LUX METER




Lux Meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya atau tingkat penerangan pada suatu area atau daerah tertentu.

Dibawah ini sekilas info tentang alat Luxmeter,semoga bermanfaat buat kita semua... 





Gambar alat Lux Meter  type DX-100 ( atas ) dan LX - 1010B ( bawah ) :



CARA PEMBACAAN LUX METER


CARA PEMBACAAN LUX METER

Pada alat luxmeter ada yang dinamakan tombol range.
Tombol range pada Lux Meter ini  dinamakan kisaran pengukuran. Ada 3 kisaran pengukuran yaitu 2000, 20.000, 50.000 lux. Hal tersebut menunjukan kisaran angka (batasan pengukuran) yang digunakan pada pengukuran.
1.   Untuk 2.000 lux, berarti pengukuran hanya dapat dilakukan pada kisaran cahaya kurang dari 2000 lux.
2.   Untuk 20.000 lux, berarti pengukuran hanya dapat dilakukan pada kisaran cahaya 2000 – 19.990 lux.
3.   Untuk 50.000 lux, berarti pengukuran hanya dapat dilakukan pada kisaran cahaya 20.000 -50.000 lux.

Apabila dalam pengukuran menggunakan range :
  1. Range 0 -1.999 lux, berarti pembacaan pada layar panel dikalikan 1 lux.
  2. Range 2000 – 19.990 lux, berarti pembacaan pada layar panel dikalikan 10 lux.
  3. Range 20.000 – 50.000 lux, berarti pembacaan pada layar panel dikalikan 100 lux.
Gambar alat LUX METER ( DX 100 ) :

Gambar alat LUX METER ( LX 1010B) 









PERAWATAN LUX METER


PERAWATAN DAN PENGGANTIAN BATERAI LUX METER

Untuk perawatan alat yang perlu diperhatikan adalah sensornya karena bersifat sangat sensitif. sensor ini harus diamankan pada tempat yang aman sehingga sensor ini dapat terus berfungsi dengan baik karena sensor ini merupakan komponen yang paling vital.
Penggantian Baterai :
Baterai perlu diganti apabila dalam layar panel menunjukkan kata “ LOW BAT” atau gambar baterai.
Cara mengganti baterai dengan membuka tutup baterai yang ada di belakang alat ini. kemudian mencopot baterai yang habis, lalu menggantinya dengan yang dapat digunakan. Baterai yang digunakan adalah baterai dengan tegangan 9 volt atau tergantung pada spesifikasi alatnya.

gambar penggantian dan jenis baterai Lux Meter ( DX 100 ) :



Cara Menggunakan LUX METER


Sebelum kita menggunakan alatnya mari kita pelajari dulu apa itu Lux meter.

Lux meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya atau tingkat penerangan pada suatu area atau daerah tertentu.

PRINSIP KERJA LUX METER
Lux Meter ini terdiri dari rangka, sebuah sensor dengan sel foto dan layar panel. Sensor tersebut diletakan pada sumber cahaya yang akan diukur intenstasnya. Cahaya akan menyinari sel foto sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Semakin banyak cahaya yang diserap oleh sel, maka arus yang dihasilkan pun semakin besar.
Sensor yang digunakan pada alat ini adalah photo diode. Sensor ini termasuk sensor jenis cahaya atau optic. Sensor cahaya atau optic adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengenai suatu daerah tertentu. Kemudian dari hasil dari pengukuran yang dilakukan akan ditampilkan pada layar panel.

Gambar dan Bagian - bagian Lux meter :



1.Tombol range                 : Tombol untuk kisaran
2.Tombol power                : Tombol untuk menyalakan dan mematikan alat
3.Layar panel                    : Layar untuk menampilkan hasil pengukuran
4.Tempat baterai              : Untuk memasang dan mengganti baterai
5.Sensor cahaya                : Untuk mengukur cahaya
6.Kabel penghubung         : Kabel penghubung sensor dengan alat sehingga terbaca pada layar panel


CARA MENGGUNAKAN LUX METER :

1. Geser tombol "off/on" ke arah On.
2. Pilih kisaran range yang akan diukur ( 2.000 lux, 20.000 lux, 50.000 lux) pada tombol range.
3. Arahkan sensor cahaya dengan menggunakan tangan pada permukaan daerah yang akan diukur kuat    penerangnnya.
4. Lihat hasil pengukuran pada layar panel.


Hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan alat ini adalah alat sensornya,karena sensornyalah yang akan mengukur kekuatan penerangan suatu cahaya. Oleh karena itu sensor harus ditempatkan pada daerah yang akan diukur tingkat kekuatan cahayanya (iluminasi) secara tepat agar hasil yang ditampilkan pun akuarat. 





Cara Membuat Larutan KCl ( Kalium Khloride ) 1 N

KCl sering disebut dengan nama Kalium Klorida atau Potassium Chloride. Kalium Klorida adalah senyawa garam alkali tanah yang terbentuk dari unsur Kalium dan Klor. Kalium klorida umumnya berbentuk kristal berwarna putih. Senyawa ini sangat mudah larut dalam air. (Wikipedia)
Larutan KCl dalam laboratorium yaitu digunakan sebagai reaktan, untuk mengukur pH potensial tanah (dalam bidang pertanian).


Membuat Larutan KCl 1N sebanyak 100 ml

KCl = Kalium Klorida atau Potassium Chloride
BM KCl =74,55 gr/mol
N = gr / (BM x Vol )
1 N = gr/ ( 74,55 x 0,1 L )
 gr = 7,45 gram
Jadi KCl yang dibutuhkan sebanyak 7,45 gram.

Cara membuat KCl 1 N sebanyak 100 ml :
1.  Timbang KCl sebanyak 7,45 gram, masukkan dalam gelas piala 100 ml.
2.  Tambahkan aquadest 50 ml, aduk hingga larut.
3.  Masukkan larutan KCl tersebut ke dalam labu takar 100 ml
4.  Tambahkan aquadest sampai tanda batas.gojog hingga homogen.
5.  Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.


Membuat Larutan KCl 1 N dari KCl 3 N ( KCL 3 M ) ,100 ml

 KCl 3 N nilainya sama dengan KCl 3 M
Untuk membuat larutan KCl 1 N dari KCl 3 N yaitu dengan menggunakan rumus pengenceran,
N1xV1 = N2xV2
3NxV1 = 1Nx100 ml
V1 = 100/3
V1 = 33,3 ml
Jadi volume yang perlu diambil dari KCl 3N adalah sebanyak 33,3 ml.

Cara Membuat :

1. Ambil KCl 3 N sebanyak 33,3 ml, masukkan dalam labu takar 100 ml.
2. Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
3. Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.



KADAR LENGAS TANAH KERING ANGIN


PENETAPAN KADAR LENGAS TANAH KERING ANGIN


A.         Tujuan : Menentukan Kadar Lengas Tanah secara Gravimetri

B.         Metode : Gravimetri


C.         Alat yang digunakan
·            Contoh tanah kering angin diameter 2 mm, 0.5 mm, dan tanah bongkahan
·            Botol timbang
·            Timbangan analitis
·            Oven
·            Eksikator
·            Gelas Arloji

D.         Cara Kerja
1.          Timbang botol kosong ( catat sebagai  a gram )
2.          Masukkan contoh tanah ke dalam botol timbang sekitar setengah tinggi botol timbang
3.          Timbang botol timbang + tanah ( catat sebagai b gram )
4.          Masukkan botol timbang yang berisi tanah ke dalam oven dengan suhu 105 – 110° C selama minimal 24 jam atau sampai berat tanah dalam botol timbang konstan
5.          Keluarkan botol timbang dari oven, masukkan dalam eksikator selama kurang lebih 15 menit
6.          Timbang botol timbang + tanah setelah dingin ( catat sebagai c gram )

E.          Perhitungan
Kadar Lengas = ( b-c )/( c-a ) x 100 %
b-c = berat air
c-a = berat tanah kering mutlak (BTKM)

Penentuan kadar lengas penting dilakukan karena setiap perhitungan dalam analisis tanah selalu berdasarkan BTKM. Kadar lengas tanah adalah sebagai koreksi berat tanah kering angin menjadi berat tanah kering mutlak.

Membuat Larutan HgSO4 0.25 N

Mercury (II) sulfate atau nama lainnya mercury bisulfate adalah senyawa kimia berbentuk serbuk berwarna putih dan tidak berbau. Mercury (II) sulfat memiliki rumus molekul HgSO4.

Berdasarkan simbol berbahaya pada botol kemasan mercury (II) sulfat ini bersifat toxic atau beracun, dapat merusak paru-paru, dapat mencemari dan merusak lingkungan.

Dalam menggunakan bahan kimia ini hindari kontak langsung dengan hidung dan mulut, demi keamanan gunakan masker.


Cara Membuat HgSO4 0.25 N sebanyak 1000 ml

Diketahui :
Mr HgSO4 = 296,65 gr/mol
Valensi = 2

Dengan menggunakan rumus Normalitas :
N =( gr /(Mr.xV)) x valensi
0,25 = ( gr / (296,65 x 1 liter)) x 2
gr =37,08 gram.
Jadi HgSO4 yang harus ditimbang sebanyak 37,08 gram.

Cara Membuat :

- Timbang HgSO4 sebanyak 37,08 gram. Masukkan dalam gelas piala 500 ml.
- Tambahkan aquadest 250 ml, aduk hingga larut sempurna.
- Masukkan larutan tersebut ke dalam labu takar ukuran 1000 ml, tambahkan aquadest  sampai tanda    batas. Gojog hingga homogen.
- Pindahkan ke dalam botol reagen dan beri label.

Membuat Larutan HCl 1%

Untuk memudahkan kita membuat larutan HCl dengan persentase yang berbeda-beda saya berinisiatif untuk membuat tabelnya, karena biar lebih cepet dan ga perlu ngitung lagi, buka buku catetan,sampai bukunya kucel.hehehe...
Semoga tabel ini juga bermanfaat buat teman-teman semua...

Diketahui : Berat jenis HCl =1,19 g/ml
                   BM = 36,5 gr/mol
                   N HCl pekat = 12.063 N

Untuk cara menghitungnya bisa dilihat pada Cara Membuat Larutan HCl 25% dalam 1000 ml

Tabel 1.1 Membuat Larutan HCl 1% sampai 35% sebanyak 1000 ml

% HCl yang
diinginkan
Vol HCl pekat
yang dibutuhkan
( ml )
1
27.03
2
54.05
3
81.08
4
108.11
5
135.14
6
162.16
7
189.19
8
216.22
9
243.24
10
270.27
11
297.30
12
324.32
13
351.35
14
378.38
15
405.41
16
432.43
17
459.46
18
486.49
19
513.51
20
540.54
21
567.57
22
594.60
23
621.62
24
648.65
25
675.68
26
702.70
27
729.73
28
756.76
29
783.78
30
810.81
31
837.84
32
864.87
33
891.89
34
918.92
35
945.95

Contoh cara membuat HCl 1 % ( berdasar tabel diatas )

Dari tabel diatas sudah diketahui bahwa HCl pekat yang dibutuhkan untuk membuat HCl 1% adalah 27.03 ml ≈27 ml.

Cara Membuat :
·      Ambil HCl pekat sebanyak 27 ml, masukkan dalam gelas piala 500 ml yang sebelumnya sudah diisi dengan aquadest 250 ml.
·      Masukkan larutan tersebut ke dalam Labu takar 1000 ml.Tambahkan aquadest hingga tanda batas pada labu takar. Gojog hingga homogen.

Membuat Larutan NaOH 40%

Natrium hidroksida atau sodium hidroksida mempunyai rumus molekul NaOH adalah senyawa kimia berbentuk pellet/butiran berwarna putih dan bersifat higroskopis ( mudah menyerap air ). NaOH ini sangat mudah larut dalam air.

Cara Membuat NaOH 40%, 1000 ml

Larutan NaOH 40 % artinya dalam 100 ml larutan mengandung 40 gram NaOH.


Jadi untuk membuat NaOH 40 %,1000 ml, massa yang dibutuhkan sebanyak 400 gram NaOH.

Cara Membuat :

  1. Timbang 400 gram NaOH, masukkan dalam gelas piala 500 ml. Beri aquadest 400 ml dan aduk hingga larut sempurna. Biarkan dingin.
  2. Masukkan larutan NaOH tersebut ke dalam labu takar 1000 ml, tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan larutan ke dalam botol reagen bertutup plastik/ karet.

Cara Membuat NaOH 1 N dari NaOH 40%, sebanyak 100 ml

Diketahui : 
massa NaOH 40 % = 40 gram dalam 100 ml larutan.
Mr = 40 gr/mol

Dicari : Normalitas NaOH 40% ....?

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus :
N = (gr / (Mr x V ) x valensi , ingat volume dalam L
N = ( 40 gr/ ( 40 x 0,1 L ) x 1
N = 10 
Diketahui Normalitas NaOH 40% adalah 10 N.

** Untuk membuat NaOH 1 N dengan menggunakan rumus pengenceran :
N1 x V1 = N2 x V2
10 x V1 = 1 x 100 ml
V1 = 10 ml
Jadi NaOH yang perlu diambil dari NaOH 40% untuk membuat NaOH 1 N sebanyak 10 ml.

Cara Membuat :
  1.  Ambil dengan pipet ukur NaOH 40% sebanyak 10 ml, kemudian pindahkan dalam labu takar 100 ml.
  2. Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
  3. Pindahkan dalam botol reagen plastik dan beri label.
Catatan :
Setelah membuat NaOH segera pindahkan larutan NaOH ke dalam botol reagen bertutup plastik/karet karena sifat basa/alkali dapat membuat tututp botol kaca membeku atau sulit dibuka.

Membuat Larutan Natrium Thiosulfat 0,1 N

Natrium tiosulfat adalah senyawa kimia berbentuk serbuk berwarna putih dan bersifat higroskopis ( mudah menyerap air). Natrium tiosulfat memiliki rumus molekul Na2S2O3.

Natrium tiosulfat mudah larut dalam air dan tidak dapat larut dalam etanol.
Dalam laboratorium bahan kimia ini digunakan sebagai pereaksi dan larutan baku sekunder.

Cara Membuat Larutan Natrium Tiosulfat 0.1 N, sebanyak 1000 ml

Diketahui :
Mr Natrium Thiosulfat = 248,21 g/mol
valensi = 1

Dicari : massa natrium tiosulfat yang harus ditimbang...?

Dengan menggunakan rumus Normalitas :
N =( gr/ (Mr xV)) x valensi
0.1 N = (gr / (248,21 x 1 liter)) x 1
massa (gr ) = 248.21 x 0.1 N
                   = 24.8 gram

Jadi massa yang dibutuhkan untuk membuat 0.1 N Natrium Thiosulfat 1000 ml adalah 24.8 gram.

Cara membuat :
  1. Timbang 24,8 gram Natrium Thiosulfat, masukkan dalam gelas piala 250 ml. Larutkan dengan aquadest 200 ml dan tambahkan 0.2 gram natrium bikarbonat ( sebagai pengawet ).
  2. Setelah larut masukkan dalam labu takar ukuran 1000 ml. Tambahkan dengan aquadest sampai tanda batas pada labu takar.
  3. Pindahkan dalam botol reagen dan beri label.
Artikel Terkait : Standarisasi Natrium Tiosulfat

Cara Membuat Larutan H2SO4 ( Asam Sulfat ) 0,05 N

Di ketahui bahwa N ( Normalitas ) asam sulfat pekat ( 95-97%) = 36 N

Dicari : Volume H2SO4 yang dibutuhkan untuk membuat H2SO4 0.05 N...?

Penyelesaian :
Dengan menggunakan rumus pengenceran,
V1x N1 = V2  x N2
V1 x 36 = 1000 x 0,05
V1 = (1000 x 0,05)/36
V1 = 1,38 ml

Jadi H2SO4 pekat yang dibutuhkan sebanyak 1, 38 ml.

Langkah-langkah membuat larutan H2SO4 0,05 N adalah :
- Siapkan Labu takar 1 liter (1000 ml) dan isi dengan aquadest 200 ml.
- Masukkan H2SO4 pekat sebanyak 1,38 ml ke dalam labu takar yang telah diisi aquadest tadi.
- Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.

- Pindahkan larutan dalam botol reagen dan beri label.

Cara Membuat H2SO4 0.05 N dari H2SO4 1 M sebanyak 1 liter

H2SO4 1 M sama dengan H2SO4 2 N ( 1 M = 2 N ).

Dengan menggunakan rumus pengenceran :
V1 x N1 = V2 x N2
V1 x 2 N = 1000 ml x 0.05 N
V1 = 50/2 
V1 = 25 ml
Jadi volume yang harus diambil dari H2SO4 2 N untuk membuat H2SO4 0.05 adalah 25 ml.

Cara Membuat :
- Siapkan labu takar 1 liter dan isi dengan aquadest 500 ml.
- Ambil H2SO4 2N sebanyak 25 ml kemudian pindahkan ke dalam labu takar yang berisi aquadest tadi.
- Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga homogen.
- Pindahkan larutan ke dalam botol reagen dan beri label.