-->

Membuat Larutan HCl 0,5 N dari HCl 25 %

Bagi yang bekerja di Laboratorium pasti sudah terbiasa yang namanya membuat larutan, baik larutan pekat maupun larutan encer. Dalam membuat larutan encer untuk mempercepat pembuatan biasanya menggunakan pengenceran dari larutan pekat atau yang sudah tersedia di laboratorium. 

Pada artikel ini saya akan membahas bagaimana cara membuat larutan HCl 0,5 N apabila larutan yang tersedia di laboratorium adalah HCl 25 %.


Membuat 500 ml Larutan HCl 0,5 N dari HCl 25%

1. Mencari normalitas dari HCl 25 %, yaitu dengan menggunakan rumus :

Dimana : a = valensi HCl

Dari rumus didapatkan N = 8,15




2. Mencari volume HCl 25% yang dibutuhkan untuk membuat HCl 0,5 N

Dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2

N1 = Normalitas HCl 25%
V1 = Volume yang dibutuhkan
N2 = Normalitas HCl yang akan dibuat ( 0,5 N )
V1 = Volume yang akan dibuat ( 500 ml )

maka, 
8,15 x V1 = 0,5 x 500 ml
8,15 x V1 = 250
V1 = 30, 7 ml

Jadi HCl 25% yang dibutuhkan untuk membuat 500 ml HCl 0,5 N adalah 30,7 ml.

3.  Langkah dalam pembuatan 500 ml HCl 0,5 N yaitu :
  • Pipet 30,7 ml HCl 25%, masukkan ke dalam labu takar 500 ml yang sudah diisi aquades kira-kira 200 ml. Gojog sebentar. Tambahkan aquades sampai tanda batas pada labu takar. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen berwarna coklat, tutup rapat dan beri label.
  • HCl 0,5 N siap digunakan.

Contoh :

1. Bagaimana cara membuat 500 ml larutan HCl 0,1 N sedangkan larutan yang tersedia di laboratorium adalah HCl 30% ?

Penyelesaian :
Dengan menggunakan tahapan seperti diatas, didapatkan normalitas HCl 30 % adalah 9,78 N.
Dan volume yang dibutuhkan didapat dengan menggunakan rumus pengenceran yaitu :
N1 x V1 = N2 x V2
9,78 x V1 = 0,1 x 500
V1 = 5 ml

Jadi HCl 30% yang dibutuhkan untuk membuat 500 ml HCl 0,1 N adalah 5 ml.

>> Langkah pembuatan HCl 0,1 N dari HCl 30% yaitu :
Pipet 5 ml HCl 30%, masukkan ke dalam labu takar 500 ml yang sudah diisi aquades 200 ml. Gojog sebentar kemudian tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. Larutan HCl 0,1 N siap digunakan.

2. Bagaimana cara membuat 100 ml larutan HCl 0,1 N sedangkan larutan yang tersedia di laboratorium adalah  HCl 0,5 N

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus pengenceran maka dapat diketahui volume HCl 0,5 N yang dibutuhkan.
N1 x V1 = N2 x V2
0,5 x V1 = 0,1 x 100
V1 = 20 ml

Jadi HCl 0,5 N yang dibutuhkan untuk membuat 100 ml HCl 0,1 N adalah 20 ml.

>> Langkah pembuatan 100 ml HCl 0,1 N dari HCl 0,5 N  yaitu :
Pipet 20 ml HCl 0,5 N , masukkan ke dalam labu takar 100 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.



Cara Pengenceran Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida merupakan senyawa kimia berbentuk cairan bening dengan rumus kimia H2O2. Nama lain dari hidrogen peroksida yaitu dioksidan, oksidanil, asam perhidroksat, dihidrogen dioksida, dan perhydrol.

Hidrogen peroksida bersifat korosi, pengoksidasi, dan berbahaya apabila tertelan atau terhirup. Menghirup H2O2 dengan konsentrasi di atas 10% dapat menyebabkan iritasi paru. Gunakan pelindung mata/ wajah,  masker, dan sarung tangan saat menngunakan bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah selesai menggunakan bahan kimia tersebut.

Hidrogen peroksida sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, ventilasi yang baik, dan jauhkan dari zat yang mudah terbakar. Hidrogen peroksida harus disimpan dalam wadah gelap/ tak tembus cahaya karena bahan ini mudah rusak ketika terkena cahaya.

Hidrogen peroksida digunakan untuk zat pemutih, antiseptik, dan sebagai oksidator. Di laboratorium, hidrogen peroksida sering dijumpai dengan konsentrasi 30 % ( untuk yang pro analyst ) atau 50 % ( untuk yang teknis ). Untuk penggunaan umumnya digunakan konsentrasi 3 %.

Untuk membuat hidrogen peroksida 3% dilakukan dengan pengenceran hidrogen peroksida 50%. Bagaimana cara membuatnya? Mari disimak!


Cara Membuat Hidrogen Peroksida (H2O2) 3% dari Hidrogen Peroksida 50%

Untuk membuatnya sangat mudah yaitu dengan menggunakan rumus pengenceran. Misal akan membuat 100 ml H2O2 3%

Rumus pengenceran :

K1 x V1 = K2 x V2

Dimana : 
K1 = Konsentrasi pekat
V1 = Volume H2O2 pekat yang harus dipipet
K2 = Konsentrasi yang diinginkan
V2 = Volume yang akan dibuat

Sehingga,
50% x V1 = 3% x 100 ml
V1 = 300 / 50
V1 = 6 ml

Jadi H2O2 50 % yang harus dipipet yaitu 6 ml.

** Cara Membuat :

Pipet H2O2 50% sebanyak 6 ml. Masukkan dalam labu takar 100 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas ( aquades 94 ml ). Gojog hingga homogen. Pindahkan dalam botol coklat dan tutup rapat. Beri label. Hidrogen peroksida 3% siap digunakan.


Cara Membuat Hidrogen Peroksida 100 ppm dari Hidrogen Peroksida 3%

Diketahui bahwa H2O2 3% = 30.000 ppm.

Misal akan membuat 1000 ml ( 1 liter )

Dengan menggunakan rumus pengenceran :

K1 x V1 = K2 x V2
30.000 x V1 = 100 x 1000 ml
V1 = 100.000 / 30.000
V1 = 3,3 ml

Jadi H2O2 3 % yang harus dipipet untuk membuat 100 ppm H2O2 yaitu 3,3 ml.

** Cara Membuat :

Pipet H2O2 3% sebanyak 3,3 ml. Masukkan dalam labu takar 1000 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas ( aquades 996,7 ml ). Gojog hingga homogen. Pindahkan dalam botol coklat dan tutup rapat. Beri label. Hidrogen peroksida 100 ppm siap digunakan.

Membuat Larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 40%

Artikel kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat larutan sodium hidroksida (NaOH) 0,1 N dari sodium hidroksida 40%. 


Pada saat akan membuat larutan sodium hidroksida 0,1 N sedangkan di laboratorium sudah tersedia larutan NaOH tapi dengan konsentrasi yang berbeda maka untuk mempermudah dalam membuat larutan bisa dilakukan dengan pengenceran ( dengan syarat larutan yang tersedia konsentrasinya lebih tinggi dari yang akan dibuat ).


Cara Membuat 1000 ml Larutan NaOH 0,1 N dari NaOH 40%

1. Pertama, yang dilakukan yaitu mencari normalitas dari NaOH 40%. NaOH 40% artinya dalam setiap 100 ml larutan mengandung 40 gram NaOH. Jadi diketahui gram NaOH yaitu 40 gram.

Dengan menggunakan rumus normalitas yaitu 


Dimana, a = valensi
Diketahui : BM NaOH = 40 gr/mol
                   gram NaOH = 40 gram
                   volume = 100 ml = 0,1 Liter

N = ( 40 x 1 ) / ( 40 x 0,1)
N = 10

Jadi NaOH 40% mempunyai normalitas 10 N.

2. Menghitung kebutuhan NaOH 10 N untuk membuat NaOH 0,1 N sebanyak 1000 ml.

Dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2
10 x V1 = 0,1 x 1000 ml
V1 = 10 ml

Jadi NaOH 40% ( 10N ) yang harus dipipet yaitu 10 ml.

3. Cara membuat larutan NaOH 0,1 N sebanyak 1000 ml yaitu :
  • Pipet 10 ml NaOH 40%, masukkan ke dalam labu takar 1000 ml.
  • Tambahkan aquades sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan ke dalam botol reagen plastik dan beri label.
  • NaOH 0,1 N siap digunakan.

Contoh :

1. Bagaimana cara membuat 500 ml larutan NaOH 0,5 N sedangkan NaOH yang tersedia di laboratorium yaitu NaOH 40%. ( BM NaOH = 40 gr/mol ).

Penyelesaian :

Seperti yang sudah diketahui di atas bahwa normalitas dari NaOH 40% yaitu 10 N, dengan menggunakan rumus pengenceran maka diketahui NaOH 40% yang dibutuhkan.

Rumus pengenceran :
N1 xV1 = N2 x V2
10 x V1 = 0,5 x 500 ml
V1 = 25 ml.
Jadi NaOH 40% yang harus dipipet yaitu 25 ml.

Cara Membuat :
Pipet 25 ml NaOH 40%, masukkan ke dalam labu takar 500 ml kemudian tambah aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen. NaOH 0,5 N siap digunakan.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M

Timbal (II) Nitrat atau Lead (II) Nitrat merupakan senyawa anorganik berbentuk serbuk putih dengan rumus kimia Pb (NO3)2


Timbal(II) nitrat bersifat toxic, oksidator, dan digolongkan berpotensi karsinogenik pada manusia oleh Badan Internasional Penelitian Kanker. Sehingga timbal(II) nitrat ini harus ditangani dan disimpan dengan tindakan pencegahan keselamatan yang memadai untuk mencegah tertelan, terhirup, dan terkena kulit. Karena sifatnya yang berbahaya, maka aplikasi terbatas timbal(II) nitrat berada di bawah pengawasan ketat.


Selalu berhati-hati saat menggunakan bahan kimia tersebut, gunakan sarung tangan, masker, dan jas laboratorium. Segera cuci tangan dan muka setelah menggunakan bahan kimia tersebut. Jangan menggunakan timbal(II) nitrat di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M Sebanyak 500 ml

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala 200 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu takar 500 ml
Bahan :
  • Timbal (II) nitrat/ Pb Nitrat 
  • Aquades
2. Menghitung kebutuhan timbal(II) nitrat untuk membuat 0,25 M ( 500 ml )

Diketahui :
Rumus kimia = Pb (NO3)2
Berat molekul = 331,2 gr/mol

Dengan menggunakan rumus molaritas yaitu :





0,25 M = (gr x 1000 ) / ( 331,2 gr/mol x 500 ml )
0,25 M = (gr x 1000 ) /  ( 165600 )
 gram = (165600 x 0,25) / 1000
 gram = 41,4 gram

Jadi timbal(II) nitrat yang harus ditimbang untuk membuat 0,25 M (500 ml) yaitu 41,4 gram.

3. Langkah - langkah membuat larutan Timbal (II) Nitrat 0,25 M yaitu :
  • Timbang  41,4 gram Timbal (II) nitrat / Pb Nitrat, masukkan dalam gelas piala 200 ml dan tambahkan aquades kira-kira 100 ml. Aduk hingga larut.
  • Pindahkan larutan tersebut ke dalam labu takar 500 ml kemudian tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan kembali ke dalam botol reagen, tutup rapat dan beri label.
  • Larutan timbal (II) nitrat/ Pb nitrat 0,25 M siap digunakan.
**Catatan : Timbal (II) nitrat 0,25 M sama dengan 0,5 N. 

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Timbal(II)_nitrat

https://www.merckmillipore.com ( MSDS Timbal (II) Nitrat )

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Membuat Reagen Nelson A, Nelson B, dan Arsenomolybdat

Reagen nelson A, nelson B, dan Arsenomolybdat ini biasa digunakan untuk analisa gula reduksi Metode Nelson Somogy. Sebelum membuat reagen mari pelajari sedikit tentang sifat fisik dan kimia dari bahan kimia yang dibutuhkan.

Berikut bahan kimia yang dibutuhkan untuk membuat reagen Nelson A, Nelson B, dan Arsenomolybdat beserta sifat-sifatnya :

1. Ammonium Molybdate ( Ammonium Heptamolybdate Tetrahydrate )

Rumus kimia : (NH4)6Mo7O24 · 4H2O

Berat Molekul : 1235,86 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Bahan kimia tersebut menyebabkan iritasi kulit, gangguan mata berat, dan menyebabkan iritasi pernafasan. Hindari menghirup bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

2. Disodium Hydrogen Arsenat

Rumus kimia : Na2HASO4 · 7H2O

Berat Molekul : 312,01 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Bahan kimia tersebut sangat beracun. Segera cuci tangan setelah kontak dengan bahan kimia tersebut. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, pelindung wajah, dan masker saat akan menggunakan bahan kimia tersebut.

3. Asam Sulfat ( Sulphuric Acid ) 95% - 98%

Rumus kimia : H2SO4

Berat Molekul : 98,08 gram/mol

Tampilan : Berbentuk cairan tidak berwarna dan agak kental

Asam sulfat bersifat korosif terhadap logam. Menyebabkan kulit terbakar yang parah dan kerusakan mata. Gunakan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan saat menggunakan bahan kimia tersebut.

4. Natrium Karbonat ( Sodium Carbonate )

Rumus kimia : Na2CO3

Berat Molekul : 105,99 gram/mol

Tampilan : Berbentuk bubuk warna putih 

Natrium karbonat menyebabkan iritasi mata yang serius. Jika terkena mata segera bilas dengan air selama beberapa menit. Segera cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

5. Kalium Natrium Tartrat ( Potassium Sodium Tartrate Tetrahidrate )

Rumus kimia : C4H4KNaO6.4H2O

Berat Molekul : 282,22 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih 

Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

6. Natrium Bikarbonat ( Sodium Hydrogen Carbonate )

Rumus kimia : NaHCO3

Berat Molekul : 84,01 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih dan tidak berbau

Natrium bikarbonat ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

7. Natrium Sulfat Anhidrat ( Sodium Sulphate Anhydrous )

Rumus kimia : NaSO4

Berat Molekul : 142,04 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat warna putih

Natrium sulfat ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang Uni Eropa. Bukan bahan atau campuran berbahaya menurut peraturan (EC) No.1272/2008. Tetap gunakan masker/ pelindung wajah dan cuci tangan setelah menggunakan bahan kimia tersebut.

8. Kupri Sulfat Pentahidrat ( Tembaga II Sulfat Pentahidrat )

Rumus kimia : CuSO4 . 5 H2O

Berat Molekul : 249,6 gram/mol

Tampilan : Berbentuk padat berwarna biru dan tidak berbau

Kupri sulfat ini termasuk bahan kimia berbahaya. Berbahaya jika tertelan, menyebabkan kerusakan mata yang serius, dan sangat toksik pada kehidupan perairan dengan efek jangka panjang. Gunakan pelindung wajah, masker, dan sarung tangan saat menggunakan bahan kimia tersebut. Segera cuci tangan setelah selesai menggunakan bahan kimia tersebut.

Cara Membuat Reagen Arsenomolybdat

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 100 ml dan 500 ml
  • Gelas ukur 25 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Ammonium molybdat
  • Asam sulfat pekat
  • Disodium hidrogen arsenat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Arsenomolybdat :
  1. Timbang 25 gram ammonium molybdat kemudian larutkan dengan aquades 450 ml. Tambahkan 25 ml asam sulfat pekat. Aduk hingga larut.( Larutan A )
  2. Timbang 3 gram disodium hidrogen arsenat dan larutkan dengan 25 ml aquades. ( Larutan B )
  3. Tuang larutan B ke dalam larutan A. Aduk-aduk hingga larut sempurna.
  4. Pindahkan ke dalam botol reagen coklat dan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Reagensia ini berwarna kuning.

Cara Membuat Reagen Nelson A

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 500 ml
  • Labu takar 500 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Natrium karbonat
  • Kalium natrium tartrat
  • Natrium bikarbonat/ natrium hidrogen karbonat
  • Natrium sulfat anhidrat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Nelson A :
  1. Timbang 12,5 gram natrium karbonat, 12,5 gram kalium natrium tartrat, 10 gram natrium bikarbonat, dan 100 gram natrium sulfat anhidrat. Larutkan semua bahan dalam 350 ml aquades. Aduk hingga larut.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquades sampai tanda batas ( volume 500 ml). Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan kembali ke dalam botol reagen dan beri label. Reagen ini berwarna putih.

Cara Membuat Reagen Nelson B

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala ukuran 100 ml
  • Labu takar 50 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Tembaga (II) Sulfat ( CuSO4. 5H2O )
  • Asam sulfat pekat
  • Aquades
Cara Membuat Reagen Nelson B :
  1. Timbang 7,5 gram tembaga (II) sulfat. Larutkan dengan 25 ml aquades. Tambah 1 tetes asam sulfat pekat. Aduk hingga larut sempurna.
  2. Pindahkan larutan ke dalam labu takar 50 ml dan tambahkan dengan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan kembali ke dalam botol reagen dan beri label. Reagen ini berwarna biru.
Itulah cara membuat reagen nelson A, nelson B, dan Arsenomolybdat. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

REFERENSI

Sudarmadji, S., Haryono, B., Suhadi. 1984. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Liberty.

Cara Membuat Larutan Timbal (II) Asetat / Pb Asetat 0,5 M (1N)

Timbal (II) asetat atau Lead (II) asetat adalah senyawa kimia berbentuk padat berwarna putih. Senyawa ini mempunyai rumus kimia Pb(CH3COO)2

Timbal (II) asetat dapat larut di dalam air, alkohol, dan gliserin. Jika bereaksi dengan air senyawa ini membentuk trihidrat ( Pb (CH3COO)2. 3 H2O, yaitu senyawa kristalin monoklinik berkilauan yang tidak berwarna atau berwarna putih.

Kelarutan timbal (II) asetat (anhidrat) dalam air yaitu :
  • 19,8 g/100 ml (0 °C)
  • 44,31 g/100 ml (20 °C)
  • 69,5 g/100 ml (30 °C)
  • 218,3 g/100 ml (50 °C)
Berdasarkan gambar piktogram yang terdapat pada botol kemasan timbal asetat ini bersifat toxic/beracun. Gunakan pelindung mata/pakaian dan sarung tangan saat akan menggunakan bahan kimia tersebut, dan cuci tangan segera setelah bekerja dengan bahan kimia tersebut.



Cara Membuat Larutan Timbal (II) Asetat 0,5 M (100 ml)

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas piala 50 ml
  • Labu takar 100 ml
  • Pengaduk kaca
Bahan :
  • Timbal (II) Asetat / Pb Asetat trihidrat
  • Aquades
2. Menghitung Timbal (II) asetat / Pb asetat trihidrat yang harus ditimbang

Diketahui : 
Rumus kimia = Pb (CH3COO)2. 3H2O
Berat Molekul = 379,33 gr/mol

Dengan menggunakan rumus molaritas :
M = gr / (Mr x Vol ), volume dalam liter
0,5 = gr / (379,33 gr/mol x 0,1 liter )
gr = (379,33 gr/mol x 0,1 liter ) x 0,5 M
gr = 18,9 gram = 19 gram ( pembulatan )

Jadi Pb (CH3COO)2. 3H2O yang harus ditimbang untuk membuat 0,5 M (100 ml) adalah 19 gram.

3. Langkah dalam membuat larutan yaitu :
  • Timbang Pb asetat trihidrat / timbal (II) asetat trihidrat sebanyak 19 gram
  • Masukkan ke dalam gelas piala dan tambahkan aquadest kira-kira 50 ml. Aduk hingga larut sempurna.
  • Pindahkan larutan ke dalam labu takar 100 ml, tambahkan aquades sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  • Tuang larutan ke dalam botol reagen dan beri label. 
  • Larutan Pb asetat trihidrat 0,5 M siap digunakan.
** Catatan : larutan timbal (II) asetat trihidrat 0,5 M setara dengan 1 N.

Membuat Larutan Timbal (II) Asetat Jenuh

Larutan jenuh yaitu suatu larutan dimana zat terlarut berada dalam kesetimbangan dengan fase padat.

Untuk membuat larutan Timbal (II) Asetat / Pb Asetat jenuh yaitu:
  • Siapkan 50 ml aquades dalam gelas piala 100 ml.
  • Tambahkan Pb asetat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai Pb asetat tidak dapat larut lagi di dalam aquades.
  • Untuk membuat Pb asetat jenuh 50 ml dibutuhkan kira-kira 36 gram Pb asetat.

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Timbal(II)_asetat

MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta

Cara Membuat Larutan Amonium Asetat 1 M ( 1 N )

Amonium Asetat merupakan senyawa kimia yang berbentuk padatan putih yang bersifat higroskopis dan dapat dibuat reaksi antara amonia dan asam asetat. Amonium asetat memiliki rumus kimia NH4CH3CO2.

Berat molekul amonium asetat adalah 77,08 gr/mol. Amonium asetat larut dalam alkohol, SO2, aseton, amonia cair, dan air. Kelarutan dalam air :

  • 102 g/100 mL (0 °C)
  • 148 g/100 mL (4 °C)
  • 143 g/100 mL (20 °C)
  • 533 g/100 mL (80 °C)

Kegunaan amonium asetat di laboratorium pertanian yaitu untuk menentukan kapasitas pertukaran kation tanah dan menentukan ketersediaan kalium dalam tanah dimana ion amonium bertindak selaku kation pengganti untuk kalium.



Cara Membuat Larutan Amonium Asetat 1 M Sebanyak 1 Liter

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Alat :
  • Timbangan analitik
  • Gelas beker/ piala 200 ml
  • Pengaduk kaca
  • Labu takar 1000 ml (1 liter )
  • Botol semprot
Bahan :
  • Amonium asetat padat
  • Aquadest
2. Menghitung kebutuhan amonium asetat untuk membuat 1 M ( 1 liter )

Diketahui : Mr amonium asetat = 77,08 gr/mol

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus molaritas yaitu :





M = (gr x 1000) / ( 77,08 gr/mol x 1000 ml )
1 M = (gr x 1000) / 77080
gr = (77080 x 1 ) / 1000
gr = 77,08 gram

Jadi amonium asetat yang perlu ditimbang untuk membuat 1 M (1 liter) yaitu 77,08 gram.

3. Langkah - langkah membuat larutan amonium 1 M yaitu :
  • Timbang amonium asetat sebanyak 77,08 gram dalam gelas piala 200 ml. Tambahkan aquadest dan aduk hingga larut.
  • Pindahkan larutan ke dalam labu takar 1000 ml. Tambah aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen.
  • Pindahkan larutan yang sudah homogen ke dalam botol reagen. Tutup rapat dan beri label.
  • Larutan amonium asetat 1 M siap digunakan.
Catatan : Untuk membuat larutan amonium 1 N sama dengan diatas karena 1 M amonium asetat setara dengan 1 N amonium asetat ( 1 M = 1 N )

REFERENSI


MulyonoH. A. M. (2006). Membuat Reagen Kimia di LaboratoriumBumi AksaraJakarta



Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh

Di dalam tubuh tanaman terdapat hormon tumbuh yaitu senyawa organik yang jumlahnya sedikit dan dapat merangsang ataupun menghambat berbagai proses fisiologi tanaman. Senyawa organik yang berada di dalam tubuh tanaman ini jumlahnya sangat sedikit, maka diperlukan penambahan hormon dari luar. Hormon sintesis yang ditambahkan dari luar tubuh tanaman disebut Zat Pengatur Tumbuh. Zat ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman, misalnya pertumbuhan akar, tunas, perkecambahan, dan lain-lain.

Zat pengatur tumbuh dapat dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu :

  1. Auksin, zat pengatur tumbuh yang tergolong auksin adalah Indol Asam Asetat (IAA), Indol Asam Butirat (IBA), Naftalen Asam Asetat ( NAA), dan 2,4 D Dikhlorofenoksiasetat (2,4-D).
  2. Sitokinin, zat pengatur tumbuh golongan sitokinin adalah Kinetin, Zeatin, Ribosil, Bensil Aminopurin (BAP).
  3. Giberelin, zat pengatur tumbuh yang termasuk golongan giberelin adalah GA1, GA2, GA3, GA4.
  4. Inhibitor, zat pengatur tumbuh yang tergolong inhibitor adalah fenolik dan asam absisik.


Dalam menentukan zat pengatur tumbuh yang akan digunakan membutuhkan pengetahuan tentang cara menghitung dosisnya. Hal ini sangat penting, karena apabila perhitungannya salah dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan jaringan. Zat pengatur tumbuh dengan dosis yang terlalu tinggi justru akan menghambat pertumbuhan kalus.

Zat pengatur tumbuh hanya diperlukan dalam jumlah sedikit sekali. Biasanya dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml.

Cara Membuat Larutan Stok Zat Pengatur Tumbuh

Dalam membuat larutan stok zat pengatur tumbuh biasanya menggunakan ppm. Nah apa itu ppm? mari pelajari sebentar apa itu ppm.

PPM adalah?

ppm adalah part per million atau bagian per juta, disebut juga bpj.

Satuan dari ppm adalah mg/L atau mg/kg.
1 ppm = 1 mg/L atau 0,001 gr/L
1000 ppm = 1 gr/L = 1000 mg/L = 1 mg/ml


Cara Membuat larutan stok IAA sebanyak 1000 ml dengan dosis 1000 ppm ( 1 mg/ml).

Langkah pembuatan adalah sebagai berikut :
  • Dosis 1000 ppm, berarti IAA yang perlu ditimbang yaitu 1000 mg (1 gram ).
  • Masukkan IAA yang sudah ditimbang ke dalam gelas piala, tambahkan aquadest 100 ml.
  • Sambil diaduk teteskan sedikit larutan KOH 1 N dengan hati-hati sampai larutan jernih.
  • Larutan dipindahkan ke dalam labu takar dan tambahkan aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ).
  • Pindahkan larutan ke dalam botol reagen, tutup rapat, dan beri label (IAA 1000 ppm).
Berikut saya buatkan tabel berbagai variasi dosis zat pengatur tumbuh dan banyaknya zat pengatur tumbuh yang harus ditimbang dalam 1 liter.

Apabila akan membuat zat pengatur tumbuh dengan dosis yang kecil ( misal : 2 ppm, 5 ppm ) dan stok yang tersedia adalah dosis 1000 ppm maka dapat menggunakan rumus pengenceran yaitu :

V1 = volume larutan stok ZPT yang dicari
M1 = dosis larutan stok ZPT yang tersedia
V2 = volume larutan ZPT yang akan dibuat
M2 = dosis ZPT yang akan dibuat

Contoh :

1. Membuat larutan zat pengatur tumbuh dosis 2 ppm sebanyak 1000 ml, sedangkan larutan stok yang tersedia adalah 1000 ppm. Maka penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

Diketahui :
V2 = 1000 ml ( 1 liter )
M2 = 2 ppm
M1 = 1000 ppm
V1 = ....?

Dengan menggunakan rumus pengenceran 
V1 x 1000 ppm = 1000 ml x 2 ppm
V1 = 2000 / 1000
V1 = 2 ml
Jadi volume yang harus diambil yaitu 2 ml.

Cara Membuat :
Pipet 2 ml larutan zpt dosis 1000 ppm dan masukkan ke dalam labu takar yang berisi aquadest 500 ml. Gojog sebentar. Tambahkan lagi aquadest sampai tanda batas ( sampai volume 1000 ml ). Gojog hingga homogen. Larutan ZPT 2 ppm siap digunakan.

Itulah sedikit penjelasan dari saya mengenai cara membuat larutan zat pengatur tumbuh. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang kesulitan atau masih bingung dalam membuat larutan ZPT. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa tinggalkan komentar dibawah ya....

REFERENSI

Daisy P. Sriyanti Hendaryono dan Ari Wijayani, 1994.Teknik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif ModernKanisius. Yogyakarta.