Home » » Macam - Macam PIPET

Macam - Macam PIPET

Bagi yang terbiasa bekerja di laboratorium pasti tahu apa itu pipet. Pipet adalah salah satu alat laboratorium yang berbentuk silinder kecil panjang dengan ujung meruncing seperti pensil.
Pada umumnya pipet berfungsi untuk memindahkan suatu larutan atau zat kimia cair dari satu tempat ke tempat yang lain. Pipet memiliki berbagai macam bentuk dengan fungsi yang berbeda-beda.



Berikut ini beberapa macam pipet beserta fungsinya :

1. Pipet Tetes

Pipet tetes adalah jenis pipet yang terbuat dari kaca atau plastik dengan ujung bawah meruncing dan pada bagian atasnya ditutupi karet. Pipet tetes berfungsi untuk mengambil/ memindahkan cairan dalam jumlah yang sangat sedikit yaitu setetes demi setetes.



Cara menggunakan pipet tetes sangat mudah yaitu bagian bola karet yang terdapat diujung pipet dipencet lalu ditahan kemudian dimasukkan ke dalam wadah berisi larutan/cairan. Saat pipet dimasukkan ke dalam cairan, bola karet yang dipencet tadi dilepaskan kemudian angkat pipet dari cairan untuk dipindahkan ke wadah yang lain. Untuk memindahkan cairan hanya perlu memencet kembali bola karet secara perlahan-lahan disesuaikan dengan banyaknya tetesan yang dibutuhkan.

2. Pipet Ukur

Pipet ukur adalah alat gelas laboratorium yang berbentuk silinder panjang dengan ujung bawah lancip seperti pensil ( lihat gambar).
Pipet ukur berfungsi untuk memindahkan larutan atau zat kimia cair dari suatu wadah ke wadah yang lain. Untuk mengambil larutan/cairan harus menggunakan alat bantu yang disebut dengan pipet filler atau ball pipet.
Ditinjau dari segi bentuk pipet ukur ini memiliki perbedaan dengan pipet volum, yaitu pada pipet ukur terdapat skala permilinya tergantung dari kapasitas pipet ukur tersebut dan tidak ada gelembung di bagian tengahnya.


Pipet ukur memiliki berbagai macam ukuran dan setiap ukuran dibedakan dengan kode warna.
  • Warna kuning, untuk pipet ukur volume 1 ml dengan skala terkecil 0.01 ml.
  • Warna hitam, untuk pipet ukur volume 2 ml dengan skala terkecil 0.02 ml.
  • Warna merah, untuk pipet ukur volume 5 ml dengan skala terkecil 0.05 ml.
  • Warna orange, untuk pipet ukur volume 10 ml dengan skala terkecil 0.1 ml.
  • Warna putih, untuk pipet ukur volume 25 ml dengan skala terkecil 0.1 ml.
Cara menggunakan pipet ukur sama dengan menggunakan pipet volum, akan saya bahas di bagian pipet volum.

3. Pipet Volum

Pipet volum ini memiliki bentuk yang agak berbeda denga pipet yang lainnya yaitu terdapat gelembung dibagian tengahnya. Pipet volum ini memiliki ketelitian yang tinggi dibanding dengan pipet ukur. 
Pipet volum digunakan untuk mengambil larutan/cairan dengan pengukuran yang bersifat kuantitatif.






Pipet volum ini juga memiliki berbagai macam ukuran dan setiap ukuran dibedakan dengan kode warna sama halnya dengan pipet ukur.
  • Warna biru tua, untuk pipet volum dengan volum 1 ml dan 25 ml.
  • Warna orange, untuk pipet volum dengan volum 2 ml dan 10 ml.
  • Warna putih, untuk pipet volum dengan volum 5 ml.
  • Warna merah, untuk pipet volum dengan volum 50 ml.
Cara menggunakan pipet volum dan pipet ukur yaitu :
  1. Sebelum digunakan pipet harus dalam kondisi kering dan bersih.
  2. Pasangkan bola hisap ke pipet bagian atas, usahakan agar ujung pipet masuk ke bagian dalam bola hisap sehingga pipet tidak mudah lepas dari bola hisap.
  3. Untuk menyedot cairan pencet huruf A yang terdapat pada bola hisap, dan untuk mengeluarkan pencet huruf E pada bola hisap (untuk lebih jelasnya bisa baca artikel Fungsi alat non gelas laboratorium)
  4. Ketika cairan sudah masuk dalam pipet dan sudah pas dengan garis meniskus pada pipet maka pindahkan cairan ke dalam wadah yang lainnya.

4. Pipet Buret

Pipet buret berfungsi untuk mengukur volume cairan hasil titrasi. Untuk lebih jelasnya bisa baca artikel Buret dan cara menggunakannya.

5. Mikropipet

Sama seperti dengan fungsi pipet ukur atau pipet volum , fungsi mikropipet ini adalah untuk memindahkan larutan atau cairan dari satu tempat ke tempat yang lainnya, tetapi untuk volume yang sangat kecil ( dibawah 1 ml ). 
Untuk lebih lengkapnya silahkan baca artikel Mikropipet dan Cara Menggunakannya

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar