Home » » PENENTUAN KADAR VITAMIN C

PENENTUAN KADAR VITAMIN C

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.Vitamin C memiliki peranan yang sangat penting bagi tubuh kita sebagai antioksidan yang dapat melindungi molekul-molekul yang dibutuhkan oleh tubuh.
Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran hijau.

Fungsi dan kegunaan vitamin C bagi tubuh selain sebagai antioksidan yaitu :
  1. Sebagai sistem kekebalan tubuh, menjaga daya tahan tubuh dari serangan virus, bakteri, dan radikal bebas. 
  2. Untuk melancarkan peredaran darah sehingga kulit terasa lebih segar.
  3. Merangsang pembentukan kolagen dan membantu penyerapan zat besi.
Vitamin C atau disebut juga sebagai asam askorbat yang mempunyai rumus kimia C6H8O6. Vitamin C dalam bentuk murni merupakan kristal kuning keputihan yang mudah larut dalam air, memiliki sifat asam dan reduktor yang kuat. Sifat yang paling utama dari vitamin C adalah kemampuan mereduksi yang kuat dan mudah teroksidasi yang dikatalis oleh beberapa logam terutama Cu dan Ag.

Penentuan kadar vitamin C dapat dilakukan dengan menggunakan metode titrasi iodimetri. Titrasi iodimetri adalah titrasi redoks dengan I2 sebagai pentiternya. Sedangkan untuk indikatornya menggunakan larutan amilum. Amilum digunakan sebagai indikator karena akan membentuk kompleks iod amilum yang berwarna biru tua meskipun konsentrasi I2 sangat kecil dan molekul iod terikat kuat pada permukaan beta amilosa seperti amilum.
Deteksi titik akhir titrasi pada iodine dengan menggunakan amilum adalah perubahan warna menjadi biru tua.

Penentuan Kadar Vitamin C

Alat yang digunakan :
- Statif dan klem
- Buret 25 ml
- Erlenmeyer 125 ml
- Labu takar 100 ml
- Pipet ukur 10/ 25 ml
- Pipet ukur 2 ml
- Gelas piala 250 ml
- Batang pengaduk
- Mortar porselin / blender

Bahan yang digunakan :
- Sampel yang akan diuji kadar vitamin C nya.
- Larutan iodium 0.01 N
- Larutan amilum
- Aquadest

Prosedur Kerja

** Pembuatan Larutan Iodium 0.01 N, 1000 ml
- Timbang 1,269 gram I2 + 3 gram KI, masukkan dalam gelas piala 250 ml dan aduk hingga larut.
- Masukkan dalam labu takar 1000 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
- Pindahkan dalam botol reagen gelap dan tutup rapat.
- Standarisasi larutan I2 dengan Natrium tiosulfat.
  

** Pembuatan Larutan amilum 1%
- Timbang 1 gram amilum dan tambahkan aquadest sampai volume 100 ml.
- Panaskan hingga terbentuk larutan amilum yang agak bening.
  ( Tambahkan beberapa tetes HgI atau HgCl2 agar larutan amilum bisa disimpan beberapa lama)

** Persiapan sampel
- Timbang 200 gram sampel dan hancurkan dengan blender atau bisa juga digerus dengan mortar porselin (   tergantung jenis sampel ) sampai halus.

** Cara Kerja
- Timbang 10 - 30 gram sampel yang sudah dihaluskan, masukkan dalam labu takar 100 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
- Saring dengan krus gooch atau sentrifuge untuk memisahkan filtratnya.
- Ambil 5 - 25 ml filtrat dengan menggunakan pipet ukur dan masukkan dalam erlenmeyer 125 ml.
- Tambah 2 ml larutan amilum 1%
- Kemudian dititrasi dengan larutan iodium 0.01 N. 
- Hentikan titrasi apabila sudah terjadi perubahan warna ( biru tua ) dan catat volume hasil titrasi.

Skema Cara Kerja :


** Perhitungan
1 ml 0.01N iodium = 0.88 mg asam askorbat
Rumus untuk menghitung kadar vitamin C :





Dimana :
Vol titrasi iodium = volume iodium hasil titrasi 
fp  = faktor pengenceran
mg sampel = sampel yang ditimbang ( dalam mg )

Itulah sedikit ulasan dari saya tentang bagaimana menentukan kadar vitamin C pada makanan, buah, atau sayuran. Semoga bermanfaat, jangan lupa share untuk berbagi ilmu. Untuk pertanyaan, saran, dan kritik silahkan tinggal komentar di bawah.

DAFTAR ACUAN

Sudarmadji, S., Haryono, B., Suhadi. 1984. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Liberty.





0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar