Home » » Penetapan pH Tanah, Air, dan Pupuk

Penetapan pH Tanah, Air, dan Pupuk

pH adalah tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan, zat atau benda dan diukur pada skala 0 sampai 14. Nilai pH kurang dari 7 maka larutan tersebut bersifat asam, nilai pH 7 larutan bersifat netral, dan pH lebih dari 7 larutan bersifat basa.

Penentuan nilai pH dapat dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu :
  1. Metode elektrometris, yaitu menentukan nilai pH dengan menggunakan alat pH meter. Metode ini dianggap paling tepat. Metode elektrometris ini konsentrasi ion hidrogen larutan diimbangi dengan elektroda hidrogen baku atau elektroda yang mempunyai fungsi yang sama.
  2. Metode warna, yaitu menentukan nilai pH dengan menggunakan indikator universal (pH universal ). Metode ini sangat mudah dan sederhana tapi kurang tepat daripada metode elektrometris.

Penentuan pH Tanah

Penentuan pH tanah  ada 2 macam yaitu pH aktual (pH H2O) dan pH potensial (pH KCl). Penentuan pH secara aktual dilakukan dengan senyawa H2O dan pH yang terukur merupakan nilai konsentrasi ion H+ dalam larutan tanah. Sedangkan pH potensial dilakukan dengan senyawa KCl. pH potensial nilainya lebih kecil daripada pH aktual karena senyawa KCl mampu mendesak ion H+ yang berada didalam tanah, ion H+ yang ada terdesak keluar sehingga konsentrasi H+ dalam larutan tanah meningkat mengakibatkan nilai pH turun.

Alat : 
  • pH meter
  • Timbangan analitik
  • Mesin pengocok/shaker
  • Erlenmeyer 100 ml
  • Botol semprot 50 ml
Bahan :
  • Larutan buffer pH 10,7 dan 4
  • H2O
  • KCl 1 M, Timbang KCl 7,45 gram kemudian larutkan dengan aquadest sampai volume 100 ml.
Cara Kerja :

pH H2O
  1. Timbang sampel tanah 10 gram.
  2. Sampel tanah yang sudah ditimbang dimasukkan dalam erlenmeyer dan ditambahkan 50 ml aquadest ( perbandingan sampel : aquadest = 1 : 5 ).
  3. Kocok dengan shaker selama 30 menit.
  4. Larutan tanah tersebut diukur dengan pH meter yang sudah dikalibrasi (dengan buffer 10, 7 dan 4).
  5. Catat nilai pH yang terbaca pada alat.
pH KCl
  1. Timbang 10 gram sampel tanah.
  2. Sampel tanah yang sudah ditimbang dimasukkan dalam erlenmeyer dan ditambahkan 50 ml KCl ( perbandingan sampel : KCl 1 M = 1 : 5 )
  3. Kocok dengan shaker selama 30 menit.
  4. Larutan tanah tersebut diukur dengan pH meter yang sudah dikalibrasi.
  5. Catat nilai pH yang terbaca pada alat.

Penentuan pH Air

Alat : 
  • pH meter
  • Gelas piala 200 ml
  • Botol semprot 500 ml
Bahan :
  • Buffer pH 10, 7, dan 4 (untuk kalibrasi pH meter).
Cara Kerja :
  1. Pindahkan sampel cair ke dalam gelas piala kira - kira 100 ml.
  2. Masukkan elektroda ke dalam sampel dan catat nilai pH yang terbaca pada alat.
  3. Bilas elektroda dengan aquadest dan keringkan dengan tisu sebelum pengukuran sampel yang lainnya.

Penentuan pH Pupuk

Alat : 
  • pH meter
  • Timbangan analitik
  • Mesin pengocok/shaker
  • Erlenmeyer 100 ml
  • Botol semprot 50 ml
Bahan :
  • Larutan buffer pH 10,7 dan 4
  • H2O
Cara Kerja :
  1. Timbang sampel pupuk 10 gram.
  2. Sampel pupuk yang sudah ditimbang dimasukkan dalam erlenmeyer dan ditambahkan 50 ml aquadest ( perbandingan sampel : aquadest = 1 : 5 ).
  3. Kocok dengan shaker selama 30 menit.
  4. Larutan sampel tersebut diukur dengan pH meter yang sudah dikalibrasi (dengan buffer 10, 7 dan 4).
  5. Catat nilai pH yang terbaca pada alat.

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar