Home » » Penetapan Fosfor ( P2O5 ) Tersedia Metode Bray I

Penetapan Fosfor ( P2O5 ) Tersedia Metode Bray I

Penentuan fosfor metode Bray I yaitu dengan menggunakan ekstrak NH4F 0.03 N dan larutan 0.025 N HCl. NH4F yang terkandung dalam pengekstrak Bray akan membentuk senyawa rangkai dengan Fe dan Al dan membebaskan ion PO4 (3-). Metode Bray I ini biasanya digunakan untuk tanah dengan pH < 5,5 atau tanah masam.

Penentuan Fosfor (P2O5) Tersedia Metode Bray I

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Spektrofotometer UV-Vis
  • Shaker atau mesin penggojog
  • Erlenmeyer 50 ml
  • Tabung reaksi 15 ml
  • Pipet volume 10 ml
  • Pipet ukur 2 ml
  • Gelas beaker/gelas piala 100 ml
  • Labu takar 50 ml dan 1000 ml
Pereaksi :

>> HCl 5 N
Diambil sebanyak 41,6 ml HCl pekat (37%) kemudian dimasukkan ke dalam labu takar 100 ml yang sebelumnya telah diisi aquadest 50 ml.kocok dan tambahkan aquadest sampai volume 100 ml.

>> Pengekstrak Bray dan Kurts I ( larutan 0,025 N HCl + NH4F 0,03 N )
Timbang 1,11 gram NH4F, dilarutkan dengan aquadest 500 ml. Di tambahkan 5 ml HCl 5 N kemudian diencerkan sampai volume 1 liter.

>> Pereaksi P pekat
Larutkan 12 gram (NH4)MO7O24.4H2O ( ammonium heptamolibdat ) dengan 100 ml aquadest dalam gelas piala. Tambahkan 0,277 gram H2O (SbO) C4H4O6.0,5 K ( antimoni kalium tartrate ) dan secara perlahan140 ml H2SO4 pekat. Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 1 liter dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.

>> Pereaksi Pewarna P
Campurkan 1.06 gram asam askorbat dan 100 ml pereaksi P pekat kemudian jadikan volume 1000 ml dengan penambahan aquadest. Pereaksi P ini harus selalu dibuat baru.

>> Standar P
Timbang 4,39 gram KH2PO4 (kering oven 105 °C selama 1 jam) larutkan dengan aquadest sampai volume 1 liter ( larutan ini mengandung 1 mg/ml P atau 1000 ppm P).
Ambil 20 ml larutan tersebut dan larutkan dengan aquadest sampai volume 1 liter ( larutan ini mengandung 0,02 mg/ml P atau 20 ppm P ).


Cara Kerja :
  1. Ditimbang sampel tanah 2,5 gram (diameter 2mm) kemudian ditambahkan 25 ml pengekstrak Bray I.
  2. Gojog larutan sampel tersebut dengan shaker selama 5 menit.
  3. Saring larutan sampel dengan kertas saring berlipat dan ekstrak ditampung ke dalam erlenmeyer. Bila larutan keruh dikembalikan lagi ke atas saringan semula.
  4. Pipet 2 ml ekstrak jernih ke dalam tabung reaksi dan bersama deret standar ditambahkan 10 ml pereaksi pewarna P. Kocok hingga homogen dan biarkan 30 menit. Absorbansi larutan diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 889 nm.
Pembuatan Deret Standar

Dipipet standar P dan ekstrak Bray I hingga jumlah masing-masing deret standar 2 ml

No
Standar P
Ekstrak Bray I
total

(ml)
(ml)
(ml)
1
0
2
2
2
0,2
1,8
2
3
0,4
1,6
2
4
0,8
1,2
2
5
1,2
0,8
2
6
1,6
0,4
2
7
2,0
0
2


Perhitungan :

Diketahui Konsentrasi P dalam KH2PO4 adalah 0,020 mg/ml P atau 20 ppm.
Contoh kurva hasil standar

No
Standar P
Konsentrasi P
mg/ml
Absorbansi
λ = 889 nm
1
0
0
0
2
0,2
0,004
0,213
3
0,4
0,008
0,320
4
0,8
0,016
0,507
5
1,2
0,024
0,687
6
1,6
0,032
0,888
7
2
0,04
1,043

Didapatkan grafik sebagai berikut 

Dari grafik di atas di dapatkan persamaan y = 24,898x + 0,0815 ( R2 = 0,9866 )

Maka x dapat diketahui dengan cara :
x ( mg/ml) = ( y – 0,0815 ) / 24,898
x =...mg/ml

Rumus untuk menghitung P2O5 tersedia Bray I :





Keterangan :
mg/ml  kurva  = kadar sampel yang didapat dari kurva hubungan antara kadar deret standar          dengan pembacaannya setelah dikoreksi blanko.
fp                  = faktor pengenceran
2,29              = konversi P ke P2O5
100               = konversi ke persen
fk                 = faktor koreksi kadar air ( 100/ (100+KL 2mm )

Kriteria penelitian hasil analisis tanah :

Parameter
Nilai
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
P2O5 Bray ( % )
< 0.0004
0.0005 - 0.0007
0.0008 - 0.0010
      0.0011 - 0.0015
> 0.0015
P2O5 Bray (ppm )
< 4
5 – 7
8 – 10
11 – 15
> 15


DAFTAR ACUAN

Balai Penelitian Tanah. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah,Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Bogor.Hal 20-21.

Bray, R.H. and L.T. Kurtz. 1945. Determination of total organik and available forms of phosphorus in soils. Soil Sci. 59: 39 – 45.




CATATAN :
Mohon mencantumkan sumber / link ini, hargailah karya orang lain. Jangan asal copas.
Terimakasih.

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar