-->

Jual Buret di Yogyakarta

Jagad Kimia menyediakan Buret Herma ukuran 25 ml. Akhir-akhir ini, banyak dicari buret 25 ml produk Herma yang digunakan untuk menghitung rasio kompresi mesin. Untuk detail caranya mungkin bisa googling ya bagaimana menghitung rasio kompresi mesin dengan metode buret karena saya terbiasa mengaplikasikannya di laboratorium :)

Sebelumnya sedikit flasback ya apa itu buret dan kegunaannya.

Pengertian Buret

Buret adalah alat laboratorium yang terbuat dari kaca yang berbentuk silinder panjang. Alat ini memiliki garis ukur dengan ujung atas terbuka dan ujung bagian bawah runcing dan dilengkapi dengan kran pembuka dan penutup. Kran pada buret ini berfungsi untuk menjaga tetesan sejumlah reagen cair dalam eksperimen titrasi. Buret sangatlah akurat, buret kelas A memiliki akurasi sampai dengan ± 0.05 ml.

Kegunaan Buret

Pada umumnya buret digunakan untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, contohnya pada proses titrasi.

>> Kegunaan Buret di Laboratorium
Buret di laboratorium digunakan dalam proses titrasi yang membutuhkan perhitungan volume yang tepat. Buret digunakan sebagai tempat dari titran atau reagen kimia cair yang telah diketahui konsentrasinya.

>> Kegunaan Buret Untuk Menghitung Rasio Kompresi Mesin
Kegunaan buret selain di Laboratorium juga digunakan untuk menghitung rasio kompresi pada mesin sepeda motor. Bagi yang suka modifikasi mesin pada sepeda motor tentu sudah paham dengan istilah rasio kompresi.

Rasio kompresi pada mesin sepeda motor dapat dihitung dengan menggunakan metode buret. Untuk cara lengkapnya bisa cari di google ya.

Ukuran Buret

Ada beberapa ukuran buret yang perlu diketahui yaitu : 

1. Buret Makro
Buret ini mempunyai kapasitas volume 50 ml dengan skala ukuran terkecil yang dapat dibaca adalah  0,1 ml.

2. Buret Semimikro
Buret ini mempunyai kapasitas volume 25 ml dengan skala ukuran terkecil yang dapat dibaca adalah  0,05 ml.

3. Buret Mikro
Buret ini mempunyai kapasitas volume 10 ml dengan skala ukuran terkecil yang dapat dibaca adalah  0,02 ml


Itulah penjelasan sedikit tentang pengertian buret, kegunaan, dan ukurannya.
Bagi yang berminat untuk membeli buret bisa menghubungi WA admin ya !!!

Harga Buret 25 ml Herma

1 buah = @ Rp. 155.000, -

Di atas 10 = Nego tipis :)



Bahan Kimia di Laboratorium

Sebuah laboratorium pasti tidak lepas dari alat dan bahan kimia. Banyak jenis bahan kimia yang ada di laboratorium. Bahan kimia di laboratorium memiliki tingkat bahaya yang berbeda-beda. Beberapa bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan memerlukan penanganan yang khusus.

Berikut bahan kimia di laboratorium yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena sifatnya yang dapat menganggu kesehatan.

1. Asam Sulfat ( H2SO4 )

Asam Sulfat/ Sulphuric Acid dengan rumus kimia H2SO4 merupakan asam mineral kuat yang berbentuk cairan kental seperti minyak, tidak berwarna, dan tidak berbau. 

Bahan kimia ini bersifat korosif dan akan menimbulkan luka seperti luka bakar apabila mengenai jaringan kulit. Apabila akan menggunakan bahan kimia ini lakukan di dalam lemari asam, gunakan kacamata pelindung, sarung tangan, dan pelindung muka. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan kimia ini.

Untuk pengenceran asam sulfat selalu tambahkan asam sulfat secara perlahan-lahan ke dalam air ( bahan pengencer ) dan jangan terbalik menambahkan air ke dalam asam. Air mempunyai massa jenis yang lebih rendah daripada asam sulfat dan air mengapung di atasnya, sehingga apabila air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, ia akan mendidih dan bereaksi dengan keras.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena asam sulfat pekat adalah guyur bagian yang terkena asam sulfat dengan air yang mengalir selama 10-15 menit. Hal ini bertujuan untuk mendinginkan jaringan disekitar luka dan mencegah adanya kerusakan sekunder.

2. Asam Klorida ( HCl )

Asam Klorida/Hydrochloric Acid dengan rumus kimia HCl merupakan asam kuat yang berbentuk cairan bening, tidak berbau, dan berasap.

Asam klorida ini bersifat korosif, dapat menyebabkan iritasi dan luka bakar. Sangat berbahaya jika tertelan. Hindari uap atau asapnya. Apabila akan menggunakan bahan kimia ini lakukan di dalam lemari asam. Gunakan kacamata pelindung, sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung muka untuk menghindari kontak dengan mata, kulit, dan pakaian. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan kimia ini.

Untuk pengenceran sama seperti pada asam sulfat. Selalu tambahkan asam klorida ke dalam air ( aquadest ) dan jangan terbalik.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena bahan kimia ini adalah :

1. Apabila terkena kulit, segera basuh kulit dengan air mengalir selama 15 menit.

2. Apabila terkena mata, basuh mata dengan air mengalir paling sedikit 15 menit. Buka tutup pelupuk mata beberapa kali dan cari bantuan medis.

3. Apabila terkena pernafasan, segera cari udara segar, jika tidak bisa bernafas berikan pernafasan buatan atau oksigen.

Untuk membersihkan tumpahan asam klorida yaitu serap tumpahan dengan lap basah, kemudian buang dalam tempat sampah kimia. Netralkan dengan basa lemah.

BACA JUGA : Simbol Bahan Kimia Berbahaya

3. Asam Nitrat

Asam Nitrat/ Nitric Acid merupakan senyawa kimia yang berbentuk cairan bening, tidak berwarna, dan sedikit berasap. Pada suhu ruangan, asam nitrat berbentuk uap berwarna merah atau kuning. Rumus kimia asam nitrat yaitu HNO3.

Asam Nitrat bersifat korosif, menyebabkan luka bakar apabila kontak dengan bahan ini. Lakukan di dalam lemari asam apabila akan menggunakan bahan kimia ini dan gunakan kacamata pelindung, sarung tangan dan jas laboratorium. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan ini.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena asam nitrat adalah basuh bagian yang terkena asam nitrat dengan air yang mengalir selama 15 menit. Apabila terhirup, segera cari udara segar. Jika kesulitan bernafas gunakan oksigen atau pernafasan buatan.

4. Natrium Hidroksida

Natrium Hidroksida/ Sodium Hydroxide dengan rumus kimia NaOH merupakan senyawa kimia anorganik yang berbentuk butiran atau pelet berwarna putih.

Natrium hidroksida bersifat higroskopis/ mudah larut dalam air dan melepaskan panas ketika dilarutkan. Bahan kimia ini dapat merusak jaringan tubuh yang menyebabkan luka bakar dan menyebabkan kebutaan permanen apabila kontak dengan mata. Gunakan jas laboratorium, sarung tangan pelindung, dan kacamata pelindung saat membuat larutan natrium hidroksida.

Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia ini dan segera basuh dengan air selama 15 menit apabila kontak dengan kulit.

Penyimpanan Natrium hidroksida sebaiknya disimpan pada tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi yang baik. Wadah harus tertutup rapat.

5. Amonia

Amonia dengan rumus kimia NH3 merupakan senyawa kimia dalam bentuk gas atau cair dengan bau tajam yang khas.

Menghirup amonia konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan sesak nafas. Amonia tidak mudah terbakar, dan merupakan bahan kimia yang beracun apabila terhirup.

Di Laboratorium biasanya digunakan amonia larutan 25%. Lakukan di dalam lemari asam apabila akan menggunakan bahan kimia ini dan gunakan sarung tangan pelindung, jas lab, dan pelindung muka. Cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan bahan kimia ini.

BACA JUGATata Tertib dan Keselamatan Kerja di Laboratorium

Itulah beberapa bahan kimia yang sering dijumpai di laboratorium yang perlu penanganan khusus dan hati-hati apabila akan menggunakan bahan kimia tersebut. Bukan berarti bahan kimia yang lain yang tidak disebutkan di atas tidak berbahaya ya. Hampir semua bahan kimia itu berbahaya. Selalu gunakan pelindung dan jas laboratorium apabila bekerja di laboratorium. Taati peraturan keselamatan kerja di laboratorium.

Sumber : 

1. Wikipedia
2. Buku " Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian" oleh Slamet Sudarmadji.


                     

Cara Membuat Larutan

Bagi yang terbiasa bekerja atau melakukan penelitian di laboratorium pasti tidak asing dengan istilah larutan dan cara membuat larutan. Cara membuat larutan merupakan hal yang harus dikuasai dengan benar oleh seorang laboran maupun mahasiswa yang akan melakukan penelitian/ praktikum di laboratorium.

Sebelum mempelajari cara membuat larutan, sebaiknya pahami dulu apa itu larutan.

Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan maka disebut zat terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak di dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan

Cara Membuat Larutan

Cara membuat larutan ada beberapa macam yaitu :

A. Pembuatan Larutan dari Bahan Padat

1. Hal pertama yang dilakukan sebelum membuat larutan dari bahan padat yaitu menghitung gram bahan yang dibutuhkan untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu.
2. Menyiapkan alat yang dibutuhkan ( spatula, pengaduk kaca, gelas beaker, dan labu ukur )
2. Menimbang bahan yang dibutuhkan sesuai dengan hasil perhitungan
3. Melarutkan bahan dengan pelarut (bisa aquadest, atau yang lainnya sesuai kebutuhan ) sesuai dengan batas yang diinginkan.

Contoh :
Membuat larutan NaOH 0,1 M sebanyak 1 liter (Mr NaOH = 40 gr/mol ). Maka harus menghitung dulu berapa gram NaOH yang dibutuhkan. Caranya dengan mengunakan rumus molaritas :
M = gr/Mr x 1000/V
0,1 M = gr/40 x 1000/1000ml
gr = 4 gram
Maka NaOH yang dibutuhkan untuk membuat NaOH 0,1 M yaitu 4 gram.

Kemudian timbang NaOH sebanyak 4 gram dengan menggunakan neraca analitik, Di dalam gelas beaker 100 ml larutkan NaOH dengan aquadest sampai larut sempurna. Masukkan larutan ke dalam labu ukur 1000 ml. Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. Larutan NaOH 0,1 M siap digunakan.

B. Pembuatan Larutan dari Bahan Cair

Sama seperti pada pembuatan larutan dari bahan padat, hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat larutan dari bahan cair yaitu mencari normalitas/ molaritas dari suatu bahan cair.
Untuk menghitung molaritas bahan cair dengan menggunakan rumus :
M = (10 x % x berat jenis ) / BM

Sedangkan untuk menghitung normalitas bahan cair dengan menggunakan rumus :
N = (10 x % x berat jenis x valensi ) / BM

%, Mr, dan berat jenis tertera pada label botol.

Contoh :
Membuat larutan Asam Sulfat ( H2SO4 ) 4 N sebanyak 1 liter. Maka harus menghitung normalitas bahan cair pekat lebih dahulu.
Diketahui : konsentrasi asam sulfat 96 %, berat jenis = 1,84 gr/ml,  Mr H2SO4 = 98,08 gr/mol
N = ( 10 x 96% x 1,84 x 2 ) / 98,08
N = 36 N
Maka normalitas dari asam sulfat pekat ( 96%) adalah 36 N.

Selanjutnya dengan menggunakan rumus pengenceran :
V1 x N1 = V2 x N2
V1 x 36 = 1000 ml x 4
V1 = 4000/36
V1 = 111,1 ml
Maka H2SO4 yang dibutuhkan untuk membuat H2SO4 4N sebanyak 1 liter adalah 111,1 ml.

Kemudian ambil H2SO4 pekat sebanyak 111,1 ml dengan menggunakan gelas ukur. Masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml yang sebelumnya sudah diisi aquadest sebanyak 300 ml. Gojog sebentar dengan perlahan - lahan. Tambahkan aquadest sampai tanda batas, biarkan dingin. Larutan H2SO4 4 N siap digunakan.

C. Pembuatan Larutan dengan Pengenceran

Pembuatan larutan dengan pengenceran yaitu dengan cara mengencerkan larutan yang konsentrasinya lebih tinggi.

Contoh : 
Membuat larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 1 N sebanyak 1 liter. Maka kita harus mencari volume NaOH 1 N yang dibutuhkan.
Dengan menggunakan rumus pengenceran : 
N1 x V1 = N2 x V2

Dimana, 
N1 = NaOH 1 N 
V1 = ....yang dicari
N2 = 0,1 N
V2 = 1000 ml

1 x V1 = 0,1 x 1000 ml
V1 = 100 ml
Maka Volume NaOH 1 N yang dibutuhkan untuk membuat NaOH 0,1 N sebanyak 1 liter adalah 100 ml.

Diambil 100 ml NaOH 1 N masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml. kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas.

Itulah beberapa cara membuat larutan yang biasa dilakukan di laboratorium. Bagi mahasiswa baru penting banget untuk mempelajari ini sebelum menginjakkan kaki di laboratorium. Wkwkwk...

Semoga bermanfaat :)







Cara Membuat Larutan Alkohol 70%

Sebelum membuat larutan alkohol 70%, mari kita mengenal sedikit tentang apa itu alkohol dan kegunaannya.

Alkohol adalah senyawa turunan alkana yang memiliki gugus fungsi hidroksil (-OH). Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol dan untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol atau grup alkohol yang lainnya. Begitu juga alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi dan pendidikan, alkohol yang dimaksud adalah etanol. Dalam ilmu kimia, alkohol memiliki pengertian yang lebih luas lagi.



Alkohol memiliki banyak kegunaan yaitu digunakan untuk minuman beralkohol, bahan bakar, kegunaan sains, kedokteran, dan industri. Berikut kegunaan dari alkohol :

  • Metanol

Metanol digunakan sebagai bahan pelarut kimia, bahan pembuat formalin, dan campuran untuk bahan bakar bensin.

  • Etanol
Etanol digunakan sebagai antiseptik, bahan baku membuat hand sanitizer, bahan bakar (spirtus), campuran untuk minuman beralkohol, dan pelarut senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air.
  • Etilen Glikol
Campuran 50% V (berdasarkan volume ) etilen glikol dalam air digunakan sebagai zat antibeku pada radiator mobil.
  • Gliserol
Gliserol digunakan sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan, dan pembuatan tinta.

Itulah beberapa kegunaan alkohol. Namun alkohol yang sering dijumpai adalah etanol. Bagaimana cara membuat alkohol ( etanol ) 70% yang sering digunakan sebagai antiseptik, untuk membersihkan luka, dan pembersih alat-alat medis ???

Cara Membuat Alkohol ( Etanol ) 70% dari Alkohol 96% sebanyak 1000 ml

Alkohol 96% mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi daripada alkohol 70%. Larutan dengan konsentrasi yang tinggi disebut larutan pekat, sedangkan larutan dengan konsentrasi rendah disebut larutan encer. 

Larutan encer dapat dibuat dengan menggunakan cara pengenceran dari larutan pekat.
Rumus pengenceran = V1 x K1 = V2 x K2
Dimana :
V1 = Volume larutan pekat yang dibutuhkan
K1 = Konsentrasi larutan pekat
V2 = Volume larutan encer yang dibuat
K2 = Konsentrasi larutan encer

Maka,
V1 x K1 = V2 x K2
V1 x 96% = 1000 ml x 70%
V1 = 70000 / 96
V1 = 729 ml
Jadi alkohol 96% yang dibutuhkan untuk membuat alkohol 70% yaitu 729 ml. 

Langkah - langkah membuat larutan alkohol 70% :
  • Diambil alkohol 96% sebanyak 729 ml dengan menggunakan gelas ukur. 
  • Kemudian pindahkan ke dalam labu ukur 1000 ml dan tambah aquadest sampai tanda batas ( aquadest 271 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan alkohol 70% ke dalam botol reagen plastik dan tutup rapat agar tidak menguap.


Sumber : 

Mulyono, H. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

https://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol

Cara Membuat Larutan Asam Oksalat 0,1M (0,2 N )

Asam oksalat adalah senyawa kimia yang berbentuk padatan kristal berwarna putih. Asam oksalat merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H2O4 dan mempunyai berat molekul 90,04 gr/mol. Senyawa ini bersifat higroskopis ( mudah larut dalam air ).

Asam oksalat memiliki kekuatan asam yang jauh lebih besar ( 10.000 kali lebih kuat) daripada asam asetat. Secara komersial asam oksalat dikenal dalam padatan berbentuk dihidrat yang mempunyai rumus kimia  C2H2O4. 2H2O dan berat molekul 126,07 gram/mol.

Berdasarkan pada botol kemasan asam oksalat bersifat korosif dan dapat merusak jaringan hidup. Bahan ini berbahaya jika tertelan atau terkena kulit dan menyebabkan kerusakan mata yang serius. Jangan kontak langsung dengan mata dan kulit. Apabila akan menggunakan asam oksalat ini gunakan pelindung seperti sarung tangan, kaca mata dan jas lab. Setelah selesai menggunakan bahan ini segera cuci tangan yang bersih.

Cara Membuat Larutan Asam Oksalat 0,1 M ( setara dengan 0,2 N ), 100 ml

Alat :
  • Timbangan analitik ( 4 angka dibelakang koma )
  • Gelas beaker 100 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu ukur 100 ml
1. Menghitung kebutuhan asam oksalat

Diketahui :
Rumus kimia asam oksalat = C2H2O4. 2H2O
Berat molekul = 126,07 gr/mol
Valensi = 2

Berat asam oksalat yang dibutuhkan =...?

Penyelesaian :
Rumus Molaritas = gr / ( Mr x vol )
                  0,1 M = gr / (126,07 gr/mol x 0,1 L ), volume dalam satuan Liter
                    gr     = 0,1 M x 126,07 gr/mol x 0,1 L
                    gr     = 1,26 gram
Jadi asam oksalat yang dibutuhkan untuk membuat larutan asam oksalat 0,1 M adalah 1,26 gram.

Jika yang diinginkan dalam normalitas ( misal 0,2 N ), maka menggunakan rumus 
Rumus Normalitas = ( gr / ( Mr x vol ) ) x valensi
                  0,2 N = ( gr / (126,07 gr/mol x 0,1 L )) x 2, volume dalam satuan Liter
                    gr     = ( 0,2 N x 126,07 gr/mol x 0,1 L ) / 2
                    gr     = 1,26 gram

2. Langkah - langkah membuat larutan asam oksalat 0,1 M sebanyak 100 ml adalah :
  • Timbang 1,26 gram asam oksalat dalam gelas beaker ukuran 100 ml, kemudian larutkan dengan 50 ml aquadest.
  • Aduk hingga larut sempurna.
  • Masukkan larutan tersebut ke dalam labu ukur 100 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindah larutan ke dalam botol reagen, beri label dan simpan.

Cara Membuat Larutan Kalsium Klorida CaCl2 0.25 M ( 0.5 N )

 Kalsium Klorida merupakan padatan kristal berwarna putih dan mudah larut dalam air (higroskopis). Rumus kimia kalsium klorida yaitu CaCl2.

Kalsium klorida bersifat iritan, mengeringkan kulit yang lembab, dapat mengakibatkan luka bakar pada mulut dan esofagus jika tertelan. Hindari kontak dengan kulit apabila akan membuat larutan kalsium klorida.

Kalsium Klorida sering dijumpai sebagai hidrasi padat dengan rumus umum CaCl2 (H2O)x dengan x = 0, 1, 2,4, dan 6. Senyawa ini digunakan untuk penghilang es dan pengendali debu.

Cara membuat Kalsium Klorida 0,25 M ( setara dengan 0,5 N ), 500 ml

Kalsium yang akan dibuat yaitu CaCl2.2H2O.

Berat Molekul = 147,02 gram/mol

Valensi = 2

>> Menghitung kebutuhan kalsium klorida

Rumus Molaritas = gr/ (Mr.V), volume dalam liter

0,25 = gr / ( 147,02 g/mol x 0,5 liter )

gr = 0,25 x 147,02 g/mol x 0,5 liter 

gr = 18, 37

Jadi kalsium klorida yang dibutuhkan untuk membuat 0,25 M sebanyak 500 ml adalah 18, 37 gram.

>> Langkah membuat larutan kalsium klorida (CaCl2.2H2O) adalah :

  1. Timbang kalsium klorida 18,37 gram, Masukkan dalam gelas beaker dan dilarutkan dengan 100 ml aquadest. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Dari labu takar pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label.
Apabila akan membuat larutan kalsium klorida dalam bentuk normalitas, maka perhitungan sebagai berikut :
Misal akan membuat kalsium klorida 0,5 N sebanyak 500 ml.
Rumus Normalitas = 
dimana a = valensi

0,5 = (gr / 147,02 x 0,5) x 2
gr = (147,02 x 0,5 x 0,5) / 2
gr = 36,755 / 2 = 18, 37 gram
Jadi kalsium klorida yang dibutuhkan adalah 18,37 gram.

Untuk langkah pembuatan sama seperti diatas pada pembuatan larutan kalsium klorida 0,25 M.


SUMBER :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalsium_klorida
Buku : Membuat Reagen Kimia di Laboratorium, penulis Drs. Mulyono, HAM.

Cara Membuat Larutan EDTA 0,1 M

Asam etilena diamine tetra asetat ( EDTA ) adalah senyawa kimia berbentuk padatan putih yang larut dalam air. EDTA ini banyak digunakan untuk mengikat ion besi dan kalsium. EDTA diproduksi sebagai beberapa garam, terutama disodium EDTA, natrium kalsium ededat, dan tetrasodium EDTA.

Aplikasi di laboratorium EDTA digunakan untuk analisis kesadahan air dan titrasi kompleksometri.

Cara Membuat Larutan EDTA 0,1 M sebanyak 500 ml

Alat :
  1. Timbangan analitik
  2. Gelas piala/ beker 100 ml
  3. Labu takar 500 ml
  4. Pengaduk kaca
Bahan :
  1. EDTA ( Titriplex III )
  2. Aquadest
  • Menghitung kebutuhan EDTA
EDTA yang saya gunakan yaitu EDTA disodium salt atau titriplex III.
Rumus kimia : C10H14N2Na2O8.2H2O
Berat Molekul : 372, 24 g/mol

EDTA yang harus ditimbang =....?

Rumus Molaritas 



0,1 = (gr x 1000)/ (372,24 x 500)

0,1 = grx1000 / 186,120

gr = (186,120 x 0,1)/ 1000

gr = 18,612 gram

Jadi EDTA yang harus ditimbang adalah 18,612 gram.

  • Langkah - langkah membuat larutan EDTA 0,1 M 500 ml adalah sebagai berikut :
1. Timbang 18, 612 gram kristal EDTA (titriplex III) ke dalam gelas piala 100 ml.
2. Tambahkan aquadest 50 ml, kemudian aduk hingga larut sempurna.
3. Masukkan ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambah aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 500 ml ). Gojog hingga homogen.
4. Pindahkan larutan tersebut ke dalam botol reagen dan beri label.