Friday, October 20, 2017

MIKROPIPET

Mikropipet atau sering disebut dengan pipet otomatis adalah suatu alat laboratorium yang digunakan untuk pengukuran volume yang sangat kecil secara akurat dalam satuan µl ( mikroliter ). Mikropipet biasanya digunakan di laboratorium biologi atau kedokteran.


Fungsi Mikropipet

Sama seperti dengan fungsi pipet ukur atau pipet volum , fungsi mikropipet ini adalah untuk memindahkan larutan atau cairan dari satu tempat ke tempat yang lainnya, tetapi untuk volume yang sangat kecil ( dibawah 1 ml ). Penggunaan pipet ukur dibawah 1 ml tidak memiliki akurasi yang tinggi sehingga orang cenderung menggunakan mikropipet yang mempunyai akurasi dan presisi yang lebih baik dari pipet ukur. Dengan mikropipet dapat diatur volumenya sesuai yang diinginkan selama masih dalam skala volume pipet tersebut.

Bagian - Bagian Mikropipet

Mikropipet mempunyai beberapa bagian penting yaitu :
  1. Plunger button/ tombol penekan, yang berfungsi untuk memompa larutan atau cairan dengan cara menekan tombol tersebut.
  2. Tips ejector button, yang berfungsi untuk melepaskan tips setelah selesai digunakan dengan cara menekan tombol tersebut.
  3. scale volume/skala volume, bagian yang menunjukkan angka/ volume pengambilan cairan sesuai yang diinginkan. untuk mengatur volume putar-putar bagian bawah plunger button ( pada gambar kiri )
  4. Shaft/ batang ujung mikropipet, yang berfungsi untuk menghubungkan mikropipet dengan tips.
  5. Pipette tips, yang berfungsi untuk menampung larutan atau cairan yang dipipet. Pemilihan tip sangat penting untuk menentukan keakuratan dalam pemipetan. Penggunaan tip sebaiknya disesuaikan dengan merek yang sama dengan pipetnya karena tidak semua pipet cocok dengan semua tip yang tersedia.

Jenis-Jenis Mikropipet

Berdasarkan volumenya, mikropipet terdiri atas 3 jenis yang umum digunakan di laboratorium yaitu :
  1. Mikropipet P1000, mikropipet yang biasa digunakan untuk mengambil cairan dengan volume 100µl - 1000µl.
  2. Mikropipet P200, mikropipet yang biasa digunakan untuk mengambil cairan dengan volume 20µl - 200µl.
  3. Mikropipet P20,  mikropipet yang biasa digunakan untuk mengambil cairan dengan volume 2µl - 20µl.

Cara Menggunakan Mikropipet

1. Mengatur volume sesuai yang diinginkan
Pada bagian mikropipet selalu dilengkapi dengan pengatur volume yang terletak di bagian kepala pipet.     Untuk mengatur volume yang diinginkan, tinggal memutar-mutar bagian kepala pipet dan memperhatikan angka yang tercantum pada bagian tengah mikropipet.

2. Memasang tips
Pemilihan tip sangat penting untuk menentukan keakuratan dalam pemipetan, dan penggunaan tip disesuaikan dengan merek yang sama dengan pipetnya karena tidak semua pipet cocok dengan tip yang tersedia.
cara memasang tips yaitu tancapkan ujung mikropipet dengan tips yang sesuai, dan pastikan tips sudah terpasang dengan benar.

3. Mengambil dan mengeluarkan sampel

  • Setelah tips terpasang, tekan tombol knob sampai hambatan pertama ( setengah tekanan ), jangan ditekan lebih dalam lagi. 
  • Masukkan mikropipet sampai tercelup ke dalam larutan sampel. Lepaskan tekanan dari tombol knob secara perlahan-lahan sampai cairan tertarik ke dalam mikropipet dan jangan sampai ada gelembung udara.
  • Pindahkan larutan sampel ke dalam wadah yang lainnya dengan cara menekan tombol knob sampai hambatan kedua ( tekanan penuh ). 
  • Lepaskan tips dengan cara menekan tombol tips ejector button.

Cara Merawat Mikropipet

    Mikropipet adalah alat yang telah dirancang akurat dan presisi oleh pabriknya. Tetapi jika digunakan di laboratorium mikropipet harus tetap dikalibrasi, karena dengan dikalibrasi akan menjamin keakuratannya.
Selain itu perawatan atau pemeliharaan mikropipet juga sangat penting untuk menjaga agar alat tersebut awet dan tidak mudah rusak.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat atau pemeliharaan  mikropipet adalah sebagai berikut :

  • Membersihkan mikropipet sebelum dan sesudah pemakaian dengan menggunakan alkohol.
  • Mensterilkan komponen mikropipet yang dapat disterilkan dengan menggunakan alat autoclave.
  • Jangan menggunakan mikropipet tanpa menggunakan tips.
  • Jangan menggunakan tips bekas untuk sampel yang berbeda karena dapat menyebabkan kontaminasi. Gantilah tips setiap berganti sampel.
  • Mengecek secara rutin kondisi mikropipet.
Sebelum menggunakan mikropipet sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini :
  • Jangan menggunakan mikropipet melebihi ukuran maksimalnya karena dapat menyebabkan ketidakakuratan ukuran mikropipet.
  • Ketika mengambil tips jangan menekan terlalu keras dan jangan terlalu lemah juga karena tips bisa jatuh.
  • Ketika menekan tombol mikropipet jangan melebihi penghentian normalnya karena larutan yang diambil menjadi berlebih.
  • Saat mengambil larutan sampel jangan melepas tombol penekan secara tiba-tiba karena akan menyebabkan larutan sampel masuk ke dalam pipet sehingga mempengaruhi keakuratan ukuran mikropipet.
  • Jangan menaruh pipet sembarangan saat masih ada larutan dalam tips di ujung pipet karena larutan dapat masuk ke dalam pipet dan menyebabkan kontaminasi.


Friday, October 6, 2017

Cara Membuat Larutan Asam Fosfat ( H3PO4 ) 3 M dan 3 N


Asam orthofosfat atau lebih dikenal dengan nama asam fosfat ( dalam bahasa inggris Orthophosporic acid ) merupakan asam lemah yang berbentuk cairan bening agak kental dengan rumus kimia H3PO4.
Berdasarkan simbol yang tertera pada kemasan asam fosfat ini memiliki sifat korosif yang menyebabkan luka bakar. Dalam meggunakan asam fosfat ini harus hati-hati, hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, berbahaya jika tertelan, melalui inhalasi dan saluran pernafasan.

Di dalam laboratorium asam fosfat ini biasa digunakan sebagai reagen kimia. Dalam industri kosmetik digunakan sebagai pengatur pH, dalam bidang pertanian digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk.

Cara Membuat Larutan Asam Fosfat (H3PO4) 3 M sebanyak 1000 ml

Diketahui :
massa jenis = 1,71 g/ml ( lihat botol kemasan )
konsentrasi = 85%         ( lihat botol kemasan )
berat molekul (BM) = 98 g/mol

Dicari berat Molaritas asam fosfat 85%...???

** Molaritas asam fosfat 85 % dapat diketahui dengan menggunakan rumus :

M = ( massa jenis x 10 x % ) / BM
M = ( 1,71 x 10 x 85 ) / 98
M = 14,8
Jadi molaritas asam fosfat 85% adalah 14,8 M.

** Menghitng volume yang dibutuhkan asam fosfat 85% untuk membuat asam fosfat 3 M yaitu dengan menggunakan rumus pengenceran :

M1 x V1 = M2 x V2
14,8 M x V1 = 3 M x 1000 ml
V1 = 3000/14,8
V1 = 202,7 ml
Jadi volume asam fosfat 85% yang diambil adalah 202,7 ml.

Cara membuat asam fosfat 3 M adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan gelas piala 500 ml dan isi dengan aquadest 150 ml.
  2. Ambil asam fosfat sebanyak 202,7 ml dan masukkan dalam gelas piala yang telah diisi dengan aquadest tadi. Aduk hingga homogen.
  3. Pindahkan larutan asam fosfat tersebut ke dalam labu ukur 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  4. Pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label.
Catatan : dalam membuat larutan asam fosfat ini lakukan di dalam lemari asam dan gunakan masker.

Cara Membuat Larutan Asam Fosfat ( H3PO4) 3 N sebanyak 1000 ml

Diketahui :
elektron valensi asam fosfat = 3

Dicari Normalitas asam fosfat 85%...???

** Mencari Normalitas asam fosfat 85% dengan rumus :
N = ((massa jenis x 10 x %) x valensi) / BM
N = (( 1,71 x 10 x 85 ) x 3) / 98
N = 4360,5/98
N = 44,49
Jadi normalitas asam fosfat 85% adalah 44,49 N.

** Untuk mencari volume yang dibutuhkan untuk membuat larutan asam fosfat 3 N dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2
44,49 x V1 = 3N x 1000 ml
V1 = 3000/ 44,49
V1 = 67,4 ml
Jadi volume asam fosfat 85% yang dibutuhkan untuk membuat asam fosfat 3 N adalah 67,4 ml.

Cara membuat asam fosfat 3 N adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan gelas piala 500 ml dan isi dengan aquadest 150 ml.
  2. Ambil asam fosfat sebanyak 67,4 ml dan masukkan dalam gelas piala yang telah diisi dengan aquadest tadi. Aduk hingga homogen.
  3. Pindahkan larutan asam fosfat tersebut ke dalam labu ukur 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  4. Pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label.

Demikian sedikit ulasan dari saya tentang bagaimana membuat larutan asam fosfat. Jika ada yang tidak jelas bisa tinggalkan komentar di bawah. Semoga artikel ini bermanfaat, share ke teman-teman ya readers...



Tuesday, October 3, 2017

Membuat Larutan Asam Nitrat ( HNO3) 3 M dan 0.5 N

Asam nitrat (dalam bahasa inggris disebut nitric acid ) atau disebut juga dengan nama asam sendawa dengan rumus kimia HNO3 adalah bahan kimia yang bersifat korosif, berbentuk cairan bening tidak berwarna. Asam nitrat merupakan asam yang beracun dan dapat menyebabkan luka bakar apabila terkena kulit kita.

Asam nitrat harus disimpan di dalam botol reagen yang berwarna gelap karena asam nitrat akan berubah warna menjadi kekuning-kuningan jika botolnya sering dibuka atau terkena cahaya.

Karena bersifat korosif dan sebagai pengoksidasi maka harus hati-hati dalam menggunakan bahan kimia ini. Botolnya dapat meledak jika disimpan ditempat yang panas, jika tumpah dapat menyebabkan korosi pada logam, dapat membakar kertas dan kayu. Uapnya sangat beracun.

Di dalam laboratorium asam nitrat biasanya digunakan sebagai reagen. Asam nitrat ini juga digunakan untuk memproduksi bahan yang mudah meledak seperti nitrogliserin, trinitrotoluena (TNT), dan juga untuk bahan membuat ammonium nitrat.

Cara Membuat Larutan Asam Nitrat 3 M ( 3N ) dari Asam Nitrat 65% sebanyak 1000 ml

karena asam nitrat memiliki valensi 1 maka nilai molaritas = nilai normalitas
Diketahui :
 massa jenis = 1,40 gr/ml
Kemurnian = 65 % ( lihat dalam kemasan botol )
Berat molekul = 63,01 gr/mol

Ditanyakan : Molaritas asam nitrat 65%....?

** Mencari nilai molaritas asam nitrat 65%, dengan rumus :
M = ( massa jenis x 10 x % ) / Mr
M = ( 1,40 x 10 x 65 ) / 63,01
M = 14,4 

** Setelah diketahui molaritas asam nitrat 65%, maka dengan rumus pengenceran dapat dicari  volume yang dibutuhkan asam nitrat 65% untuk membuat asam nitrat 3 M yaitu :
M1 x V1 = M2 x V2
14,4 x V1 = 3M x 1000 ml
V1 = 3000/ 14,4
V1 = 208,3 ml
Jadi volume yang dibutuhkan sebanyak 208,3 ml.

** Langkah membuat asam nitrat 3 M adalah :
  1. Ambil asam nitrat ( HNO3) sebanyak 208,3 ml. Masukkan dalam gelas piala ukuran 500 ml yang sebelumnya telah diisi aquadest. Aduk hingga homogen
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar ukuran 1000 ml dengan hati-hati, dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
  3. Pindahkan segera ke dalam botol reagen gelap (coklat) dan beri label.

Cara Membuat Larutan Asam Nitrat 0,5 N  dari Asam Nitrat 65% sebanyak 1000 ml

Diketahui : nilai normalitas asam nitrat 65% adalah 14,4 N.

Dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2
14,4 x V1 = 0,5N x 1000 ml
V1 = 500/14,4
V1 = 34,7 ml
Jadi volume yang dibutuhkan/ diambil dari asam nitrat 65% adalah 34,7 ml.

Langkah untuk membuat asam nitrat 0,5 N sama dengan langkah diatas ( cara membuat asam nitrat 3 M ).

Thursday, September 28, 2017

SIMBOL BAHAN KIMIA Berbahaya


Simbol bahaya pada bahan kimia digunakan untuk pelabelan pada bahan-bahan berbahaya menurut Peraturan Tentang Bahan Berbahaya.

Bahan-bahan kimia yang berada di laboratorium banyak yang berbahaya, baik bagi manusia atau bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu untuk menghindari kecelakaan kerja di laboratorium bahan-bahan kimia yang berbahaya diberi simbol yang bertujuan untuk memberikan keterangan mengenai sifat bahaya bahan kimia tersebut.

Sebelum menggunakan bahan-bahan kimia di laboratorium sebaiknya kita pelajari dan pahami makna simbol-simbol bahaya yang terdapat pada wadah bahan kimia.

Berikut ini beberapa simbol tanda bahaya yang terdapat pada wadah bahan kimia :

1. Bahan yang bersifat iritasi ( iritant )


Bahan kimia yang ditandai dengan simbol tanda seru berwarna hitam dengan garis tepi berwarna merah memiliki sifat iritant/iritasi, bahan kimia cairan atau padatan dengan simbol ini jika terjadi kontak secara langsung atau terus-menerus dengan kulit dapat menyebabkan iritasi/peradangan.

Contoh bahan kimia dengan simbol ini adalah iodine, toluene, petroleum benzine, benzyl alkohol, hidrogen peroksida, kalium hidroksida, calsium nitrat.

Tindakan pencegahan : hindari agar tidak terkena kulit atau kontak langsung dengan tubuh.

2. Bahan yang bersifat mudah terbakar ( flammable )


Bahan kimia yang ditandai dengan simbol nyala api berwarna putih dan hitam dengan garis tepi berwarna merah memiliki sifat mudah terbakar atau mudah menyala.

Contoh bahan kimia dengan simbol ini adalah acetone, petroleum benzene, toluene, ethanol, methanol, N- hexane, diethyl ether, calsium nitrat.

Tindakan pencegahan : jauhkan dari benda-benda yang berpotensi mengeluarkan api.

Simbol ini menunjukkan bahwa suatu bahan memiliki sifat sebagai berikut :
  • Pada bahan kimia padatan  mudah terbakar jika kontak dengan sumber nyala api. 
  • Bahan kimia padatan dan cairan yang memiliki titik nyala di bawah 0 derajat Celcius dan memiliki titik didih lebih rendah atau sama dengan 35 derajat Celcius.
  • Gas yang mudah terbakar pada suhu dan tekanan normal.
  • Mengeluarkan gas yang sangat mudah terbakar dalam jumlah yang berbahaya jika terjadi kontak dengan air atau udara lembab.
  • Cairan yang mengandung alkohol dan pada titik nyala dibawah 60 derajat Celcius akan menyala jika terjadi kontak dengan api.
3. Bahan yang bersifat racun ( toxic )

Bahan kimia yang ditandai dengan simbol gambar tengkorak dan tulang bersilang dengan garis tepi berwarna merah memiliki sifat beracun bagi manusia dan dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila tertelan atau terhirup. 

Contoh bahan kimia dengan simbol ini adalah chloroform, methanol,kalium dikromat, timbal asetat.

Tindakan pencegahan : jangan sampai terhirup, tertelan, dan hindari kontak langsung dengan kulit.

4. Bahan yang bersifat karsinogenik, teratogenik, dan mutagenik (carcinogenic, tetragenic, mutagenic)

Bahan kimia yang ditandai dengan simbol gambar kepala dan dada manusia berwarna hitam dan gambar menyerupai bintang segi enam berwarna putih pada dada menunjukkan jika terpapar dalam jangka panjang, jangka pendek, atau berulang dengan bahan kimia ini dapat menyebabkan efek kesehatan sebagai berikut :
a. Karsinogenik ( penyebab sel kanker ),
b. Teratogenik yaitu sifat bahan yang dapat mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan embrio.
c.  Mutagenik yaitu sifat bahan yang menyebabkan perubahan kromosom yang berarti dapat merubah genetika.

d. Gangguan saluran pernafasan, toksisitas terhadap sistem reproduksi dan organ sasaran spesifik.

Contoh bahan kimia dengan simbol ini adalah toluene, methanol, N-hexane, chloroform, petroleum benzene.
Tindakan pencegahan :  jangan sampai terhirup, tertelan, dan hindari kontak langsung dengan kulit. 

5. Bahan yang bersifat korosif ( corrosive )

Bahan kimia yang ditandai dengan simbol berupa 2 gambar yang tertetesi cairan korosif dengan garis tepi tebal berwarna merah menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut memiliki sifat menyebabkan iritasi /terbakar pada kulit, perih jika terkena pada kulit yang luka, merusak jaringan tubuh manusia, dan menyebabkan proses pengkaratan pada logam atau baja.

 Contoh bahan kimia dengan simbol ini adalah hydrochloric acid ( HCl ), sulfuric acid ( H2SO4), ammonia, asam nitrat, phosphoric acid, asam asetat glasial, kalium hidroksida, natrium hidroksida, kalium nitrat, besi III klorida ( feCl3).

Tindakan pencegahan : hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, jangan sampai terhirup, dan jauhkan dari benda-benda logam karena dapat menyebabkan korosi.

6. Bahan yang bersifat berbahaya bagi lingkungan ( dangerous for environment )

Bahan kimia yang ditandai dengan simbol berupa gambar pohon dan media lingkungan berwarna hitam serta ikan berwarna putih ini menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan, merusak atau menyebabkan kematian pada ikan atau organisme lain, dan menyebabkan kerusakan ekosistem.

Contoh bahan kimia dengan simbol ini adalah ammonia, N- hexane, petroleum benzene, timbal asetat ( pb asetat ), kalium dikromat, iodine.

Tindakan pencegahan : hindari bercampur dengan lingkungan yang dapat membahayakan lingkungan hidup, atau hindari pembuangan langsung ke lingkungan.

7. Bahan yang bersifat pengoksidasi ( oxidizing )

Bahan kimia yang ditandai dengan simbol berupa gambar bola api berwarna hitam yang menyala menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut dapat melepaskan panas dan menimbulkan api ketika bereaksi dengan bahan kimia lainnya, terutama bahan kimia yang mudah terbakar.

Contoh bahan kimia dengan simbol ini adalah natrium nitrat, kalium dikromat, kalium iodat, ammonium nitrat, hidrogen peroksida.

Tindakan pencegahan : hindarkan dari panas serta bahan-bahan yang mudah terbakar dan bahan yang memiliki titik api rendah.



8. Bahan yang bersifat berbahaya ( harmful )

Bahan kimia dengan simbol berupa gambar silang tebal berwarna hitam menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut baik yang berupa padatan, cairan, atau gas jika terjadi kontak atau melalui inhalasi/oral dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan sampai tingkat tertentu, menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan pernafasan.

Contoh bahan kimia dengan simbol ini adalah iodine, dietyl ether, petroleum benzene, natrium karbonat, kalsium klorid, peridin.

Tindakan pencegahan : hindari kontak langsung dengan kulit, mata, dan jangan sampai terhirup.


Itulah beberapa simbol bahan kimia yang dapat saya jelaskan. Bagi yang bekerja di laboratorium jaga kesehatan dan keamanan dengan memahami simbol bahan kimia berbahaya diatas.
Semoga bermanfaat...

Friday, September 8, 2017

Macam - Macam PIPET


Bagi yang terbiasa bekerja di laboratorium pasti tahu apa itu pipet. Pipet adalah salah satu alat laboratorium yang berbentuk silinder kecil panjang dengan ujung meruncing seperti pensil.
Pada umumnya pipet berfungsi untuk memindahkan suatu larutan atau zat kimia cair dari satu tempat ke tempat yang lain. Pipet memiliki berbagai macam bentuk dengan fungsi yang berbeda-beda.

Berikut ini beberapa macam pipet beserta fungsinya :

1. Pipet Tetes

Pipet tetes adalah jenis pipet yang terbuat dari kaca atau plastik dengan ujung bawah meruncing dan pada bagian atasnya ditutupi karet. Pipet tetes berfungsi untuk mengambil/ memindahkan cairan dalam jumlah yang sangat sedikit yaitu setetes demi setetes.



Cara menggunakan pipet tetes sangat mudah yaitu bagian bola karet yang terdapat diujung pipet dipencet lalu ditahan kemudian dimasukkan ke dalam wadah berisi larutan/cairan. Saat pipet dimasukkan ke dalam cairan, bola karet yang dipencet tadi dilepaskan kemudian angkat pipet dari cairan untuk dipindahkan ke wadah yang lain. Untuk memindahkan cairan hanya perlu memencet kembali bola karet secara perlahan-lahan disesuaikan dengan banyaknya tetesan yang dibutuhkan.

2. Pipet Ukur

Pipet ukur adalah alat gelas laboratorium yang berbentuk silinder panjang dengan ujung bawah lancip seperti pensil ( lihat gambar).
Pipet ukur berfungsi untuk memindahkan larutan atau zat kimia cair dari suatu wadah ke wadah yang lain. Untuk mengambil larutan/cairan harus menggunakan alat bantu yang disebut dengan pipet filler atau ball pipet.
Ditinjau dari segi bentuk pipet ukur ini memiliki perbedaan dengan pipet volum, yaitu pada pipet ukur terdapat skala permilinya tergantung dari kapasitas pipet ukur tersebut dan tidak ada gelembung di bagian tengahnya.


Pipet ukur memiliki berbagai macam ukuran dan setiap ukuran dibedakan dengan kode warna.
  • Warna kuning, untuk pipet ukur volume 1 ml dengan skala terkecil 0.01 ml.
  • Warna hitam, untuk pipet ukur volume 2 ml dengan skala terkecil 0.02 ml.
  • Warna merah, untuk pipet ukur volume 5 ml dengan skala terkecil 0.05 ml.
  • Warna orange, untuk pipet ukur volume 10 ml dengan skala terkecil 0.1 ml.
  • Warna putih, untuk pipet ukur volume 25 ml dengan skala terkecil 0.1 ml.
Cara menggunakan pipet ukur sama dengan menggunakan pipet volum, akan saya bahas di bagian pipet volum.

3. Pipet Volum


Pipet volum ini memiliki bentuk yang agak berbeda denga pipet yang lainnya yaitu terdapat gelembung dibagian tengahnya. Pipet volum ini memiliki ketelitian yang tinggi dibanding dengan pipet ukur. 
Pipet volum digunakan untuk mengambil larutan/cairan dengan pengukuran yang bersifat kuantitatif.





Pipet volum ini juga memiliki berbagai macam ukuran dan setiap ukuran dibedakan dengan kode warna sama halnya dengan pipet ukur.
  • Warna biru tua, untuk pipet volum dengan volum 1 ml dan 25 ml.
  • Warna orange, untuk pipet volum dengan volum 2 ml dan 10 ml.
  • Warna putih, untuk pipet volum dengan volum 5 ml.
  • Warna merah, untuk pipet volum dengan volum 50 ml.
Cara menggunakan pipet volum dan pipet ukur yaitu :
  1. Sebelum digunakan pipet harus dalam kondisi kering dan bersih.
  2. Pasangkan bola hisap ke pipet bagian atas, usahakan agar ujung pipet masuk ke bagian dalam bola hisap sehingga pipet tidak mudah lepas dari bola hisap.
  3. Untuk menyedot cairan pencet huruf A yang terdapat pada bola hisap, dan untuk mengeluarkan pencet huruf E pada bola hisap (untuk lebih jelasnya bisa baca artikel Fungsi alat non gelas laboratorium)
  4. Ketika cairan sudah masuk dalam pipet dan sudah pas dengan garis meniskus pada pipet maka pindahkan cairan ke dalam wadah yang lainnya.

4. Pipet Buret

Pipet buret berfungsi untuk mengukur volume cairan hasil titrasi. Untuk lebih jelasnya bisa baca artikel Buret dan cara menggunakannya.

5. Mikropipet

Sama seperti dengan fungsi pipet ukur atau pipet volum , fungsi mikropipet ini adalah untuk memindahkan larutan atau cairan dari satu tempat ke tempat yang lainnya, tetapi untuk volume yang sangat kecil ( dibawah 1 ml ). 
Untuk lebih lengkapnya silahkan baca artikel Mikropipet dan Cara Menggunakannya

Monday, September 4, 2017

Cara Membuat Larutan Iodium 0.1 N (0.05 M)

Iodine(I2) lebih dikenal dengan nama yodium atau iodium. Iodine merupakan senyawa kimia berbentuk kristal dengan penampilan fisik abu-abu metalik. Kristal iodine dapat berubah dari padat ke gas. Sebagai gas, iodine adalah uap berwarna ungu.

Beberapa Kegunaan Iodine ( Iodium ) adalah :

  1.  Iodine untuk obat luka, sebagai antiseptik untuk membunuh kuman dan bakteri.
  2.  Iodine di laboratorium digunakan untuk menguji/mengidentifikasi amilum.
  3.  Iodine dalam bentuk Kalium Iodidat (KIO3) ditambahkan dalam garam dapur untuk mencegah  penyakit gondok.
  4.  Iodine dalam bentuk Perak Iodida (AgI) digunakan dalam pembuatan film fotografi.
Iodine mudah larut dalam kloroform,karbon tetra klorida, karbon disulfida. Iodine sukar larut dalam air sehingga dalam pembuatan larutan iodine/iodium perlu penambahan zat pembantu yaitu Kalium Iodida (KI).
Fungsi dari penambahan KI adalah untuk meningkatkan kelarutan dan mengurangi penguapan iodine, karena Iodine sukar larut dalam air tapi agak larut dalam ion iodida.


Cara Membuat Larutan Iodine/Iodium 0.1 N ( 0.05 M ) sebanyak 1000 ml

Diketahui : Mr Iodine = 253.81 gr/mol
Rumus :
N = (gr x n ) / (MrxV)
0.1 = (gr x 2 ) / (253.81 x 1L )
gr = ( 253.81 x 0.1N )/2
gr = 12.69 gram
Jadi Iodine yang diperlukan 12.69 gram.

Langkah - langkah membuat larutan Iodine/Iodium 0.1N ( 0.05 M)  :
  1. Timbang Iodine sebanyak 12.69 gram + KI 18 gram, masukkan dalam gelas beker 250 ml.
  2. Tambah aquadest 150 ml. Aduk hingga larut sempurna. Jika masih susah larut bisa ditambahkan KI lagi.
  3. Setelah larut sempurna, masukkan larutan iodine ke dalam labu takar 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  4. Segera pindahkan ke dalam botol reagen gelap dan beri label.
Botol yang digunakan sebagai tempat penyimpanan larutan iodine (iodium) harus tertutup dengan baik karena jika tidak tertutup dengan baik maka iodine/iodium akan menguap. 
Botol harus berwarna gelap karena iodine sangat mudah terurai oleh cahaya matahari sehingga konsentrasi dari larutan iodine tidak stabil ( perlu dilakukan standarisasi ).


Wednesday, August 30, 2017

Keselamatan Kerja di LABORATORIUM

Laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan/ penelitian. Untuk melakukan percobaan/penelitian di laboratorium membutuhkan bahan - bahan kimia yang sebagian besar berbahaya dan alat -alat gelas kimia yang mudah pecah.
Karena di laboratorium memiliki potensi banyak bahaya, maka perlu diperhatikan tata tertib dan keselamatan kerja di laboratorium untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium.

TATA TERTIB LABORATORIUM

Tata tertib laboratorium penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan selama praktikum/penelitian di laboratorium.Sebelum bekerja di laboratorium perhatikan tata tertib berikut ini :

  1. Memakai baju khusus/jas laboratorium saat berada di laboratorium.
  2. Tidak boleh merokok, makan dan minum di dalam laboratorium.
  3. Tidak boleh bersendau gurau di dalam laboratorium mengingat banyak alat gelas yang mudah pecah dan adanya bahan-bahan kimia berbahaya.
  4. Tidak boleh memakai perhiasan saat berada di dalam laboratorium yang bisa rusak karena bahan kimia.
  5. Tidak boleh memakai sepatu terbuka atau sandal karena beresiko jika terkena tumpahan cairan.
  6. Alat dan bahan harus digunakan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh laboran.
  7. Tidak mencoba memegang alat dan bahan yang tidak diperlukan tanpa ijin laboran.
  8. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan penelitian/praktikum.
  9. Membuang sampah pada tempatnya. Memisahkan sampah padat dan cair. Sampah padat dibuang ditempat sampah yang telah disediakan, sedang sampah cair dibuang dibak saluran pembuangan.
  10. Membersihkan alat-alat yang telah digunakan dan mengembalikan pada tempat semula.
  11. Sebelum meninggalkan ruangan periksa kembali dengan teliti keadaan di dalam laboratorium. Meja praktikum/penelitian harus dalam keadaan bersih, kran air ditutup dan kontak listrik dicabut.

KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

  1. Sebaiknya minum susu terlebih dahulu sebelum praktikum/penelitian untuk menetralkan tubuh dari kontaminasi bahan kimia. 
  2. Memakai masker dan sarung tangan saat mengambil bahan-bahan kimia.
  3. Wanita dan pria yang memiliki rambut panjang harus diikat.
  4. Berhati-hati dalam membawa dan menggunakan alat-alat yang terbuat dari kaca.
  5. Menggunakan alat bantu ( pipet tetes, spatula, pinset ) untuk mengambil bahan atau zat kimia.
  6. Segera basuh dengan air yang banyak apabila ada bagian tubuh yang terkena zat kimia.
  7. Segera muntahkan apabila ada zat kimia yang masuk ke mulut.
  8. Apabila terkena pecahan kaca atau ada yang terluka segera hubungi laboran/petugas untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahan kimia :
  1. Apabila mengambil bahan kimia pekat yang berasap dan berbahaya lakukan di dalam lemari asam.
  2. Bahan/zat kimia tertentu (asam kuat dan basa kuat) tidak boleh dicampur karena akan menimbulkan reaksi yang dahsyat, kecuali sudah diketahui pasti tidak menimbulkan bahaya.
  3. Jangan mengambil bahan/larutan kimia secara langsung tapi ambil/tuang seperlunya ke dalam wadah.
  4. Sisa pengambilan bahan/zat kimia sebaiknya dibuang, jangan dimasukkan kembali ke dalam botol asal untuk menghindari kontaminasi.
  5. Larutan pekat yang tidak terpakai harus dibuang setelah diencerkan dengan air terlebih dahulu. 
  6. Mulut tabung reaksi atau gelas kimia selama digunakan untuk pencampuran atau pemanasan larutan kimia tidak boleh ditengok langsung.
  7. Jangan mencium zat kimia secara langsung, cara membaui dengan mengibas-ngibaskan tangan ke mulut tabung.
  8. Jika memanaskan tabung reaksi arahkan mulut tabung reaksi menjauh dari wajah.
  9. Jika mencampur larutan dengan zat tambahan yang dapat menimbulkan reaksi, lakukanlah dengan pipet setetes demi setetes  melalui bagian pinggir tabung reaksi.
Itulah beberapa hal tata tertib dan keselamatan kerja di laboratorium, Mohon diperhatikan dengan benar sebelum bekerja di laboratorium untuk menghindari atau meminimalisir kecelakaan kerja di dalam laboratorium. Semoga bermanfaat ya readers :)