-->

Cara Menggunakan Thermohygrometer Digital

Thermohygrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban pada suatu tempat atau ruangan.

Thermohygrometer terdiri dari thermohygrometer analog dan thermohygrometer digital. Pada artikel sebelumnya sudah pernah dibahas cara menggunakan thermohygrometer analog dan cara kalibrasinya.

Sekarang saya akan membahas cara menggunakan, cara kalibrasi, dan cara perawatan alat pada thermohygrometer digital.


Mengenal Fungsi Tombol dan Pengaturan Awal Alat

Thermohygrometer digital yang akan saya bahas ini produk dari ISOLAB

>> Fungsi Tombol

1. MODE
Tombol ini digunakan untuk mengalihkan waktu dan alarm. Untuk mengatur waktu yaitu tahan  tombol selama 2 detik.

2. ADJ
Tombol ini digunakan untuk mengalihkan waktu dan tanggal.

3. C/F
Tombol ini digunakan untuk mengalihkan satuan suhu yaitu celcius atau fahrenheit.

4. MAX/MIN
Tombol ini digunakan untuk menampilkan suhu dan kelembaban tertinggi atau terendah dalam memory, digunakan juga untuk menghapus memory.

>> Pengaturan Alat

1. Untuk menghidupkan thermohygrometer langkah awal yaitu memasukkan baterai ke dalam wadah baterai, layar akan menampilkan semua kata, setelah 3 detik akan menampilkan waktu, waktu 12.00, tanggal 1/1

2. Tahan tombol MODE selama 2 detik, maka kita dapat mengatur sistem menit, jam 12/24, bulan, hari, apabila selama 1 menit tidak menekan tombol, otomatis tampilan kembali ke awal.

3. Tekan tombol MODE ke mode alarm, tahan MODE selama 2 detik untuk mengatur alarm ke menit, jam. pada mode alarm tekan tombol ADJ untuk memilih empat keadaan ( lihat layar LCD ) :
a. Tampilan tanda (logo sinyal penuh ) : untuk mengingatkan ketika waktunya hanya dalam jam
b. Tampilan tanda ( lonceng ) : untuk mengingatkan bahwa alarm menyala
c. Tanda dua-duanya ( logo sinyal dan lonceng ) menyala : dua fungsi semuanya aktif
d. Tanda dua-duanya (logo sinyal dan lonceng) tidak menyala : dua fungsi semuanya tidak aktif

4. Tekan tombol C/F, maka nilai temperatur akan menampilkan Fahrenheit, tekan lagi maka akan menampilkan celcius.

5. Tekan tombol MAX/MIN , akan menampilkan nilai tertinggi dan terendah suhu dan kelembaban yang diukur, tahan tombol selama 2 detik maka akan menghapus semua data.

Cara Menggunakan Thermohygrometer Digital 

Cara menggunakan thermohygrometer digital sangat mudah yaitu : 
  1. Letakkan alat pada tempat atau ruangan yang akan diukur suhu dan kelembabannya
  2. Tunggu beberapa saat
  3. Catat hasil yang di dapat ( kelembaban dalam % dan suhu dalam celcius )

 Cara Merawat Thermohygrometer Digital

Agar alat dapat digunakan secara optimal maka perlu dilakukan perawatan yang benar. Cara merawat thermohygrometer digital yaitu :
1. Lepas baterai apabila tidak digunakan dan masukkan alat pada tempatnya.
2. Kalibrasi secara rutin.

Cara Kalibrasi Thermohygrometer Digital

Cara kalibrasi thermohygrometer digital yaitu :
  1. Siapkan toples, wadah kecil, dan thermohygrometer digital.
  2. Ambil 2 sendok garam dapur, masukkan dalam wadah kecil.
  3. Teteskan air pada garam dapur sampai garam basah seperti pasir basah.
  4. Masukkan wadah kecil berisi garam dan thermohygrometer ke dalam toples (posisi berdampingan )
  5. Tutup rapat toples dan biarkan selama 8 jam pada suhu kamar
  6. Setelah 8 jam thermohygrometer akan menunjukkan angka 75%
Jika thermohygrometer tidak menunjukkan angka 75% maka lakukan setting ulang. Apabila tidak ada sistem pengaturan maka cukup dengan menandai kelebihan atau kekurangan nilai pada alat tersebut.

Membuat Hand Sanitizer Sesuai Dengan Surat Edaran BPOM

Menggunakan hand sanitizer merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona penyebab COVID-19. Namun penggunaan hand sanitizer tidak boleh berlebihan karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit.


Hand sanitizer merupakan antiseptik dalam bentuk cair yang dapat menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan tubuh hidup.

Hand Sanitizer bisa dibuat sendiri dengan menggunakan bahan - bahan berdasarkan surat edaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan yang sesui dengan anjuran WHO.

Cara Membuat Hand Sanitizer 

Alat 

  1. Gelas Ukur 1000 ml
  2. Gelas Ukur 50 ml
  3. Gelas Ukur 25 ml
  4. Gelas Beker 500 ml
  5. Batang Pengaduk
  6. Botol Kaca
Bahan
  1. Alkohol/ Etanol 96%
  2. Gliserol 98%
  3. Hidrogen Peroksida 3%
  4. Aquadest

Prosedur Kerja 
  1. Ambil 833 ml etanol 96%  dimasukkan ke dalam gelas ukur 1000 ml.
  2. Tambahkan 41,7 ml hydrogen peroksida 3% dan 14,5 ml gliserol 98% ke dalam gelas ukur berisi etanol tersebut.
  3. Tambahkan aquadest sampai volume 1000 ml, aduk hingga homogen.
  4. Kemudian pindahkan campuran ke dalam botol kaca.
  5. Simpan selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari botol tersebut.


Note : Apabila menginginkan bau hand sanitizer yang segar bisa ditambahkan parfum wangi buah atau bunga. Cukup 0,3 ml untuk 1 liter hand sanitizer.


Membuat Larutan Kalium Iodida ( KI ) Jenuh dan 0.5 M

Kalium Iodida ( Pottasium Iodida ) adalah suatu senyawa kimia berbentuk bubuk padat, berwarna putih dengan rumus kimia KI. 

Kelarutan KI dalam air adalah :

  • 128 gram/ 100 ml ( 0 °C )
  • 140 gram/ 100 ml ( 20 °C )
  • 176 gram/ 100 ml ( 60 °C )
  • 206 gram/ 100 ml ( 100 °C )
Di Laboratorium bidang bahan makanan kalium iodida digunakan untuk penentuan angka yodium ( digunakan larutan KI 15% ) dan untuk penentuan angka peroksida ( digunakan larutan KI jenuh )

Dalam membuat larutan iodine digunakan juga KI yaitu untuk meningkatkan kelarutan iodine dalam air dan mengurangi penguapan iodine.



Kalium Iodida dapat menyebabkan kerusakan organ tiroid melalui pemaparan yang berkepanjangan atau berulang jika tertelan. Gunakan masker dan berhati - hati saat akan membuat larutan KI.
                                                                       

Cara Membuat Larutan KI Jenuh

Yang disebut larutan jenuh yaitu apabila larutan yang mengandung zat terlarut berada dalam konsentrasi maksimum ( tidak bisa dilarutkan lagi ).

Tuang kira - kira 80 gram KI ke dalam gelas piala yang berisi 50 ml aquadest. Aduk terus menerus, apabila masih larut tambah KI sedikit demi sedikit sampai terbentuk larutan jenuh yang ditandai dengan munculnya endapan KI yang tidak dapat larut lagi.

Cara Membuat Larutan KI 15%

Larutan KI 15% artinya dalam 100 ml larutan ini mengandung 15 gram KI.

Cara membuat larutan KI 15% adalah 
  1. timbang 15 gram KI, masukkan dalam gelas piala dan dilarutkan dengan aquadest. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan ke dalam labu ukur 100 ml, tambah aquadest sampai tanda batas ( volume 100 ml ). Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.


Cara Membuat Larutan KI 0,5 M ( 0,5 N ) dalam 500 ml

Diketahui : Mr KI = 166,0028 gr/mol
                   Molaritas = 0,5 M

Ditanyakan : Jumlah KI yang harus ditimbang...?

Penyelesaian :











Jadi KI yang perlu ditimbang untuk membuat KI 0,5 M adalah 41,5 gram.

Langkah membuat KI 0,5 M adalah sebagai berikut :
  1. Timbang KI sebanyak 41,5 gram, masukkan dalam gelas piala dan larutkan dengan aquadest sampai larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.

DAFTAR PUSTAKA

HAM, Mulyono. 2005. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Jakarta: Bumi Aksara.

Penentuan Asam Lemak Bebas ( ALB) atau FFA

Asam Lemak Bebas ( ALB ) atau Free Fatty Acid ( FFA ) adalah asam yang dibebaskan pada hidrolisa lemak. Penentuan asam lemak bebas penting dilakukan untuk mengetahui kualitas dari lemak atau minyak. Semakin tinggi asam lemak bebas dalam minyak maka semakin rendah kualitas minyak tersebut.


Penentuan Asam Lemak Bebas

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Erlenmeyer asah
  • Buret 25 ml
  • Waterbath
  • Pendingin tegak
  • Pipet ukur 2 ml
  • Gelas ukur 50 ml
  • Gelas piala
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Larutan NaOH 0,1 N yang sudah distandarisasi
  • Indikator PP 1%, larutkan 1 gram phenolphthalein ke dalam 100 ml alkohol 70%.
  • Aquadest
  • Alkohol netral
Cara Kerja :
  1. Sampel diaduk merata dan berada dalam keadaan cair.
  2. Timbang sampel sebanyak 5 gram dan masukkan ke dalam erlenmeyer.
  3. Tambahkan alkohol netral sebanyak 50 ml.
  4. Hubungkan erlenmeyer dan pendingin tegak, kemudian panaskan erlenmeyer yang berisi larutan tersebut ke dalam waterbath selama 30 menit ( kira- kira sampai sampel larut ). 
  5. Setelah sampel larut matikan waterbath dan dinginkan larutan dalam erlenmeyer sampai suhu kamar.
  6. Tambahkan 2 ml indikator phenolphthalein (PP).
  7. Titrasi dengan larutan NaOH 0,1 N (yang sudah distandarisasi) sampai warna merah jambu tercapai dan tidak hilang selama 30 detik.
  8. Catat volume hasil titrasi.
Asam lemak bebas ditentukan sebagai kandungan asam lemak yang terdapat paling banyak dalam minyak tertentu. Dengan demikian asam lemak bebas sebagai berikut ini dapat dipakai sebagai tolok ukur jenis minyak tertentu :

No
Sumber Minyak
Jenis Asam Lemak
Berat Molekul ( BM )




1
Susu, Sawit
Palmitat
256
2
Inti Sawit, Kelapa
Laurat
200
3
Susu
Oleat
282
4
Jagung, Kedelai, Kacang
Linoleat
278

Perhitungan :





Keterangan :
ml NaOH = volume titrasi NaOH yang dibutuhkan
BM asam lemak = berat molekul asam lemak ( lihat pada tabel diatas )

Baca Juga :

Angka Asam = mg KOH yang dibutuhkan untuk menetralkan 1 gram (1000 mg) sampel.
Untuk merubah % FFA menjadi angka asam, maka menggunakan rumus sebagai berikut :






Contoh :
% FFA = 0,4 %
BM KOH = 56
BM asam lemak oleat = 282

Maka angka asam untuk oleat = ( 0,4% x 56 ) / ( 282/10 ) = 22,4 / 28,2 = 0,794
Angka asam 0,794, artinya untuk menetralkan 1 gram sampel dibutuhkan sebanyak 0,794 mg KOH.
Misalnya sampel yang dianalisa sebanyak 5 gram maka KOH yang dibutuhkan adalah 0,794 mg/gram x 5 gram = 3,97 mg KOH.

DAFTAR PUSTAKA

Sudarmadji, S. dkk. 1984. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Penentuan Kadar Protein Metode Kjedahl

Protein merupakan komponen yang banyak terdapat pada sel tanaman dan hewan. Protein merupakan sumber gizi utama yaitu sebagai sumber asam amino.

Penentuan kadar protein dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu metode kjedahl, metode biuret, metode lowry, metode pengikatan zat warna dan metode titrasi formol.

Pada artikel ini hanya akan dibahas penentuan kadar protein dengan menggunakan metode kjedahl. Metode ini sangat umum digunakan dan dapat digunakan untuk analisis protein semua jenis bahan pangan. Prosedur penetapannya tidak membutuhkan biaya mahal ( kecuali bila digunakan sistem automatis ) dan hasilnya cukup akurat. Salah satu kelemahan dari metode ini adalah metode ini tidak hanya mengukur nitrogen pada protein tetapi juga nitrogen dari non protein. Oleh karena itu, perlu digunakan faktor konversi dalam perhitungan.


Penentuan Kadar Protein Metode Kjedahl

Alat : 
  • Alat destilasi
  • Timbangan analitik
  • Labu didih
  • Erlenmeyer 100/125 ml
  • Buret 10 atau 25 ml
Bahan :

>> Asam sulfat pekat ( 95 - 97% )
>> Selenium

>> Asam Borat 1%
    Timbang 1 gram asam borat kemudian larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

>> Natrium hidroksida ( NaOH ) 40%
     Timbang 400 gram NaOH dalam gelas piala 600 ml. Aduk hingga larut. Setelah dingin tambah aqudeat sampai volume 1000 ml.

>> Penunjuk Conway 
    Timbang 0,1 gram metil merah ( metil red ) dan 0,150 gram hijau bromkresol ( bromcresol green ) kemudian larutkan dengan 200 ml etanol 96%.

>> Larutan baku asam sulfat ( H2SO4 ) 0,05 N
     Pipet 1,4 ml H2SO4 pekat kemudian encerkan dengan aquadest sampai volume 1000 ml.

Cara Standarisasi asam sulfat bisa dilihat pada artikel : Standarisasi H2SO4

Cara Kerja :

Destruksi
  1. Timbang sampel 0,2 - 0, 5 gram ( tergantung jenis sampel ). Masukkan ke dalam labu didih.
  2. Tambahkan 1 gram selenium dan 3 ml H2SO4 pekat ( jika kadar protein tinggi digunakan 5 ml asam sulfat ).
  3. Destruksi hingga didapat ekstrak jernih.
  4. Tabung diangkat, didinginkan, kemudian ekstrak diencerkan dengan aquadest hingga volume 50 ml. Kocok sampai homogen. 
Destilasi
  1. Pindahkan secara kualitatif seluruh ekstrak sampel ke dalam labu didih ( yang berada dalam alat destilasi ), tambahkan NaOH 40% sebanyak 20 ml dan secepatnya ditutup.
  2. Siapkan penampung untuk NH3 yaitu erlenmeyer yang berisi 10 ml asam borat 1% yang ditambah indikator conway 3 tetes ( berwarna merah muda). Kemudian dihubungkan dengan alat destilasi.
  3. Destilasi dihentikan apabila volume dalam erlenmeyer mencapai 75 ml (berwarna hijau).
Titrasi
  1. Siapkan buret 25 ml dan diisi dengan H2SO4 0,05 N.
  2. Titrasi larutan tersebut sampai terjadi perubahan warna ( dari warna hijau menjadi warna merah muda ).
  3. Catat volume hasil titrasi.
** Buat juga larutan blanko dengan mengganti sampel dengan aquadest, lakukan destruksi, destilasi, dan titrasi seperti langkah diatas.

** Larutan pentitar selain menggunakan H2SO4 bisa juga menggunakan HCl 0,02 N.

Perhitungan :








Keterangan :
V sampel   = ml titar sampel
V blanko   = ml titar blanko
N H2SO4  = normalitas H2SO4 ( 0,05 N )
bst N         = berat setara nitrogen ( 14,008 )
100            = konversi ke persen

Tabel Faktor konversi untuk mengkonversi persen nitrogen menjadi protein

No
Bahan
Faktor
Konversi



1
Campuran
6,25
2
Daging
6,25
3
Maizena
6,25
4
Roti, gandum, makaroni, bakmi
6,25
5
Susu dan produk susu
6,38
6
Tepung
5,70
7
Telur
6,68
8
Gelatin
5,55
9
Kedelai
5,71
10
Beras
5,95
11
Kacang tanah
5,46

DAFTAR PUSTAKA

Andarwulan, N dkk. 2011. Analisis Pangan. Dian Rakyat. Jakarta.

Balai Penelitian Tanah. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah,Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Membuat Larutan Kalium Kromat ( K2CrO4 ) 0,25 M (0,5 N) dan 5 %

Kalium kromat ( Potassium chromat ) adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia K2CrO4. Kalium kromat berbentuk bubuk berwarna kuning dan tidak berbau. Dalam bidang laboratorium senyawa ini biasa digunakan sebagai indikator dalam pembakuan perak nitrat (AgNO3).

Kalium kromat tidak larut dalam alkohol. Kelarutan dalam air 62,9 gr/100 ml (20˚C), 75,1gr/100 ml (80˚C), 79,2gr/100 ml (100˚C).

Berdasar pada botol kemasan, kalium kromat ini bersifat sangat beracun, dapat menyebabkan kanker, mengiritasi mata, sistem pernafasan, dan kulit. Sangat peka jika kontak dengan kulit. Apabila terkena kulit segera bilas dengan air yang banyak. Periksa petunjuk khusus sebelum digunakan.


Pembuatan Larutan Kalium Kromat 0,25 M ( 0,5 N )

Diketahui :
Mr K2CrO4 = 194,20 gr/mol
Valensi = 2

Dicari : K2CrO4 yang perlu ditimbang = ....?

Penyelesaian :
Misal ingin membuat kalium kromat 0,25 M sebanyak 500 ml ( 0,5 L), dengan menggunakan rumus molaritas maka dapat diketahui gram K2CrO4 yang dibutuhkan.
rumus molaritas :








Jadi K2CrO4 yang perlu ditimbang adalah 24, 27 gram ( untuk membuat K2CrO4 0,25 M , 500 ml ).

Langkah membuat larutan kalium kromat adalah :

  1. Timbang kalium kromat 24,27 gram, masukkan dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira - kira 200 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan kalium kromat ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas/ volume 500 ml. Kocok hingga homogen.
  3. Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.

Pembuatan Larutan Kalium Kromat 5 %

K2CrO4 5 % artinya bahwa dalam 100 gram larutan ini mengandung 5 gram K2CrO4.

Untuk membuat larutan K2CrO4 yaitu timbang 5 gram kalium kromat dan tambahkan aquadest sampai volume 100 ml.


DAFTAR PUSTAKA


Mulyono, H.A.M. 2006. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

Membuat Larutan Natrium Karbonat ( Na2CO3 ) 0,1 N ( 0,05 M )

Natrium Karbonat atau disebut juga dengan soda abu merupakan garam natrium dari asam karbonat yang mudah larut dalam air. Natrium karbonat mempunyai rumus kimia Na2CO3. Natrium karbonat berbentuk bubuk dan berwarna putih yang mempunyai rasa alkalin/pahit.

Natrium karbonat tidak larut dalam etanol, aseton, dan larut dalam gliserol, dimetilformamida. Kegunaan natrium karbonat yaitu :

  1. Untuk menetralkan efek korosi dari klorin dan menaikkan pH pada kolam renang.
  2. Dalam kimia digunakan sebagai elektrolit.
  3. Dapat digunakan sebagai pelembut air dalam mencuci pakaian.
  4. Dapat digunakan untuk menghilangkan minyak dan oli.
  5. Dapat digunakan sebagai tambahan pangan (E500) yaitu pengatur keasaman, anti lengket pada kue, pengembang, dan penstabil.
Berdasar pada botol kemasan, natrium karbonat bersifat iritan, tidak boleh dihirup, dan apabila terkena mata segera bilas dengan air yang banyak dan segera dapatkan bantuan medis.


Pembuatan Larutan Natrium Karbonat 0,1 N (0,05 M )

Diketahui :
Mr Na2CO3 = 105,99 gr/mol
Valensi (a) = 2

Ditanya : Na2CO3 yang dibutuhkan untuk membuat 0,1 N Na2CO3 = ....?

Penyelesaian :
Misal ingin membuat Na2CO3 0,1 N sebanyak 1000 ml,
Jadi Na2CO3 yang dibutuhkan adalah 5,3 gram ( untuk membuat Na2CO3 0,1 N sebanyak 1 liter ).






Langkah dalam membuat Na2CO3 0,1 N adalah :
  1. Timbang Na2CO3 sebanyak 5,3 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira 200 ml. Aduk hingga larut.
  2. Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 1000 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Kocok hingga homogen.
  3. Pindahkan dalam botol reagen dan beri label.

Pembuatan Larutan Na2CO3 5%

  1. Timbang Na2CO3 5 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira - kira 50 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 100 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas ( volume 100 ml). Kocok hingga homogen.


DAFTAR PUSTAKA

Mulyono, H.A.M. 2006. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

Wikipedia. 27 Desember 2018. Natrium Karbonat. Diperoleh 20 Februari 2018 dari https://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_karbonat