Cara Membuat Larutan NaOH 1 N dan 1 M


Natrium Hidroksida ( NaOH ) atau dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama soda api atau kaustik soda. Natrium hidroksida berbentuk pellet, butiran,atau serpihan berwarna putih dan tidak berbau.
Natrium hidroksida merupakan basa kuat yang memiliki sifat korosif dan higroskopis (mudah menyerap air) sehingga harus hati-hati selama menggunakannya, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
Tingkat kelarutan Natrium hidroksida dalam air sangat tinggi dan saat dilarutkan dalam air maka akan melepaskan panas, karena pada proses pelarutan dalam air bereaksi secara eksotermis (melepaskan kalor).

Kegunaan Natrium hidroksida dalam laboratorium adalah untuk menetralkan pH dan untuk standarisasi larutan. Dalam bidang industri Natrium hidroksida digunakan untuk bahan pembuatan shampo, deterjen, sabun dan pembuatan produk kertas.


Cara Membuat Larutan NaOH 1 N (1 M) sebanyak 1000 ml

Untuk NaOH 1 N setara dengan 1 M
Diketahui Mr NaOH = 40 gr/mol
Rumus untuk membuat NaOH 1 N sebanyak 1000 ml.

N = (massa x n)/ (Mr x Vol)
1  = (massa x 1)/(40 x 1L), ( ingat volume dalam Liter !!!)
1  = massa/40
massa = 40 gram

Jadi NaOH yang perlu ditimbang sebanyak 40 gram.

Langkah -langkah membuat NaOH 1N ( 1 M ) adalah :

  • Timbang NaOH sebanyak 40 gram kemudian masukkan dalam gelas piala ( ukuran 200 ml ).
  • Larutkan dengan aquadest dan tunggu sampai dingin.
  • Setelah dingin masukkan larutan NaOH ke dalam labu takar ukuran 1000 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
  • Segera pindahkan larutan ke dalam botol reagen tutup plastik dan beri label. Penyimpanan larutan NaOH dalam botol reagen tutup kaca dapat menyebabkan tutup membeku atau tidak bisa dibuka karena sifat basa dari NaOH.

Instruksi Kerja Operasional Muffle Furnace ( Termolyne 6000 )


Muffle Furnace adalah alat laboratorium yang biasa digunakan sebagai pemanas dan untuk mengabukan atau mengarangkan zat padat pada analisis gravimetri. Suhu tinggi dalam muffle furnace biasanya diatas 700 C. Pada bagian atas muffle furnace dilengkapi dengan sebuah lubang yang berguna untuk keluarnya udara agar mempercepat perubahan suhu di dalam muffle dari keadaan panas menjadi suhu ruang.

Ukuran muffle furnace ada yang besar dan ada yang kecil, yang berukuran besar biasanya digunakan mengkremasi jenazah dan yang berukuran kecil yang biasa digunakan di laboratorium untuk mengabukan atau mengarangkan zat padat pada analisis gravimetri.




INSTRUKSI KERJA OPERASIONAL MUFFLE FURNACE
( Thermolyne Type 6000 )
1.      Buka pintu muffle, masukkan cawan pengabuan yang terisi bahan yang akan diabukan kedalam muffle.
2.      Tutup pintu muffle.
3.      Putar saklar ke arah “ON”.
4.      Hidupkan muffle dengan menekan tombol “ON”.
5.        Atur (set) temperatur pengabuan yang diinginkan dengan menekan tombol “SET”.
6.      Setelah selesai pengabuan, matikan muffle dengan menekan tombol “OFF”.
7.      Biarkan beberapa waktu atau biarkan semalam hingga temperatur muffle sama dengan temperatur lingkungan.
8.      Keluarkan bahan dari dalam muffle.
9.      Pastikan kabel listrik muffle tidak terhubung dengan sumber listrik.

Perawatan Muffle Furnace :
      Setelah selesai pemakaian, muffle segera dibersihkan agar bagian-bagian dari muffle tidak mudah berkarat. Bersihkan muffle dengan cara mengelap bagian - bagian muffle dengan alkohol.

INSTRUKSI KERJA SPEKTROFOTOMETER SHIMADZU UV MINI 1240


INSTRUKSI KERJA OPERASIONAL SPEKTROFOTOMETER
( SHIMADZU UVmini 1240 )


1.    Hubungkan Spektrofotometer dan printer ke sumber arus.
2.    Tekan tombol on/off  yang ada  di bagian belakang  alat spektrofotometer.
3.    Tampilan program akan muncul dan memberitahukan bahwa proses INISIALISASI sedang berlangsung, tunggu hingga proses selesai dan  tertulis status “OK”.
4.    Tekan tombol “go to vl”,ketik panjang  gelombang   yang  dikehendaki  kemudian tekan “enter”.
5.    Masukkan larutan blanko dalam cuvet , kemudian  masukkan dalam spektrofotometer.
6.    Tekan tombol  “auto zero” tunggu hingga menunjukkan angka 0,000.
7.    Blanko  diambil dan cuvet  dibersihkan ,kemudian diganti  dengan sampel  yang  akan  ditera .
8.    Selesai  menera   tekan tombol  “return”, kemudian tekan  tombol   “on off” pada main unit spektrofotometer untuk  mematikan.

INSTRUKSI KERJA TIMBANGAN (AND GX-400)


INSTRUKSI KERJA OPERASIONAL TIMBANGAN
( AND GX-400 )

1.      Bersihkan bagian dalam timbangan dengan kuas kecil.
2.      Hubungkan timbangan dengan sumber arus.
3.      Tunggu beberapa menit, timbangan akan melakukan check prosedur dan test kalibrasi. Setelah kalibrasi selesai, pada display akan menunjukkan off.
4.      Tekan tombol “on/off” untuk menghidupkan timbangan.
5.      Lihat posisi water pass, pastikan gelembung air tepat dalam lingkaran.
6.      Tekan tombol “Re Zero” untuk membaca timbangan pada posisi 0,000.
7.      Letakkan bahan yang akan ditimbang pada pelat timbangan. Setelah stabil, display akan menunjukkan berat bahan.
8.      Apabila yang akan ditimbang bahan kimia, letakkan kertas kalkir diatas pelat timbangan.
9.      Ambil bahan dari timbangan.
10.  Bersihkan pelat timbangan dan sekitarnya setelah selesai menimbang.
11.  Tekan tombol “on/off” untuk mematikan timbangan.
12.  Cabut aliran listrik apabila proses penimbangan sudah selesai.



INSTRUKSI KERJA TIMBANGAN OHAUS


INSTRUKSI KERJA OPERASIONAL TIMBANGAN
( OHAUS )


1.      Bersihkan pelat timbangan dengan kuas kecil.
2.      Hubungkan kabel timbangan pada stop kontak.
3.      Tekan tombol “ Zero” (tahan beberapa saat )  untuk menghidupkan timbangan.
4.      Lihat posisi water pass, pastikan gelembung air tepat dalam lingkaran.
5.      Tekan tombol “Zero” untuk membaca timbangan pada posisi 0,00.
6.  Letakkan bahan yang akan ditimbang pada pelat timbangan. Setelah stabil, display akan   menunjukkan berat bahan.
7.      Apabila yang akan ditimbang bahan kimia, letakkan kertas kalkir diatas pelat timbangan.
8.      Ambil bahan dari timbangan.
9.      Bersihkan pelat timbangan dan sekitarnya setelah selesai menimbang.
10.  Tekan tombol “ Zero” (tahan beberapa saat )  untuk mematikan timbangan.
11.  Cabut aliran listrik apabila proses penimbangan sudah selesai.

INSTRUKSI KERJA TIMBANGAN CAS SW-1S


INSTRUKSI KERJA OPERASIONAL TIMBANGAN
( CAS SW-1S )

1.      Bersihkan pelat timbangan dengan kuas kecil.
2.      Hubungkan kabel timbangan pada stop kontak.
3.      Tekan tombol ON/OFF untuk menghidupkan timbangan dan tunggu sampai keluar
 angka 0,0000.
4.  Bila angka belum menunjukkan 0,0000 maka tekan tombol “0” pada timbangan untuk    mengenolkan.
5.  Letakkan bahan yang akan ditimbang pada pelat timbangan. Setelah stabil, display akan menunjukkan berat bahan.
6.      Ambil bahan dari timbangan.
7.      Bersihkan pelat timbangan dan sekitarnya setelah selesai menimbang.
8.      Tekan tombol  ON/OFF untuk mematikan timbangan.
9.      Cabut aliran listrik apabila proses penimbangan sudah selesai.

Catatan : pembacaan pada timbangan dengan satuan gram, satu angka dibelakang koma. Misal : pada timbangan tertera 0,0991 berarti pembacaan 99,1 gram.

Cara Membuat Larutan Stok IBA dan IAA 100 ppm


IAA dan IBA adalah termasuk zat pengatur tumbuh golongan auksin. IAA dan IBA sering digunakan untuk merangsang pertumbuhan akar dan sebagai bahan aktif yang digunakan dalam persiapan hortikultura komersial terutama untuk akar batang. IAA bersifat mudah terurai oleh cahaya dan tidak tahan pada suhu tinggi, sedang IBA bersifat stabil dan tahan terhadap suhu tinggi.


Untuk pemilihan jenis auksin dan konsentrasi berbeda – beda tergantung dari tipe pertumbuhan yang dikehendaki, level auksin, dan jenis zat tumbuh lain yang ditambahkan.Dalam artikel ini saya akan membahas tentang cara membuat larutan zat pengatur tumbuh atau auksin. Saya hanya memberi contoh untuk IAA dan IBA saja.

Cara Membuat Larutan Stok IBA ( Indole 3 Acetid Acid )100 ppm

Kita ketahui bahwa untuk 1000 ppm = 1 gram IBA yang dibutuhkan dalam 1 liter aquadest.

Jadi untuk membuat larutan stok IBA 100 ppm adalah :
1. Timbang 100 mg ( 0,1 gram ) IBA, masukkan dalam gelas piala 25 ml.
2. Beri beberapa tetes alkohol 96% sampai IBA larut kemudian tambahkan aquadest 10 ml.
3. Masukkan dalam Labu takar 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar.

Untuk membuat 200 ppm = 200 mg ( 0,2 gr ) IBA yang dibutuhkan dalam 1 liter aquadest
Untuk membuat 300 ppm = 300 mg ( 0,3 gr ) IBA yang dibutuhkan dalam 1 liter aquadest
Dan seterusnya.

Cara Membuat Larutan Stok IAA (Indole 3 Acetic Acid )100 ppm

Kita ketahui bahwa untuk 1000 ppm = 1 gram IAA yang dibutuhkan dalam 1 liter aquadest.

Jadi untuk membuat larutan stok IAA 100 ppm adalah :

1. Timbang 100 mg ( 0,1 gram ) IAA, masukkan dalam gelas piala 25 ml.
2. Beri beberapa tetes alkohol 96% sampai IAA larut kemudian tambahkan aquadest 10 ml.
3. Masukkan dalam Labu takar 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar.

Untuk membuat 200 ppm = 200 mg ( 0,2 gr ) IAA yang dibutuhkan dalam 1 liter aquadest

Untuk membuat 300 ppm = 300 mg ( 0,3 gr ) IAA yang dibutuhkan dalam 1 liter aquadest
Dan seterusnya.

Untuk mengetahui apa itu ppm dan satuannya bisa klik artikel saya satuan ppm dan konversi ppm ke persen

Cara Membuat Larutan HCl 25% sebanyak 1000 ml


Larutan HCl di botol umumnya memiliki konsentrasi  37%.
Berat jenis = 1,19 g/ml
Berat Molekul = 36,5 g/mol

Langkah Pertama kita mencari Molaritas HCl pekat ( 37% ), rumusnya :
M=(10x%xberat jenis)/BM
M=(10x37%x1,19)/36,5
M=12,06 M, kita anggap M1

Langkah kedua kita mencari Molaritas HCl 25%, rumusnya :
M=(10x%xberat jenis)/BM
M=(10x25%x1,19)/36,5
M=8,15 M, kita anggap M2

Maka Perhitungan pembuatan larutan asam khlorida ( HCl ) 25% sebanyak 1000 ml adalah sebagai berikut :
Dengan menggunakan rumus pengenceran molaritas M1xV1=M2xV2
M1=12,06 M
M2=8,15 M
V1=…?
V2= 1000 ml
M1.V1=M2.V2
12,06.V1=8,15.1000
V1=1000.8,15/12,06
V1=675 ml
Jadi asam sulfat pekat yang dibutuhkan sebanyak 675 ml.


atau dengan cara yang lebih simple
V1 x K1 = V2 x K2
V1 x 37 = 1000 ml x 25
V1 = 25000/37
V1 = 675 ml
Dimana : K1 = konsentrasi asam khlorida pekat
                K2 = konsentrasi asam khlorida yang diinginkan
                V1 = volume asam khlorida yang dibutuhkan
                V2 = volume asam khlorida yang diinginkan

Sehingga cara pembuatan asam khlorida ( HCl ) 25% sebanyak 1000 ml adalah :
-   Isi Labu takar ukuran 1 liter dengan aquades sebanyak 100 ml, lalu tambahkan 675 ml asam khlorida pekat secara perlahan.
-   Kocok sebentar kemudian tambahkan aquades sampai 1000 ml atau sampai tanda batas pada labu takar.
-   Setelah dingin pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.
-   Pada pengenceran asam pekat selalu labu takar diisi aquades terlebih dahulu untuk menghindari perubahan panas yang spontan yang bisa menghasilkan letupan.







Cara Membuat Larutan HCl 1 N dan 1 M dalam 1000 ml

Asam klorida ( Hydrochloric acid ) adalah asam kuat yang tidak berwarna dan memiliki bau seperti klorin pada konsentrasi yang tinggi dengan rumus molekul HCl.

Asam klorida mudah larut dalam air pada semua perbandingan.
Pada umumnya asam klorida ini memiliki konsentrasi 37% dan sering disebut asam klorida beruap apabila konsentrasinya berada di kisaran antara 38% - 40%.

Berdasar simbol berbahaya pada botol kemasan asam klorida ini, baik kabut atau larutan memiliki sifat korosif yang dapat merusak jaringan tubuh, kerusakan pada organ pernafasan, mata, kulit, dan usus.
Apabila akan menggunakan zat ini sebaiknya hati-hati dan lakukan di dalam almari asam. Gunakan pelindung keamanan seperti jas laboratorium, kacamata pelindung, masker, dan sarung tangan karet.

Tindakan yang harus dilakukan apabila terkena asam ini adalah segera bersihkan bagian yang terkena asam dengan air yang mengalir selama 10-15 menit, setelah itu rendamlah dengan larutan natrium carbonat ( Na2CO3) selama 5-10 menit untuk mengurangi dampak selanjutnya.

Cara Membuat Larutan HCL 1 N, 1000 ml

Larutan HCl di botol umumnya memiliki konsentrasi  37%.
Berat jenis = 1,19 g/ml
Berat Molekul = 36,5 g/mol

Langkah Pertama kita mencari Konsentrasi ( Normalitas ) HCl pekat, rumusnya :
N=( ( 10x%xberat jenis)xvalensi)/BM
N=( ( 10x37%x1,19)x1)/36,5
N=12,06 N

Maka Perhitungan pembuatan larutan asam khlorida ( HCl ) 1 N sebanyak 1000 ml adalah sebagai berikut :
Dengan menggunakan rumus pengenceran N1xV1=N2xV2
N1=12,06 N
N2=1 N
V1=…?
V2= 1000 ml
N1.V1=N2.V2
12,06.V1=1.1000
V1=1000.1/12,06
V1=83 ml
Jadi asam khorida pekat yang dibutuhkan sebanyak 83 ml.

Sehingga cara pembuatan HCl 1 N sebanyak 1000 ml adalah :
  1. Isi labu takar ukuran 1 liter dengan aquadest sebanyak 250 ml, lalu tambahkan 83 ml asam khlorida pekat secara perlahan - lahan dialirkan melalui dinding labu.
  2. Gojog sebentar kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas. Tunggu hingga dingin.
  3. Pindahkan larutan tersebut ke dalam botol reagen dan beri label.
  4. Pada pengenceran asam pekat, labu takar harus diisi aquadest terlebih dahulu untuk menghindari perubahan panas yang spontan sehingga bisa menghasilkan letupan.

Cara membuat Larutan HCl 1 M dalam 1000 ml

Larutan HCl di botol umumnya memiliki konsentrasi  37%.
Berat jenis = 1,19 g/ml
Berat Molekul = 36.5 g/mol

Langkah Pertama kita mencari Molaritas HCl pekat, rumusnya :
M=(10x%xberat jenis)/BM
M=(10x37%x1,19)/36,5
M=12,06 M

Maka Perhitungan pembuatan larutan asam khlorida ( HCl) 1 M sebanyak 1000 ml adalah sebagai berikut :
Dengan menggunakan rumus pengenceran M1xV1=M2xV2
M1=18 M
M2=1 M
V1=…?
V2= 1000 ml
M1.V1=M2.V2
12,06.V1=1.1000
V1=1000.1/12,06
V1= 83 ml
Jadi asam sulfat pekat yang dibutuhkan sebanyak 83 ml.

Langkah pembuatan HCl 1 M sebanyak 1000 ml adalah :
  1. Isi labu takar ukuran 1 liter dengan aquadest sebanyak 250 ml, lalu tambahkan 83 ml asam khlorida pekat secara perlahan - lahan dialirkan melalui dinding labu.
  2. Gojog sebentar kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas. Tunggu hingga dingin.
  3. Pindahkan larutan tersebut ke dalam botol reagen dan beri label.
  4. Pada pengenceran asam pekat, labu takar harus diisi aquadest terlebih dahulu untuk menghindari perubahan panas yang spontan sehingga bisa menghasilkan letupan.

Cara Membuat Larutan H2SO4 70% dalam 1000 ml

Larutan H2SO4 di botol umumnya memiliki konsentrasi  95-97%, kita anggap 96%.
Berat jenis = 1,84 g/ml
Berat Molekul = 98,08 g/mol

Langkah Pertama kita mencari Molaritas H2SO4 pekat, rumusnya :
M=(10x%xberat jenis)/BM
M=(10x96%x1,84)/98,08
M=18 M, kita anggap M1

Langkah kedua kita mencari Molaritas H2SO4 70%, rumusnya :
M=(10x%xberat jenis)/BM
M=(10x70%x1,84)/98,08
M=13 M, kita anggap M2

Maka Perhitungan pembuatan larutan asam sulfat ( H2SO4 ) 70% sebanyak 1000 ml adalah sebagai berikut :
Dengan menggunakan rumus pengenceran molaritas M1xV1=M2xV2
M1=18 M
M2=13 M
V1=…?
V2= 1000 ml
M1.V1=M2.V2
18.V1=13.1000
V1=1000.13/18
V1=722,2 ml
Jadi asam sulfat pekat yang dibutuhkan sebanyak 722,2 ml.


atau dengan cara yang lebih simple
V1 x K1 = V2 x K2
V1 x 96 = 1000 ml x 70
V1 = 70000/96
V1 = 729 ml
Dimana :  K1 = konsentrasi asam sulfat pekat
                K2 = konsentrasi asam sulfat yang diinginkan
                V1 = volume asam sulfat yang dibutuhkan
                V2 = volume asam sulfat yang diinginkan

Sehingga cara pembuatan asam sulfat ( H2SO4 ) 1 M sebanyak 1000 ml adalah :
  1. Isi labu takar volume 1 liter dengan aquadest kira-kira 100 ml, lalu tambahkan 722.2 ml asam sulfat pekat secara perlahan.
  2. Gojog sebentar kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar. Biarkan dingin.
  3. Setelah larutan dingin pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.
  4. Pada pengenceran asam pekat labu takar harus diisi aquadest terlebih dahulu untuk menghindari perubahan panas yang spontan yang bisa menghasilkan letupan.

Cara Membuat Larutan H2SO4 1 N dan 1 M

Asam sulfat ( Hydrochloric acid ) adalah senyawa kimia yang bersifat asam kuat dengan rumus molekul H2SO4. Asam sulfat ini mudah larut dalam air pada semua perbandingan.
Asam sulfat yang paling umum digunakan adalah asam sulfat 95-97% atau disebut asam sulfat pekat.
Beberapa jenis konsentrasi asam sulfat yang sering digunakan adalah :
1. 10%, disebut asam sulfat encer digunakan untuk laboratorium.
2. 33.53% disebut asam baterai.
3. 62.18% disebut asam bilik atau asam pupuk.
4. 73.61% disebut asam menara atau asam glover.
5. 97% disebut asam pekat.



Asam sulfat berbentuk cairan bening kental seperti minyak, oleh karena itu disebut juga minyak vitriol.

Berdasarkan simbol berbahaya pada botol kemasan asam sulfat memiliki sifat korosif, sangat berbahaya apabila terkena jaringan kulit dan menyebabkan luka bakar. Sebaiknya jika akan menggunakan asam ini lakukan di dalam almari asam dengan hati-hati.
Tindakan yang harus dilakukan jika terkena asam sulfat pekat ini adalah segera guyur bagian yang terkena asam dengan air yang mengalir selama 10 -15 menit untuk mendinginkan jaringan di sekitar kulit yang terkena asam tersebut.

Dalam laboratorium asam sulfat ini digunakan sebagai reagen dan larutan baku sekunder.

Cara membuat Larutan H2SO4 1 N, 1000 ml

Larutan H2SO4 di botol umumnya memiliki konsentrasi  95-97%, kita anggap 96%.
Berat jenis = 1,84 g/ml
Berat Molekul = 98,08 g/mol

Langkah Pertama kita mencari Konsentrasi ( Normalitas ) H2SO4 pekat, rumusnya :
N=( ( 10x%xberat jenis)xvalensi)/BM
N=( ( 10x96%x1,84)x2)/98,08
N=36 N

Maka Perhitungan pembuatan larutan asam sulfat ( H2SO4 ) 1 N sebanyak 1000 ml adalah sebagai berikut :
Dengan menggunakan rumus pengenceran N1xV1=N2xV2
N1=36 N
N2=1 N
V1=…?
V2= 1000 ml
N1.V1=N2.V2
36.V1=1.1000
V1=1000.1/36
V1=27,8 ml
Jadi asam sulfat pekat yang dibutuhkan sebanyak 27,8 ml.

Sehingga cara pembuatan asam sulfat ( H2SO4 ) 1 N sebanyak 1000 ml adalah :

  1. Isi labu takar ukuran 1 liter dengan aquadest kira-kira 250 ml, lalu tambahkan 27,8 ml asam sulfat pekat secara perlahan.
  2. Gojog sebentar, kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas pada labu takar.
  3. Setelah dingin pindahkan larutan tersebut ke dalam botol reagen dan beri label.
  4. Pada pengenceran asam pekat labu takar harus diisi aquadest terlebih dahulu untuk menghindari panas yang spontan yang bisa menghasilkan letupan.

Cara Membuat Larutan H2SO4 1 M, 1000 ml

Larutan H2SO4 di botol umumnya memiliki konsentrasi  95-97%, kita anggap 96%.
Berat jenis = 1,84 g/ml
Berat Molekul = 98,08 g/mol

Langkah Pertama kita mencari Molaritas H2SO4 pekat, rumusnya :
M=(10x%xberat jenis)/BM
M=(10x96%x1,84)/98,08
M=18 M

Maka Perhitungan pembuatan larutan asam sulfat ( H2SO4 ) 1 M sebanyak 1000 ml adalah sebagai berikut :
Dengan menggunakan rumus pengenceran M1xV1=M2xV2
M1=18 M
M2=1 M
V1=…?
V2= 1000 ml
M1.V1=M2.V2
18.V1=1.1000
V1=1000.1/18
V1=55,5 ml
Jadi asam sulfat pekat yang dibutuhkan sebanyak 55,5 ml.

Sehingga cara pembuatan asam sulfat ( H2SO4 ) 1 M sebanyak 1000 ml adalah :

  1. Isi labu takar ukuran 1 liter dengan aquadest kira-kira 250 ml, lalu tambahkan 55.5 ml asam sulfat pekat secara perlahan ( dialirkan melalui dinding labu secara perlahan-lahan).
  2. Gojog sebentar, kemudian tambahkan aquadest sampai volume 1 liter atau sampai tanda batas pada labu takar.
  3. Setelah dingin pindahkan larutan tersebut ke dalam botol reagen dan beri label.
  4. Pada pengenceran asam pekat labu takar harus diisi aquadest terlebih dahulu untuk menghindari perubahan panas yang spontan yang bisa menghasilkan letupan.

    Untuk mengetahui konsentrasi sebenarnya sebaiknya larutan H2SO4 yang dibuat distandarisasi. Untuk standarisasi bisa baca pada artikel Standarisasi H2SO4