-->

Membuat Larutan Kalium Kromat ( K2CrO4 ) 0,25 M (0,5 N) dan 5 %

Kalium kromat ( Potassium chromat ) adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia K2CrO4. Kalium kromat berbentuk bubuk berwarna kuning dan tidak berbau. Dalam bidang laboratorium senyawa ini biasa digunakan sebagai indikator dalam pembakuan perak nitrat (AgNO3).

Kalium kromat tidak larut dalam alkohol. Kelarutan dalam air 62,9 gr/100 ml (20˚C), 75,1gr/100 ml (80˚C), 79,2gr/100 ml (100˚C).

Berdasar pada botol kemasan, kalium kromat ini bersifat sangat beracun, dapat menyebabkan kanker, mengiritasi mata, sistem pernafasan, dan kulit. Sangat peka jika kontak dengan kulit. Apabila terkena kulit segera bilas dengan air yang banyak. Periksa petunjuk khusus sebelum digunakan.


Pembuatan Larutan Kalium Kromat 0,25 M ( 0,5 N )

Diketahui :
Mr K2CrO4 = 194,20 gr/mol
Valensi = 2

Dicari : K2CrO4 yang perlu ditimbang = ....?

Penyelesaian :
Misal ingin membuat kalium kromat 0,25 M sebanyak 500 ml ( 0,5 L), dengan menggunakan rumus molaritas maka dapat diketahui gram K2CrO4 yang dibutuhkan.
rumus molaritas :








Jadi K2CrO4 yang perlu ditimbang adalah 24, 27 gram ( untuk membuat K2CrO4 0,25 M , 500 ml ).

Langkah membuat larutan kalium kromat adalah :

  1. Timbang kalium kromat 24,27 gram, masukkan dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira - kira 200 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan kalium kromat ke dalam labu takar 500 ml, kemudian tambahkan aquadest sampai tanda batas/ volume 500 ml. Kocok hingga homogen.
  3. Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.

Pembuatan Larutan Kalium Kromat 5 %

K2CrO4 5 % artinya bahwa dalam 100 gram larutan ini mengandung 5 gram K2CrO4.

Untuk membuat larutan K2CrO4 yaitu timbang 5 gram kalium kromat dan tambahkan aquadest sampai volume 100 ml.


DAFTAR PUSTAKA


Mulyono, H.A.M. 2006. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

Membuat Larutan Natrium Karbonat ( Na2CO3 ) 0,1 N ( 0,05 M )

Natrium Karbonat atau disebut juga dengan soda abu merupakan garam natrium dari asam karbonat yang mudah larut dalam air. Natrium karbonat mempunyai rumus kimia Na2CO3. Natrium karbonat berbentuk bubuk dan berwarna putih yang mempunyai rasa alkalin/pahit.

Natrium karbonat tidak larut dalam etanol, aseton, dan larut dalam gliserol, dimetilformamida. Kegunaan natrium karbonat yaitu :

  1. Untuk menetralkan efek korosi dari klorin dan menaikkan pH pada kolam renang.
  2. Dalam kimia digunakan sebagai elektrolit.
  3. Dapat digunakan sebagai pelembut air dalam mencuci pakaian.
  4. Dapat digunakan untuk menghilangkan minyak dan oli.
  5. Dapat digunakan sebagai tambahan pangan (E500) yaitu pengatur keasaman, anti lengket pada kue, pengembang, dan penstabil.
Berdasar pada botol kemasan, natrium karbonat bersifat iritan, tidak boleh dihirup, dan apabila terkena mata segera bilas dengan air yang banyak dan segera dapatkan bantuan medis.


Pembuatan Larutan Natrium Karbonat 0,1 N (0,05 M )

Diketahui :
Mr Na2CO3 = 105,99 gr/mol
Valensi (a) = 2

Ditanya : Na2CO3 yang dibutuhkan untuk membuat 0,1 N Na2CO3 = ....?

Penyelesaian :
Misal ingin membuat Na2CO3 0,1 N sebanyak 1000 ml,
Jadi Na2CO3 yang dibutuhkan adalah 5,3 gram ( untuk membuat Na2CO3 0,1 N sebanyak 1 liter ).






Langkah dalam membuat Na2CO3 0,1 N adalah :
  1. Timbang Na2CO3 sebanyak 5,3 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira 200 ml. Aduk hingga larut.
  2. Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 1000 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Kocok hingga homogen.
  3. Pindahkan dalam botol reagen dan beri label.

Pembuatan Larutan Na2CO3 5%

  1. Timbang Na2CO3 5 gram, masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira - kira 50 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 100 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas ( volume 100 ml). Kocok hingga homogen.


DAFTAR PUSTAKA

Mulyono, H.A.M. 2006. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta.

Wikipedia. 27 Desember 2018. Natrium Karbonat. Diperoleh 20 Februari 2018 dari https://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_karbonat

Membuat Larutan Ferri Klorida (FeCl3.6H2O) 0,5 M (1,5 N)

Ferri klorida hexahidrat atau disebut juga besi (III) klorida hexahidrat atau iron (III) chloride hexahydrate adalah senyawa kimia berbentuk padatan dan berwarna kuning kecoklatan atau jingga. Ferri klorida hexahidrat mempunyai rumus kimia FeCl3.6H2O.
Ferri klorida hexahidrat bersifat higroskopis, mudah larut dalam air ( 92 gram/100 ml, 20 ˚C ).


Berdasarkan pada botol kemasan ferri klorida hexahidrat ini bersifat :
  • korosif dan berbahaya, 
  • menyebabkan iritasi kulit, 
  • berbahaya jika tertelan, 
  • menyebabkan kerusakan mata yang serius sehingga pakailah pelindung mata jika akan menggunakan bahan kimia tersebut. 
  • Jika terkena kulit bersihkan dengan sabun dan air yang banyak.
  • Jika terkena mata bilas dengan air secara hati - hati selama beberapa menit. Bila menggunakan lensa kontak, lepaskan lensa dan lanjutkan pembilasan.

Pembuatan Larutan Ferri Klorida Hexahidrat 0,5 M ( 1,5 N ), 500 ml

Diketahui :
BM FeCl3.6H2O = 270, 33 g/mol

Rumus Molaritas :
Jadi FeCl3.6H2O yang dibutuhkan untuk membuat 0,5 M (500 ml) adalah 67,58 gram.






Cara Membuat larutan Ferri klorida hexahidrat 0,5 M adalah :
  1. Timbang FeCl3.6H2O sebanyak 67,58 gram ke dalam gelas piala 250 ml. Tambahkan aquadest kira - kira 200 ml + HCl pekat 10 ml. Larutkan hingga homogen.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Kocok hingga homogen.
  3. Untuk penyimpanan pindahkan larutan ke dalam botol reagen gelap dan beri label.

Pembuatan Larutan Ferri Klorida Hexahidrat 1 N, 100 ml

Diketahui :
BM FeCl3.6H2O = 270, 33 g/mo/
valensi (a) FeCl3.6H2O = 3

Rumus Normalitas :






Jadi FeCl3.6H2O yang dibutuhkan untuk membuat 1N (100 ml ) adalah 9 gram.





Cara Membuat larutan Ferri klorida hexahidrat 1 N adalah :
  1. Timbang FeCl3.6H2O sebanyak 9 gram ke dalam gelas piala 100 ml. Tambahkan aquadest kira - kira 50 ml + HCl pekat 2 ml. Larutkan hingga homogen.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 100 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Kocok hingga homogen.
  3. Untuk penyimpanan pindahkan larutan ke dalam botol reagen gelap dan beri label.

DAFTAR ACUAN

Mulyono, H.A.M. 2006. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi Aksara. Jakarta. Hal 44.

Membuat Larutan Kalsium Hidroksida / Ca(OH)2 0.01 M (0.02 N)



Sebelum membuat larutan Ca(OH)2 sebaiknya kita ketahui dahulu apa itu kalsium hidroksida dan bagaimana sifatnya. Berikut akan saya jelaskan sedikit tentang kalsium hidroksida.

Kalium hidroksida adalah senyawa kimia yang berbentuk bubuk putih atau kristal tak berwarna. Kalsium hidroksida ini mempunyai rumus kimia Ca(OH)2.
Kalsium hidroksida dihasilkan melalui reaksi antara kalsium oksida (CaO) dengan air. Larutan Ca(OH)2 disebut juga dengan air kapur.
Kalsium hidroksida sangat sedikit larut dalam air dingin, air panas, dan mudah larut dalam alkohol, garam, ammonium dan gliserol.

Kelarutan dalam air :
0.185gr/100 ml dalam 0 ˚C, 0.077gr/100ml dalam 100˚C, 1.73gr/1000 ml dalam 20 ˚C.

Kegunaan Ca(OH)2 adalah :
Flocculant pada air, pengolahan limbah, serta pengelolaan tanah asam.
Bahan alkali untuk menggantikan NaOH
Sebagai pereaksi kimia
Dalam bidang kesehatan atau kedokteran yaitu sebagai bahan untuk perawatan gigi.

Berdasarkan MSDS, Ca(OH)2 bersifat irritan apabila kontak dengan kulit dan mata. Paparan berulang dalam menghirup Ca(OH)2 dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan atau kerusakan paru-paru. Selalu gunakan jas lab, masker, dan sarung tangan apabila akan membuat larutan Ca(OH)2.

Pertolongan pertama apabila Ca(OH)2 mengenai mata dan kulit yaitu segera basuh dengan air yang banyak selama 15 menit, dapat juga menggunakan air dingin. Apabila terhirup segera pindah ke udara segar, jika tidak bisa bernafas beri oksigen dan segera dapatkan bantuan medis.

Membuat Larutan Ca(OH)2 0.01 M ( 0.02 N ), 500 ml


Diketahui : Mr Ca(OH)2 = 74.01 gr/mol

Rumus Molaritas :
M = gr/Mr.V , v dalam liter !!!
0.01  M = gr/ 74.01 x 0.5 liter
Gr = 74.01 x 0.5 x 0.01
Gr = 0.37 gram
Jadi Ca(OH)2 yang harus ditimbang adalah 0.37 gram.

 Langkah dalam membuat larutan Ca(OH)2 0.01 M adalah :
  1. Timbang 0.37gram Ca(OH)2, masukkan dalam gelas piala 250 ml dan tambahkan aquadest. Aduk sampai semuanya hampir melarut.
  2. Pindahkan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas (volume 500 ml ). Gojog dan biarkan semalam.
  3. Pisahkan larutan jernihnya ke dalam botol bertutup, simpan, dan beri label.

Membuat Larutan Ca(OH)2 0.1%, 500 ml

Larutan Ca(OH) 0.1 % berarti 0.1 gram Ca(OH)2 dalam 100 ml larutan.

Untuk membuat Ca(OH)2 0.1 %, 500 ml berarti timbang 0.5 gram Ca(OH)2, dan larutkan dengan aquadest sampai volume 500 ml.

Pembuatan Larutan Perak Nitrat ( AgNO3 ) 0.1 N

Perak nitrat ( silver nitrate ) adalah senyawa anorganik yang berbentuk kristal putih dan tidak berbau. Perak nitrat mempunyai rumus kimia AgNO3. Senyawa ini adalah senyawa yang paling serbaguna diantara perak yang lainnya dan digunakan pada fotografi.

Perak nitrat larut dalam air, aseton, ammonia, eter, dan glikol. Sebagai zat pengoksidasi, perak nitrat harus disimpan jauh dari senyawa organik. Perak nitrat juga bersifat iritasi, korosif , dan sangat beracun. Paparan singkat dengan zat ini tidak akan menghasilkan efek samping langsung, tetapi paparan konstan untuk konsentrasi tinggi, efek samping akan terlihat yaitu luka bakar bila terkena kulit. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan mata.

Pembuatan AgNO3 0.1 N, 500 ml 

Diketahui :
BM / Mr AgNO3 = 169.87 gr/mol
Valensi = 1

Ditanyakan : AgNO3 yang harus ditimbang...?

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus normalitas yaitu 




0.1 N = ( gr x 1 ) / ( 169.87 gr/mol x 0.5 L )
gr = 0.1 N x 169.87 gr/mol x 0.5 L
gr = 8.49 gram
Jadi AgNO3 yang harus ditimbang adalah 8.49 gram.

Cara Membuat Larutan AgNO3 0.1 N adalah :
  1. Timbang AgNO3 sebanyak 8.49 gram. Masukkan dalam gelas piala 500 ml dan tambahkan aquadest sebanyak 200 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml. Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Simpan dalam botol reagen dan beri label.

 

 

Membuat 1000 ml Larutan Kalium Permanganat 0.1 N ( 0.02 M )

Kalium permanganat ( Potassium permanganat ) merupakan garam yang mengandung ion K+ dan MnO4-dengan rumus kimia KMnO4. Senyawa ini merupakan agen pengoksidasi yang kuat.
Kalium permanganat mudah larut dalam air dan menghasilkan larutan yang berwarna ungu pekat, dan penguapan dari larutan ini meninggalkan kristal prismatik yang berwarna ungu agak hitam.

Kalium permanganat sebagai pengoksidan kuat memiliki banyak kegunaan yaitu :
  1. Sebagai antiseptik, pada larutan encer senyawa ini dapat digunakan sebagai obat sariawan, desinfektan untuk tangan dan pengobatan untuk dermatitis, infeksi jamur pada tangan atau kaki yang bersifat ringan.
  2. Dalam industri pengolahan air digunakan sebagai bahan kimia regenerasi untuk menghilangkan besi dan hidrogen sulfida.
  3. Dalam penggunaan analisis, larutan standar kalium permanganat digunakan sebagai titran pengoksidasi untuk titrasi redoks ( permanganometri ).
Berdasarkan label bahaya yang terdapat pada kemasan, kalium permanganat menimbulkan bahaya iritasi pada saluran pernafasan, hati, ginjal, usus,sistem saraf pusat, dan dapat merusak paru-paru apabila terlalu banyak menghirup senyawa ini. Sebelum membuat larutan kalium permanganat sebaiknya berhati-hati dan gunakan pelindung seperti masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung. Hindari kontak langsung dengan mata dan hidung agar tidak terhirup.

Pembuatan 1000 ml Larutan Kalium Permanganat ( KMnO4 ) 0.1 N ( 0.02 M )

Diketahui :
BM KMnO4 = 158.034 gr/mol
valensi  KMnO4 = 5

Ditanya : KMnO4 yang perlu ditimbang...?

Penyelesaian :
Rumus :





Di mana :
N = Normalitas ( molek/L)
gr = Massa yang ditimbang (gr)
BM = Berat Molekul (gr/mol)
V = Volume yang diinginkan (L)
a = nilai valensi 

0.1 N = (gr/ 158.034gr/mol x 1L) x 5
gr = ( 158.034 gr/mol x 1 L x 0.1N ) / 5
gr = 15.8034 / 5
gr = 3.1606 gram
Jadi KMnO4 yang perlu ditimbang untuk membuat KMnO4 0.1 N adalah 3.1606 gram.

Langkah untuk membuat larutan KMnO4 0.1 N :
  1. Timbang dengan tepat KMnO4 sebanyak 3.1606 gram, masukkan dalam gelas piala 1000 ml. Tambahkan aquadest sampai volume 1000 ml. Aduk hingga larut. 
  2. Panaskan larutan tersebut hingga mendidih selama 15 - 30 menit.
  3. Dinginkan pada suhu kamar, kemudian saring dengan krus gooch.
  4. Simpan dalam wadah coklat/gelap dan beri label.
Untuk memperoleh konsentrasi sebenarnya kalium permanganat sebaiknya dibakukan/ distandarisasi. Standarisasi KMnO4 bisa dilakukan dengan menggunakan larutan baku natrium oksalat dan larutan baku asam oksalat.

Standarisasi KMnO4 bisa dibaca pada artikel Standarisasi KMnO4

Pembuatan 200 ml Larutan Kalium Permanganat ( KMnO4 ) 0.01%

Larutan kalium permanganat 0.01% artinya dalam setiap 100 gr larutan mengandung 0.01 gram KMnO4.
Untuk membuat larutan KMnO4 0.01 % sebanyak 200 ml adalah :
  1. Timbang 0.02 gram KMnO4, kemudian jadikan volume sampai 200 ml.
  2. Didihkan larutan tersebut selama 15 menit.
  3. Dinginkan dan saring dengan krus gooch.
Larutan KMnO4 0.01% ini biasanya digunakan sebagai antiseptik atau obat luka yang bersifat ringan.





Membuat 500 ml Larutan NaCl 0.1 M ( 0.1 N ) dari Kristal Murni NaCl

Natrium klorida ( sodium chlorida ) atau disebut juga dengan garam dapur dengan rumus kimia NaCl merupakan senyawa kimia berbentuk bubuk kristal padat berwarna putih, tidak berbau dan memiliki rasa asin.

NaCl  merupakan larutan elektrolit yang kuat, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik karena ketika berbentuk larutan NaCl kembali menjadi ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion yang bergerak bebas ini yang dapat menghantarkan arus listrik.
Karena merupakan senyawa ion maka NaCl mudah larut dalam air dingin, air panas, gliserol, dan amoniak, tetapi sukar larut dalam alkohol.

NaCl yang lebih dikenal dengan garam dapur biasa digunakan oleh orang atau dalam bidang industri sebagai penambah rasa pada makanan, bumbu masakan, dan pengawet alami.
NaCl juga digunakan untuk memproduksi senyawa-senyawa seperti natrium karbonat, asam klorida, dan baking soda. Digunakan juga dalam industri tekstil, industri kertas, industri karet, dan industri pemurnian minyak.

Membuat 500 ml Larutan NaCl 0.1 M (0.1N) dari Kristal Murni NaCl

** Alat yang digunakan :
     - Timbangan analitik
     - Gelas piala 250 ml
     - Batang pengaduk
     - Labu takar 500 ml

** Bahan yang digunakan :
     - NaCl ( natrium klorida )/ garam dapur
     - Aquadest

** Cara Membuat Larutan NaCl 0.1 M , 500 ml
  1. Mencari massa NaCl yang dibutuhkan yaitu dengan rumus :
   M  =( gr / Mr x V ), V dalam liter
   0.1 = ( gr / 58.5 gr/mol x 0.5 L )
   gr  = 58.5 x 0.5 x 0.1
   gr  = 2.925 gram
 Jadi NaCl yang harus ditimbang untuk membuat NaCl 0.1 M, 500 ml adalah 2.925 gram.

 2. Langkah Kerja :
 - Timbang NaCl sebanyak 2.925 gram, masukkan dalam gelas piala 250 ml. Tambahkan aquadest 200 ml. Aduk hingga larut.
 - Masukkan larutan ke dalam labu takar 500 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
 - Pindahkan larutan NaCl ke dalam botol reagen dan beri label.

Membuat 500 ml Larutan NaCl 10% dari Kristal Murni NaCl

NaCl 10 % artinya dalam 100 ml larutan mengandung 10 gram NaCl.

Jadi untuk membuat NaCl 10%, 500 ml maka NaCl yang harus ditimbang sebanyak 50 gram.

** Cara Membuat :
- Timbang NaCl sebanyak 50 gram, larutkan dengan 200 ml aquadest. Aduk hingga larut.
- Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas.
- Gojog hingga homogen.
- Diperoleh 500 ml NaCl 10%


Membuat Larutan NaCl Jenuh

Larutan jenuh adalah suatu larutan dimana zat terlarut berada dalam kesetimbangan dengan fase padat.

Untuk membuat larutan NaCl jenuh yaitu :
- Siapkan 100 ml aquadest dalam gelas piala 200 ml.
- Tambahkan NaCl sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai NaCl tidak dapat larut lagi di dalam aquadest.
- Untuk membuat NaCl jenuh dalam 100 ml air dibutuhkan 36.5 gram NaCl.

Membuat Larutan Kalium Sulfat ( K2SO4 ) 0.5 M

Kalium sulfat ( K2SO4) atau disebut juga garam abu sulfur adalah senyawa kimia yang berbentuk kristal putih dan mudah larut dalam air. Kalium sulfat tidak mudah terbakar.

Kalium sulfat ini biasanya digunakan untuk bahan pembuatan pupuk  (menyediakan potassium dan sulfur). Dalam laboratorium digunakan sebagai reagen kimia.


Membuat Larutan K2SO4 0.5 M sebanyak 1000 ml

Diketahui :
BM K2SO4 = 174,27 gr/mol

Rumus Molaritas 
M = gr / ( BM x Vol )
0,5 = gr/ ( 174,27 x 1 L ) , vol dalam liter 
gr = 174,27 x 1 x 0,5
gr = 87,14 gram
Jadi K2SO4 yang dibutuhkan adalah 87,14 gram.

Cara Membuat Larutan K2SO4 0,5 M :
  1. Timbang 87,14 gram K2SO4, masukkan dalam gelas piala 250 ml dan tambahkan aquadest. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan K2SO4 tersebut ke dalam labu takar 1000 ml, kemudian tambahkan dengan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.

Membuat Larutan K2SO4 0.5 N sebanyak 1000 ml

Diketahui :
elektron valensi = 2

Rumus Normalitas
N = (gram / BM x Vol ) x valensi
0,5 = ( gram / 174,27 x 1 L ) x 2
gram = ( 174,27 x 1 x 0,5 )/ 2
gram = 87,14 / 2
gram = 43,57 gram
Jadi K2SO4 yang dibutuhkan adalah 43,57 gram.

Cara Membuat Larutan K2SO4 0,5 N :
  1. Timbang K2SO4 sebnayak 43,57 gram, masukkan ke dalam gelas piala 250 ml.
  2. Larutkan dengan aquadest. Aduk hingga larut sempurna.
  3. Pindahkan larutan K2SO4 ke dalam labu takar 1000 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  4. Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.

Membuat Larutan K2SO4 10 % sebanyak 500 ml

Larutan K2SO4 10 % artinya dalam 100 ml larutan mengandung 10 gram K2SO4.

Untuk membuat larutan K2SO4 10 % sebanyak 500 ml yaitu timbang 50 gram K2SO4 dan larutkan dengan aquadest sampai volume 500 ml.


Cara Membuat Larutan Asam Fosfat ( H3PO4 ) 3 M dan 3 N


Asam orthofosfat atau lebih dikenal dengan nama asam fosfat ( dalam bahasa inggris Orthophosporic acid ) merupakan asam lemah yang berbentuk cairan bening agak kental dengan rumus kimia H3PO4.
Berdasarkan simbol yang tertera pada kemasan asam fosfat ini memiliki sifat korosif yang menyebabkan luka bakar. Dalam meggunakan asam fosfat ini harus hati-hati, hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, berbahaya jika tertelan, melalui inhalasi dan saluran pernafasan.

Di dalam laboratorium asam fosfat ini biasa digunakan sebagai reagen kimia. Dalam industri kosmetik digunakan sebagai pengatur pH, dalam bidang pertanian digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk.


Cara Membuat Larutan Asam Fosfat (H3PO4) 3 M sebanyak 1000 ml

Diketahui :
massa jenis = 1,71 g/ml ( lihat botol kemasan )
konsentrasi = 85%         ( lihat botol kemasan )
berat molekul (BM) = 98 g/mol

Dicari berat Molaritas asam fosfat 85%...???

** Molaritas asam fosfat 85 % dapat diketahui dengan menggunakan rumus :

M = ( massa jenis x 10 x % ) / BM
M = ( 1,71 x 10 x 85 ) / 98
M = 14,8
Jadi molaritas asam fosfat 85% adalah 14,8 M.

** Menghitng volume yang dibutuhkan asam fosfat 85% untuk membuat asam fosfat 3 M yaitu dengan menggunakan rumus pengenceran :

M1 x V1 = M2 x V2
14,8 M x V1 = 3 M x 1000 ml
V1 = 3000/14,8
V1 = 202,7 ml
Jadi volume asam fosfat 85% yang diambil adalah 202,7 ml.

Cara membuat asam fosfat 3 M adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan gelas piala 500 ml dan isi dengan aquadest 150 ml.
  2. Ambil asam fosfat sebanyak 202,7 ml dan masukkan dalam gelas piala yang telah diisi dengan aquadest tadi. Aduk hingga homogen.
  3. Pindahkan larutan asam fosfat tersebut ke dalam labu ukur 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  4. Pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label.
Catatan : dalam membuat larutan asam fosfat ini lakukan di dalam lemari asam dan gunakan masker.

Cara Membuat Larutan Asam Fosfat ( H3PO4) 3 N sebanyak 1000 ml

Diketahui :
elektron valensi asam fosfat = 3

Dicari Normalitas asam fosfat 85%...???

** Mencari Normalitas asam fosfat 85% dengan rumus :
N = ((massa jenis x 10 x %) x valensi) / BM
N = (( 1,71 x 10 x 85 ) x 3) / 98
N = 4360,5/98
N = 44,49
Jadi normalitas asam fosfat 85% adalah 44,49 N.

** Untuk mencari volume yang dibutuhkan untuk membuat larutan asam fosfat 3 N dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2
44,49 x V1 = 3N x 1000 ml
V1 = 3000/ 44,49
V1 = 67,4 ml
Jadi volume asam fosfat 85% yang dibutuhkan untuk membuat asam fosfat 3 N adalah 67,4 ml.

Cara membuat asam fosfat 3 N adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan gelas piala 500 ml dan isi dengan aquadest 150 ml.
  2. Ambil asam fosfat sebanyak 67,4 ml dan masukkan dalam gelas piala yang telah diisi dengan aquadest tadi. Aduk hingga homogen.
  3. Pindahkan larutan asam fosfat tersebut ke dalam labu ukur 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  4. Pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label.

Demikian sedikit ulasan dari saya tentang bagaimana membuat larutan asam fosfat. Jika ada yang tidak jelas bisa tinggalkan komentar di bawah. Semoga artikel ini bermanfaat, share ke teman-teman ya readers...



Membuat Larutan Asam Nitrat ( HNO3) 3 M dan 0.5 N

Asam nitrat (dalam bahasa inggris disebut nitric acid ) atau disebut juga dengan nama asam sendawa dengan rumus kimia HNO3 adalah bahan kimia yang bersifat korosif, berbentuk cairan bening tidak berwarna. Asam nitrat merupakan asam yang beracun dan dapat menyebabkan luka bakar apabila terkena kulit kita.

Asam nitrat harus disimpan di dalam botol reagen yang berwarna gelap karena asam nitrat akan berubah warna menjadi kekuning-kuningan jika botolnya sering dibuka atau terkena cahaya.

Karena bersifat korosif dan sebagai pengoksidasi maka harus hati-hati dalam menggunakan bahan kimia ini. Botolnya dapat meledak jika disimpan ditempat yang panas, jika tumpah dapat menyebabkan korosi pada logam, dapat membakar kertas dan kayu. Uapnya sangat beracun.

Di dalam laboratorium asam nitrat biasanya digunakan sebagai reagen. Asam nitrat ini juga digunakan untuk memproduksi bahan yang mudah meledak seperti nitrogliserin, trinitrotoluena (TNT), dan juga untuk bahan membuat ammonium nitrat.

Cara Membuat Larutan Asam Nitrat 3 M ( 3N ) dari Asam Nitrat 65% sebanyak 1000 ml

karena asam nitrat memiliki valensi 1 maka nilai molaritas = nilai normalitas
Diketahui :
 massa jenis = 1,40 gr/ml
Kemurnian = 65 % ( lihat dalam kemasan botol )
Berat molekul = 63,01 gr/mol

Ditanyakan : Molaritas asam nitrat 65%....?

** Mencari nilai molaritas asam nitrat 65%, dengan rumus :
M = ( massa jenis x 10 x % ) / Mr
M = ( 1,40 x 10 x 65 ) / 63,01
M = 14,4 

** Setelah diketahui molaritas asam nitrat 65%, maka dengan rumus pengenceran dapat dicari  volume yang dibutuhkan asam nitrat 65% untuk membuat asam nitrat 3 M yaitu :
M1 x V1 = M2 x V2
14,4 x V1 = 3M x 1000 ml
V1 = 3000/ 14,4
V1 = 208,3 ml
Jadi volume yang dibutuhkan sebanyak 208,3 ml.

** Langkah membuat asam nitrat 3 M adalah :
  1. Ambil asam nitrat ( HNO3) sebanyak 208,3 ml. Masukkan dalam gelas piala ukuran 500 ml yang sebelumnya telah diisi aquadest. Aduk hingga homogen
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar ukuran 1000 ml dengan hati-hati, dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
  3. Pindahkan segera ke dalam botol reagen gelap (coklat) dan beri label.

Cara Membuat Larutan Asam Nitrat 0,5 N  dari Asam Nitrat 65% sebanyak 1000 ml

Diketahui : nilai normalitas asam nitrat 65% adalah 14,4 N.

Dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2
14,4 x V1 = 0,5N x 1000 ml
V1 = 500/14,4
V1 = 34,7 ml
Jadi volume yang dibutuhkan/ diambil dari asam nitrat 65% adalah 34,7 ml.

Langkah untuk membuat asam nitrat 0,5 N sama dengan langkah diatas ( cara membuat asam nitrat 3 M ).

Cara Membuat Larutan Iodium 0.1 N (0.05 M)

Iodine(I2) lebih dikenal dengan nama yodium atau iodium. Iodine merupakan senyawa kimia berbentuk kristal dengan penampilan fisik abu-abu metalik. Kristal iodine dapat berubah dari padat ke gas. Sebagai gas, iodine adalah uap berwarna ungu.

Iodine mudah larut dalam kloroform,karbon tetra klorida, karbon disulfida. Iodine sukar larut dalam air sehingga dalam pembuatan larutan iodine/iodium perlu penambahan zat pembantu yaitu Kalium Iodida (KI).

Fungsi dari penambahan KI adalah untuk meningkatkan kelarutan dan mengurangi penguapan iodine, karena Iodine sukar larut dalam air tapi agak larut dalam ion iodida.

Beberapa Kegunaan Iodine ( Iodium ) adalah :
  1.  Iodine untuk obat luka, sebagai antiseptik untuk membunuh kuman dan bakteri.
  2.  Iodine di laboratorium digunakan untuk menguji/mengidentifikasi amilum.
  3.  Iodine dalam bentuk Kalium Iodidat (KIO3) ditambahkan dalam garam dapur untuk mencegah  penyakit gondok.
  4.  Iodine dalam bentuk Perak Iodida (AgI) digunakan dalam pembuatan film fotografi.

Cara Membuat Larutan Iodine/Iodium 0.1 N ( 0.05 M ) sebanyak 1000 ml

Diketahui : Mr Iodine = 253.81 gr/mol
Rumus :
N = (gr x n ) / (MrxV)
0.1 = (gr x 2 ) / (253.81 x 1L )
gr = ( 253.81 x 0.1N )/2
gr = 12.69 gram
Jadi Iodine yang diperlukan 12.69 gram.

Langkah - langkah membuat larutan Iodine/Iodium 0.1N ( 0.05 M)  :
  1. Timbang Iodine sebanyak 12.69 gram + KI 18 gram, masukkan dalam gelas beker 250 ml.
  2. Tambah aquadest 150 ml. Aduk hingga larut sempurna. Jika masih susah larut bisa ditambahkan KI lagi.
  3. Setelah larut sempurna, masukkan larutan iodine ke dalam labu takar 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  4. Segera pindahkan ke dalam botol reagen gelap dan beri label.
Botol yang digunakan sebagai tempat penyimpanan larutan iodine (iodium) harus tertutup dengan baik karena jika tidak tertutup dengan baik maka iodine/iodium akan menguap. 
Botol harus berwarna gelap karena iodine sangat mudah terurai oleh cahaya matahari sehingga konsentrasi dari larutan iodine tidak stabil ( perlu dilakukan standarisasi ).

Cara Membuat Larutan KOH 0.1 N dan 1 M

KOH disebut dengan nama Kalium Hidroksida atau Potassium Hidroksida. Kalium Hidroksida merupakan senyawa basa kuat yang berbentuk kristal berwarna putih dan mempunyai sifat higroskopis (mudah menyerap air ).
Dalam praktikum larutan KOH biasanya digunakan untuk membasakan media dan menetralkan pH tanah masam (dalam bidang pertanian).


Cara Membuat Larutan KOH 0.1 N (1000 ml)

Diketahui BM/Mr KOH = 56,11 gr/mol
Valensi = 1
Rumus N =((gr/Mr)xvalensi)/Vol
N= gr ×1/56,11 × 1 L
0,1 = gr / 56,11
gr = 5,611 gram
Jadi KOH yang harus ditimbang sebanyak 5,611 gram.

Cara Membuat :
1. Timbang KOH sebanyak 5,611 gram.
2. Masukkan dalam gelas piala 250 ml,  tambahkan aquadest kira-kira 200 ml. Aduk hingga KOH larut  semua.
3. Pindah larutan tersebut ke dalam labu ukur volume 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas.  Gojog hingga homogen.

Cara Membuat Larutan KOH 1 M (1000ml)

Rumus M = (gr/Mr)/Vol
M= (gr/56,11)/1 L
1 = (gr/56,11)/ 1 L
gr = 56,11 × 1 x 1
gr = 56,11 gram
Jadi KOH yang harus ditimbang sebanyak 56,11 gram.

Cara Membuat :
1. Timbang KOH sebanyak 56,11 gram.
2. Masukkan dalam gelas piala 500 ml,  tambahkan aquadest kira-kira 400 ml. Aduk hingga KOH larut semua.
3. Pindah larutan tersebut ke dalam labu ukur volume 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.

Perlu diingat :
** Segera pindahkan larutan KOH dari labu ukur ke dalam botol reagen tutup plastik. karena sifat basa KOH menyebabkan tutup botol kaca membeku/tidak bisa dibuka.
** Setelah selesai menimbang segera tutup kemasan KOH mengingat sifat KOH yang higroskopis.

Cara Membuat Larutan Asam Asetat 1 N dan 1 M

Postingan sebelumnya saya membahas cara membuat larutan asam asetat 40% dari asam asetat glasial (100% ). Dan sekarang saya akan membahas cara membuat larutan asam asetat 1 N dan 1 M dari asam asetat glasial ( murni ).

Diketahui :
massa jenis asam asetat glasial = 1,05 gr/ml
Berat Molekul ( BM ) = 60,05 gr/mol
Kemurnian = 100 % ( Lihat pada botol )

Cara Membuat Larutan Asam Asetat 1 M ( Molaritas ) sebanyak 1000 ml

Langkah awal yaitu mencari Molaritas asam asetat glasial ( murni ), dengan rumus :
M = ( massa jenis x 10 x % )/ BM
M = ( 1,05 x 10 x 100 )/ 60,05
M = 17,5 ( perlu diingat : Molaritas asam asetat murni )

Langkah kedua , untuk membuat asam asetat 1 M dengan menggunakan rumus pengenceran
M1 x V1 = M2 x V2
17,5 x V1 = 1 x 1000 ml
V1 = 1000/17,5
V1 = 57,1 ml
Jadi asam asetat murni yang dibutuhkan sebanyak 57,1 ml

Cara Membuat :

  • Siapkan gelas piala 500 ml yang sebelumnya sudah diisi dengan aquadest ( 200 ml )
  • Ambil asam asetat glasial ( murni ) sebanyak 57,1 ml kemudian masukkan dalam gelas piala yang telah diisi aquadest tadi.
  • Aduk hingga homogen, kemudian tuang larutan tersebut ke dalam labu takar ukuran 1000 ml, tambahkan dengan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan tersebut ke dalam botol reagen dan beri label.


Cara Membuat Larutan Asam Asetat 1 N ( Normalitas ) sebanyak 1000 ml

Karena elektron valensi asam asetat adalah 1 maka nilai 1 M asam asetat setara dengan 1 N.

Langkah awal yaitu mencari Normalitas asam asetat glasial ( murni ), dengan rumus :
M = ( massa jenis x 10 x % ) x valensi / BM
M = ( 1,05 x 10 x 100 ) x 1 / 60,05
M = 17,5 ( perlu diingat : Molaritas asam asetat murni )

Langkah kedua , untuk membuat asam asetat 1 N dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2
17,5 x V1 = 1 x 1000 ml
V1 = 1000/17,5
V1 = 57,1 ml
Jadi asam asetat murni yang dibutuhkan sebanyak 57,1 ml

Untuk cara membuatnya sama seperti langkah diatas.

Artikel terkait : Cara Membuat Larutan Asam Asetat 40 %

Cara Membuat LARUTAN INDIKATOR

Indikator adalah suatu senyawa kompleks yang dapat bereaksi dengan asam dan basa. Dengan indikator dapat diketahui suatu zat bersifat asam atau basa. Syarat dapat tidaknya suatu zat dijadikan indikator asam basa adalah terjadinya perubahan warna apabila indikator diteteskan pada larutan asam atau basa. Beberapa macam indikator yaitu indikator universal, indikator yang terbuat dari zat warna alami tanaman, dan ada juga yang dibuat secara sintesis di laboratorium.

Indikator Universal adalah indikator yang terdiri atas berbagai macam indikator yang memiliki warna berbeda untuk setiap nilai pH 1-14. Indikator universal akan memberikan warna tertentu jika diteteskan atau dicelupkan ke dalam larutan asam atau basa.Warna yang terbentuk kemudian dicocokkan dengan warna standar yang sudah diketahui nilai pH nya. Indikator universal ada 2 macam yaitu berupa kertas dan berupa larutan.

Larutan indikator yang sering dibuat dan digunakan di laboratorium adalah fenolftalein, metil merah, metil orange, metil biru, bromkresol biru, bromotimol biru, dan masih banyak lagi. Larutan indikator digunakan di laboratorium untuk titrasi larutan. Penggunaan larutan indikator harus dengan ketelitian pengamatan yang tinggi karena perubahan warna akan terjadi hanya dengan beberapa ml. Adapun sifat dari indikator adalah mudah larut dalam air dan sukar larut dalam air.


PEMBUATAN LARUTAN INDIKATOR

1. Amilum
Timbang amilum/kanji 2 gram dan timbang HgI2 0,01 gram, campurkan kedua zat tersebut dan buatlah menjadi pasta dengan sedikit aquadest.
Didihkan aquadest 1000 ml. Setelah mendidih masukkan pasta ke dalam aquadest sedikit demi sedikit sambil diaduk, dan teruskan pendidihan sampai beberapa menit. Larutan akan jernih apabila amilum yang digunakan tergolong mudah larut, jika tidak jernih maka biarkan semalam, saring kemudian pindahkan lapisan jernihnya ke dalam botol kaca bertutup.

2. Benzopurpurin 48 0.1%
Timbang benzopurpurin 48 sebanyak 0,1 gram (100 mg), kemudian larutkan dengan aquadest sampai 100 ml.

3. Bromofenol Merah 0.04%
Timbang bromofenol merah 100 mg (0,1 gram ), larutkan dengan NaOH 0.01M 19,5 ml. Aduk sampai homogen, masukkan dalam labu ukur 250 ml. Kemudian tambah aquadest sampai tanda batas atau volume sampai 250 ml.

4. Bromokresol Hijau/ Bromokresol Green 0,04%
Timbang bromokresol hijau 100 mg, tambah dengan NaOH 0,01M 14,3 ml. Aduk larutan hingga homogen, kemudian jadikan volume 250 ml dengan penambahan aquadest ( 235.7 ml ).

5. Bromotimol Biru 0,04%
Timbang bromotimol biru 100 mg ( 0,1gram ), tambah NaOH 0,01M 16 ml. Aduk larutan hingga homogen, kemudian jadikan volume 250 ml dengan penambahan aquadest ( 234 ml ).

6. Curcumin 0,1%
Timbang curcumin 100 mg, larutkan dengan etanol 96% sampai volume 100 ml.

7. Eriokrom Black T 0,5%
Timbang Eriokrom black T 500 mg (0,5 gram), larutkan dengan etanol 96% sampai volume 100 ml.
Larutan indikator ini dapat disimpan selama 6-8 minggu.

8. Eritrosin 0,1%
Timbang eritrosin 100 mg ( 0,1 gram ), larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

9. Etil Orange/Jingga 0,1%
Timbang etil orange/jingga 100 mg (0,1 gram), larutkan dengan etanol 96% 10 ml. Kemudian jadikan volume 100 ml dengan penambahan aquadest ( 90 ml ).

10. Etil Merah 0,1%
Timbang etil merah 100 mg (0,1 gram), larutkan dengan etanol 96% 50 ml. Kemudian jadikan volume 100 ml dengan penambahan aquadest ( 50 ml ).

11. Etil Ungu 0,1%
Timbang etil ungu 100 mg (0,1 gram ), larutkan dengan etanol 96% 50 ml. Kemudian jadikan volume 100 ml dengan penambahan aquadest ( 50 ml ).

12. Fenol Merah/ Fenolsulfonftalein 0,04%
Timbang fenol merah 100 mg ( 0,1 gram ), larutkan dengan NaOH 0,01M 28 ml. Aduk hingga larutan homogen, kemudian jadikan volume 250 ml dengan penambahan aquadest ( 222 ml ).

13. Fenolftalein ( PP ) 0,05%
Timbang fenolftalein/PP 100 mg ( 0,1 gram ), larutkan dengan etanol 96% 100 ml. Kemudian jadikan volume 200 ml dengan penambahan aquadest ( 100 ml ).

14. Kalium Kromat ( K2CrO4) 5%
Timbang kalium kromat/K2CrO4 5 gram, larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

15. Kongo Merah 0,5%
Timbang 500 mg ( 0,5 gram ), larutkan dengan etanol 96% 10 ml. Kemudian jadikan volume 100 ml dengan penambahan aquadest ( 90 ml ).

16. Kresol Merah 0,04%
Timbang kresol merah 100 mg ( 0,1 gram ), larutkan dengan NaOH 0,01M 26 ml. Aduk larutan hingga homogen, kemudian jadikan volume 250 ml dengan penambahan aquadest ( 224 ml ).

17. Kristal Ungu 0,02%
Timbang kristal ungu 20 mg, larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

18. Metil Biru 0,02%
Timbang metil biru 20 mg, larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

19. Metil Hijau 0,1%
Timbang metil hijau 100 mg ( 0,1 gram ), larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

20. Metil Orange/Jingga 0,01%
Timbang metil orange/jingga 10 mg, larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

21. Metil Merah 0,02%
Timbang metil merah 50 mg, larutkan dengan etanol 96% 150 ml, kemudian jadikan volume 250 ml dengan penambahan aquadest ( 100 ml ).

22. Metil Ungu 0,04%
Timbang metil ungu 40 mg, larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

23. Murexide 0,5%
Timbang murexide 0,5 gram, larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.

24. Propil Merah 0,1%
Timbang propil merah 100 mg, larutkan dengan etanol 96% sampai volume 100 ml.

25. Timol Biru 0,04%
Timbang timol biru 100 mg, larutkan dengan NaOH 0,01M 21,5 ml. Aduk larutan hingga homogen, kemudian jadikan volume 250 ml dengan penambahan aquadest ( 228,5 ml ).

26. Timolftalein 0,04%
Timbang timolftalein 40 mg, larutkan dengan etanol 96% 50 ml. Kemudian jadikan volume 100 ml dengan penambahan aquadest ( 50 ml ).

REFERENSI

HAM, Mulyono. 2005. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Jakarta: Bumi Aksara.

CARA MEMBUAT LARUTAN ASAM ASETAT 40 %


Asam asetat atau asam etanoat atau lebih dikenal dengan asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan, dengan rumus empiris C2H4O2 atau sering ditulis CH3COOH.(wikipedia)
Asam asetat merupakan senyawa berwarna bening dan memiliki bau yang kuat dan tajam. Untuk asam asetat murni dikenal dengan nama asam asetat glasial ( konsentrasi 100% ).

Postingan saya ini membahas bagaimana cara membuat asam asetat dengan konsentrasi tertentu dari asam asetat murni, karena kemarin ada yang bertanya cara membuat asam asetat 40%, jadilah terinspirasi untuk membuat artikelnya.hehehe…

CARA MEMBUAT LARUTAN ASAM ASETAT 40 % , 1 LITER

Untuk memudahkan saya buatnya dalam 1 liter ya…
Diketahui :
Massa jenis = 1.05 gr/ml,kemurnian 100 % ( lihat dalam botol kemasan )
BM = 60.05 gr/mol

Langkah awal mencari Molaritas asam asetat glasial
M = ( massa jenis x 10 x % )/ BM
M = ( 1.05 x 10 x 100 ) / 60.05
M = 1050 / 60.05
M 1 = 17.5  ( ingat ini molaritas asam asetat pekat )

Langkah kedua mencari Molaritas asam asetat 40 %
M = ( massa jenis x 10 x % )/ BM
M = ( 1.05 x 10 x 40 ) / 60.05
M = 420 / 60.05
M 2 = 7  
Dengan menggunakan rumus pengenceran :
M1 x V1 = M2 X V2
17.5 x V1 = 7 x 1000 ml
V1 = 7000 / 17.5
V1 = 400 ml
Jadi volume asam asetat glasial yang dibutuhkan untuk membuat asam asetat 40%
adalah 400 ml.

atau dengan cara yang lebih simple
V1 x K1 = V2 x K2
V1 x 100 = 1000 ml x 40
V1 = 40000/100
V1 = 400 ml
Dimana : K1 = konsentrasi asam asetat glasial
                K2 = konsentrasi asam asetat yang diinginkan
                V1 = volume asam asetat glasial yang dibutuhkan
                V2 = volume asam asetat yang diinginkan

Cara membuat larutan asam asetat 40 % dalam 1 liter dari asam asetat glasial 100%
  • Masukkan aquadest terlebih dahulu ke dalam gelas piala 1000 ml sebanyak 200 ml.
  • Ambil asam asetat glasial sebanyak 400 ml kemudian masukkan dalam gelas piala yang telah diisi aquadest tadi, aduk sampai homogen.
  • Masukkan larutan asam asetat tersebut ke dalam labu takar ukuran 1000 ml ( 1 liter ), tambahkan aquadest sampai tanda batas, gojog hingga homogen.

Itulah cara membuat larutan asam asetat 40 % dalam 1 liter dengan pelarut aquadest. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa share ke teman2 ya….
Jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan komentar, Insyaalloh admin bantu jawab…

Baca juga : Cara Membuat Larutan Asam Asetat 1 N dan 1 M

Cara Membuat Larutan NaOH 0,1 N sebanyak 1000 ml


NaOH = Natrium hidroksida atau Sodium hidroksida, dikenal juga dengan nama soda api.
BM =40 gr/mol
Valensi = 1






Rumus untuk menghitung normalitas adalah :
N = ( gr xvalensi)/ ( Mr x vol)
0,1 = (grx1 )/(40 x 1) , perlu diingat  : vol dalam liter
Gr = 40 x 0,1 =4 gram
Jadi NaOH yang perlu ditimbang adalah  4 gram.


Cara membuat larutan NaOH 0,1 N sbb :

1.   Timbang NaOH 4 gram, masukkan kedalam gelas piala 250 ml, larutkan dengan aquadest hingga larut.
2.   Masukkan ke dalam labu takar 1000 ml,tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
3.   Simpan dalam botol reagen tutup plastik.

** Segera pindahkan larutan NaOH ke dalam botol reagen tutup plastik, karena NaOH yang terlalu lama di dalam labu takar akan menyebabkan tutup labu takar membeku atau tidak bisa dibuka.


Selanjutnya larutan NaOH  distandarisasi untuk mendapatkan kepastian konsentrasinya.

Cara standarisasi larutan NaOH bisa klik artikel ini Standarisasi larutan NaOH 0,1N.

Cara Membuat Larutan FeSO4 1N sebanyak 1000 ml

Besi (II) sulfat ( Iron II sulfat ) atau nama lainnya ferro sulfat, vitriol hijau, vitriol besi adalah senyawa kimia berbentuk kristal  berwarna hijau muda dengan rumus molekul FeSO4.
Ferro sulfat dapat larut dengan air dan tidak dapat bercampur dengan alkohol. Ferro sulfat bersifat iritant, jika terkena kulit menyebabkan iritasi, tidak mudah terbakar, dan tidak berbau.


Beberapa kegunaan ferro sulfat adalah sebagai reagen dalam kimia analis ( bidang laboratorium), bahan pembuat tinta , bahan untuk obat-obatan, desinfektan, insektisida, deodorizer ( produk pembersih ), dan sebagai koagulan dalam pengolahan air.

Ferro sulfat memiliki beberapa turunan yaitu :

  1. Ferro sulfat anhidrat ( FeSO4 )
  2. Ferro sulfat monohidrat ( FeSO4. H2O )
  3. Ferro sulfat trihidrat ( FeSO4. 3H2O )
  4. Ferro sulfat tetrahidrat ( FeSO4. 4H2O )
  5. Ferro sulfat pentahidrat ( FeSO4. 5H2O )
  6. Ferro sulfat heksahidrat ( FeSO4. 6H2O )
  7. Ferro sulfat heptahidrat ( FeSO4. 7H2O )
Karena dalam laboratorium sering menggunakan ferro sulfat heptahidrat, maka dalam artikel ini saya akan membahas bagaimana cara membuat larutan ferro sulfat heptahidrat (FeSO4.7H2O).

Cara Membuat Larutan Ferro Sulfat Heptahidrat 1 N, 1000 ml

Diketahui :
BM FeSO4.7H2O = 278 gr/mol
Ekivalen FeSO4.7H2O = 2

Dicari : massa yang dibutuhkan...?

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus Normalitas:
N = (gram / (BM x Vol )) x valensi
1 N = ( gram / ( 278 gr/mol x 1 L )) x 2
Gram = 139 gram
Jadi FeSO4.7H2O yang dibutuhkan sebanyak 139 gram.

Cara membuat FeSO4.7H2O  1N sebanyak 1000 ml ( 1 Liter ) adalah :

  1. .  Timbang FeSO4.7H2O  sebanyak 139 gram, masukkan dalam gelas piala 500 ml.
  2.    Tambahkan aquadest, aduk hingga FeSO4.7H2O larut.
  3.    Tambahkan 15 ml H2SO4 pekat, biarkan dingin.
  4.    Setelah dingin masukkan larutan FeSO4.7H2O ke dalam labu takar 1000 ml.
  5.    Tambahkan aquadest sampai tanda batas, gojog hingga homogen.
  6.    Pindahkan dalam botol reagen dan beri label.
Catatan : Penambahan H2SO4 agar FeSO4 tidak mudah rusak. Simpan larutan FeSO4 dalam kulkas. Warna larutan FeSO4 bening agak kehijauan.