-->

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M

Timbal (II) Nitrat atau Lead (II) Nitrat merupakan senyawa anorganik berbentuk serbuk putih dengan rumus kimia Pb (NO3)2


Timbal(II) nitrat bersifat toxic, oksidator, dan digolongkan berpotensi karsinogenik pada manusia oleh Badan Internasional Penelitian Kanker. Sehingga timbal(II) nitrat ini harus ditangani dan disimpan dengan tindakan pencegahan keselamatan yang memadai untuk mencegah tertelan, terhirup, dan terkena kulit. Karena sifatnya yang berbahaya, maka aplikasi terbatas timbal(II) nitrat berada di bawah pengawasan ketat.


Selalu berhati-hati saat menggunakan bahan kimia tersebut, gunakan sarung tangan, masker, dan jas laboratorium. Segera cuci tangan dan muka setelah menggunakan bahan kimia tersebut. Jangan menggunakan timbal(II) nitrat di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M Sebanyak 500 ml

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala 200 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu takar 500 ml
Bahan :
  • Timbal (II) nitrat/ Pb Nitrat 
  • Aquades
2. Menghitung kebutuhan timbal(II) nitrat untuk membuat 0,25 M ( 500 ml )

Diketahui :
Rumus kimia = Pb (NO3)2
Berat molekul = 331,2 gr/mol

Dengan menggunakan rumus molaritas yaitu :





0,25 M = (gr x 1000 ) / ( 331,2 gr/mol x 500 ml )
0,25 M = (gr x 1000 ) /  ( 165600 )
 gram = (165600 x 0,25) / 1000
 gram = 41,4 gram

Jadi timbal(II) nitrat yang harus ditimbang untuk membuat 0,25 M (500 ml) yaitu 41,4 gram.

3. Langkah - langkah membuat larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M yaitu :
  • Timbang  41,4 gram Timbal (II) nitrat / Pb Nitrat, masukkan dalam gelas piala 200 ml dan tambahkan aquades kira-kira 100 ml. Aduk hingga larut.
  • Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 500 ml kemudian tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan kembali ke dalam botol reagen, tutup rapat dan beri label.
  • Larutan timbal (II) nitrat/ Pb nitrat 0,25 M siap digunakan.
**Catatan : Timbal (II) nitrat 0,25 M sama dengan 0,5 N. 

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Timbal(II)_nitrat

https://www.merckmillipore.com ( MSDS Timbal (II) Nitrat )

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Membuat Reagen Nelson A, Nelson B, dan Arsenomolybdat

Reagen nelson A, nelson B, dan Arsenomolybdat ini biasa digunakan untuk analisa gula reduksi Metode Nelson Somogy. Sebelum membuat reagen mari pelajari sedikit tentang sifat fisik dan kimia dari bahan kimia yang dibutuhkan.

Berikut bahan kimia yang dibutuhkan untuk membuat reagen Nelson A, Nelson B, dan Arsenomolybdat beserta sifat-sifatnya :

1. Ammonium Molybdate ( Ammonium Heptamolybdate Tetrahydrate )

Rumus kimia : (NH4)6Mo7O24 · 4H2O

Berat Molekul : 1235,86 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Bahan kimia tersebut menyebabkan iritasi kulit, gangguan mata berat, dan menyebabkan iritasi pernafasan. Hindari menghirup bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

2. Disodium Hydrogen Arsenat

Rumus kimia : Na2HASO4 · 7H2O

Berat Molekul : 312,01 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Bahan kimia tersebut sangat beracun. Segera cuci tangan setelah kontak dengan bahan kimia tersebut. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, pelindung wajah, dan masker saat akan menggunakan bahan kimia tersebut.

3. Asam Sulfat ( Sulphuric Acid ) 95% - 98%

Rumus kimia : H2SO4

Berat Molekul : 98,08 gram/mol

Tampilan : Berbentuk cairan tidak berwarna dan agak kental

Asam sulfat bersifat korosif terhadap logam. Menyebabkan kulit terbakar yang parah dan kerusakan mata. Gunakan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan saat menggunakan bahan kimia tersebut.

4. Natrium Karbonat ( Sodium Carbonate )

Rumus kimia : Na2CO3

Berat Molekul : 105,99 gram/mol

Tampilan : Berbentuk bubuk warna putih 

Natrium karbonat menyebabkan iritasi mata yang serius. Jika terkena mata segera bilas dengan air selama beberapa menit. Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

5. Kalium Natrium Tartrat ( Potassium Sodium Tartrate Tetrahidrate )

Rumus kimia : C4H4KNaO6.4H2O

Berat Molekul : 282,22 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih 

Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

6. Natrium Bikarbonat ( Sodium Hydrogen Carbonate )

Rumus kimia : NaHCO3

Berat Molekul : 84,01 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih dan tidak berbau

Natrium bikarbonat ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

7. Natrium Sulfat Anhidrat ( Sodium Sulphate Anhydrous )

Rumus kimia : NaSO4

Berat Molekul : 142,04 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Natrium sulfat ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

8. Kupri Sulfat Pentahidrat ( Tembaga II Sulfat Pentahidrat )

Rumus kimia : CuSO4 . 5 H2O

Berat Molekul : 249,6 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat berwarna biru dan tidak berbau

Kupri sulfat ini termasuk bahan kimia berbahaya. Berbahaya jika tertelan, menyebabkan kerusakan mata yang serius, dan sangat toksik pada kehidupan perairan dengan efek jangka panjang. Gunakan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan saat menggunakan bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah selesai menggunakan bahan kimia tersebut.

Cara Membuat Reagen Arsenomolybdat

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 100 ml dan 500 ml
  • Gelas ukur 25 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Ammonium molybdat
  • Asam sulfat pekat
  • Disodium hidrogen arsenat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Arsenomolybdat :
  1. Timbang 25 gram ammonium molybdat kemudian larutkan dengan aquades 450 ml. Tambahkan 25 ml asam sulfat pekat. Aduk hingga larut.( Larutan A )
  2. Timbang 3 gram disodium hidrogen arsenat dan larutkan dengan 25 ml aquades. ( Larutan B )
  3. Tuang larutan B ke dalam larutan A. Aduk-aduk hingga larut sempurna.
  4. Pindahkan ke dalam botol reagen coklat dan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Reagensia ini berwarna kuning.

Cara Membuat Reagen Nelson A

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 500 ml
  • Labu takar 500 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Natrium karbonat
  • Kalium natrium tartrat
  • Natrium bikarbonat/ natrium hidrogen karbonat
  • Natrium sulfat anhidrat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Nelson A :
  1. Timbang 12,5 gram natrium karbonat, 12,5 gram kalium natrium tartrat, 10 gram natrium bikarbonat, dan 100 gram natrium sulfat anhidrat. Larutkan semua bahan dalam 350 ml aquades. Aduk hingga larut.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquades sampai tanda batas ( volume 500 ml). Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan kembali ke dalam botol reagen dan beri label. Reagen ini berwarna putih.

Cara Membuat Reagen Nelson B

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 100 ml
  • Labu takar 50 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Tembaga (II) Sulfat ( CuSO4. 5H2O )
  • Asam sulfat pekat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Nelson B :
  1. Timbang 7,5 gram tembaga (II) sulfat. Larutkan dengan 25 ml aquades. Tambah 1 tetes asam sulfat pekat. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 50 ml dan tambahkan dengan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan kembali ke dalam botol reagen dan beri label. Reagen ini berwarna biru.
Itulah cara membuat reagen nelson A, nelson B, dan Arsenomolybdat. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

REFERENSI

Sudarmadji, S., Haryono, B., Suhadi. 1984. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Liberty.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Asetat / Pb Asetat 0,5 M (1N)

Timbal (II) asetat atau Lead (II) asetat adalah senyawa kimia berbentuk padat berwarna putih. Senyawa ini mempunyai rumus kimia Pb(CH3COO)2

Timbal (II) asetat dapat larut di dalam air, alkohol, dan gliserin. Jika bereaksi dengan air senyawa ini membentuk trihidrat ( Pb (CH3COO)2. 3 H2O, yaitu senyawa kristalin monoklinik berkilauan yang tidak berwarna atau berwarna putih.

Kelarutan timbal (II) asetat (anhidrat) dalam air yaitu :
  • 19,8 g/100 ml (0 °C)
  • 44,31 g/100 ml (20 °C)
  • 69,5 g/100 ml (30 °C)
  • 218,3 g/100 ml (50 °C)
Berdasarkan gambar piktogram yang terdapat pada botol kemasan timbal asetat ini bersifat toxic/beracun. Gunakan pelindung mata/pakaian dan sarung tangan saat akan menggunakan bahan kimia tersebut, dan cuci tangan segera setelah bekerja dengan bahan kimia tersebut.



Cara Membuat Larutan Timbal (II) Asetat 0,5 M (100 ml)

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala 50 ml
  • Labu takar 100 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Timbal (II) Asetat / Pb Asetat trihidrat
  • Aquades
2. Menghitung Timbal (II) asetat / Pb asetat trihidrat yang harus ditimbang

Diketahui : 
Rumus kimia = Pb (CH3COO)2. 3H2O
Berat Molekul = 379,33 gr/mol

Dengan menggunakan rumus molaritas :
M = gr / (Mr x Vol ), volume dalam liter
0,5 = gr / (379,33 gr/mol x 0,1 liter )
gr = (379,33 gr/mol x 0,1 liter ) x 0,5 M
gr = 18,9 gram = 19 gram ( pembulatan )

Jadi Pb (CH3COO)2. 3H2O yang harus ditimbang untuk membuat 0,5 M (100 ml) adalah 19 gram.

3. Langkah dalam membuat larutan yaitu :
  • Timbang Pb asetat trihidrat / timbal (II) asetat trihidrat sebanyak 19 gram
  • Masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira 50 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  • Pindahkan larutan ke dalam labu takar 100 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Tuang larutan ke dalam botol reagen dan beri label. 
  • Larutan Pb asetat trihidrat 0,5 M siap digunakan.
** Catatan : larutan timbal (II) asetat trihidrat 0,5 M setara dengan 1 N.

Membuat Larutan Timbal (II) Asetat Jenuh

Larutan jenuh yaitu suatu larutan dimana zat terlarut berada dalam kesetimbangan dengan fase padat.

Untuk membuat larutan Timbal (II) Asetat / Pb Asetat jenuh yaitu:
  • Siapkan 50 ml aquades dalam gelas piala 100 ml.
  • Tambahkan Pb asetat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai Pb asetat tidak dapat larut lagi di dalam aquades.
  • Untuk membuat Pb asetat jenuh 50 ml dibutuhkan kira-kira 36 gram Pb asetat.

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Timbal(II)_asetat

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Cara Membuat Larutan Amonium Asetat 1 M ( 1 N )

Amonium Asetat merupakan senyawa kimia yang berbentuk padatan putih yang bersifat higroskopis dan dapat dibuat reaksi antara amonia dan asam asetat. Amonium asetat memiliki rumus kimia NH4CH3CO2.

Berat molekul amonium asetat adalah 77,08 gr/mol. Amonium asetat larut dalam alkohol, SO2, aseton, amonia cair, dan air. Kelarutan dalam air :

  • 102 g/100 mL (0 °C)
  • 148 g/100 mL (4 °C)
  • 143 g/100 mL (20 °C)
  • 533 g/100 mL (80 °C)

Kegunaan amonium asetat di laboratorium pertanian yaitu untuk menentukan kapasitas pertukaran kation tanah dan menentukan ketersediaan kalium dalam tanah dimana ion amonium bertindak selaku kation pengganti untuk kalium.



Cara Membuat Larutan Amonium Asetat 1 M Sebanyak 1 Liter

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas beker/ piala 200 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu takar 1000 ml (1 liter )
  • Botol semprot
Bahan :
  • Amonium asetat padat
  • Aquadest
2. Menghitung kebutuhan amonium asetat untuk membuat 1 M ( 1 liter )

Diketahui : Mr amonium asetat = 77,08 gr/mol

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus molaritas yaitu :





M = (gr x 1000) / ( 77,08 gr/mol x 1000 ml )
1 M = (gr x 1000) / 77080
gr = (77080 x 1 ) / 1000
gr = 77,08 gram

Jadi amonium asetat yang perlu ditimbang untuk membuat 1 M (1 liter) yaitu 77,08 gram.

3. Langkah - langkah membuat larutan amonium 1 M yaitu :
  • Timbang amonium asetat sebanyak 77,08 gram dalam gelas piala 200 ml. Tambahkan aquadest dan aduk hingga larut.
  • Pindahkan larutan ke dalam labu takar 1000 ml. Tambah aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan yang sudah homogen ke dalam botol reagen. Tutup rapat dan beri label.
  • Larutan amonium asetat 1 M siap digunakan.
Catatan : Untuk membuat larutan amonium 1 N sama dengan diatas karena 1 M amonium asetat setara dengan 1 N amonium asetat ( 1 M = 1 N )

REFERENSI


MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta



Cara Membuat Grafik Kurva Standar Dengan Excel

Artikel ini saya buat karena berhubungan dengan artikel saya tentang analisa phosphat (untuk tanah, pupuk, dan jaringan tanaman ) dan juga analisa gula reduksi. Dimana metodenya menggunakan alat spektrofotometer dan kurva standar.

Beberapa ada yang masih bingung dalam mencari persamaan kurva standar. Dalam artikel ini akan saya jelaskan tentang membuat kurva standar dengan menggunakan metode grafik di excel.

Kurva standar adalah standar dari sampel yang dapat digunakan sebagai acuan untuk sampel tersebut pada percobaan. Pembuatan kurva standar bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi larutan dengan nilai absorbansinya sehingga konsentrasi pada sampel dapat diketahui.

Cara Membuat Kurva Standar di Excel

1. Buka Microsoft Excel kemudian buat datanya



















2. Blok seluruh data ( klik dan tahan mouse kemudian geser hingga memenuhi data )




3. Klik tombol insert kemudian klik pada icon scatter. 



4. Kemudian akan muncul grafiknya seperti ini




5. Klik quick layout , kemudian klik pada layout 9.






7. Hasilnya akan muncul persamaan di samping grafik




8. Perhitungan konsentrasi larutan sampel dapat menggunakan rumus persamaan garis seperti yang terdapat pada no 7, dimana y = absorbansi dan x = konsentrasi

9. Selanjutnya buka artikel berikut : 

Semoga bermanfaat :)

Cara Kalibrasi pH Meter

 pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat asam atau basa suatu larutan. Sebelum digunakan pH meter harus di kalibrasi terlebih dahulu.

Kalibrasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur ke standar nasional maupun internasional untuk satuan ukuran dan atau internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.

Kalibrasi pH meter dapat dilakukan secara rutin, setiap kali akan digunakan. Kalibrasi merupakan bagian dari pemeliharaan alat. Manfaat dari kalibrasi alat yaitu bisa mengetahui perbedaan/ penyimpangan antara harga benar dengan harga yang ditunjukkan oleh alat dan menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya.


Cara Kalibrasi pH Meter

Alat :
  • pH Meter
  • Gelas piala/beker 100 ml ( 3 buah )
  • Gelas piala 250 ml ( 1 buah )
  • Botol semprot 250 ml
  • Tisu
Bahan :
  • Larutan Buffer 4, 7, dan 10
  • Aquadest
Tahapan dalam kalibrasi pH Meter :
  1. Tuang larutan buffer 4, 7, dan 10 ke dalam gelas piala masing- masing 50 ml. Tandai masing-masing gelas agar tidak keliru dengan gelas piala A ( untuk buffer 4 ), gelas piala B ( untuk buffer 7 ), gelas piala C ( untuk buffer 10 ).
  2. Buka penutup elektroda, kemudian rendam sebentar dalam aquadest, bilas berkali-kali dengan menggunakan botol semprot dan tampung air sisa semprotan ke dalam gelas piala 250 ml.
  3. Keringkan elektroda dengan menggunakan kertas tisu.
  4. Tekan tombol "ON " pada pH meter tersebut.
  5. Elektroda yang sudah kering dicelupkan ke dalam larutan buffer 7, kemudian tekan tombol " CAL " pada alat dan putar elektroda agar homogen. Tunggu beberapa saat sampai alat menunjukkan angka yang tetap. Pembacaan harus menunjukkan pH 7.
  6. Cuci elektroda dengan aquadest berulang-ulang dan keringkan dengan tisu.
  7. Ulangi langkah no 5, tetapi menggunakan larutan buffer 4 dan 10.
  8. Apabila hasil pembacaan diluar range yang telah ditetapkan artinya pH meter tidak terkalibrasi.
Berbagai merk pH meter memiliki detail yang berbeda - beda dalam cara mengkalibrasinya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada buku manual alat. Tetapi pada umumnya cara kalibrasi alat hampir sama seperti yang saya jelaskan diatas.

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalibrasi

Alat - Alat Laboratorium Kultur Jaringan

Kultur jaringan yaitu membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Perbanyakan tanaman dengan sistem kultur jaringan dilaksanakan di dalam laboratorium yang bersih dan steril.


Berikut beberapa alat yang harus ada di dalam laboratorium kultur jaringan

1. Timbangan Analitik

Jenis timbangan di laboratorium bermacam-macam. Jenis timbangan yang dipakai di laboratorium kultur jaringan adalah timbangan yang dapat digunakan untuk menimbang sampai satuan yang sangat kecil ( minimal timbangan empat angka dibelakang koma ). Karena kebutuhan akan mikronutrien dan hormon pada umumnya berkadar sangat kecil yaitu dalam skala miligram (mg).

2. Laminar Air Flow ( LAF )

Laminar Air Flow ini digunakan untuk pemotongan eksplan, melakukan penanaman dan subkultur. Laminar Air Flow ini harus steril, bebas dari debu, dilengkapi dengan UV, lampu neon, dan blower.

Untuk sterilisasi Laminar Air Flow dilakukan dengan menggunakan alkohol 70%. Permukaan laminar dibersihkan dengan tisu/lap yang sudah dicelupkan alkohol 70%. Sebelum digunakan lampu UV dinyalakan selama 1 - 2 jam untuk membunuh kontaminan yang ada di permukaan laminar. Setelah selesai menggunakan laminar sebaiknya dilakukan sterilisasi lagi agar laminar tetap bersih.

3. Enkas

Enkas ini memiliki fungsi yang sama dengan Laminar Air Flow yaitu untuk melakukan penanaman, pemotongan eksplan, dan subkultur. Enkas ini banyak dipilih karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan Laminar Air Flow

Enkas terbuat dari bahan kaca dan kayu dengan dua lubang di bagian depan seukuran dengan tangan pekerja. Lubang ini disertai tutup untuk mencegah kontaminasi.

Cara sterilisasi enkas yaitu bagian dalam enkas dilap menggunakan tisu/ lap steril yang sudah dicelupkan alkohol 70%. Tangan pekerja disemprot dengan alkohol dan masuk melalui lubang di bagian depan enkas ketika melakukan pengelapan.

4. Rotating Shaker ( Penggojog )

Shaker adalah alat penggojog yang putarannya dapat diatur sesuai keinginan kita. Rotating shaker adalah penggojog yang berputar secara horizontal dengan sumbu vertikal. Di laboratorium kultur jaringan, penggojog ini digunakan untuk keperluan menumbuhkan kalus pada eksplan anggrek atau membentuk protokormus. 

Untuk menumbuhkan kalus anggrek biasanya digojog dengan suasana terang, sedangkan untuk menumbuhkan protokormus dari kalus jaringan tanaman ( padi, tebu, jagung ) digojog dalam keadaan gelap. Dalam keadaan gelap berarti erlenmeyer yang berisi kalus dibungkus dengan aluminium foil seluruh dindingnya kemudian diletakkan di atas penggojog.

5. Autoklaf

Autoklaf adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi alat dan medium kultur jaringan. Alat-alat seperti cawan petri, gunting, pinset, scalpel, dan spatula harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Demikian juga dengan medium yang sudah dimasukkan ke dalam botol medium juga harus disterilkan.

Pemanasan dalam autoklaf dilakukan pada suhu yang tinggi (121 ℃) dan tekanan uap air yang besar (1,5 kg/cm2). Kondisi ini dipertahankan sesuai dengan kebutuhan sterilisasi. Untuk sterilisasi alat dibutuhkan waktu 60 menit dan untuk sterilisasi media dibutuhkan waktu 30 menit. Uap panas di dalam autoklaf  akan membunuh bakteri dan mikrobia yang ada.

6. Magnetic Stirrer

Magnetic stirrer ini digunakan untuk mengaduk dan memanaskan bahan/senyawa dalam proses pembuatan medium. Dalam pembuatan medium proses pengadukan sangat diperlukan untuk membuat medium menjadi homogen.

Cara menggunakan alat ini yaitu erlenmeyer atau bisa juga gelas piala yang berisi larutan dan bahan kimia yang akan dilarutkan diletakkan di atas stirrer. Kemudian dimasukkan batang pengaduk magnit ( panjang 3 cm, 2 buah ), sehingga pada saat larutan mendidih pengaduk akan bergerak memutar dan karena mengandung magnit menyebabkan berputarnya hanya bagian dasar saja. Dengan demikian bahan kimia dapat larut dengan baik. 

Kecepatan magnet berputar dapat diatur pada skala yang tertera pada magnetic stirrer sesuai dengan keinginan kita. Semakin besar skala maka semakin cepat magnet berputar.

7. Centrifuge

Centrifuge adalah alat pemutar tabung reaksi. Centrifuge biasa dipakai untuk keperluan isolasi protoplas dengan cara memasukkan enzim dan medium purifikasi.

8. Alat Gelas dan Lainnya

Alat - alat gelas dan non gelas yang sering dipakai di laboratorium kultur jaringan yaitu :

  • Erlenmeyer, alat ini digunakan sebagai tempat dan sarana menuangkan air suling maupun tempat media dan penanaman eksplan. Erlenmeyer bisa diganti dengan botol selai, botol kopi, dan botol obat injeksi.
  • Gelas Ukur, alat ini dipakai untuk menakar air suling dan untuk pembuatan larutan sterilisasi eksplan (chlorox).
  • Gelas Piala, alat ini digunakan untuk membuat medium.
  • Petridish, alat ini mutlak dibutuhkan dalam kultur jaringan. Petridish disterilisasi bersama dengan kertas saring di dalamnya. Petridish dicuci bersih kemudian dikeringkan. Setelah kering dibungkus dengan kertas payung coklat untuk disterilisasi dengan autoklaf.
  • Tabung reaksi dan corong, alat ini digunakan untuk isolasi protoplas.
  • Pengaduk kaca, alat ini digunakan untuk mengaduk bahan kimia atau agar-agar saat membuat medium agar mudah larut.
  • Pipet tetes, digunakan untuk mengambil KOH atau HCl untuk menetralkan pH.
  • Jarum injeksi, jarum ini digunakan untuk mengambil larutan stok dalam pembuatan media.
  • Pinset, digunakan untuk memegang atau mengambil irisan eksplan atau menanam eksplan.
  • Skalpel, digunakan untuk mengiris bahan isolasi protoplas karena membutuhkan irisan yang sangat tipis.
  • Lampu spirtus, sprayer, dan box alkohol, semua alat ini digunakan untuk keperluan sterilisasi.
Alat-alat tersebut diatas adalah alat yang harus ada di laboratorium kultur jaringan. Mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan bisa ditulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif ModernKanisius. Yogyakarta.