Di dalam tubuh tanaman terdapat hormon tumbuh yaitu senyawa organik yang jumlahnya sedikit dan dapat merangsang ataupun menghambat berbagai proses fisiologi tanaman. Senyawa organik yang berada di dalam tubuh tanaman ini jumlahnya sangat sedikit, maka diperlukan penambahan hormon dari luar. Hormon sintesis yang ditambahkan dari luar tubuh tanaman disebut Zat Pengatur Tumbuh. Zat ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman, misalnya pertumbuhan akar, tunas, perkecambahan, dan lain-lain.
Zat pengatur tumbuh dapat dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu :
- Auksin, zat pengatur tumbuh yang tergolong auksin adalah Indol Asam Asetat (IAA), Indol Asam Butirat (IBA), Naftalen Asam Asetat ( NAA), dan 2,4 D Dikhlorofenoksiasetat (2,4-D).
- Sitokinin, zat pengatur tumbuh golongan sitokinin adalah Kinetin, Zeatin, Ribosil, Bensil Aminopurin (BAP).
- Giberelin, zat pengatur tumbuh yang termasuk golongan giberelin adalah GA1, GA2, GA3, GA4.
- Inhibitor, zat pengatur tumbuh yang tergolong inhibitor adalah fenolik dan asam absisik.
Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh
- Dosis 1000 ppm, berarti IAA yang perlu ditimbang yaitu 1000 mg (1 gram ).
- Masukkan IAA yang sudah ditimbang ke dalam gelas piala, tambahkan aquadest 100 ml.
- Sambil diaduk teteskan sedikit larutan KOH 1 N dengan hati-hati sampai larutan jernih.
- Larutan dipindahkan ke dalam labu takar dan tambahkan aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ).
- Pindahkan larutan ke dalam botol reagen, tutup rapat, dan beri label (IAA 1000 ppm).













