Home » » STANDARISASI Iodium ( I2 ) dengan Natrium Tiosulfat ( Na2S2O3 )

STANDARISASI Iodium ( I2 ) dengan Natrium Tiosulfat ( Na2S2O3 )

Iodium tidak mudah larut dalam air ( 0.34 gram per liter pada 25 C ) tetapi mudah larut dalam larutan yang mengandung ion iodida.
Kelemahan pelarut beriodida adalah ion ini dapat teroksidasi oleh O2 dari udara yang dipercepat reaksinya dalam suasana asam atau oleh adaya cahaya., tetapi bersifat lambat dalam suasana netral.
Selain itu, senyawa iodida ( KI ) yang digunakan dipersyaratkan agar bebas dari iodat ( karena iodat bereaksi dengan I - dalam suasana asam dengan membentuk I2 ). Persyaratan ini seharusnya dipenuhi bila larutan I2 dalam KI akan ditetapkan sebagai larutan baku.

Standarisasi Iodium ( I2 ) dengan Natrium Tiosulfat ( Na2S2O3)

Alat yang digunakan :
- Statif dan klem
- Buret 25 ml
- Erlenmeyer 250 ml
- Gelas piala 100 ml, 250 ml
- Labu takar 250 ml, 500 ml, dan 50 ml
- Pipet volum 25 ml
- Pipet ukur 10 ml
- Pipet tetes
- Batang pengaduk

Bahan yang digunakan :
- Iodium ( I2 )
- Natrium tiosulfat ( Na2S2O3 )
- Amilum
- Aquadest

** Membuat Larutan Iodium 0.01 N , 500 ml
- Timbang 0.6345 gram iodium + 2 gram KI, masukkan dalam gelas beker 250 ml dan tambahkan aquadest    100 ml. Aduk hingga larut sempurna.
- Masukkan larutan tersebut ke dalam labu takar 500 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.

** Membuat Larutan Natrium tiosulfat 0.1 N, 250 ml
- Timbang 6.25 gram natrium tiosulfat + 0.2 gram natrium bikarbonat, masukkan dalam gelas piala 250 ml dan tambahkan aquadest 100 ml.  Aduk hingga larut sempurna.
- Masukkan larutan ke dalam labu takar 250 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas.

** Membuat Larutan Amilum 1%, 50 ml
-Timbang 0.5 gram amilum/ kanji, larutkan dengan aquadest sampai volume 50 ml.
- Didihkan larutan amilum hingga diperoleh larutan yang agak kental.

** Cara Standarisasi
- Siapkan buret dan isi dengan natrium tiosulfat 0.1 N yang sudah dibakukan/distandarisasi.
- Pipet 25 ml larutan iodium ( I2 ), pindahkan dalam erlenmeyer 250 ml dan encerkan dengan aquadest sampai volumenya 100 ml.
- Titrasi larutan iodium (I2) dengan natrium tiosulfat dan hentikan bila larutan berwarna kuning pucat.
- Tambahkan 5 tetes indikator amilum , homogenkan dan lanjutkan titrasi secara perlahan.
- Hentikan titrasi bila warna biru larutan tepat menghilang.
- Catat volume hasil titrasi dan ulangi percobaan diatas sebanyak 3x.

** Perhitungan
Diketahui :
Volume I2 = 25 ml
Volume Na2S2O3 = v ml ( volume hasil titrasi )
Na2S2O3 = 0.1 N
N I2 = ....?
Dengan rumus








Contoh :
Dari hasil pengamatan di dapatkan :
V na.tio ul 1 = 2.7 ml
V na tio ul 2 = 2.75 ml
V na tio rata-rata = 2.72 ml

Dengan rumus :
N (I2) = N (na tio)
N1 x V1 = N2 x V2
N1 x 25 ml = 0.1 N x 2.72 ml
N1 = 0.272 / 25
N1 = 0.010 N
Jadi Normalitas I2 adalah 0.010 N

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar