-->

Cara Membuat Larutan

Bagi yang terbiasa bekerja atau melakukan penelitian di laboratorium pasti tidak asing dengan istilah larutan dan cara membuat larutan. Cara membuat larutan merupakan hal yang harus dikuasai dengan benar oleh seorang laboran maupun mahasiswa yang akan melakukan penelitian/ praktikum di laboratorium.

Sebelum mempelajari cara membuat larutan, sebaiknya pahami dulu apa itu larutan.

Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan maka disebut zat terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak di dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan

Cara Membuat Larutan

Cara membuat larutan ada beberapa macam yaitu :

A. Pembuatan Larutan dari Bahan Padat

1. Hal pertama yang dilakukan sebelum membuat larutan dari bahan padat yaitu menghitung gram bahan yang dibutuhkan untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu.
2. Menyiapkan alat yang dibutuhkan ( spatula, pengaduk kaca, gelas beaker, dan labu ukur )
2. Menimbang bahan yang dibutuhkan sesuai dengan hasil perhitungan
3. Melarutkan bahan dengan pelarut (bisa aquadest, atau yang lainnya sesuai kebutuhan ) sesuai dengan batas yang diinginkan.

Contoh :
Membuat larutan NaOH 0,1 M sebanyak 1 liter (Mr NaOH = 40 gr/mol ). Maka harus menghitung dulu berapa gram NaOH yang dibutuhkan. Caranya dengan mengunakan rumus molaritas :
M = gr/Mr x 1000/V
0,1 M = gr/40 x 1000/1000ml
gr = 4 gram
Maka NaOH yang dibutuhkan untuk membuat NaOH 0,1 M yaitu 4 gram.

Kemudian timbang NaOH sebanyak 4 gram dengan menggunakan neraca analitik, Di dalam gelas beaker 100 ml larutkan NaOH dengan aquadest sampai larut sempurna. Masukkan larutan ke dalam labu ukur 1000 ml. Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. Larutan NaOH 0,1 M siap digunakan.

B. Pembuatan Larutan dari Bahan Cair

Sama seperti pada pembuatan larutan dari bahan padat, hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat larutan dari bahan cair yaitu mencari normalitas/ molaritas dari suatu bahan cair.
Untuk menghitung molaritas bahan cair dengan menggunakan rumus :
M = (10 x % x berat jenis ) / BM

Sedangkan untuk menghitung normalitas bahan cair dengan menggunakan rumus :
N = (10 x % x berat jenis x valensi ) / BM

%, Mr, dan berat jenis tertera pada label botol.

Contoh :
Membuat larutan Asam Sulfat ( H2SO4 ) 4 N sebanyak 1 liter. Maka harus menghitung normalitas bahan cair pekat lebih dahulu.
Diketahui : konsentrasi asam sulfat 96 %, berat jenis = 1,84 gr/ml,  Mr H2SO4 = 98,08 gr/mol
N = ( 10 x 96% x 1,84 x 2 ) / 98,08
N = 36 N
Maka normalitas dari asam sulfat pekat ( 96%) adalah 36 N.

Selanjutnya dengan menggunakan rumus pengenceran :
V1 x N1 = V2 x N2
V1 x 36 = 1000 ml x 4
V1 = 4000/36
V1 = 111,1 ml
Maka H2SO4 yang dibutuhkan untuk membuat H2SO4 4N sebanyak 1 liter adalah 111,1 ml.

Kemudian ambil H2SO4 pekat sebanyak 111,1 ml dengan menggunakan gelas ukur. Masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml yang sebelumnya sudah diisi aquadest sebanyak 300 ml. Gojog sebentar dengan perlahan - lahan. Tambahkan aquadest sampai tanda batas, biarkan dingin. Larutan H2SO4 4 N siap digunakan.

C. Pembuatan Larutan dengan Pengenceran

Pembuatan larutan dengan pengenceran yaitu dengan cara mengencerkan larutan yang konsentrasinya lebih tinggi.

Contoh : 
Membuat larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 1 N sebanyak 1 liter. Maka kita harus mencari volume NaOH 1 N yang dibutuhkan.
Dengan menggunakan rumus pengenceran : 
N1 x V1 = N2 x V2

Dimana, 
N1 = NaOH 1 N 
V1 = ....yang dicari
N2 = 0,1 N
V2 = 1000 ml

1 x V1 = 0,1 x 1000 ml
V1 = 100 ml
Maka Volume NaOH 1 N yang dibutuhkan untuk membuat NaOH 0,1 N sebanyak 1 liter adalah 100 ml.

Diambil 100 ml NaOH 1 N masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml. kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas.

Itulah beberapa cara membuat larutan yang biasa dilakukan di laboratorium. Bagi mahasiswa baru penting banget untuk mempelajari ini sebelum menginjakkan kaki di laboratorium. Wkwkwk...

Semoga bermanfaat :)







Cara Membuat Larutan Alkohol 70%

Sebelum membuat larutan alkohol 70%, mari kita mengenal sedikit tentang apa itu alkohol dan kegunaannya.

Alkohol adalah senyawa turunan alkana yang memiliki gugus fungsi hidroksil (-OH). Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol dan untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol atau grup alkohol yang lainnya. Begitu juga alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi dan pendidikan, alkohol yang dimaksud adalah etanol. Dalam ilmu kimia, alkohol memiliki pengertian yang lebih luas lagi.



Alkohol memiliki banyak kegunaan yaitu digunakan untuk minuman beralkohol, bahan bakar, kegunaan sains, kedokteran, dan industri. Berikut kegunaan dari alkohol :

  • Metanol

Metanol digunakan sebagai bahan pelarut kimia, bahan pembuat formalin, dan campuran untuk bahan bakar bensin.

  • Etanol
Etanol digunakan sebagai antiseptik, bahan baku membuat hand sanitizer, bahan bakar (spirtus), campuran untuk minuman beralkohol, dan pelarut senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air.
  • Etilen Glikol
Campuran 50% V (berdasarkan volume ) etilen glikol dalam air digunakan sebagai zat antibeku pada radiator mobil.
  • Gliserol
Gliserol digunakan sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan, dan pembuatan tinta.

Itulah beberapa kegunaan alkohol. Namun alkohol yang sering dijumpai adalah etanol. Bagaimana cara membuat alkohol ( etanol ) 70% yang sering digunakan sebagai antiseptik, untuk membersihkan luka, dan pembersih alat-alat medis ???

Cara Membuat Alkohol ( Etanol ) 70% dari Alkohol 96% sebanyak 1000 ml

Alkohol 96% mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi daripada alkohol 70%. Larutan dengan konsentrasi yang tinggi disebut larutan pekat, sedangkan larutan dengan konsentrasi rendah disebut larutan encer. 

Larutan encer dapat dibuat dengan menggunakan cara pengenceran dari larutan pekat.
Rumus pengenceran = V1 x K1 = V2 x K2
Dimana :
V1 = Volume larutan pekat yang dibutuhkan
K1 = Konsentrasi larutan pekat
V2 = Volume larutan encer yang dibuat
K2 = Konsentrasi larutan encer

Maka,
V1 x K1 = V2 x K2
V1 x 96% = 1000 ml x 70%
V1 = 70000 / 96
V1 = 729 ml
Jadi alkohol 96% yang dibutuhkan untuk membuat alkohol 70% yaitu 729 ml. 

Langkah - langkah membuat larutan alkohol 70% :
  • Diambil alkohol 96% sebanyak 729 ml dengan menggunakan gelas ukur. 
  • Kemudian pindahkan ke dalam labu ukur 1000 ml dan tambah aquadest sampai tanda batas ( aquadest 271 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan alkohol 70% ke dalam botol reagen plastik dan tutup rapat agar tidak menguap.


Sumber : 

Mulyono, H. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

https://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol

Cara Membuat Larutan Asam Oksalat 0,1M (0,2 N )

Asam oksalat adalah senyawa kimia yang berbentuk padatan kristal berwarna putih. Asam oksalat merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H2O4 dan mempunyai berat molekul 90,04 gr/mol. Senyawa ini bersifat higroskopis ( mudah larut dalam air ).

Asam oksalat memiliki kekuatan asam yang jauh lebih besar ( 10.000 kali lebih kuat) daripada asam asetat. Secara komersial asam oksalat dikenal dalam padatan berbentuk dihidrat yang mempunyai rumus kimia  C2H2O4. 2H2O dan berat molekul 126,07 gram/mol.

Berdasarkan pada botol kemasan asam oksalat bersifat korosif dan dapat merusak jaringan hidup. Bahan ini berbahaya jika tertelan atau terkena kulit dan menyebabkan kerusakan mata yang serius. Jangan kontak langsung dengan mata dan kulit. Apabila akan menggunakan asam oksalat ini gunakan pelindung seperti sarung tangan, kaca mata dan jas lab. Setelah selesai menggunakan bahan ini segera cuci tangan yang bersih.

Cara Membuat Larutan Asam Oksalat 0,1 M ( setara dengan 0,2 N ), 100 ml

Alat :
  • Timbangan analitik ( 4 angka dibelakang koma )
  • Gelas beaker 100 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu ukur 100 ml
1. Menghitung kebutuhan asam oksalat

Diketahui :
Rumus kimia asam oksalat = C2H2O4. 2H2O
Berat molekul = 126,07 gr/mol
Valensi = 2

Berat asam oksalat yang dibutuhkan =...?

Penyelesaian :
Rumus Molaritas = gr / ( Mr x vol )
                  0,1 M = gr / (126,07 gr/mol x 0,1 L ), volume dalam satuan Liter
                    gr     = 0,1 M x 126,07 gr/mol x 0,1 L
                    gr     = 1,26 gram
Jadi asam oksalat yang dibutuhkan untuk membuat larutan asam oksalat 0,1 M adalah 1,26 gram.

Jika yang diinginkan dalam normalitas ( misal 0,2 N ), maka menggunakan rumus 
Rumus Normalitas = ( gr / ( Mr x vol ) ) x valensi
                  0,2 N = ( gr / (126,07 gr/mol x 0,1 L )) x 2, volume dalam satuan Liter
                    gr     = ( 0,2 N x 126,07 gr/mol x 0,1 L ) / 2
                    gr     = 1,26 gram

2. Langkah - langkah membuat larutan asam oksalat 0,1 M sebanyak 100 ml adalah :
  • Timbang 1,26 gram asam oksalat dalam gelas beaker ukuran 100 ml, kemudian larutkan dengan 50 ml aquadest.
  • Aduk hingga larut sempurna.
  • Masukkan larutan tersebut ke dalam labu ukur 100 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindah larutan ke dalam botol reagen, beri label dan simpan.

Cara Membuat Larutan Kalsium Klorida CaCl2 0.25 M ( 0.5 N )

 Kalsium Klorida merupakan padatan kristal berwarna putih dan mudah larut dalam air (higroskopis). Rumus kimia kalsium klorida yaitu CaCl2.

Kalsium klorida bersifat iritan, mengeringkan kulit yang lembab, dapat mengakibatkan luka bakar pada mulut dan esofagus jika tertelan. Hindari kontak dengan kulit apabila akan membuat larutan kalsium klorida.

Kalsium Klorida sering dijumpai sebagai hidrasi padat dengan rumus umum CaCl2 (H2O)x dengan x = 0, 1, 2,4, dan 6. Senyawa ini digunakan untuk penghilang es dan pengendali debu.

Cara membuat Kalsium Klorida 0,25 M ( setara dengan 0,5 N ), 500 ml

Kalsium yang akan dibuat yaitu CaCl2.2H2O.

Berat Molekul = 147,02 gram/mol

Valensi = 2

>> Menghitung kebutuhan kalsium klorida

Rumus Molaritas = gr/ (Mr.V), volume dalam liter

0,25 = gr / ( 147,02 g/mol x 0,5 liter )

gr = 0,25 x 147,02 g/mol x 0,5 liter 

gr = 18, 37

Jadi kalsium klorida yang dibutuhkan untuk membuat 0,25 M sebanyak 500 ml adalah 18, 37 gram.

>> Langkah membuat larutan kalsium klorida (CaCl2.2H2O) adalah :

  1. Timbang kalsium klorida 18,37 gram, Masukkan dalam gelas beaker dan dilarutkan dengan 100 ml aquadest. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Dari labu takar pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label.
Apabila akan membuat larutan kalsium klorida dalam bentuk normalitas, maka perhitungan sebagai berikut :
Misal akan membuat kalsium klorida 0,5 N sebanyak 500 ml.
Rumus Normalitas = 
dimana a = valensi

0,5 = (gr / 147,02 x 0,5) x 2
gr = (147,02 x 0,5 x 0,5) / 2
gr = 36,755 / 2 = 18, 37 gram
Jadi kalsium klorida yang dibutuhkan adalah 18,37 gram.

Untuk langkah pembuatan sama seperti diatas pada pembuatan larutan kalsium klorida 0,25 M.


SUMBER :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalsium_klorida
Buku : Membuat Reagen Kimia di Laboratorium, penulis Drs. Mulyono, HAM.

Cara Membuat Larutan EDTA 0,1 M

Asam etilena diamine tetra asetat ( EDTA ) adalah senyawa kimia berbentuk padatan putih yang larut dalam air. EDTA ini banyak digunakan untuk mengikat ion besi dan kalsium. EDTA diproduksi sebagai beberapa garam, terutama disodium EDTA, natrium kalsium ededat, dan tetrasodium EDTA.

Aplikasi di laboratorium EDTA digunakan untuk analisis kesadahan air dan titrasi kompleksometri.

Cara Membuat Larutan EDTA 0,1 M sebanyak 500 ml

Alat :
  1. Timbangan analitik
  2. Gelas piala/ beker 100 ml
  3. Labu takar 500 ml
  4. Pengaduk kaca
Bahan :
  1. EDTA ( Titriplex III )
  2. Aquadest
  • Menghitung kebutuhan EDTA
EDTA yang saya gunakan yaitu EDTA disodium salt atau titriplex III.
Rumus kimia : C10H14N2Na2O8.2H2O
Berat Molekul : 372, 24 g/mol

EDTA yang harus ditimbang =....?

Rumus Molaritas 



0,1 = (gr x 1000)/ (372,24 x 500)

0,1 = grx1000 / 186,120

gr = (186,120 x 0,1)/ 1000

gr = 18,612 gram

Jadi EDTA yang harus ditimbang adalah 18,612 gram.

  • Langkah - langkah membuat larutan EDTA 0,1 M 500 ml adalah sebagai berikut :
1. Timbang 18, 612 gram kristal EDTA (titriplex III) ke dalam gelas piala 100 ml.
2. Tambahkan aquadest 50 ml, kemudian aduk hingga larut sempurna.
3. Masukkan ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambah aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 500 ml ). Gojog hingga homogen.
4. Pindahkan larutan tersebut ke dalam botol reagen dan beri label.


Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Adanya pandemi COVID-19 banyak masyarakat mencari cairan antiseptik dan disinfektan. Kedua cairan ini dapat digunakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 karena antiseptik dan disinfektan dapat membunuh virus. Namun penggunaan kedua bahan ini tidak bisa disamakan.



Agar tidak salah dalam menggunakan maka perlu mengenal lebih dalam apa itu antiseptik dan disinfektan. Berikut perbedaan dan pengertian dari masing-masing cairan.

Apa itu Antiseptik ?

Menurut Wikipedia, Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan hidup,contohnya pada permukaan kulit.

Beberapa kegunaan antiseptik yaitu :
  1. Bahan pembersih dalam cuci tangan.
  2. Membersihkan kulit sebelum operasi.
  3. Mengobati infeksi kulit.
  4. Mengobati infeksi tenggorokan dan mulut.
  5. Membasmi kuman pada selaput lender.
Mekanisme kerja antiseptik terhadap mikroorganisme berbeda-beda, misalnya dengan mendehidrasi bakteri, mengoksidasi sel bakteri, mengkoagulasi/menggumpalkan cairan di sekitar bakteri, meracuni sel bakteri.

Beberapa contoh bahan antiseptik yaitu :
  1. Hidrogen Peroksida ( H2O2 ), merupakan antiseptik kuat namun tidak mengiritasi jaringan hidup. Senyawa ini dapat diaplikasikan sebagai antiseptik pada membrane mukosa. Kelemahan dari zat ini adalah harus selalu dijaga kondisinya karena zat ini mudah mengalami kerusakan ketika kehilangan oksigen.
  2. Garam Merkuri ( HgCl), merupakan senyawa antiseptik yang paling kuat. Merkuri klorida dapat digunakan untuk mencuci tangan dengan perbandingan dalam air 1 : 1000. Senyawa ini dapat membunuh hampir semua jenis bakteri dalam beberapa menit. Kelemahan dari senyawa ini yaitu berkemungkinan besar mengiritasi jaringan karena daya kerja antimikrobanya sangat kuat.
  3. Asam Borat ( H3BO3 ), merupakan antiseptik lemah, tidak mengiritasi jaringan. Zat ini dapat digunakan secara optimum saat dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1 : 20.
  4. Triclosan, merupakan antiseptik yang efektif dan populer, bisa ditemui dalam sabun, obat kumur, deodoran, dan lain-lain. Triclosan mempunyai daya antimikroba dengan spektrum luas dan mempunyai sifat toksisitas minim. Mekanisme kerja triclosan adalah dengan menghambat biosintesis lipid sehingga membrane mikroba kehilangan kekuatan dan fungsinya.


Apa itu Disinfektan?

Menurut Wikipedia, Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik atau obat untuk membasmi kuman di permukaan benda mati, misalnya lantai, meja, ganggang pintu, dll.

Efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lama paparan, suhu, konsentrasi disinfektan, pH, dan ada tidaknya bahan pengganggu. pH merupakan factor penting dalam menentukan efektivitas disinfektan. Misal senyawa klorin akan kehilangan aktivitas disinfeksinya pada pH lingkungan lebih dari 10.

Beberapa contoh bahan disinfektan yaitu :

1. Klorin, senyawa klorin yang paling aktif yaitu asam hipoklorit. Mekanisme kerjanya adalah menghambat oksidasi glukosa dalam sel mikroorganisme dengan cara menghambat enzim-enzim yang terlibat dalam metabolism karbohidrat. Kelebihan dari disinfektan ini adalah mudah digunakan dan jenis mikroorganisme yang dibunuh dengan senyawa ini cukup luas. Sedangkan kelemahan dari disinfektan ini adalah dapat menyebabkan korosi pada pH rendah ( suasana asam ).

2. Iodine, senyawa iodine merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi air dalam skala kecil. Dua tetes iodine 2% dalam larutan etanol/alcohol cukup untuk mendesinfeksi 1 liter air jernih.

3. Alkohol, merupakan disinfektan yang dipakai untuk peralatan medis. Umumnya digunakan etil alkohol dan isopropyl alkohol dengan konsentrasi 60-90%, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat menguap, dan dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau plastik.

4. Amonium Kuartener, merupakan garam ammonium dengan substitusi gugus alkil pada beberapa atau keseluruhan atom H dari ion NH4+nya. Umumnya yang digunakan adalah Cetyl trimetil ammonium bromide ( CTAB ) atau lauril dimetil benzyl klorida.

5. Formaldehida, dikenal juga sebagai formalin, dengan konsentrasi efektif sekitar 8%. Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat karsinogenik pada konsentrasi tinggi namun tidak korosif terhadap metal, dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan pernafasan 

6. Kalium Permanganat, merupakan zat oksidan kuat namun tidak tepat untuk disinfeksi air. Penggunaan senyawa ini dapat menimbulkan perubahan rasa, warna, dan bau pada air.

7. Fenol, merupakan bahan antibakteri yang cukup kuat dalam konsentrasi 1-2% dalam air, umumnya dikenal dengan lisol dan kreolin. Fenol bersifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan iritasi.

Beberapa produk pembersih rumah tangga yang bisa digunakan untuk disinfektan yaitu :

  1. Bayclin lemon
  2. Bayclin reguler
  3. Bebek kamar mandi
  4. Dettol antiseptic liquid
  5. Dettol pembersih lantai citrus
  6. Proclin pemutih
  7. Soklin pemutih
  8. SOS pembersih lantai antibacterial
  9. Wipol pembersih lantai cemara
  10. Wipol pembersih lantai sereh dan jeruk











Cara Menggunakan Thermohygrometer Digital

Thermohygrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban pada suatu tempat atau ruangan.

Thermohygrometer terdiri dari thermohygrometer analog dan thermohygrometer digital. Pada artikel sebelumnya sudah pernah dibahas cara menggunakan thermohygrometer analog dan cara kalibrasinya.

Sekarang saya akan membahas cara menggunakan, cara kalibrasi, dan cara perawatan alat pada thermohygrometer digital.


Mengenal Fungsi Tombol dan Pengaturan Awal Alat

Thermohygrometer digital yang akan saya bahas ini produk dari ISOLAB

>> Fungsi Tombol

1. MODE
Tombol ini digunakan untuk mengalihkan waktu dan alarm. Untuk mengatur waktu yaitu tahan  tombol selama 2 detik.

2. ADJ
Tombol ini digunakan untuk mengalihkan waktu dan tanggal.

3. C/F
Tombol ini digunakan untuk mengalihkan satuan suhu yaitu celcius atau fahrenheit.

4. MAX/MIN
Tombol ini digunakan untuk menampilkan suhu dan kelembaban tertinggi atau terendah dalam memory, digunakan juga untuk menghapus memory.

>> Pengaturan Alat

1. Untuk menghidupkan thermohygrometer langkah awal yaitu memasukkan baterai ke dalam wadah baterai, layar akan menampilkan semua kata, setelah 3 detik akan menampilkan waktu, waktu 12.00, tanggal 1/1

2. Tahan tombol MODE selama 2 detik, maka kita dapat mengatur sistem menit, jam 12/24, bulan, hari, apabila selama 1 menit tidak menekan tombol, otomatis tampilan kembali ke awal.

3. Tekan tombol MODE ke mode alarm, tahan MODE selama 2 detik untuk mengatur alarm ke menit, jam. pada mode alarm tekan tombol ADJ untuk memilih empat keadaan ( lihat layar LCD ) :
a. Tampilan tanda (logo sinyal penuh ) : untuk mengingatkan ketika waktunya hanya dalam jam
b. Tampilan tanda ( lonceng ) : untuk mengingatkan bahwa alarm menyala
c. Tanda dua-duanya ( logo sinyal dan lonceng ) menyala : dua fungsi semuanya aktif
d. Tanda dua-duanya (logo sinyal dan lonceng) tidak menyala : dua fungsi semuanya tidak aktif

4. Tekan tombol C/F, maka nilai temperatur akan menampilkan Fahrenheit, tekan lagi maka akan menampilkan celcius.

5. Tekan tombol MAX/MIN , akan menampilkan nilai tertinggi dan terendah suhu dan kelembaban yang diukur, tahan tombol selama 2 detik maka akan menghapus semua data.

Cara Menggunakan Thermohygrometer Digital 

Cara menggunakan thermohygrometer digital sangat mudah yaitu : 
  1. Letakkan alat pada tempat atau ruangan yang akan diukur suhu dan kelembabannya
  2. Tunggu beberapa saat
  3. Catat hasil yang di dapat ( kelembaban dalam % dan suhu dalam celcius )

 Cara Merawat Thermohygrometer Digital

Agar alat dapat digunakan secara optimal maka perlu dilakukan perawatan yang benar. Cara merawat thermohygrometer digital yaitu :
1. Lepas baterai apabila tidak digunakan dan masukkan alat pada tempatnya.
2. Kalibrasi secara rutin.

Cara Kalibrasi Thermohygrometer Digital

Cara kalibrasi thermohygrometer digital yaitu :
  1. Siapkan toples, wadah kecil, dan thermohygrometer digital.
  2. Ambil 2 sendok garam dapur, masukkan dalam wadah kecil.
  3. Teteskan air pada garam dapur sampai garam basah seperti pasir basah.
  4. Masukkan wadah kecil berisi garam dan thermohygrometer ke dalam toples (posisi berdampingan )
  5. Tutup rapat toples dan biarkan selama 8 jam pada suhu kamar
  6. Setelah 8 jam thermohygrometer akan menunjukkan angka 75%
Jika thermohygrometer tidak menunjukkan angka 75% maka lakukan setting ulang. Apabila tidak ada sistem pengaturan maka cukup dengan menandai kelebihan atau kekurangan nilai pada alat tersebut.