau disebut dengan garam epsom.

Di laboratorium biasanya yang tersedia yaitu magnesium sulfat heptahidrat. Jadi dalam artikel ini hanya akan dibahas cara membuat larutan magnesium sulfat heptahidrat. 

Sifat fisik dari Magnesium sulfat heptahidrat yaitu berbentuk padatan kristal putih dan tidak berbau. Magnesium sulfat heptahidrat mempunyai berat molekul 246,47 gr/mol dan kelarutan dalam air yaitu 71 gram/100 ml pada suhu 20 .



Berikut cara membuat larutan MgSO4.7H2O 0,25 M dari MgSO4.7H2O padat di laboratorium

Cara Membuat larutan Magnesium Sulfat ( MgSO4.7H2O ) 0.25 M ( 0.5 N ) sebanyak 500 ml

1. Langkah awal yang perlu dilakukan sebelum membuat larutan yaitu menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

Alat :
- Timbangan analitik
- Gelas beker/ piala 200 ml
- Pengaduk kaca
- Spatula
- Labu takar 500 ml
- Botol semprot

Bahan :
- MgSO4.7H2O padat
- Aquadest

2. Menghitung kebutuhan MgSO4.7H2O untuk membuat MgSO4.7H2O 0,25 M

Diketahui :
Mr = 246,47 gr/mol

Dicari : MgSO4 yang perlu ditimbang/dibutuhkan...?

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus molaritas 
M = gr/Mr x 1000/V
0,25 = gr/ 246,47 x 1000/ 500
0,25 = (gr/ 246,47) x 2
gr = (0,25 x 246,47) / 2
gr = 30,8 gram

Jadi MgSO4.7H2O yang perlu ditimbang yaitu 30,8 gram.

Apabila menggunakan rumus normalitas maka,
N = (gr/Mr x 1000/V ) x valensi
0,5 = ( gr/246,47 x 1000/500 ) x 2
0,5 = ( gr/ 246,47 x 2 ) x 2
gr = ( 246,47 x 0,5 ) / 4
gr = 30,8 gram ( Hasil sama seperti pd rumus molaritas )

3. Langkah Membuat Larutan

- Timbang MgSO4.7H2O sebanyak 30,8 gram. Masukkan ke dalam gelas beker dan tambahkan aquadest 100 ml. Aduk hingga larut sempurna.
- Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
- Larutan MgSO4.7H2O 0,25 M siap digunakan.

.


Jual Buret di Yogyakarta

Jagad Kimia menyediakan Buret Herma ukuran 25 ml. Akhir-akhir ini, banyak dicari buret 25 ml produk Herma yang digunakan untuk menghitung rasio kompresi mesin. Untuk detail caranya mungkin bisa googling ya bagaimana menghitung rasio kompresi mesin dengan metode buret karena saya terbiasa mengaplikasikannya di laboratorium :)

Sebelumnya sedikit flasback ya apa itu buret dan kegunaannya.

Pengertian Buret

Buret adalah alat laboratorium yang terbuat dari kaca yang berbentuk silinder panjang. Alat ini memiliki garis ukur dengan ujung atas terbuka dan ujung bagian bawah runcing dan dilengkapi dengan kran pembuka dan penutup. Kran pada buret ini berfungsi untuk menjaga tetesan sejumlah reagen cair dalam eksperimen titrasi. Buret sangatlah akurat, buret kelas A memiliki akurasi sampai dengan ± 0.05 ml.

Kegunaan Buret

Pada umumnya buret digunakan untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, contohnya pada proses titrasi.

>> Kegunaan Buret di Laboratorium
Buret di laboratorium digunakan dalam proses titrasi yang membutuhkan perhitungan volume yang tepat. Buret digunakan sebagai tempat dari titran atau reagen kimia cair yang telah diketahui konsentrasinya.

>> Kegunaan Buret Untuk Menghitung Rasio Kompresi Mesin
Kegunaan buret selain di Laboratorium juga digunakan untuk menghitung rasio kompresi pada mesin sepeda motor. Bagi yang suka modifikasi mesin pada sepeda motor tentu sudah paham dengan istilah rasio kompresi.

Rasio kompresi pada mesin sepeda motor dapat dihitung dengan menggunakan metode buret. Untuk cara lengkapnya bisa cari di google ya.

Ukuran Buret

Ada beberapa ukuran buret yang perlu diketahui yaitu : 

1. Buret Makro
Buret ini mempunyai kapasitas volume 50 ml dengan skala ukuran terkecil yang dapat dibaca adalah  0,1 ml.

2. Buret Semimikro
Buret ini mempunyai kapasitas volume 25 ml dengan skala ukuran terkecil yang dapat dibaca adalah  0,05 ml.

3. Buret Mikro
Buret ini mempunyai kapasitas volume 10 ml dengan skala ukuran terkecil yang dapat dibaca adalah  0,02 ml


Itulah penjelasan sedikit tentang pengertian buret, kegunaan, dan ukurannya.
Bagi yang berminat untuk membeli buret bisa menghubungi WA admin ya !!!

Harga Buret 25 ml Herma

1 buah = @ Rp. 155.000, -

Di atas 10 = Nego tipis :)



Bahan Kimia di Laboratorium

Sebuah laboratorium pasti tidak lepas dari alat dan bahan kimia. Banyak jenis bahan kimia yang ada di laboratorium. Bahan kimia di laboratorium memiliki tingkat bahaya yang berbeda-beda. Beberapa bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan memerlukan penanganan yang khusus.

Berikut bahan kimia di laboratorium yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena sifatnya yang dapat menganggu kesehatan.

1. Asam Sulfat ( H2SO4 )

Asam Sulfat/ Sulphuric Acid dengan rumus kimia H2SO4 merupakan asam mineral kuat yang berbentuk cairan kental seperti minyak, tidak berwarna, dan tidak berbau. 

Bahan kimia ini bersifat korosif dan akan menimbulkan luka seperti luka bakar apabila mengenai jaringan kulit. Apabila akan menggunakan bahan kimia ini lakukan di dalam lemari asam, gunakan kacamata pelindung, sarung tangan, dan pelindung muka. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan kimia ini.

Untuk pengenceran asam sulfat selalu tambahkan asam sulfat secara perlahan-lahan ke dalam air ( bahan pengencer ) dan jangan terbalik menambahkan air ke dalam asam. Air mempunyai massa jenis yang lebih rendah daripada asam sulfat dan air mengapung di atasnya, sehingga apabila air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, ia akan mendidih dan bereaksi dengan keras.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena asam sulfat pekat adalah guyur bagian yang terkena asam sulfat dengan air yang mengalir selama 10-15 menit. Hal ini bertujuan untuk mendinginkan jaringan disekitar luka dan mencegah adanya kerusakan sekunder.

2. Asam Klorida ( HCl )

Asam Klorida/Hydrochloric Acid dengan rumus kimia HCl merupakan asam kuat yang berbentuk cairan bening, tidak berbau, dan berasap.

Asam klorida ini bersifat korosif, dapat menyebabkan iritasi dan luka bakar. Sangat berbahaya jika tertelan. Hindari uap atau asapnya. Apabila akan menggunakan bahan kimia ini lakukan di dalam lemari asam. Gunakan kacamata pelindung, sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung muka untuk menghindari kontak dengan mata, kulit, dan pakaian. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan kimia ini.

Untuk pengenceran sama seperti pada asam sulfat. Selalu tambahkan asam klorida ke dalam air ( aquadest ) dan jangan terbalik.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena bahan kimia ini adalah :

1. Apabila terkena kulit, segera basuh kulit dengan air mengalir selama 15 menit.

2. Apabila terkena mata, basuh mata dengan air mengalir paling sedikit 15 menit. Buka tutup pelupuk mata beberapa kali dan cari bantuan medis.

3. Apabila terkena pernafasan, segera cari udara segar, jika tidak bisa bernafas berikan pernafasan buatan atau oksigen.

Untuk membersihkan tumpahan asam klorida yaitu serap tumpahan dengan lap basah, kemudian buang dalam tempat sampah kimia. Netralkan dengan basa lemah.

BACA JUGA : Simbol Bahan Kimia Berbahaya

3. Asam Nitrat

Asam Nitrat/ Nitric Acid merupakan senyawa kimia yang berbentuk cairan bening, tidak berwarna, dan sedikit berasap. Pada suhu ruangan, asam nitrat berbentuk uap berwarna merah atau kuning. Rumus kimia asam nitrat yaitu HNO3.

Asam Nitrat bersifat korosif, menyebabkan luka bakar apabila kontak dengan bahan ini. Lakukan di dalam lemari asam apabila akan menggunakan bahan kimia ini dan gunakan kacamata pelindung, sarung tangan dan jas laboratorium. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan ini.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena asam nitrat adalah basuh bagian yang terkena asam nitrat dengan air yang mengalir selama 15 menit. Apabila terhirup, segera cari udara segar. Jika kesulitan bernafas gunakan oksigen atau pernafasan buatan.

4. Natrium Hidroksida

Natrium Hidroksida/ Sodium Hydroxide dengan rumus kimia NaOH merupakan senyawa kimia anorganik yang berbentuk butiran atau pelet berwarna putih.

Natrium hidroksida bersifat higroskopis/ mudah larut dalam air dan melepaskan panas ketika dilarutkan. Bahan kimia ini dapat merusak jaringan tubuh yang menyebabkan luka bakar dan menyebabkan kebutaan permanen apabila kontak dengan mata. Gunakan jas laboratorium, sarung tangan pelindung, dan kacamata pelindung saat membuat larutan natrium hidroksida.

Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia ini dan segera basuh dengan air selama 15 menit apabila kontak dengan kulit.

Penyimpanan Natrium hidroksida sebaiknya disimpan pada tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi yang baik. Wadah harus tertutup rapat.

5. Amonia

Amonia dengan rumus kimia NH3 merupakan senyawa kimia dalam bentuk gas atau cair dengan bau tajam yang khas.

Menghirup amonia konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan sesak nafas. Amonia tidak mudah terbakar, dan merupakan bahan kimia yang beracun apabila terhirup.

Di Laboratorium biasanya digunakan amonia larutan 25%. Lakukan di dalam lemari asam apabila akan menggunakan bahan kimia ini dan gunakan sarung tangan pelindung, jas lab, dan pelindung muka. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan kimia ini.

BACA JUGATata Tertib dan Keselamatan Kerja di Laboratorium

Itulah beberapa bahan kimia yang sering dijumpai di laboratorium yang perlu penanganan khusus dan hati-hati apabila akan menggunakan bahan kimia tersebut. Bukan berarti bahan kimia yang lain yang tidak disebutkan di atas tidak berbahaya ya. Hampir semua bahan kimia itu berbahaya. Selalu gunakan pelindung dan jas laboratorium apabila bekerja di laboratorium. Taati peraturan keselamatan kerja di laboratorium.

Sumber : 

1. Wikipedia
2. Buku " Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian" oleh Slamet Sudarmadji.


                     

Cara Membuat Larutan

Bagi yang terbiasa bekerja atau melakukan penelitian di laboratorium pasti tidak asing dengan istilah larutan dan cara membuat larutan. Cara membuat larutan merupakan hal yang harus dikuasai dengan benar oleh seorang laboran maupun mahasiswa yang akan melakukan penelitian/ praktikum di laboratorium.

Sebelum mempelajari cara membuat larutan, sebaiknya pahami dulu apa itu larutan.

Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan maka disebut zat terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak di dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan

Cara Membuat Larutan

Cara membuat larutan ada beberapa macam yaitu :

A. Pembuatan Larutan dari Bahan Padat

1. Hal pertama yang dilakukan sebelum membuat larutan dari bahan padat yaitu menghitung gram bahan yang dibutuhkan untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu.
2. Menyiapkan alat yang dibutuhkan ( spatula, pengaduk kaca, gelas beaker, dan labu ukur )
2. Menimbang bahan yang dibutuhkan sesuai dengan hasil perhitungan
3. Melarutkan bahan dengan pelarut (bisa aquadest, atau yang lainnya sesuai kebutuhan ) sesuai dengan batas yang diinginkan.

Contoh :
Membuat larutan NaOH 0,1 M sebanyak 1 liter (Mr NaOH = 40 gr/mol ). Maka harus menghitung dulu berapa gram NaOH yang dibutuhkan. Caranya dengan mengunakan rumus molaritas :
M = gr/Mr x 1000/V
0,1 M = gr/40 x 1000/1000ml
gr = 4 gram
Maka NaOH yang dibutuhkan untuk membuat NaOH 0,1 M yaitu 4 gram.

Kemudian timbang NaOH sebanyak 4 gram dengan menggunakan neraca analitik, Di dalam gelas beaker 100 ml larutkan NaOH dengan aquadest sampai larut sempurna. Masukkan larutan ke dalam labu ukur 1000 ml. Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. Larutan NaOH 0,1 M siap digunakan.

B. Pembuatan Larutan dari Bahan Cair

Sama seperti pada pembuatan larutan dari bahan padat, hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat larutan dari bahan cair yaitu mencari normalitas/ molaritas dari suatu bahan cair.
Untuk menghitung molaritas bahan cair dengan menggunakan rumus :
M = (10 x % x berat jenis ) / BM

Sedangkan untuk menghitung normalitas bahan cair dengan menggunakan rumus :
N = (10 x % x berat jenis x valensi ) / BM

%, Mr, dan berat jenis tertera pada label botol.

Contoh :
Membuat larutan Asam Sulfat ( H2SO4 ) 4 N sebanyak 1 liter. Maka harus menghitung normalitas bahan cair pekat lebih dahulu.
Diketahui : konsentrasi asam sulfat 96 %, berat jenis = 1,84 gr/ml,  Mr H2SO4 = 98,08 gr/mol
N = ( 10 x 96% x 1,84 x 2 ) / 98,08
N = 36 N
Maka normalitas dari asam sulfat pekat ( 96%) adalah 36 N.

Selanjutnya dengan menggunakan rumus pengenceran :
V1 x N1 = V2 x N2
V1 x 36 = 1000 ml x 4
V1 = 4000/36
V1 = 111,1 ml
Maka H2SO4 yang dibutuhkan untuk membuat H2SO4 4N sebanyak 1 liter adalah 111,1 ml.

Kemudian ambil H2SO4 pekat sebanyak 111,1 ml dengan menggunakan gelas ukur. Masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml yang sebelumnya sudah diisi aquadest sebanyak 300 ml. Gojog sebentar dengan perlahan - lahan. Tambahkan aquadest sampai tanda batas, biarkan dingin. Larutan H2SO4 4 N siap digunakan.

C. Pembuatan Larutan dengan Pengenceran

Pembuatan larutan dengan pengenceran yaitu dengan cara mengencerkan larutan yang konsentrasinya lebih tinggi.

Contoh : 
Membuat larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 1 N sebanyak 1 liter. Maka kita harus mencari volume NaOH 1 N yang dibutuhkan.
Dengan menggunakan rumus pengenceran : 
N1 x V1 = N2 x V2

Dimana, 
N1 = NaOH 1 N 
V1 = ....yang dicari
N2 = 0,1 N
V2 = 1000 ml

1 x V1 = 0,1 x 1000 ml
V1 = 100 ml
Maka Volume NaOH 1 N yang dibutuhkan untuk membuat NaOH 0,1 N sebanyak 1 liter adalah 100 ml.

Diambil 100 ml NaOH 1 N masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml. kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas.

Itulah beberapa cara membuat larutan yang biasa dilakukan di laboratorium. Bagi mahasiswa baru penting banget untuk mempelajari ini sebelum menginjakkan kaki di laboratorium. Wkwkwk...

Semoga bermanfaat :)







Cara Membuat Larutan Alkohol 70%

Sebelum membuat larutan alkohol 70%, mari kita mengenal sedikit tentang apa itu alkohol dan kegunaannya.

Alkohol adalah senyawa turunan alkana yang memiliki gugus fungsi hidroksil (-OH). Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol dan untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol atau grup alkohol yang lainnya. Begitu juga alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi dan pendidikan, alkohol yang dimaksud adalah etanol. Dalam ilmu kimia, alkohol memiliki pengertian yang lebih luas lagi.



Alkohol memiliki banyak kegunaan yaitu digunakan untuk minuman beralkohol, bahan bakar, kegunaan sains, kedokteran, dan industri. Berikut kegunaan dari alkohol :

  • Metanol

Metanol digunakan sebagai bahan pelarut kimia, bahan pembuat formalin, dan campuran untuk bahan bakar bensin.

  • Etanol
Etanol digunakan sebagai antiseptik, bahan baku membuat hand sanitizer, bahan bakar (spirtus), campuran untuk minuman beralkohol, dan pelarut senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air.
  • Etilen Glikol
Campuran 50% V (berdasarkan volume ) etilen glikol dalam air digunakan sebagai zat antibeku pada radiator mobil.
  • Gliserol
Gliserol digunakan sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan, dan pembuatan tinta.

Itulah beberapa kegunaan alkohol. Namun alkohol yang sering dijumpai adalah etanol. Bagaimana cara membuat alkohol ( etanol ) 70% yang sering digunakan sebagai antiseptik, untuk membersihkan luka, dan pembersih alat-alat medis ???

Cara Membuat Alkohol ( Etanol ) 70% dari Alkohol 96% sebanyak 1000 ml

Alkohol 96% mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi daripada alkohol 70%. Larutan dengan konsentrasi yang tinggi disebut larutan pekat, sedangkan larutan dengan konsentrasi rendah disebut larutan encer. 

Larutan encer dapat dibuat dengan menggunakan cara pengenceran dari larutan pekat.
Rumus pengenceran = V1 x K1 = V2 x K2
Dimana :
V1 = Volume larutan pekat yang dibutuhkan
K1 = Konsentrasi larutan pekat
V2 = Volume larutan encer yang dibuat
K2 = Konsentrasi larutan encer

Maka,
V1 x K1 = V2 x K2
V1 x 96% = 1000 ml x 70%
V1 = 70000 / 96
V1 = 729 ml
Jadi alkohol 96% yang dibutuhkan untuk membuat alkohol 70% yaitu 729 ml. 

Langkah - langkah membuat larutan alkohol 70% :
  • Diambil alkohol 96% sebanyak 729 ml dengan menggunakan gelas ukur. 
  • Kemudian pindahkan ke dalam labu ukur 1000 ml dan tambah aquadest sampai tanda batas ( aquadest 271 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan alkohol 70% ke dalam botol reagen plastik dan tutup rapat agar tidak menguap.


Sumber : 

Mulyono, H. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

https://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol