Penentuan Asam Lemak Bebas ( ALB) atau FFA

Asam Lemak Bebas ( ALB ) atau Free Fatty Acid ( FFA ) adalah asam yang dibebaskan pada hidrolisa lemak. Penentuan asam lemak bebas penting dilakukan untuk mengetahui kualitas dari lemak atau minyak. Semakin tinggi asam lemak bebas dalam minyak maka semakin rendah kualitas minyak tersebut.


Penentuan Asam Lemak Bebas

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Erlenmeyer asah
  • Buret 25 ml
  • Waterbath
  • Pendingin tegak
  • Pipet ukur 2 ml
  • Gelas ukur 50 ml
  • Gelas piala
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Larutan NaOH 0,1 N yang sudah distandarisasi
  • Indikator PP 1%, larutkan 1 gram phenolphthalein ke dalam 100 ml alkohol 70%.
  • Aquadest
  • Alkohol netral
Cara Kerja :
  1. Sampel diaduk merata dan berada dalam keadaan cair.
  2. Timbang sampel sebanyak 5 gram dan masukkan ke dalam erlenmeyer.
  3. Tambahkan alkohol netral sebanyak 50 ml.
  4. Hubungkan erlenmeyer dan pendingin tegak, kemudian panaskan erlenmeyer yang berisi larutan tersebut ke dalam waterbath selama 30 menit ( kira- kira sampai sampel larut ). 
  5. Setelah sampel larut matikan waterbath dan dinginkan larutan dalam erlenmeyer sampai suhu kamar.
  6. Tambahkan 2 ml indikator phenolphthalein (PP).
  7. Titrasi dengan larutan NaOH 0,1 N (yang sudah distandarisasi) sampai warna merah jambu tercapai dan tidak hilang selama 30 detik.
  8. Catat volume hasil titrasi.
Asam lemak bebas ditentukan sebagai kandungan asam lemak yang terdapat paling banyak dalam minyak tertentu. Dengan demikian asam lemak bebas sebagai berikut ini dapat dipakai sebagai tolok ukur jenis minyak tertentu :

No
Sumber Minyak
Jenis Asam Lemak
Berat Molekul ( BM )




1
Susu, Sawit
Palmitat
256
2
Inti Sawit, Kelapa
Laurat
200
3
Susu
Oleat
282
4
Jagung, Kedelai, Kacang
Linoleat
278

Perhitungan :





Keterangan :
ml NaOH = volume titrasi NaOH yang dibutuhkan
BM asam lemak = berat molekul asam lemak ( lihat pada tabel diatas )

Baca Juga :

Angka Asam = mg KOH yang dibutuhkan untuk menetralkan 1 gram (1000 mg) sampel.
Untuk merubah % FFA menjadi angka asam, maka menggunakan rumus sebagai berikut :






Contoh :
% FFA = 0,4 %
BM KOH = 56
BM asam lemak oleat = 282

Maka angka asam untuk oleat = ( 0,4% x 56 ) / ( 282/10 ) = 22,4 / 28,2 = 0,794
Angka asam 0,794, artinya untuk menetralkan 1 gram sampel dibutuhkan sebanyak 0,794 mg KOH.
Misalnya sampel yang dianalisa sebanyak 5 gram maka KOH yang dibutuhkan adalah 0,794 mg/gram x 5 gram = 3,97 mg KOH.

DAFTAR PUSTAKA

Sudarmadji, S. dkk. 1984. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Penentuan Kadar Protein Metode Kjedahl

Protein merupakan komponen yang banyak terdapat pada sel tanaman dan hewan. Protein merupakan sumber gizi utama yaitu sebagai sumber asam amino.

Penentuan kadar protein dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu metode kjedahl, metode biuret, metode lowry, metode pengikatan zat warna dan metode titrasi formol.

Pada artikel ini hanya akan dibahas penentuan kadar protein dengan menggunakan metode kjedahl. Metode ini sangat umum digunakan dan dapat digunakan untuk analisis protein semua jenis bahan pangan. Prosedur penetapannya tidak membutuhkan biaya mahal ( kecuali bila digunakan sistem automatis ) dan hasilnya cukup akurat. Salah satu kelemahan dari metode ini adalah metode ini tidak hanya mengukur nitrogen pada protein tetapi juga nitrogen dari non protein. Oleh karena itu, perlu digunakan faktor konversi dalam perhitungan.


Penentuan Kadar Protein Metode Kjedahl

Alat : 
  • Alat destilasi
  • Timbangan analitik
  • Labu didih
  • Erlenmeyer 100/125 ml
  • Buret 10 atau 25 ml
Bahan :

>> Asam sulfat pekat ( 95 - 97% )
>> Selenium

>> Asam Borat 1%
    Timbang 1 gram asam borat kemudian larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

>> Natrium hidroksida ( NaOH ) 40%
     Timbang 400 gram NaOH dalam gelas piala 600 ml. Aduk hingga larut. Setelah dingin tambah aqudeat sampai volume 1000 ml.

>> Penunjuk Conway 
    Timbang 0,1 gram metil merah ( metil red ) dan 0,150 gram hijau bromkresol ( bromcresol green ) kemudian larutkan dengan 200 ml etanol 96%.

>> Larutan baku asam sulfat ( H2SO4 ) 0,05 N
     Pipet 1,4 ml H2SO4 pekat kemudian encerkan dengan aquadest sampai volume 1000 ml.

Cara Standarisasi asam sulfat bisa dilihat pada artikel : Standarisasi H2SO4

Cara Kerja :

Destruksi
  1. Timbang sampel 0,2 - 0, 5 gram ( tergantung jenis sampel ). Masukkan ke dalam labu didih.
  2. Tambahkan 1 gram selenium dan 3 ml H2SO4 pekat ( jika kadar protein tinggi digunakan 5 ml asam sulfat ).
  3. Destruksi hingga didapat ekstrak jernih.
  4. Tabung diangkat, didinginkan, kemudian ekstrak diencerkan dengan aquadest hingga volume 50 ml. Kocok sampai homogen. 
Destilasi
  1. Pindahkan secara kualitatif seluruh ekstrak sampel ke dalam labu didih ( yang berada dalam alat destilasi ), tambahkan NaOH 40% sebanyak 20 ml dan secepatnya ditutup.
  2. Siapkan penampung untuk NH3 yaitu erlenmeyer yang berisi 10 ml asam borat 1% yang ditambah indikator conway 3 tetes ( berwarna merah muda). Kemudian dihubungkan dengan alat destilasi.
  3. Destilasi dihentikan apabila volume dalam erlenmeyer mencapai 75 ml (berwarna hijau).
Titrasi
  1. Siapkan buret 25 ml dan diisi dengan H2SO4 0,05 N.
  2. Titrasi larutan tersebut sampai terjadi perubahan warna ( dari warna hijau menjadi warna merah muda ).
  3. Catat volume hasil titrasi.
** Buat juga larutan blanko dengan mengganti sampel dengan aquadest, lakukan destruksi, destilasi, dan titrasi seperti langkah diatas.

** Larutan pentitar selain menggunakan H2SO4 bisa juga menggunakan HCl 0,02 N.

Perhitungan :








Keterangan :
V sampel   = ml titar sampel
V blanko   = ml titar blanko
N H2SO4  = normalitas H2SO4 ( 0,05 N )
bst N         = berat setara nitrogen ( 14,008 )
100            = konversi ke persen

Tabel Faktor konversi untuk mengkonversi persen nitrogen menjadi protein

No
Bahan
Faktor
Konversi



1
Campuran
6,25
2
Daging
6,25
3
Maizena
6,25
4
Roti, gandum, makaroni, bakmi
6,25
5
Susu dan produk susu
6,38
6
Tepung
5,70
7
Telur
6,68
8
Gelatin
5,55
9
Kedelai
5,71
10
Beras
5,95
11
Kacang tanah
5,46

DAFTAR PUSTAKA

Andarwulan, N dkk. 2011. Analisis Pangan. Dian Rakyat. Jakarta.

Balai Penelitian Tanah. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah,Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Membuat Larutan Kalium Kromat ( K2CrO4 ) 0,25 M (0,5 N) dan 5 %

Kalium kromat ( Potassium chromat ) adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia K2CrO4. Kalium kromat berbentuk bubuk berwarna kuning dan tidak berbau. Dalam bidang laboratorium senyawa ini biasa digunakan sebagai indikator dalam pembakuan perak nitrat (AgNO3).

Kalium kromat tidak larut dalam alkohol. Kelarutan dalam air 62,9 gr/100 ml (20˚C), 75,1gr/100 ml (80˚C), 79,2gr/100 ml (100˚C).

Berdasar pada botol kemasan, kalium kromat ini bersifat sangat beracun, dapat menyebabkan kanker, mengiritasi mata, sistem pernafasan, dan kulit. Sangat peka jika kontak dengan kulit. Apabila terkena kulit segera bilas dengan air yang banyak. Periksa petunjuk khusus sebelum digunakan.


Pembuatan Larutan Kalium Kromat 0,25 M ( 0,5 N )

Diketahui :
Mr K2CrO4 = 194,20 gr/mol
Valensi = 2

Dicari : K2CrO4 yang perlu ditimbang = ....?

Penyelesaian :
Misal ingin membuat kalium kromat 0,25 M sebanyak 500 ml ( 0,5 L), dengan menggunakan rumus molaritas maka dapat diketahui gram K2CrO4 yang dibutuhkan.
rumus molaritas :








Jadi K2CrO4 yang perlu ditimbang adalah 24, 27 gram ( untuk membuat K2CrO4 0,25 M , 500 ml ).

Langkah membuat larutan kalium kromat adalah :

  1. Timbang kalium kromat 24,27 gram, masukkan dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira - kira 200 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan kalium kromat ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas/ volume 500 ml. Kocok hingga homogen.
  3. Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.

Pembuatan Larutan Kalium Kromat 5 %

K2CrO4 5 % artinya bahwa dalam 100 gram larutan ini mengandung 5 gram K2CrO4.

Untuk membuat larutan K2CrO4 yaitu timbang 5 gram kalium kromat dan tambahkan aquadest sampai volume 100 ml.


DAFTAR PUSTAKA


Mulyono, H.A.M. 2006. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

Membuat Larutan Natrium Karbonat ( Na2CO3 ) 0,1 N ( 0,05 M )

Natrium Karbonat atau disebut juga dengan soda abu merupakan garam natrium dari asam karbonat yang mudah larut dalam air. Natrium karbonat mempunyai rumus kimia Na2CO3. Natrium karbonat berbentuk bubuk dan berwarna putih yang mempunyai rasa alkalin/pahit.

Natrium karbonat tidak larut dalam etanol, aseton, dan larut dalam gliserol, dimetilformamida. Kegunaan natrium karbonat yaitu :

  1. Untuk menetralkan efek korosi dari klorin dan menaikkan pH pada kolam renang.
  2. Dalam kimia digunakan sebagai elektrolit.
  3. Dapat digunakan sebagai pelembut air dalam mencuci pakaian.
  4. Dapat digunakan untuk menghilangkan minyak dan oli.
  5. Dapat digunakan sebagai tambahan pangan (E500) yaitu pengatur keasaman, anti lengket pada kue, pengembang, dan penstabil.
Berdasar pada botol kemasan, natrium karbonat bersifat iritan, tidak boleh dihirup, dan apabila terkena mata segera bilas dengan air yang banyak dan segera dapatkan bantuan medis.


Pembuatan Larutan Natrium Karbonat 0,1 N (0,05 M )

Diketahui :
Mr Na2CO3 = 105,99 gr/mol
Valensi (a) = 2

Ditanya : Na2CO3 yang dibutuhkan untuk membuat 0,1 N Na2CO3 = ....?

Penyelesaian :
Misal ingin membuat Na2CO3 0,1 N sebanyak 1000 ml,
Jadi Na2CO3 yang dibutuhkan adalah 5,3 gram ( untuk membuat Na2CO3 0,1 N sebanyak 1 liter ).






Langkah dalam membuat Na2CO3 0,1 N adalah :
  1. Timbang Na2CO3 sebanyak 5,3 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira 200 ml. Aduk hingga larut.
  2. Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 1000 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Kocok hingga homogen.
  3. Pindahkan dalam botol reagen dan beri label.

Pembuatan Larutan Na2CO3 5%

  1. Timbang Na2CO3 5 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira - kira 50 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 100 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas ( volume 100 ml). Kocok hingga homogen.


DAFTAR PUSTAKA

Mulyono, H.A.M. 2006. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

Wikipedia. 27 Desember 2018. Natrium Karbonat. Diperoleh 20 Februari 2018 dari https://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_karbonat

Penetapan pH Tanah, Air, dan Pupuk

pH adalah tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan, zat atau benda dan diukur pada skala 0 sampai 14. Nilai pH kurang dari 7 maka larutan tersebut bersifat asam, nilai pH 7 larutan bersifat netral, dan pH lebih dari 7 larutan bersifat basa.

Penentuan nilai pH dapat dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu :
  1. Metode elektrometris, yaitu menentukan nilai pH dengan menggunakan alat pH meter. Metode ini dianggap paling tepat. Metode elektrometris ini konsentrasi ion hidrogen larutan diimbangi dengan elektroda hidrogen baku atau elektroda yang mempunyai fungsi yang sama.
  2. Metode warna, yaitu menentukan nilai pH dengan menggunakan indikator universal (pH universal ). Metode ini sangat mudah dan sederhana tapi kurang tepat daripada metode elektrometris.

Penentuan pH Tanah

Penentuan pH tanah  ada 2 macam yaitu pH aktual (pH H2O) dan pH potensial (pH KCl). Penentuan pH secara aktual dilakukan dengan senyawa H2O dan pH yang terukur merupakan nilai konsentrasi ion H+ dalam larutan tanah. Sedangkan pH potensial dilakukan dengan senyawa KCl. pH potensial nilainya lebih kecil daripada pH aktual karena senyawa KCl mampu mendesak ion H+ yang berada didalam tanah, ion H+ yang ada terdesak keluar sehingga konsentrasi H+ dalam larutan tanah meningkat mengakibatkan nilai pH turun.

Alat : 
  • pH meter
  • Timbangan analitik
  • Mesin pengocok/shaker
  • Erlenmeyer 100 ml
  • Botol semprot 50 ml
Bahan :
  • Larutan buffer pH 10,7 dan 4
  • H2O
  • KCl 1 M, Timbang KCl 7,45 gram kemudian larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.
Cara Kerja :

pH H2O
  1. Timbang sampel tanah 10 gram.
  2. Sampel tanah yang sudah ditimbang dimasukkan dalam erlenmeyer dan ditambahkan 50 ml aquadest ( perbandingan sampel : aquadest = 1 : 5 ).
  3. Kocok dengan shaker selama 30 menit.
  4. Larutan tanah tersebut diukur dengan pH meter yang sudah dikalibrasi (dengan buffer 10, 7 dan 4).
  5. Catat nilai pH yang terbaca pada alat.
pH KCl
  1. Timbang 10 gram sampel tanah.
  2. Sampel tanah yang sudah ditimbang dimasukkan dalam erlenmeyer dan ditambahkan 50 ml KCl ( perbandingan sampel : KCl 1 M = 1 : 5 )
  3. Kocok dengan shaker selama 30 menit.
  4. Larutan tanah tersebut diukur dengan pH meter yang sudah dikalibrasi.
  5. Catat nilai pH yang terbaca pada alat.

Penentuan pH Air

Alat : 
  • pH meter
  • Gelas piala 200 ml
  • Botol semprot 500 ml
Bahan :
  • Buffer pH 10, 7, dan 4 (untuk kalibrasi pH meter).
Cara Kerja :
  1. Pindahkan sampel cair ke dalam gelas piala kira - kira 100 ml.
  2. Masukkan elektroda ke dalam sampel dan catat nilai pH yang terbaca pada alat.
  3. Bilas elektroda dengan aquadest dan keringkan dengan tisu sebelum pengukuran sampel yang lainnya.

Penentuan pH Pupuk

Alat : 
  • pH meter
  • Timbangan analitik
  • Mesin pengocok/shaker
  • Erlenmeyer 100 ml
  • Botol semprot 50 ml
Bahan :
  • Larutan buffer pH 10,7 dan 4
  • H2O
Cara Kerja :
  1. Timbang sampel pupuk 10 gram.
  2. Sampel pupuk yang sudah ditimbang dimasukkan dalam erlenmeyer dan ditambahkan 50 ml aquadest ( perbandingan sampel : aquadest = 1 : 5 ).
  3. Kocok dengan shaker selama 30 menit.
  4. Larutan sampel tersebut diukur dengan pH meter yang sudah dikalibrasi (dengan buffer 10, 7 dan 4).
  5. Catat nilai pH yang terbaca pada alat.

Penetapan P dan K Cara Pengabuan Basah Dengan HNO3 dan HClO4

Penetapan unsur makro dan mikro pada jaringan tanaman dan pupuk organik dapat dilakukan dengan cara pengabuan basah menggunakan campuran asam nitrat pekat ( HNO3) dan asam perklorat ( HClO4). Kemudian ekstrak yang didapat diukur dengan menggunakan spektrofotometer Uv Vis dan AAS.


Penetapan P dan K Cara Pengabuan Basah
( Ekstak HNO3 + HClO4 )

Alat 
  • Timbangan analitik
  • Spektrofotometer UV Vis
  • Tabung reaksi 15 ml
  • Labu kjedahl 50 ml
  • Tabung dan block digestor kjedahl therm
  • Pipet volume 10 ml
  • Pipet ukur 10 ml dan 1 ml
  • Erlenmeyer 50 ml dan 200 ml
  • Gelas piala 200 ml
  • Labu takar 50 ml/100ml/200 ml

Pereaksi 

>> HNO3 pekat ( 65% ) p.a
>> HClO4 pekat ( 60% ) p.a

>> Standar 0 ( larutan HClO4 0,6% )
 Dipipet 1 ml HClO4 pekat (60%) ke dalam labu ukur 100 ml yang sebelumnya telah diisi aquadest 50 ml, kocok sebentar dan tambahkan lagi aquadest sampai tanda batas (volume 100 ml).

>> Pereaksi P pekat
Larutkan 12 gram (NH4)MO7O24.4H2O ( ammonium heptamolibdat ) dengan 100 ml aquadest dalam gelas piala. Tambahkan 0,277 gram H2O (SbO) C4H4O6.0,5 K ( antimoni kalium tartrate ) dan secara perlahan140 ml H2SO4 pekat. Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 1 liter dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.

>> Pereaksi Pewarna P
Campurkan 1.06 gram asam askorbat dan 100 ml pereaksi P pekat. Kemudian jadikan volume 1000 ml dengan penambahan aquadest. Pereaksi P ini harus selalu dibuat baru

>> Standar P
Timbang 4,39 gram KH2PO4 (kering oven 105 °C selama 1 jam) larutkan dengan aquadest sampai volume 1 liter ( larutan ini mengandung 1 mg/ml P atau 1000 ppm P).
Ambil 20 ml larutan tersebut dan larutkan dengan aquadest sampai volume 1 liter ( larutan ini mengandung 0,02 mg/ml P atau 20 ppm P ).

Cara Kerja :
  1. Ditimbang dengan teliti 0,5 gram sampel pupuk/tanaman yang telah dihaluskan dan dimasukkan ke dalam labu kjedahl.
  2. Tambahkan 5 ml HNO3 dan 0,5 ml HClO4, kocok dan biarkan semalam.
  3. Panaskan pada block digestor mulai suhu 100 ˚C, setelah uap kuning habis suhu dinaikkan hingga 200 ˚C. Destruksi diakhiri apabila sudah keluar uap putih dan cairan dalam labu tersisa sekitar 0,5 ml.
  4. Dinginkan larutan ekstrak dan diencerkan dengan aquadest hingga volume tepat 50 ml. Apabila masih terlalu pekat diencerkan hingga volume 100 ml atau 200 ml ( tergantung jenis sampel ).
  5. Kocok larutan tersebut hingga homogen dan saring dengan kertas saring W-41 agar didapat ekstrak jernih ( Ekstrak A ).
  6. Pipet 1 ml ekstrak A dan deret standar masing - masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 10 ml larutan pereaksi pewarna P.
  7. Larutan divortex dan dibiarkan selama 30 menit, lalu ukur absorbansinya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 889 nm.
Ekstrak A ini dapat digunakan untuk pengukuran unsur – unsur makro : P, K, Ca, Mg, Na, S dan unsur - unsur mikro : Fe, Al, Mn, Cu, Zn, dan B.

 Pembuatan deret standar

Dipipet standar P dan standar 0 hingga masing - masing deret standar 1 ml


No
Standar P
Standar 0
total

(ml)
(ml)
(ml)
1
0
1
1
2
0,1
0,9
1
3
0,2
0,8
1
4
0,4
0,6
1
5
0,6
0,4
1
6
0,8
0,2
1
7
1,0
0
1


Perhitungan :

Diketahui Konsentrasi P dalam KH2PO4 adalah 0,020 mg/ml P atau 20 ppm.

Keterangan :
mg/ml kurva = kadar sampel yang didapat dari kurva hubungan antara kadar deret standar         dengan pembacaannya setelah dikoreksi blanko.
fp = faktor pengenceran
100 = konversi ke persen
fk = faktor koreksi kadar air ( 100/ (100+kadar air )


DAFTAR ACUAN

Balai Penelitian Tanah. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah,Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Bogor.


Penetapan Fosfor ( P2O5 ) Tersedia Metode Bray I

Penentuan fosfor metode Bray I yaitu dengan menggunakan ekstrak NH4F 0.03 N dan larutan 0.025 N HCl. NH4F yang terkandung dalam pengekstrak Bray akan membentuk senyawa rangkai dengan Fe dan Al dan membebaskan ion PO4 (3-). Metode Bray I ini biasanya digunakan untuk tanah dengan pH < 5,5 atau tanah masam.

Penentuan Fosfor (P2O5) Tersedia Metode Bray I

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Spektrofotometer UV-Vis
  • Shaker atau mesin penggojog
  • Erlenmeyer 50 ml
  • Tabung reaksi 15 ml
  • Pipet volume 10 ml
  • Pipet ukur 2 ml
  • Gelas beaker/gelas piala 100 ml
  • Labu takar 50 ml dan 1000 ml
Pereaksi :

>> HCl 5 N
Diambil sebanyak 41,6 ml HCl pekat (37%) kemudian dimasukkan ke dalam labu takar 100 ml yang sebelumnya telah diisi aquadest 50 ml.kocok dan tambahkan aquadest sampai volume 100 ml.

>> Pengekstrak Bray dan Kurts I ( larutan 0,025 N HCl + NH4F 0,03 N )
Timbang 1,11 gram NH4F, dilarutkan dengan aquadest 500 ml. Di tambahkan 5 ml HCl 5 N kemudian diencerkan sampai volume 1 liter.

>> Pereaksi P pekat
Larutkan 12 gram (NH4)MO7O24.4H2O ( ammonium heptamolibdat ) dengan 100 ml aquadest dalam gelas piala. Tambahkan 0,277 gram H2O (SbO) C4H4O6.0,5 K ( antimoni kalium tartrate ) dan secara perlahan140 ml H2SO4 pekat. Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 1 liter dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.

>> Pereaksi Pewarna P
Campurkan 1.06 gram asam askorbat dan 100 ml pereaksi P pekat kemudian jadikan volume 1000 ml dengan penambahan aquadest. Pereaksi P ini harus selalu dibuat baru.

>> Standar P
Timbang 4,39 gram KH2PO4 (kering oven 105 °C selama 1 jam) larutkan dengan aquadest sampai volume 1 liter ( larutan ini mengandung 1 mg/ml P atau 1000 ppm P).
Ambil 20 ml larutan tersebut dan larutkan dengan aquadest sampai volume 1 liter ( larutan ini mengandung 0,02 mg/ml P atau 20 ppm P ).


Cara Kerja :
  1. Ditimbang sampel tanah 2,5 gram (diameter 2mm) kemudian ditambahkan 25 ml pengekstrak Bray I.
  2. Gojog larutan sampel tersebut dengan shaker selama 5 menit.
  3. Saring larutan sampel dengan kertas saring berlipat dan ekstrak ditampung ke dalam erlenmeyer. Bila larutan keruh dikembalikan lagi ke atas saringan semula.
  4. Pipet 2 ml ekstrak jernih ke dalam tabung reaksi dan bersama deret standar ditambahkan 10 ml pereaksi pewarna P. Kocok hingga homogen dan biarkan 30 menit. Absorbansi larutan diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 889 nm.
Pembuatan Deret Standar

Dipipet standar P dan ekstrak Bray I hingga jumlah masing-masing deret standar 2 ml

No
Standar P
Ekstrak Bray I
total

(ml)
(ml)
(ml)
1
0
2
2
2
0,2
1,8
2
3
0,4
1,6
2
4
0,8
1,2
2
5
1,2
0,8
2
6
1,6
0,4
2
7
2,0
0
2


Perhitungan :

Diketahui Konsentrasi P dalam KH2PO4 adalah 0,020 mg/ml P atau 20 ppm.
Contoh kurva hasil standar


No
Standar P
Konsentrasi P
mg/ml
Absorbansi
λ = 889 nm
1
0
0
0
2
0,2
0,004
0,213
3
0,4
0,008
0,320
4
0,8
0,016
0,507
5
1,2
0,024
0,687
6
1,6
0,032
0,888
7
2
0,04
1,043

Didapatkan grafik sebagai berikut 

Dari grafik di atas di dapatkan persamaan y = 24,898x + 0,0815 ( R2 = 0,9866 )

Maka x dapat diketahui dengan cara :
x ( mg/ml) = ( y – 0,0815 ) / 24,898
x =...mg/ml

Rumus untuk menghitung P2O5 tersedia Bray I :





Keterangan :
mg/ml  kurva  = kadar sampel yang didapat dari kurva hubungan antara kadar deret standar          dengan pembacaannya setelah dikoreksi blanko.
fp                  = faktor pengenceran
2,29              = konversi P ke P2O5
100               = konversi ke persen
fk                 = faktor koreksi kadar air ( 100/ (100+KL 2mm )

Kriteria penelitian hasil analisis tanah :

Parameter
Nilai
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
P2O5 Bray ( % )
< 0.0004
0.0005 - 0.0007
0.0008 - 0.0010
      0.0011 - 0.0015
> 0.0015
P2O5 Bray (ppm )
< 4
5 – 7
8 – 10
11 – 15
> 15


DAFTAR ACUAN

Balai Penelitian Tanah. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah,Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Bogor.Hal 20-21.

Bray, R.H. and L.T. Kurtz. 1945. Determination of total organik and available forms of phosphorus in soils. Soil Sci. 59: 39 – 45.


Artikel ini tersedia dalam bentuk pdf, silahkan download linknya di bawah ini

DOWNLOAD

CATATAN :
Mohon mencantumkan sumber / link ini, hargailah karya orang lain. Jangan asal copas.
Terimakasih.