Home » » Penetapan Tekstur Tanah Metode Hidrometer

Penetapan Tekstur Tanah Metode Hidrometer

Tekstur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah yang dinyatakan dengan perbandingan antara fraksi pasir, debu, dan liat.

Tekstur tanah adalah pembagian ukuran butir-butir tanah. Butir yang paling kecil adalah butir liat, diikuti butir debu, pasir, dan kerikil. Tekstur tanah dikatakan baik apabila antara pasir, debu, dan liat mempunyai komposisi hampir seimbang. Tanah seperti ini disebut tanah lempung. Semakin halus butir-butir tanah maka semakin kuat tanah tersebut memegang air dan unsur hara. Tanah yang mempunyai kandungan liat terlalu tinggi akan sulit diolah, karena tanah jenis ini akan sulit melewatkan air sehingga bila tanahnya datar akan cenderung tergenang dan pada tanah berlereng erosinya tinggi. Sedangkan tanah dengan butir-butir terlalu kasar (pasir) tidak dapat menahan air dan unsur hara, sehingga tanaman yang tumbuh pada jenis tanah ini mudah mengalami kekeringan dan kekurangan hara.

Tanah memiliki beberapa ukuran fraksi tanah yaitu :

1. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA,1938)
  • Pasir sangat kasar (very coarse sand), dengan diameter fraksi 2,0 - 1,0 mm.
  • Pasir kasar ( coarse sand), dengan diameter fraksi 1,0 - 0,5 mm.
  • Pasir sedang ( medium sand ), dengan diameter fraksi 0,5 - 0,25 mm.
  • Pasir halus ( fine sand ), dengan diameter fraksi 0,25 - 0,10 mm.
  • Pasir sangat halus ( very fine sand ), dengan diameter fraksi 0,10 - 0,05 mm.
  • Debu ( silt ), dengan diameter fraksi  0,05 - 0,002 mm.
  • Liat ( Clay ), dengan diameter fraksi kurang dari 0,002 mm
2. Menurut Sistem Internasional ( International Soil Science Society/ISSS, 1926)
  • Pasir kasar ( coarse sand ), dengan diameter fraksi 2,0 - 0,2 mm
  • Pasir halus ( fine sand ), dengan diameter fraksi 0,2 - 0,02 mm
  • Debu ( silt ), dengan diameter fraksi 0,02 - 0,002 mm
  • Liat ( Clay ), dengan diameter fraksi kurang dari 0,002 mm

Tekstur tanah sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan tanaman, penyerapan air dan mineral. Tekstur tanah sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air di dalam tanah. Untuk mengetahui peranan tekstur tanah bagi ketersediaan air untuk pertumbuhan tanaman maka perlu dilakukan pengamatan tekstur tanah.


Metode yang umum digunakan di laboratorium dalam penentuan tekstur tanah adalah dengan metode pipet dan metode hidrometer.
Karena sering menggunakan metode hidrometer maka saya akan bahas yang metode hidrometer.

PENETAPAN TEKSTUR TANAH METODE HIDROMETER

A. Alat :
  • Mesin pengaduk khusus tanah ( mixer tanah )
  • Gelas ukur/ tabung sedimentasi 1000 ml
  • Gelas piala/ beker gelas 250 ml
  • Pengaduk kaca
  • Hidrometer tanah tipe ASTM 152 H
  • Timer atau stopwatch
  • Termometer
  • Timbangan analitik
B. Bahan :
  •  Larutan pendispersi natrium pirofosfat 4% , yaitu dengan melarutkan 40 gram Na4P2O7 .10 H2O ( natrium pirofosfat ) dengan aquadest dan jadikan volume sampai 1000 ml.
C. Cara Kerja :
  1. Timbang sampel ( diameter 2 mm ) sebanyak 50 gram ( khusus untuk tanah regosol 100 gram ), masukkan dalam gelas piala.
  2. Tambahkan larutan pendispersi 10 ml dan 150 ml aquadest.
  3. Aduk larutan tanah dengan pengaduk kaca hingga homogen dan biarkan semalam.
  4. Pindahkan larutan tanah ke dalam mixer tanah, bilaslah gelas piala dengan aquadest hingga semua tanah terpindahkan. Putar mixer selama 10 - 15 menit.
  5. Tuangkan larutan tanah ke dalam tabung sedimentasi/ gelas ukur, bilas semua tanah dari tabung mixer ke dalam gelas ukur dengan aquadest hingga bersih, tambahkan aquadest hingga batas tera ( 1000 ml ).
  6. Tutup gelas ukur dengan telapak tangan kemudian gojog dengan membalik - balikkan gelas ukur sebanyak 10 kali.
  7. Letakkan gelas ukur dan segera masukkan hidrometer ke dalam larutan tanah, tera hidrometer setelah 40 detik (catat sebagai R1). Angkat hidrometer pelan - pelan dan bilas hingga bersih. Kemudian masukkan termometer ke dalam larutan tanah (catat suhu larutan sebagai t1).
  8. Setelah 2 jam masukkan kembali hidrometer ke dalam larutan tanah, tera hidrometer (catat sebagai R2), angkat hidrometer pelan - pelan dan bilas hingga bersih. Kemudian masukkan termometer ke dalam larutan tanah ( catat suhu larutan sebagai t2).
D. Perhitungan :
                1.   Hasil Pembacaan Hidrometer pertama (1)
                       P1 = R1 + (tF1 – 67) x 0.2
      R1 = Hasil pembacaan hidrometer pada 40 detik
      tF1  = Temperatur suspensi dalam fahrenheit
             = (9/5 x tc1) + 32 ˚F
      tc1  = Temperatur suspensi dalam ˚C

2.   Hasil Pembacaan Hidrometer kedua (2)
                  P2 = R2 + (tF2 – 67) x 0.2
                  R2 = Hasil pembacaan hidrometer pada 40 detik
                  tF2  = Temperatur suspensi dalam fahrenheit
                         = (9/5 x tc2) + 32 ˚F
                  tc2  = Temperatur suspensi dalam ˚C
     
     3.  Menghitung % masing-masing fraksi
     

Setelah diketahui persen pasir, debu, dan lempung maka tanah dikelompokkan atas berbagai kelas tekstur seperti digambarkan pada segitiga tekstur (gambar 1). Cara menggunakan segitiga tekstur adalah sebagai berikut :

Misal suatu tanah mengandung 50% pasir, 20% debu, dan 30% liat. Dari segitiga tekstur dapat dilihat bahwa sudut kanan bawah segitiga menggambarkan 0% pasir dan sudut kirinya 100% pasir. Temukan titik 50% pasir pada sisi dasar segitiga dan dari titik ini tarik garis sejajar dengan sisi kanan segitiga ( ke kiri atas). Kemudian temukan titik 20% debu pada sisi kanan segitiga. Dari titik ini tarik garis sejajar dengan sisi kiri segitiga, sehingga garis ini berpotongan dengan garis pertama. Kemudian temukan titik 30% liat dan tarik garis ke kanan sejajar dengan sisi dasar segitiga sehingga memotong dua garis sebelumnya. Dari perpotongan ketiga garis ini, ditemukan bahwa tanah ini mempunyai kelas tekstur “ lempung liat berpasir “ ( ditunjukkan pada gambar 1, titik biru pada perpotongan garis berwarna merah ).


DAFTAR ACUAN


Soeprapto,S, dkk. 1985. Panduan Analisis Fisika Tanah. Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Agus,F., Yusrial dan S. Sutono. 2006. Penetapan Tekstur Tanah Dalam: Kurnia U.(eds). Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian, Bogor. Hal. 43 – 45.

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar