Tuesday, December 23, 2014

INSTRUKSI KERJA OPERASIONAL OVEN TRIPLE M (MMM)

INSTRUKSI KERJA OPERASIONAL OVEN 
TRIPLE M (MMM)

Postingan saya yang kemarin membahas tentang instruksi kerja oven Binder Type ED/BD, kali ini saya masih akan membahas tentang instruksi kerja oven, tapi merk yang berbeda yaitu Oven Triple M.
langsung aja ya yuk mari...:)

gambar Oven Triple M



INSTRUKSI KERJA OPERASIONAL OVEN TRIPLE M :


1.    Bahan yang akan di oven disiapkan, ditempatkan kedalam wadah, dan diberi kode.
2.    Hidupkan saklar ke arah “ON”.
3.    Nyalakan oven dengan menekan tombol “ON/OFF ” (tekan agak lama hingga layar pada pembacaan menyala ).
4.    Atur suhu sesuai keperluan dengan menekan tombol “x/w”, kemudian tekan tombol   "panah ke atas"  atau " panah kebawah"  untuk menaikkan atau menurunkan suhu.
5.    Tunggu hingga suhu yang dikehendaki tercapai.
6.    Buka pintu oven dengan cara pegangan pintu oven ditarik ke kanan dan ke kiri secara bersamaan.
7.    Masukkan sampel, tutup kembali oven.
8.    Jika sudah selesai, matikan oven dengan menekan tombol “ ON/OFF” (tekan agak lama hingga layar pada pembacaan mati).
9.    Matikan saklar ke arah “ OFF”.
10.  Bersihkan oven.


Friday, December 19, 2014

INTRUKSI KERJA OPERASIONAL OVEN BINDER ( TYPE ED/BD )

INTRUKSI KERJA OPERASIONAL OVEN 
BINDER TYPE ED/BD


Kali ini saya akan posting tentang instruksi kerja oven  ( Merk Binder, Type ED/BD ). Mungkin postingan ini bisa membantu sobat-sobat semua yang mempunyai kesulitan untuk mengoperasikannya.

Gambar Oven Binder Type ED/BD



PETUNJUK PENGOPERASIAN OVEN ( BINDER TYPE ED/BD ) :


1.      Tancapkan stekker ke stop kontak 220 V, lampu hijau di sebelah kiri display akan menyala.
2.                 Hidupkan oven dengan menekan tombol "Power" hingga display menyala ( tekan kemudian tahan selama beberapa waktu, jangan langsung dilepaskan ).
3.      Untuk mengubah suhu yang dikehendaki tekan tombol "X/W", display akan menunjukkan SP bergantian dengan nilai set point. Ubah set point dengan menggunakan tombol "panah atas" atau "panah bawah " . Nilai set point akan tersimpan secara otomatis setelah 2 detik.
4.      Tekan tombol X/W untuk kembali ke tampilan suhu aktual.
5.      Untuk pengaturan timer tekan tombol "lingkaran " ( seperti gambar jam ).    
6.      Display akan menunjukkan t1nF atau tOFF. Untuk t1nF artinya timer tidak digunakan atau dalam arti alat bekerja secara continous.
7.      Jika timer akan diaktifkan, tekan tombol "panah atas"  hingga display yang tadinya t1nF berubah menjadi tOFF. Kemudian masukkan waktu yang dikehendaki dengan menggunakan tombol "panah atas" atau " panah bawah ".
8.      Nilai timer akan tersimpan secara otomatis setelah 2 detik.
9.      Untuk kembali ke tampilan suhu aktual, tekan tombol X/W. Apabila timer telah habis, di layar akan muncul tOFF bergantian dengan suhu aktual.
10.  Untuk mengubah kembali ke mode continous operation, tekan tombol "lingkaran"(seperti gambar jam)   lalu tekan tombol "panah bawah"  hingga display berubah dari tOFF menjadi t1nF.
11.  Setelah selesai matikan oven dengan menekan tombol " Power" sampai display mati kemudian cabut kabel stekker.


Thursday, December 18, 2014

ALAT YANG UMUM DI LABORATORIUM DAN KEGUNAANNYA

Artikel saya yang kedua ini saya akan membahas fungsi dari beberapa alat yang biasanya ada di dalam laboratorium. Mungkin masih kurang lengkap tapi akan saya update terus dan semoga bermanfaat buat semuanya.


1.       Lemari  Asam

Fungsi lemari asam adalah sebagai perantara untuk memindahkan bahan kimia asam yang mempunyai konsentrasi tinggi, bahan kimia berasap, dan tempat  untuk mereaksikan zat kimia yang  mudah menguap dan gas yang berbahaya, selain itu juga sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan kimia asam tinggi.

Adanya sirkulasi udara di dalam lemari asam sangat penting agar lemari asam dapat bekerja dengan baik.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan lemari asam sebaiknya tahan terhadap bahan kimia organik, tahan terhadap ledakan, dan tidak mudah korosif  terhadap bahan kimia asam dan basa.


      2.    Hot Plate Magnetic Stirrer

Fungsi dari Hot Plate adalah untuk memanaskan dan menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Pengadukan dengan bantuan batang magnet yang dapat diatur kecepatannya sesuai dengan yang diinginkan.Hot Plate adalah alat yang dihubungkan langsung ke sumber listrik dengan tombol pengatur suhu dan pengatur kecepatan pengadukan.





1    3.       Muffle Furnace/ Tanur


Di dalam laboratorium muffle furnace atau tanur biasa digunakan untuk mengabukan atau mengarangkan suatu zat padat. Muffle Furnace juga berfungsi untuk menentukan kadar bahan organik atau C-organik pada pupuk organik atau kompos dengan menggunakan cara pengabuan. Tanur mempunyai suhu yang tinggi hingga diatas 1000 derajat celcius.

Untuk mengetahui instruksi kerja muffle bisa dilihat di Instruksi Kerja Muffle Furnace

1    


     4.   Oven


Oven berfungsi untuk mengukur kadar air,  sebagai alat untuk memanaskan atau mengeringkan alat-alat gelas laboratorium, dan bahan-bahan kimia maupun pelarut organik. Hanya alat gelas tertentu yang dapat dikeringkan di dalam oven yaitu alat gelas yang mempunyai ketelitian rendah, sedangkan  alat gelas yang mempunyai ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan di dalam oven karena alat tersebut akan mengalami pemuaian sehingga ketelitiannya tidak tepat.





      5.   Timbangan digital
Timbangan digital di laboratorium pada umumnya berfungsi untuk menimbang sampel atau bahan kimia yang akan digunakan. Timbangan digital yaitu jenis  timbangan yang bekerja secara elektronis dengan tenaga listrik, umumnya menggunakan arus lemah dan indikatornya berupa angka digital pada layar bacaan timbangan.


     




      6.  Viskometer


Viskometer adalah suatu alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur viskositas atau kekentalan suatu larutan. Jika suatu larutan semakin kental maka nilai viskositasnya semakin tinggi, dan sebaliknya jika larutan semakin encer maka nilai viskositasnya semakin rendah.





1        7.  Vortex

Vortex adalah alat yang berfungsi untuk mengaduk larutan dalam tabung reaksi sehingga larutan benar-benar homogen.










8. Penggojog/Shaker
Penggojog atau shaker ini berfungsi untuk mengaduk campuran larutan agar larutan homogen dengan gerakan satu arah. Shaker ini memiliki kecepatan gerakan yang dapat diatur sesuai dengan keinginan.
Shaker ini juga digunakan untuk menghomogenkan campuran zat cair dan padat yang dimasukkan ke dalam erlenmeyer. 

9. Kompor listrik


Dalam penggunaannya di laboratorium kompor listrik ini berfungsi untuk memanaskan larutan atau zat-zat kimia dengan aquadest agar zat kimia cepat larut dalam aquadest.








Artikel terkait : Macam-Macam Alat Non Gelas dan Kegunaannya di Laboratorium

Wednesday, December 17, 2014

FUNGSI DAN JENIS ALAT GELAS LABORATORIUM

FUNGSI ALAT GELAS KIMIA DI LABORATORIUM

Karena saya bekerja di Laboratorium jadi saya ingin berbagi artikel tentang alat-alat Laboratorium. Kali ini saya akan membahas tentang fungsi alat gelas yang biasanya ada di laboratorium. Semoga bisa bermanfaat buat semuanya.

1. Buret
Buret berfungsi untuk mengukur volume cairan yang keluar seperti pipet. Pada buret terdapat kran untuk mengeluarkan atau menghentikan cairan yang keluar dan volumenya dapat diketahui pada skala yang tertera pada buret.Buret terutama digunakan untuk titrasi.
Untuk lebih jelas tentang buret bisa baca Cara Menggunakan dan Membersihkan Buret

2. Botol Timbang
Botol timbang berfungsi untuk menentukan kadar air suatu zat. Selain itu digunakan untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan cair yang bersifat higroskopis. Saat menimbang zat cair yang bersifat mudah menguap botol timbang harus dalam kondisi tertutup agar tidak terjadi penguapan.







3. Corong Gelas/Kaca
Corong gelas/kaca berfungsi untuk memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain terutama wadah yang bermulut kecil. Selain itu digunakan untuk proses penyaringan dengan menggunakan kertas saring.



4. Desikator/Eksikator
Desikator atau Eksikator adalah wadah tertutup terbuat dari kaca yang di dalamnya berisi silika gel.
Fungsi dari desikator adalah untuk menyimpan bahan atau wadah sebelum dilakukan penimbangan. Selain itu juga untuk menyimpan bahan agar tetap dalam kondisi kering







5. Erlenmeyer

 Erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan yang akan dititrasi pada proses titrasi. Dalam mikrobiologi erlenmeyer digunakan untuk pembiakan mikroba. Erlenmeyer tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.








6. Gelas Arloji

Gelas arloji berfungsi untuk menimbang bahan-bahan kimia yang bersifat higroskopis, sebagai penutup saat melakukan pemanasan bahan kimia, dan sebagai wadah untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator.





7. Gelas Piala/ Beaker Glass
Gelas piala atau Beaker glass berfungsi sebagai wadah untuk melarutkan suatu zat atau bahan kimia, untuk menampung zat kimia yang bersifat korosif, dan sebagai wadah untuk mencampur dan memanaskan cairan. Untuk mencegah kontaminasi atau hilangnya cairan dapat digunakan gelas arloji sebagai penutup.
Gelas piala tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.

Baca Juga : Fungsi Beaker Glass/ Gelas Piala

8. Gelas Ukur
Gelas Ukur berfungsi untuk mengukur volume segala benda, baik padat maupun cair pada berbagai ukuran volume. Selain itu juga dapat digunakan untuk merendam pipet dalam asam pencuci.









9. Labu Takar /Ukur
Labu Takar berfungsi untuk menyiapkan larutan dalam kimia analitik yang konsentrasi dan jumlahnya diketahui dengan pasti dengan keakuratan yang sangat tinggi. Alat ini sangat cocok digunakan untuk mengukur sesuatu dengan keakuratan yang tinggi karena di bagian leher terdapat lingkaran graduasi, volume, toleransi, suhu kalibrasi dan kelas gelas. Pada lehernya juga terdapat tanda batas yang menunjukkan volume sebagaimana tertera pada badan labu takar. Biasanya berwarna transparan, tetapi ada juga yang berwarna gelap. Biasanya dilengkapi dengan penutup dari bahan tahan bahan kimia seperti polietilen atau dapat juga dari gelas.



10. Pengaduk Kaca
Pengaduk kaca berfungsi untuk mengaduk larutan agar tetap homogen atau agar zat padat cepat larut.





11. Petridish atau Cawan Petri

Petridish atau Cawan Petri berfungsi untuk pembiakan bakteri dalam laboratorium mikrobiologi, sebagai tempat untuk menimbang bahan, dan juga sebagai tempat untuk mengeringkan bahan sampel.






12. Piknometer

Piknometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas dari fluida.










13. Pipet Volume/Pipet Gondok
Pipet volume atau pipet gondok adalah salah satu alat ukur kuantitatif dengan tingkat ketelitian tinggi, ditandai dengan bentuknya yang ramping pada penunjuk volume dan hanya ada satu ukuran volume.

Pipet Volume berfungsi untuk memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah yang lain, biasanya untuk memindahkan larutan baku primer atau sample pada proses titrasi.

14. Pipet Ukur
Pipet ukur berfungsi untuk memindahkan suatu cairan dari wadah satu ke wadah yang lainnya, cuma untuk pipet yang satu ini mempunyai ukuran graduasi volume yang lebih presisi.
Di pasaran pipet jenis ini ada dalam berbagai ukuran yaitu pipet ukur 1, 2, 5, 10, dan 25 ml.





15. Pipet Tetes
Pipet tetes (drop pipette) berfungsi membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil tetes demi tetes.



Artikel Terkait : Macam - Macam Pipet


16. Labu Pemisah/Corong Pemisah 
Labu Pemisah atau Corong Pemisah berfungsi untuk memisahkan campuran larutan yang memiliki kelarutan yang berbeda. Biasanya digunakan dalam proses ekstraksi.





17. Tabung Reaksi 
Fungsi tabung reaksi adalah sebagai wadah untuk mereaksikan dua atau lebih larutan / bahan kimia,dan untuk pengembangan mikroba.











Itulah beberapa jenis alat gelas laboratorium dan kegunaannya. Untuk kegunaan alat non gelas bisa dilihat di Kegunaan Alat Non Gelas di Laboratorium
Semoga bermanfaat :)