Friday, July 10, 2015

Cara Membuat Larutan NaOH 1 N dan 1 M


Natrium Hidroksida ( NaOH ) atau dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama soda api atau kaustik soda. Natrium hidroksida berbentuk pellet, butiran,atau serpihan berwarna putih dan tidak berbau.
Natrium hidroksida merupakan basa kuat yang memiliki sifat korosif dan higroskopis (mudah menyerap air) sehingga harus hati-hati selama menggunakannya, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
Tingkat kelarutan Natrium hidroksida dalam air sangat tinggi dan saat dilarutkan dalam air maka akan melepaskan panas, karena pada proses pelarutan dalam air bereaksi secara eksotermis (melepaskan kalor).

Kegunaan Natrium hidroksida dalam laboratorium adalah untuk menetralkan pH dan untuk standarisasi larutan. Dalam bidang industri Natrium hidroksida digunakan untuk bahan pembuatan shampo, deterjen, sabun dan pembuatan produk kertas.


Cara Membuat Larutan NaOH 1 N (1 M) sebanyak 1000 ml

Untuk NaOH 1 N setara dengan 1 M
Diketahui Mr NaOH = 40 gr/mol
Rumus untuk membuat NaOH 1 N sebanyak 1000 ml.

N = (massa x n)/ (Mr x Vol)
1  = (massa x 1)/(40 x 1L), ( ingat volume dalam Liter !!!)
1  = massa/40
massa = 40 gram

Jadi NaOH yang perlu ditimbang sebanyak 40 gram.

Langkah -langkah membuat NaOH 1N ( 1 M ) adalah :

  • Timbang NaOH sebanyak 40 gram kemudian masukkan dalam gelas piala ( ukuran 200 ml ).
  • Larutkan dengan aquadest dan tunggu sampai dingin.
  • Setelah dingin masukkan larutan NaOH ke dalam labu takar ukuran 1000 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas.
  • Segera pindahkan larutan ke dalam botol reagen tutup plastik dan beri label. Penyimpanan larutan NaOH dalam botol reagen tutup kaca dapat menyebabkan tutup membeku atau tidak bisa dibuka karena sifat basa dari NaOH.

Instruksi Kerja Operasional Muffle Furnace ( Termolyne 6000 )


Muffle Furnace adalah alat laboratorium yang biasa digunakan sebagai pemanas dan untuk mengabukan atau mengarangkan zat padat pada analisis gravimetri. Suhu tinggi dalam muffle furnace biasanya diatas 700 C. Pada bagian atas muffle furnace dilengkapi dengan sebuah lubang yang berguna untuk keluarnya udara agar mempercepat perubahan suhu di dalam muffle dari keadaan panas menjadi suhu ruang.

Ukuran muffle furnace ada yang besar dan ada yang kecil, yang berukuran besar biasanya digunakan mengkremasi jenazah dan yang berukuran kecil yang biasa digunakan di laboratorium untuk mengabukan atau mengarangkan zat padat pada analisis gravimetri.



INSTRUKSI KERJA OPERASIONAL MUFFLE FURNACE
( Thermolyne Type 6000 )
1.      Buka pintu muffle, masukkan cawan pengabuan yang terisi bahan yang akan diabukan kedalam muffle.
2.      Tutup pintu muffle.
3.      Putar saklar ke arah “ON”.
4.      Hidupkan muffle dengan menekan tombol “ON”.
5.        Atur (set) temperatur pengabuan yang diinginkan dengan menekan tombol “SET”.
6.      Setelah selesai pengabuan, matikan muffle dengan menekan tombol “OFF”.
7.      Biarkan beberapa waktu atau biarkan semalam hingga temperatur muffle sama dengan temperatur lingkungan.
8.      Keluarkan bahan dari dalam muffle.
9.      Pastikan kabel listrik muffle tidak terhubung dengan sumber listrik.

Perawatan Muffle Furnace :
      Setelah selesai pemakaian, muffle segera dibersihkan agar bagian-bagian dari muffle tidak mudah berkarat. Bersihkan muffle dengan cara mengelap bagian - bagian muffle dengan alkohol.