-->
Home » » Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh

Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh

Di dalam tubuh tanaman terdapat hormon tumbuh yaitu senyawa organik yang jumlahnya sedikit dan dapat merangsang ataupun menghambat berbagai proses fisiologi tanaman. Senyawa organik yang berada di dalam tubuh tanaman ini jumlahnya sangat sedikit, maka diperlukan penambahan hormon dari luar. Hormon sintesis yang ditambahkan dari luar tubuh tanaman disebut Zat Pengatur Tumbuh. Zat ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman, misalnya pertumbuhan akar, tunas, perkecambahan, dan lain-lain.

Zat pengatur tumbuh dapat dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu :

  1. Auksin, zat pengatur tumbuh yang tergolong auksin adalah Indol Asam Asetat (IAA), Indol Asam Butirat (IBA), Naftalen Asam Asetat ( NAA), dan 2,4 D Dikhlorofenoksiasetat (2,4-D).
  2. Sitokinin, zat pengatur tumbuh golongan sitokinin adalah Kinetin, Zeatin, Ribosil, Bensil Aminopurin (BAP).
  3. Giberelin, zat pengatur tumbuh yang termasuk golongan giberelin adalah GA1, GA2, GA3, GA4.
  4. Inhibitor, zat pengatur tumbuh yang tergolong inhibitor adalah fenolik dan asam absisik.


Dalam menentukan zat pengatur tumbuh yang akan digunakan membutuhkan pengetahuan tentang cara menghitung dosisnya. Hal ini sangat penting, karena apabila perhitungannya salah dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan jaringan. Zat pengatur tumbuh dengan dosis yang terlalu tinggi justru akan menghambat pertumbuhan kalus.

Zat pengatur tumbuh hanya diperlukan dalam jumlah sedikit sekali. Biasanya dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml.

Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh

Dalam membuat larutan stok zat pengatur tumbuh biasanya menggunakan ppm. Nah apa itu ppm? mari pelajari sebentar apa itu ppm.

PPM adalah?

ppm adalah part per million atau bagian per juta, disebut juga bpj.

Satuan dari ppm adalah mg/L atau mg/kg.
1 ppm = 1 mg/L atau 0,001 gr/L
1000 ppm = 1 gr/L = 1000 mg/L = 1 mg/ml


Cara Membuat larutan stok IAA sebanyak 1000 ml dengan dosis 1000 ppm ( 1 mg/ml).

Langkah pembuatan adalah sebagai berikut :
  • Dosis 1000 ppm, berarti IAA yang perlu ditimbang yaitu 1000 mg (1 gram ).
  • Masukkan IAA yang sudah ditimbang ke dalam gelas piala, tambahkan aquadest 100 ml.
  • Sambil diaduk teteskan sedikit larutan KOH 1 N dengan hati-hati sampai larutan jernih.
  • Larutan dipindahkan ke dalam labu takar dan tambahkan aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ).
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen, tutup rapat, dan beri label (IAA 1000 ppm).
Berikut saya buatkan tabel berbagai variasi dosis zat pengatur tumbuh dan banyaknya zat pengatur tumbuh yang harus ditimbang dalam 1 liter.

Apabila akan membuat zat pengatur tumbuh dengan dosis yang kecil ( misal : 2 ppm, 5 ppm ) dan stok yang tersedia adalah dosis 1000 ppm maka dapat menggunakan rumus pengenceran yaitu :

V1 = volume larutan stok ZPT yang dicari
M1 = dosis larutan stok ZPT yang tersedia
V2 = volume larutan ZPT yang akan dibuat
M2 = dosis ZPT yang akan dibuat

Contoh :

1. Membuat larutan zat pengatur tumbuh dosis 2 ppm sebanyak 1000 ml, sedangkan larutan stok yang tersedia adalah 1000 ppm. Maka penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

Diketahui :
V2 = 1000 ml ( 1 liter )
M2 = 2 ppm
M1 = 1000 ppm
V1 = ....?

Dengan menggunakan rumus pengenceran 
V1 x 1000 ppm = 1000 ml x 2 ppm
V1 = 2000 / 1000
V1 = 2 ml
Jadi volume yang harus diambil yaitu 2 ml.

Cara Membuat :
Pipet 2 ml larutan zpt dosis 1000 ppm dan masukkan ke dalam labu takar yang berisi aquadest 500 ml. Gojog sebentar. Tambahkan lagi aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen. Larutan ZPT 2 ppm siap digunakan.

Itulah sedikit penjelasan dari saya mengenai cara membuat larutan zat pengatur tumbuh. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang kesulitan atau masih bingung dalam membuat larutan ZPT. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa tinggalkan komentar dibawah ya....

REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif ModernKanisius. Yogyakarta.


0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar